May December Couple: Nikah Beda Usia Tetap Bisa Bahagia

Nikah beda usia siapa bilang sulit bahagia? Age is just a number. Setidaknya begitulah jalan cerita dalam dorama Jepang terbaru, May December Couple atau Marriage with a Large Age Gap yang dibintangi Takezai Terunosuke dan Aoi Wakana.

Drama ini diadaptasi dari manga populer Jepang, Toshi no Sakon (2019) karya Atsuki Nakama. Dua pemeran utamanya gak begitu populer, kecuali Aoi Wakana. Dia dulunya mantan member idol grup Jepang, Otome Shinto yang bubar 2016.

toshi no sakon
Manga Toshi No Sakon (2019) karya Atsuki Nakama

Walau pun pemeran utama dan pendukungnya gak begitu saya kenal, tapi jalan cerita May December Couple sangat menarik diikuti. Sebelumnya saya sempat mereview dua drama Cina yang mengangkat tema serupa, tentang cinta beda usia, yaitu Dating in the Kitchen dan My Dear Lady.

may december couple
May December Couple karya Hiroki Ryuichi

Hanya saja hubungan asmara dua pemeran utama dalam drama tersebut masih sebatas pasangan kekasih, bukan pasangan menikah seperti May December Couple.

Kita kenalan dulu yuk sama pemeran utama dan pendukung dalam dorama Jepang May December Couple.

  • Takezai Terunosuke sebagai Hanasato Harumi, suami Maiko.
  • Aoi Wakana sebagai Murakami Maiko, istri Harumi.
  • Matsumoto Wakana sebagai Miyuki, mantan istri Harumi.
  • Onodera Akira sebagai Rion, sepupu jauh Maiko.
  • Yoshino Hokuto sebagai Sean Ichinose, sahabat dan rekan sekantor Maiko.
  • Kawai Aoba sebagai Takeda Yukari, bos Maiko.
  • Fukikoshi Mitsuru sebagai Murakami Genichiro, ayah Maiko.

Sinopsis May December Couple

Murakami Maiko (24 tahun) seorang gadis cantik, ceria, dan putri keluarga berada. Ayahnya, Tuan Murakami Genichiro merupakan pemilik perusahaan kosmetik besar di Jepang.

Maiko anak piatu. Ibunya meninggal dunia saat Maiko berusia 10 tahun. Sejak itu Maiko dibesarkan ayahnya seorang diri.

may december couple
Murakami Maiko (24 tahun)

Meski dibesarkan ayah tunggal, Maiko sama sekali gak kekurangan kasih sayang. Sang Ayah sangat perhatian pada putrinya. Maiko tumbuh menjadi anak sukses sekaligus berbakti pada orang tua.

Satu kekurangan Maiko, dia selalu gagal dalam hubungan percintaan. Maiko sebetulnya gak mau ambil pusing mengingat usianya masih muda.

Sayangnya bagi Tuan Genichiro yang konservatif, usia Maiko yang 24 tahun sudah mengkhawatirkan. Sebab lainnya Tuan Genichiro merasa dirinya sudah di batas senja. Dia ingin menyaksikan putri semata wayangnya menikah dengan orang yang dicintainya.

Beberapa kali Maiko memperkenalkan pria yang tengah dekat dengannya. Sayangnya di mata Tuan Genichiro gak satu pun di antara mereka yang serius hendak menikahi Maiko.

Suatu hari Maiko diminta blind date selama tiga hari dengan pria bernama Hanasato Harumi. Ya bisa dibilang Maiko dijodohkan, istilahnya mengikuti omiai kekkon, tradisi mak comblang pernikahan yang dilakukan oleh keluarga. Ayah Maiko sama sekali gak maksa Maiko harus menikah dengan Harumi. Kalo cocok ya lanjut, kalo gak cocok ya udah.

may december couple
Hanasato Harumi (44 tahun)

Pas keduanya ketemuan nih, Maiko dan Harumi saling jujur. Maiko bilang ke Harumi, dia sebatas ingin menyenangkan hati ayahnya. Harumi pun jujur, dia sedia berjumpa Maiko karena menghargai Tuan Genichiro sebagai mitra bisnis.

