Please Love the Useless Me: It’s OK to be Single at 30 and Beyond

Please Love The Useless Me atau Please Love Me! adalah drama jepang produksi 2016. Kenapa saya baru nonton sekarang? Ya karena emang drama jepang gak sama kayak drama korea atau drama cina yang banyak link ilegalnya. Emangnya situ, yang doyannya nonton dari Telegram? Kekeke. No offense ya.

Kalau pun ada link resmi buat nonton dorama jepang secara online, pasti saya apes karena gak ada subtitle-nya. Makanya begitu saya nemu dorama ini hadir dengan bahasa indonesia di WeTV, gasss nonton sampai habis. Apalagi cuma hadir dalam 10 episode dengan durasi 45 menit per episode.

Saya excited banget karena dua pemeran utamanya adalah aktor aktris lawas yang jadi king n queen pada masanya. Mereka adalah Dean Fujioka dan Kyoko Fukada. Terakhir saya nonton aktingnya Dean Fujioka itu 2008 pas doi main di serial Taiwan berjudul Miss No Good bareng Wilber Pan dan Rainie Yang, pernah juga main di Corner with Love bareng Barbie Hsu dan Show Lo.

Dean Fujioka emang terkenal banget di Taiwan soalnya dia bisa berbahasa Cina. Sebagian mungkin belum tahu kalo Dean ini istrinya orang Indonesia loh. Doi menikah dengan Vanina Amalia Hidayat, putri Sofyan Hidayat, pemilik Sido Muncul. Mereka dikaruniai anak kembar.

Kalo Kyoko Fukada gak perlu saya kenalkan lagi ya. Doi yang main di dorama Kamisama Mo Sukoshi Dake (1998) bareng Takeshi Kaneshiro dan Strawberry on the Short Cake (2001) bareng Hideaki Takizawa. Aduuuh ketahuan deh umurnya. Wkwkwk. Pokoknya udah gak kehitung jumlah film dan drama yang dibintanginya.

Nah, dalam dorama Please Love The Useless Me ini, pemeran pendukungnya juga kece abis. Kita kenalan dulu yuk sama mereka.

  • Kyoko Fukada sebagai Shibata Michio.
  • Dean Fujioka sebagai Kurosawa Ayumu, mantan atasan Michio.
  • Shohei Miura sebagai Mogami Daichi, teman sekantor sekaligus kekasih Michio.
  • Nonami Maho sebagai Ikushima Akira, mantan kekasih Ayumu.
  • Takezai Terunosuke sebagai Kurosawa Hajime, kakak Ayumu.
  • Mimura Rie sebagai Kurosawa Haruko, istri Hajime, kakak ipar Ayumu.
  • Ono Takehiko sebagai Koida Kazuo.
  • Suzuki Takayuki sebagai Terui Manabu.
  • Ishiguro Hideo sebagai Tamai Tsuyoshi.
  • Naito Risa sebagai Nakajima Misaki, teman sekantor Michio.
  • Sano Hinako sebagai Kadoma Yuki, teman sekantor Michio.
  • Komatsu Kazushige sebagai Mori Tsutomu, atasan Michio.
  • Yoshizawa Ryo sebagai Sano Junta, kekasih brondong Michio.
  • Fujimoto Izumi sebagai Fujimoto Erika, sahabat Michio.
  • Kobayashi Kinako sebagai Yoneda Aki, sahabat Michio.

Please Love the Useless Me diangkat dari manga josei berjudul Dame na Watashi ni Koishite Kudasai. Josei adalah sebutan untuk manga yang target pembacanya wanita dewasa.

Kisah-kisah bergenre josei sangat relateable sama kehidupan wanita dewasa. Contoh dorama Jepang yang diangkat dari manga josei, antara lain Paradise Kiss dan Nodame Contabile.

Sinopsis Please Love The Useless Me

Okay, now we’re in the spoiler zone. Kalo gak suka, langsung aja skip dan lanjut ke review ya temans.

Michio Shibata adalah gadis cantik sekaligus pengangguran yang mempertaruhkan semua miliknya demi ‘membeli’ cinta dari pria yang usianya lebih muda. Hubungan asmaranya gak pernah sukses.

please love the useless me review
Shibata Michio

Di Jepang, wanita yang sudah berumur 30 tahun lebih dan belum menikah kerap dijuluki ‘perempuan sisa.’ Apalagi Michio, dia bukan cuma jomblo di usia kepala tiga, tapi juga belum pernah berhubungan seksual dengan pria mana pun, yang mana dalam pergaulan Jepang ini dianggap ketinggalan zaman. Bedakan sama budaya kita ya gaes.