Harumi bahkan berencana akan menjauhi Maiko setelah pertemuan pertama. Harumi merasa dia bukan tipe calon menantu seperti yang diharapkan Tuan Genichiro, bahkan berencana minta maaf langsung.

Eh, siapa sangka selama ngobrol itu tiba-tiba saja Maiko beneran tertarik sama Harumi. Lanjutlah mereka berkencan untuk kedua kalinya. Puncaknya pada kencan ketiga, Maiko lebih dulu mengungkapkan rasa sukanya pada Harumi.

nikah beda usia
Kencan pertama Maiko dan Harumi

Maiko bahkan mengajukan proposal pernikahan – hal yang lumrah dilakukan di Jepang – di mana salah satu persyaratan yang dituliskan Maiko adalah tidak akan berhubungan badan dengan Harumi sebelum mereka sah menjadi suami istri.

Sifat Maiko yang jujur, berterus terang, suci, dan bermartabat inilah yang membuat Harumi tak ragu lagi menyetujui pinangan gadis itu. Dia yakin hidupnya pasti bahagia dan penuh tawa bersama Maiko. Pada saat sama Harumi merasakan debar jantung hebat untuk kedua kalinya.

Jiwa muda tak ditentukan oleh kau punya kerutan atau tidak. Jiwa muda adalah sebuah cara berpikir. Jiwa muda bukanlah tentang memiliki bibir kemerahan atau tangan yang lentur. Jiwa muda adalah tentang memiliki kemauan yang kuat.

Hanasato Harumi

They finally got married and so the adventure begins…

Kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung sangat bahagia. Maiko berusaha menjadi istri yang baik. Harumi juga tak putus berusaha menjadi suami yang baik. Dia gak mau gagal lagi di pernikahan kedua.

Kau adalah hartaku. Aku bisa menjadi apapun jika itu untukmu dan membuatmu bahagia.

Hanasato Harumi

Harumi memperlakukan Maiko layaknya ratu di rumahnya. Suami tampan ini gak pernah menuntut Maiko harus jadi istri begini atau begitu. Dia gak masalah istrinya gak bisa masak, malah masakin Maiko setiap hari. Dia gak masalah istrinya bangun belakangan, malah membangunkan belahan jiwanya dengan penuh cinta.

nikah beda usia
Harumi menyiapkan sarapan untuk Maiko

Masalah muncul mana kala mantan istri Harumi, Miyuki mulai membayangi rumah tangga Maiko. Semua berawal dari kunjungan Takeda Yukari, bos Maiko bersama suaminya ke rumah Harumi dan Maiko. Nyonya Yukari menemukan banyak perlengkapan makan yang unik-unik di rumah Harumi. Saat ditanyai di mana Harumi membelinya, Harumi gak bisa jawab karena memang itu semua dibeli oleh Miyuki saat mereka masih jadi suami istri.

nikah beda usia
Takeda Yukari, bos Maiko.

FYI, Harumi dan Miyuki ini cerai baik-baik. Mereka emang merasa gak klik aja satu sama lain setelah menikah. Waktu itu baik Harumi mau pun Miyuki masih muda, masih ingin mengejar karier masing-masing. Keduanya juga belum dikaruniai anak.

cinta beda usia
Miyuki, mantan istri Harumi.

Menurut pengakuan Miyuki, dirinya terlalu egois karena mengajukan cerai pada Harumi. Pembawaan Harumi yang penyabar dan lempeng aja, membuat pria itu manut saat diceraikan istrinya.

Suatu hari Miyuki muncul mengajak Harumi kerja sama untuk sebuah brand. Awalnya Harumi menolak, tapi bosnya di kantor malah mempersatukan mereka. So, mereka terpaksa bekerja secara profesional.

Harumi berusaha jujur pada Maiko bahwa mantan istrinya akan menjadi teman kerjanya. Maiko sempat cemburu sih, tapi emang dasar bawaannya selalu positif, Maiko gak keberatan sama sekali, malah santai aja bertemu langsung dengan Miyuki.

Aku tahu masa lalu tak bisa diubah. Maka dari itu aku akan mengubah ingatanmu mulai hari ini dan seterusnya.