Positifnya, Michio orangnya super care sama orang lain. Tangannya selalu terbuka pada semua yang membutuhkan bantuan. Ibunya pernah cerita, waktu kecil, Michio setiap hari sepulang bermain pasti membawa kucing-kucing terlantar. Akibatnya rumah mereka yang juga kuil penuh sama kucing, sampai-sampai disamakan dengan tempat penitipan hewan.

Bayangkan, sama kucing aja dia segitu sayangnya, apalagi sama pacar, ya kan?

Nah, Michio ini punya pacar brondong bernama Junta. Dia anak kuliah yang kerap minta uang sama Michio, minta dibeliin tas baru atau baju baru sama Michio, minta ditraktir makan sama Michio. Pokoknya Michio ini mau aja digombalin Junta. Aduuuh, sumpah, sifat Michio yang terlalu berkontribusi sama pacar ini bikin saya eneg dan kesal banget.

Saking loyal banget pacarnya, Michio punya sederet tagihan kartu kredit. Dia bahkan gak bisa bayar gas, bayar listrik, dan bayar uang kontrakan rumah. Udah semiskin itu pun, tiba-tiba Junta gombalin dia lagi dengan alasan butuh uang untuk biaya rumah sakit ibunya, Michio bela-belain pinjam uang satu juta yen ke rentenir. Bego banget ya.

Bukan cuma saya loh yang kesal. Dua sahabat Michio, Erika dan Aki berulang kali gedeg sama Michio. Mereka terus mendesak Michio supaya tegas sama pacarnya. Ya, maksudnya supaya si pacar ngasih kejelasan, ada niatan buat ngelamar gak? Ada niatan mau nikah gak? Kalo cuma buat having fun doang mah, mending putus. Gitu kasarnya.

Ketemu Mantan Bos (Shunin)

Secara kebetulan Michio berjumpa lagi dengan Kurosawa Ayumu (40 tahun), mantan bos (shunin) di kantor tempatnya bekerja dahulu. Rupanya Kurosawa juga udah gak kerja lagi di sana karena kantor tersebut bangkrut.

please love the useless me review
Kurosawa Ayumu

Dahulu Kurosawa terkenal galak sama karyawan. Dia direktur pemasaran yang kejam, meski omzet penjualannya selalu tinggi. Gayanya memarahi bawahan sangat sombong.

Kurosawa yang memecat Michio dan bikin Michio menganggur sampai sekarang. Gak heran Michio benci banget sama Kurosawa.

Herannya di pertemuan kedua itu, Michio merasa Kurosawa yang sekarang gak sama dengan Kurosawa bosnya dulu. Kurosawa yang sekarang jadi pemilik sekaligus koki di Kafe Bunga Matahari.

Kurosawa minta maaf pada Michio karena dulu galak banget. Dia mengakui sikapnya itu lebih dikarenakan kesal sama diri sendiri, lantaran gak bisa mengerjakan apa yang dia suka.

Sebetulnya Kurosawa anak orang berada. Ayahnya memiliki perusahaan yang diwariskan pada kakaknya, Hajime. Namun, sang kakak meninggal dunia dan meninggalkan istri tanpa anak bernama Haruko yang mengelola sebuah florist atau toko bunga.

Kurosawa menolak menggantikan kakaknya mengelola perusahaan. Dia memilih membuka kembali restoran warisan neneknya.

Namanya juga mantan bos yang kenal sama sifat karyawan ya. Kurosawa udah nebak kalo hidup Michio pasti gak karuan.

Bagi Kurosawa, Michio itu secara fisik wanita dewasa, tapi jiwanya masih anak-anak. Usianya doang yang nambah terus, tapi otaknya gak nambah-nambah. Makanya Kurosawa manggil Michio dengan sebutan useless alias wanita gak berguna.

Akhirnya karena kasihan Kurosawa menawarkan Michio bekerja sebagai pelayan paruh waktu di Kafe Bunga Matahari. Kurosawa juga meminjamkan Michio uang satu juta yen untuk melunasi utangnya ke rentenir.

Sementara waktu Michio boleh tinggal di lantai atas kafe, bersebelahan dengan kamar Kurosawa sampai gadis itu dapat pekerjaan tetap dan bisa menyewa rumah sendiri.