Murakami Maiko

Miyuki kaget banget Harumi menikah lagi. Makin kaget saat tahu usia Maiko 20 tahun lebih muda dari Harumi.

Masalah muncul ternyata gak dari pihak Harumi aja, pihak Maiko pun ada. Sean Ichinose, sahabat sekaligus teman tapi mesra (TTM) Maiko di bangku kuliah tiba-tiba pindah kerja ke kantor yang sama dengan Maiko. Mereka terlibat proyek desain interior bareng.

may december couple
Sean Ichinose, cinta platonis Maiko.

Sean yang bikin Harumi pertama kalinya setelah menikah bisa merasakan cemburu dan takut kehilangan Maiko.

Sebetulnya Sean ingin mengungkapkan perasaan cinta yang sejak lama dia rasakan terhadap Maiko. Satu-satunya orang yang selalu ada di titik terendah dalam hidup Sean adalah Maiko. Berkat Maiko, Sean berani menapaki hidup dan tidak takut mengejar impiannya.

Sean sama sekali gak keberatan kalo Maiko menikah, tapi dia kayak gak terima kalo suami Maiko adalah Harumi yang usianya mungkin lebih pantas menjadi ayah Maiko, ketimbang suami Maiko.

Rumah tak seperti toko. Itu adalah pilihan seumur hidup. Orang mau pasangan yang sempurna, demikian juga rumah.

Sean Ichinose

Maiko dengan tegas menolak perasaan Sean. Dia mengatakan tak bisa menjawab pasti apa yang membuatnya memilih Harumi. Namun, dia tahu pasti bahwa dia ingin bersama Harumi, sekarang dan selamanya.

Jawaban Maiko membuat Sean tersentuh dan menyadari cinta tak butuh alasan. Cinta tak ada batas, apalagi dibatasi masalah kecil yang disebut usia.

Belakangan ini rumah-rumah hanya memiliki satu pilar penopang besar. Pilar itu diibaratkan suami. Namun, kini ada dua pilar yang menyatukan rumah. Pilar pertama adalah suami, yang kedua adalah istri. Kedua pilar itu terus menjaga bentuk rumah. Tak lama kemudian, pilar-pilar itu akan menjadi beragam bentuk. Sebuah rumah yang bisa menangani segala macam struktur dan menjadi jenis rumah yang baru.

Sean Ichinose

Selain Sean, pernikahan Harumi dan Maiko juga dibayangi Rion, seorang androgini sekaligus sepupu jauh Maiko. Mereka tumbuh bersama sejak kecil hingga dewasa.

Rion rupanya mencintai Maiko lebih dari saudara. Dia ingin bersama Maiko selamanya.

may december couple
Rion, sepupu jauh Maiko.

Sekembalinya ke Jepang dari sekolah koki profesional di Italia, Rion melakukan berbagai cara untuk memisahkan Maiko dan Harumi, salah satunya memaksa tinggal serumah dengan Maiko dan Harumi. Di matanya Harumi gak layak untuk Maiko.

Harumi menyadari keanehan itu sejak pertama kali berjumpa dengan Rion. Saat itu Rion yang berpakaian seperti perempuan berusaha menggodanya. Untung aja Harumi gak kepancing akal bulus Rion.

Sempat hubungan Harumi dan Maiko bersitegang karena Rion. Untung aja Tuan Genichiro turun tangan dan menyadarkan Maiko pentingnya peran istri bagi suami. Hal tersebut berkaca pada pengalaman Tuan Genichiro yang ternyata juga memperistri ibu Maiko yang usianya 15 tahun lebih muda darinya.

Review May December Couple

May December Couple benar-benar layak ditonton, khususnya oleh mereka yang tengah menjalani nikah beda usia atau cinta beda usia, seperti Harumi dan Maiko. Banyak pelajaran bisa dipetik dari drama delapan (8) episode ini.

Jalan ceritanya ringan, tapi sangat relatable dengan kehidupan pasangan yang nikah beda usia. Masing-masing episode hanya berdurasi 20 menit di luar soundtrack. Artinya, kurang dari 20 jam atau kalo agak nyantai, 1-2 hari udah kelar nih nonton dramanya.

Aslinya pemeran Harumi dan Maiko juga terpaut usia jauh loh. Takezai Terunosuke kelahiran 1980 yang tahun ini berumur 40 tahun, sedangkan Aoi Wakana kelahiran 1998 yang kini berumur 23 tahun.

Pantes aja mereka berdua perfect banget mendalami perannya. Mungkin udah riset dulu kali ya. Hehehe.

Maiko, usia kita terpaut 20 tahun kan? Itu artinya waktu untuk kita bersama lebih sedikit dari pasangan yang seusia. Jadi, jika kita terus melihat ke masa lalu, kita akan kehilangan waktu. Berada di sini sekarang bersamamu Maiko, membuatku bahagia. Maka, lihatlah aku yang sekarang.

Hanasato Harumi

Cara Harumi dan Maiko menyelesaikan permasalahan dalam pernikahan mereka sungguh layak menjadi panutan. Sebagai suami, Harumi gak pernah egois, meski dalam beberapa hal dia memilih lebih banyak mengalah untuk sang istri.

Harumi mungkin lupa bahwa yang namanya perempuan pasti lebih senang dengan suami terbuka. Maiko ingin membicarakan semua hal dengan Harumi asalkan Harumi percaya padanya, gak melulu memperlakukannya seperti anak kecil yang harus dilindungi 24 jam.

Harumi juga lupa, perempuan mana pun suka dipuji cantik. Ketika istri menanyakan apa yang membuat suami jatuh cinta padanya, suami tidak boleh lupa menyisipkan pujian fisik pada sang istri.

nikah beda usia

Maiko pernah bertanya hal sama pada Harumi. Harumi cuma jawab, dia suka sifat Maiko yang terbuka mengutarakan pikiran dan aktif berkomunikasi. Maiko juga lugas dan jujur.

Begitu Maiko melengos pergi, Harumi baru sadar dia seharusnya bilang bahwa Maiko cantik dan dia suka penampilan Maiko. Ya dari interaksi Maiko dan Harumi ini saya jadi tahu, perempuan mana pun pada dasarnya senang digombalin pria, apalagi digombalin suami sendiri. Wkwkwk.

Pesan saya, sesekali pujilah istrimu wahai para suami. Meski pun istrimu bilang kamu gombal, tapi sesungguhnya dalam hati dia sangat bahagia tak terkira.

Sebagai istri, Maiko juga berusaha menjaga perasaan suaminya. Hanya saja mungkin karena faktor usia, Maiko suka gamang antara memprioritaskan Harumi atau Rion yang sudah dianggapnya adik sendiri. Pada waktu itu posisinya Maiko gak tahu kalo Rion menyayanginya lebih dari saudara.

Untungnya Harumi dan Maiko sama-sama mengambil jalan tengah. Supaya Rion bisa menerima Harumi, Maiko sengaja mempertemukan Rion dengan Miyuki. Dia ingin meyakinkan bahwa Harumi dan Miyuki betul-betul berhubungan profesional sebagai rekan kerja, tanpa membawa perasaan lama mereka sebagai pasangan suami istri.

Masalah yang Mungkin Muncul Saat Nikah Beda Usia

May December Relationship alias MDR adalah hubungan asmara atau pun pernikahan di mana terdapat perbedaan usia jauh antara pasangan. Bisa jadi pria lebih tua dari wanita, atau wanita lebih tua dari pria. Beda usianya bukan cuma 3-5 tahun, tapi bisa 10, 15, atau lebih dari 20 tahun.

Hubungan seperti ini bisa menyenangkan, sekaligus menantang. Kabar baiknya, gak ada problem asmara yang gak ada solusinya.

Berikut adalah cara mengatasi masalah yang timbul antara May December Couple.

1. Penerimaan keluarga dan teman

Tantangan pertama yang mungkin dihadapi May December Couple adalah reaksi dari keluarga dan teman-teman. Mereka mungkin menjejali kita dengan berbagai stereotipe. Kalo wanita yang lebih tua, dia disebut tante girang. Kalo pria lebih tua, dia dipanggil om genit atau si tua keladi.