Kisah seru mereka pun dimulai…

Michio mengenal sisi lain Kurosawa yang tak pernah dilihat sebelumnya saat mereka masih sekantor. Kurosawa ternyata mantan ketua gangster waktu SMA. Shunin, panggilan Michio untuk Kurosawa ternyata baru putus dari Akira (35 tahun), wanita yang tujuh tahun terakhir menjadi kekasihnya.

Siapa sangka Michio malah bersahabat baik dengan Akira setelah itu. Dia menganggap Akira seperti kakak sendiri yang mengajarinya banyak soalan tentang hubungan percintaan. Akira juga yang membuat Michio tegas dengan perasaannya dan berani mutusin Junta, brondong mata duitan itu.

please love me review
Akira dan Michio

Kurosawa juga menyimpan kisah cinta terlarang. Sebetulnya dahulu dia jatuh cinta sama Haruko, teman SMA-nya yang lebih memilih menjadi istri kakaknya, Hajime. Kurosawa memendam perasaannya demi sang kakak, bahkan sampai kakaknya meninggal.

please love the useless me review
Kurosawa, Haruko, dan Michio

Beberapa kali Kurosawa menyelamatkan Michio dari pria hidung belang dan penguntit. Setiap hari Kurosawa bikinin Michio sarapan dan makan malam, salah satu fasilitas yang dia terima sebagai karyawan kafe.

please love me review

Michio adalah pecinta daging. Semua makanan yang dia makan harus mengandung daging. Menu favoritnya omurice penambah energi buatan shunin, yaitu nasi goreng campur yang di dalamnya ada potongan daging dan sayur, kemudian diselimuti telur dadar. Gak lupa Kurosawa kasih tulisan-tulisan lucu di atasnya yang kebanyakan ngeledek Michio.

Aku adalah orang yang haus dan lapar, entah itu untuk daging atau untuk cinta, untuk memiliki kekasih atau untuk memiliki pasangan. Aku tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa dilakukan semua orang. Aku sendiri berpikir setelah dewasa bisa jatuh cinta seperti orang biasa, bisa pergi bekerja seperti orang biasa, bisa mendapat pacar seperti orang biasa, bisa menikah seperti orang biasa. Tidak kusangka, sangat sulit untuk hidup biasa. Biasa adalah kemewahan bagiku.

Shibata Michio

Sebenarnya, hidup yang keras juga bagian dari menjadi biasa. Semua orang bekerja keras untuk melewati kehidupan yang biasa. Hanya saja, tidak ada orang yang mau memperlihatkan penderitaannya di depan orang lain.

Kurosawa Ayumu

Kurosawa dan Michio walau tinggal serumah tapi seringnya kayak Tom & Jerry. Gak ada puja-puji, yang ada setiap hari caci maki, meski keduanya gak pernah masukin ke hati perkataan satu sama lain.

Kalo lagi baik, Michio panggil Kurosawa dengan shunin. Kalo lagi bad mood, dia panggil bosnya dengan Si Kacamata Cabul atau Cucu Bermulut Busuk.

Kurosawa juga sama, kalo suasana hatinya lagi bagus, dia panggil nama depan Michio, Shibata. Kalo lagi kesal, dia panggil Si Produk Tak Laku, Perempuan Sisa, Celana Dalam Besar, Nenek Tua, pokoknya jelek semua panggilannya.

Punya Pacar Baru

Finally, Michio diterima bekerja sebagai pegawai tetap. Awalnya dia sempat ngelamar ke sana kemari, mulai dari perusahaan mainan, konstruksi, sampai percetakan, tapi gagal lantaran gak pintar bikin resume dan jawabannya ngaco kalo diinterview. Untung aja Kurosawa ngasih tips biar Michio melamar di perusahaan yang dia suka.

Terilhami dari brand LifeNix yang memproduksi perlengkapan sehari-hari, Michio memberanikan diri mendatangi langsung perusahaan yang dimaksud. Awalnya Michio baru nyadar kalo dia menggunakan sol sepatu, gantungan baju, sampai capitan dari brand sama.

Kantor LifeNix relatif dekat dari Kafe Bunga Matahari, jadi Michio cukup berjalan kaki dan irit biaya transportasi. Pas nyampe lokasi, Michio gak peduli apakah di sana lagi open recruitment atau gak. Berkat semangat dan kegigihannya, Michio diterima bekerja di Departemen Penjualan LifeNix.

Gadis berambut panjang ini berjumpa dengan Mogami Daichi, karyawan Departemen Perencanaan Bisnis LifeNix. Sebetulnya mereka udah pernah ketemu, tabrakan gak sengaja, waktu Michio lagi bagi-bagi brosur kafenya pakai kostum bunga matahari di dekat stasiun.