Ini juga yang dihadapi Maiko. Sahabat bahkan sepupunya sendiri menyayangkan keputusannya menikahi Harumi.

Jatuh cinta adalah hal yang aneh. Aku tak banyak mengencani pria sampai sekarang. Lalu, aku menikah setelah kencan buta pertamaku. Terlebih lagi dia yang kunikahi berusia 44 tahun. Usia kami terpaut 20 tahun, bahkan aku pun terkejut pada awalnya. Setelah kami mulai berkencan, aku sering berharap bertemu Harumi saat masih muda. Aku bahkan kesal tak bisa bertemu dia di masa lalu. Namun, yang aneh adalah aku juga bahagia. Aku suka Harumi yang sekarang. Harumi yang 44 tahun. Aku tak keberatan dengan pendapat orang. Yang aku tahu aku temukan banyak hal bahagia bersamanya.

Murakami Maiko

Kita cukup memberikan hal masuk akal pada keluarga dan teman kita, mengapa kita memilihnya sebagai pasangan hidup? Jangan memaksakan pasangan kita pada keluarga dan teman kita, tapi pastikan keluarga kita tahu bahwa pasangan kita adalah bagian dari mereka juga.

Sampaikan pada keluarga dan teman bahwa kita memahami kekhawatiran mereka, tapi gak perlu membela pasangan kita berlebihan di hadapan mereka. Saat kita membawa pasangan yang lebih tua bertemu keluarga kita, jangan meninggalkannya sendirian dalam waktu lama, demi menghindari ketidaknyamanan pasangan.

Ujung-ujungnya kalo tetap gagal, ya siasati dengan kunjungan singkat. Gak perlu lama-lama berada di rumah keluarga.

Kondisi pertama ini mungkin tidak dijumpai dalam kisah nikah beda usia antara Harumi dan Maiko. Pasalnya ayah Harumi sangat mensupport pernikahan anaknya.

Saya malah salut dengan sikap Tuan Genichiro yang tak terlalu campur tangan saat anak dan menantunya ada masalah. Contohnya waktu Maiko bertanya pada ayahnya tentang sikap apa yang diperlukan begitu istri tahu suaminya sedang menyimpan rahasia.

Tuan Genichiro menjawab, “lebih baik menunggu sampai suamimu memberitahumu.”

Sayangnya jawaban sang ayah adalah dari sudut pandang laki-laki. Beda lagi dari sudut pandang perempuan alias istri. Maiko malah merasa sedih Harumi menyimpan rahasia darinya. Maiko seperti merasa Harumi gak mempercayainya.

Jawaban Harumi menyadarkan Tuan Genichiro bahwa selama ini dia terlalu melindungi putrinya. Selama ini Tuan Genichiro selalu ikut campur dengan hubungan asmara putrinya karena takut Maiko ditipu laki-laki jahat, tanpa dia sadari pada saat yang sama dia sebagai ayah telah merebut kesempatan anaknya untuk berpikir sendiri.

cinta beda usia
Murakami Genichira, ayah Maiko.

Ayah mungkin masih belum tahu apa yang terbaik untukmu. Namun, melihat secara objektif dari jauh, ayah sadar jika kamu bahagia, itulah yang terpenting dalam hidup ayah.

Murakami Genichiro

2. Keputusan punya momongan atau gak

May December Couple kelak menghadapi masalah soal punya anak atau gak punya anak. Kalo wanitanya lebih tua, misalnya usia 40 tahun, sedangkan pria masih 30 tahun, peluang memiliki anak mungkin agak sulit. Beberapa solusi yang mungkin adalah adopi anak, bayi tabung, surrogacy, atau menjadi orang tua asuh.

Bisa jadi juga kalo pria lebih tua, berstatus duda dengan banyak anak, bisa jadi tidak lagi menginginkan anak dari istri barunya. Nah, jangan sampai istri yang usianya lebih muda tersinggung.

Gimana pun bijaksana mengatasi kemungkinan muncul soalan ini sedari awal berhubungan. Ambil kesepakatan bersama untuk punya anak atau tidak punya anak.

3. Menyatukan keluarga

Pasangan lebih tua bisa jadi sudah memiliki anak dari hubungan sebelumnya. Hormati pandangan anak-anak tentang ayah atau ibu tiri baru mereka yang usianya mungkin mendekati usia mereka.

Tak usah memaksakan diri berperan sebagai orang tua. Gak masalah jika kita menjadi tante saja, atau kakak perempuan bagi anak-anak suami.

Salah satu pasangan di Indonesia yang menghadapi kondisi seperti ini adalah Sabrina Chairunnisa (28 tahun), kekasih Deddy Corbuzier (44 tahun). Azka (15 tahun), putra semata wayang Deddy dengan mantan istrinya, Kalina Ocktaranny memanggil Sabrina dengan kakak. No problem at all.

4. Masalah kesehatan

Tantangan besar lainnya berurusan dengan masalah kesehatan yang mungkin dialami pasangan yang lebih tua. Namanya juga faktor-u alias umur, ya kan.

Sekali lagi, ada cara untuk mengatasinya. Jangan pernah memandang pasangan nikah beda usia sebagai orang yang pesakitan.

Biarkan pasangan melakukan apa yang dia suka, tanpa membuatnya merasa bersalah karena gak bisa melakukannya. Bila perlu, bicarakan tentang langkah bersama yang diambil jika salah satu dari kita sakit. Gimana kita berdua bisa menanganinya? Sampai ke hal-hal penting, seperti uang untuk pengobatan pun bisa dibahas bersama.

Pasangan itu, mau yang tua mau yang muda pasti suatu hari akan berurusan dengan kesehatan. Timeline-nya aja yang beda. Ada yang duluan, ada yang belakangan.

5. Hasrat seksual

Usia bisa membawa perubahan dalam kinerja seksual. Kebanyakan May December Couple paling gak suka membicarakannya, tetapi gak ada salahnya loh ini dibahas.

Sekiranya masalah seksual terjadi, jangan diabaikan. Cari solusi, bicarakan dari hati ke hati, terbuka satu sama lain dan cari bantuan.

6. Jangan salahkan usia

Komitmen itu suci loh. Kita memilih pasangan yang lebih tua, atau lebih muda, jangan sampai kelak kalo ada masalah malah menyalahkan perbedaan usia. Ketahuilah, usia adalah satu-satunya hal yang gak bisa kita ubah.

Saran saya sih, fokus pada hal positif atau kebaikan pasangan. Ingat semua hal baik yang kita jalani bareng. Ketika jatuh cinta dengan seseorang, usia gak lagi penting.

may december couple

Nikah beda usia memang butuh proses. Sama seperti Maiko yang bilang jadi pengantin baru baginya sedikit merepotkan. Gak ada buku panduan, sehingga dia harus meraba-raba. Kadang Maiko juga khawatir melakukan sesuatu yang salah terhadap Harumi.

Ketika Maiko menyukai sesuatu, Harumi mungkin tidak. Jika dengan orang lain, Maiko mengaku gak peduli apakah yang dia suka juga disukai orang lain atau tidak, tapi hal tersebut gak berlaku terhadap Harumi karena Harumi adalah suaminya.

Sulit untuk mengukur seberapa jauh waktu yang kami butuhkan. Namun, karena itulah kami mengomunikasikan semuanya dan perlahan kami semakin dekat. Semoga apa yang kusuka dan Harumi suka perlahan akan sama.

Murakami Maiko

Menikah dengan Maiko yang usianya lebih muda ternyata memberi Harumi pelajaran hidup. Selama ini dia memilih menghindari konflik dalam rumah tangga dan berpikir bahwa bersikap tenang adalah jalan terbaik.

Hal tersebut justru membuat istrinya semakin jauh. Harumi pernah mengalami ini saat menikah dengan Miyuki. Karena kesombongannya ini juga mereka bercerai. Alih-alih berusaha menghentikan Miyuki bertindak demikian, Harumi memilih mengabulkan semua permintaan istrinya, meski permintaan itu adalah dokumen perceraian.