Secara resmi Michio dan Mogami berkenalan di pesta pernikahan Erika. Kebetulan Erika adalah sahabat Michio, sedangkan suami Erika adalah sahabat Mogami.

Rupanya Mogami menaruh hati pada Michio. Namun, Michio udah mikir yang nyeleneh soal Mogami lantaran trauma sama mantan kekasihnya, Junta. Usia Junta dan Mogami sama-sama di bawah Michio. Mereka juga sama-sama anak tunggal. Makanya Michio trauma dan curiga Mogami mendekatinya hanya untuk dipermainkan, bahkan dipinjami uang. Ternyata salah besar.

Mogami ternyata serius dengan Michio dan gak peduli usia Michio lebih tua darinya. Hanya saja Mogami sedikit terburu-buru ingin menikah karena sangat cemburu plus khawatir melihat kedekatan Michio dan Kurosawa. Ditambah lagi Mogami statusnya anak tunggal. Orang tuanya sudah tua. Ayahnya sakit keras dan ingin segera menimang cucu.

Hal yang bikin Mogami jatuh cinta pada Michio adalah kejujurannya. Ketulusan Mogami akhirnya bikin Michio luluh dan menerima ajakan berkencan. Mereka berdua jalan beberapa kali dan akhirnya first kiss. Demi menghargai perasaan kekasihnya, Michio memutuskan pindah dari rumah Kurosawa dan tinggal bersama Akira.

Seyakin apapun Michio terhadap Mogami, Kurosawa tetap saja tak percaya. Shunin selalu bilang Mogami seorang penipu yang hanya memanfaatkan Michio. Mogami gak lebih dari seorang pemuda yang pandai bicara. Katanya, kenapa pemuda yang baik mau mentraktir perempuan yang usianya sudah di atas 30 tahun dan punya banyak utang?

Yang terpenting dalam pernikahan adalah lebih baik membenci hal sama dari pada menyukai hal sama. Menyukai hal yang sama memang penting, tapi membenci hal yang sama lebih penting. Jika itu sesuatu yang kau sukai, selama kamu mau bekerja sama pasti bahagia. Namun, tak satupun dari kita mau bekerja sama untuk menyukai hal yang jelas-jelas kita benci, tapi disukai pasangan. Itu hanya akan menambah rasa sakit.

Kakek Koida Kazuo

Semakin Michio dekat dengan Mogami, semakin gadis itu merasa ada yang salah dengan hatinya. Dia jadi ragu membuka lembar baru dengan Mogami. Padahal Michio udah menerima cincin lamaran Mogami. Mereka udah bikin proposal pernikahan, nyobain baju pengantin, sampai test food buat katering.

Mogami dan Michio

Perlahan wajah Kurosawa muncul dalam bayangannya. Michio teringat pas mereka lagi sikat gigi berdua, sarapan semeja berdua, accidentally kissing pas Shunin lagi mabuk, makan aneka menu daging, debat kusir untuk hak-hal yang kadang gak penting. Akhirnya Michio menyadari Kurosawa lah yang selalu ada di sampingnya saat dibutuhkan.

Episode-7 Michio meminta maaf dan mengembalikan cincin lamaran Mogami. Rasanya saya gak tega lihat wajah Mogami. Kasihan banget, tapi yaaa namanya cinta, gak mungkin bisa dipaksakan.

Mogami pun minta maaf sama Michio. Dia sadar terlalu tergesa-gesa mengajak Michio menikah hanya karena alasan pribadi, yaitu ingin membahagiakan orang tua. Mogami tak mempertimbangkan perasaan Michio yang mungkin masih butuh waktu mengenal satu sama lain.

Bagimu, bagi wanita pada umumnya, pernikahan adalah peristiwa hidup yang penting. Aku malah mendesakmu untuk bergegas. Kamu begitu lembut, aku sampai lupa diri. Tindakanku sebelumnya keterlaluan. Maafkan aku. Kita kembali ke pertemanan. Kita mulai lagi dari awal.

Mogami Daichi

Mogami sempat memohon pada Michio supaya pernikahan mereka diundur saja, gak perlu putus hubungan sebagai pasangan kekasih. Namun, Michio mengakui langsung bahwa masalahnya ada pada dirinya yang ternyata tidak mencintai Mogami.

Please Love Me, Shunin!