Menjadi tak keren adalah bagian dari pernikahan. Aku tak bisa terus mengulangi kesalahan yang sama. Aku tak bisa selalu bersikap seperti biasa. Tidak ada yang tetap sama selamanya, bahkan ingatan kita sendiri bisa berubah seiring waktu. Hanya satu hal yang tak pernah berubah, yaitu usia kami dan rasa cinta kami satu sama lain.

Hanasato Harumi
may december couple

Senang banget akhir kisah Harumi dan Maiko happy ending. Keduanya berjanji akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama, mengunjungi lebih banyak tempat berdua sambil mengobrol, tertawa, dan membuat lebih banyak kenangan menyenangkan sampai ujung usia.

Terima kasih sudah membaca ulasan May December Couple sampai akhir. Semoga terhibur ya.

16 thoughts

  1. HUhuhu, bacanya aja baper ya, apalagi nontonnya, ini mah cerita cinta beneran yang menyentuh, banyak terjadi juga dalam kehidupan sebenarnya ya, tapi kalau liat di drama-drama gini, makin terasa aja gitu feelnya 😀

    Like

  2. Sudah lamaaa sekali ga nonton Dorama Jepang seperti ini, karena sulit mencari mana yang recommended, ga seperti Drakor yang review-nya berseliweran dimana-mana. Ceritanya menarik banget dan jadi pengen nonton. Cerita yang diangkat bagus, fenomena yang memang terjadi di kehidupan nyata. Bisa ikut baper nih kalau nonton 😊

    Like

  3. Suka dengan quote-quote yang disertakan dalam ulasan ini, dalam dan penuh makna. Kalau soal usia, saya setuju, itu angka dan “kerutan”, muda adalah soal jiwa. Kalau baca ceritanya, cukup menarik, dan barusan langsung search ternyata ada di iQiyi ya. Langsung saya tandai masuk daftar tonton 🙂

    Like

  4. Nikah beda usia kenapa tidak? nyatanya semua bisa berjalan baik dan romantis walaupun beda usia. Yang terpenting bisa saling memahami, pengertian satu sama lainnya.

    Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari film My December Couple, genre filmnya juga memberi pesan bijak dalam setiap persoalan percintaan.

    Like

  5. Cerita seperti ini banyak juga ditemukan di dunia nyata ya kak. Menikah beda usia. Ada yang berakhir bahagia kayak Maiko dan Harumi. Ada juga yang nggak berakhir bahagia. Anyway, aku juga suka menonton drama yang genre begini. Hehehe

    Like

  6. Menikah dengan selisih umur puluhan tahun memang gak gampang. Rentang beda generasinya terlalu jauh jadi sedikit banyak memberikan pengaruh tentang selera, sudut pandang akan sesuatu, juga kesukaan. Jadi memang perjuangannya gak sedikit. Saya suka drama seperti ini. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan berumah tangga.

    Like

  7. wih ada tokoh androgini juga di drama ini.
    Biasanya kalau ada orang nikah dengan perbedaan usia yang jauh itu, yang paling ribut adalah orang-orang disekitarnya ya mbak hehehe… padahal yang menjalaninya enjoy aja.

    Like

  8. Yes, akhirnya ada review dorama jepang juga. Dorama terakhir yang aku tonton itu Alice in Borderland. Next mau nonton ini deh. Seru banget baca tulisannya. Tema doramanya juga seru. Nikah beda usia. hee

    Like

  9. Soal usia yang berbeda jangan dijadikan alasan klise ketika sudah memutuskan suatu hal ya. Jadi memang pikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Pesan moral yang mantap

    Like

  10. Aku dulu pingin banget punya pasangan lebih tua kayak drakor2 gitu. Eh ternyata dapatnya yg seusia hihi.
    Nonton beginian bikin emosi jadi campur aduk. Dan klo ceritanya happy ending maulah aku nonton.

    Like

  11. Baca ini kayaknya aku malah jadi pengen nonton filmnya seperti apa.
    Btw ijin save foto ya, aku jadi pengen potong rambut seperti itu hehe

    Like

  12. Wahh sudah lama gak nonton dorama jepang… baca reviewnya aku penasaran, 20 tahin bedanya pasti menarik sih kisah cinta mereka.. nonton ahhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.