Mulai episode-8 Michio kembali tinggal di Kafe Bunga Matahari. Masalah besar menanti. Ibu Michio di Yamanashi memaksa Michio pulang kampung membawa calon suaminya. Michio awalnya meminta tolong pada Tamai untuk berpura-pura menjadi tunangannya. Eh tapi, namanya juga serial komedi, Tamai malah demam panggung duluan, gugup berakting.

Gak ada satupun yang sukses latihan jadi tunangan pura-puranya Michio. Udah deh, Michio pasrah aja dan pulang kampung sendirian. Dia juga siap dengan keputusan orang tuanya yang akan menjodohkannya dengan pria pilihan mereka.

Jepang memiliki dua tradisi pernikahan, yaitu omiai kekkon dan renai kekkon. Omiai kekkon disebut juga pernikahan yang diatur alias dijodohkan, sedangkan renai kekkon adalah pernikahan karena suami dan istri memang saling memilih satu sama lain, lalu memutuskan menikah.

Walau pun Jepang sudah dikategorikan negara maju, tradisi perjodohan di mana orang tua memilihkan calon suami dan calon istri untuk anaknya ternyata masih kental di sana. Salah satu dorama Jepang yang bercerita tentang omiai kekkon yang pernah saya ulas adalah From Five to Nine dibintangi Yamashita Tomohisa dan Satomi Ishihara

Secara mengejutkan ketika Michio sudah sampai di pintu rumahnya, Kurosawa menyusul di belakang. Rupanya shunin mengambil risiko berakting sebagai calon suami Michio.

Kurosawa bertemu keluarga Michio

Lucu banget pas adegan Kurosawa diinterogasi sama kakek, ayah, ibu, adik, dan keluarga besar Michio. Ditanyain apa yang bikin Kurosawa jatuh cinta sama Michio? Jawabannya, karena Michio sangat ceria dan suka makan. Ngakak pas Kurosawa mengulang jawaban sama berkali-kali.

Kurosawa menambahkan, tidak peduli apa yang orang lain katakan tentangnya, Michio tidak akan pernah berkecil hati. Itu membuat Michio terlihat lebih imut.

Pulang dari Yamanashi, masih di halte bus, Michio mengungkapkan perasaannya terhadap shunin, bahkan mengajak bosnya itu menikah. Whattt???

Udah ketebak lah jawaban shunin, dia gak mau. Alasan lebih tepatnya karena Michio gak bisa ngasih jawaban spesifik, apa alasannya ingin menikah dengan Kurosawa? Harapan Michio makin pupus melihat keakraban Kurosawa dengan Haruka.

Kurosawa baru menyadari jatuh cinta sejak lama pada Michio

Singkat cerita, Kurosawa akhirnya menyadari perasaan cintanya pada Michio datang terlambat. Mungkin karena hatinya terlalu beku sejak kepergian sang kakak. Namun, Kurosawa tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Baginya kesempatan hanya datang sekali, sehingga dia ingin memenangkan hati Michio.

Review Please Love The Useless Me

Pas episode pertama, saya sempat ragu bakal lanjut nonton dorama ini apa gak. Soalnya saya kesal lihat karakter Michio yang naif dan cenderung bodoh itu. Belum lagi cara berpikirnya yang waaaah, pokoknya konyol. Dia tuh kayak ngegali kuburannya sendiri.

Begitu lanjut ke episode dua dan seterusnya, suasana komedi yang kental membuat saya betah nonton. Akting Fujioka dan Fukada baguuus banget. Mereka seriusnya dapat, apalagi konyolnya. Pengen ketawa melulu.

Saya juga senang bagaimana Kurosawa membimbing pendewasaan karakter Michio. Kurosawa sosok yang mengayomi banget. Mulutnya boleh pedas level-10, tapi semua yang diucapkannya pasti bermakna.

Demikian juga dari cara saya mengenal Michio. Siapapun yang menonton di awal pasti bilang Michio gadis bodoh, picik, gak dewasa.

Saya mau ralat, Michio sama sekali TIDAK bodoh, TIDAK picik, dan TIDAK dewasa. Saya lupa bahwa dalam kehidupan nyata, setiap orang berjuang menjalani proses pendewasaan. Ada yang masih remaja tapi pemikirannya udah dewasa, dan ada pula yang secara umur sudah dewasa tapi pemikirannya sometime masih kayak anak-anak. Ya mirip Michio ini lah kurang lebihnya. Saya hanya tak menghargainya dan tak cukup sabar menunggu Michio berproses.

Kadang bergantung pada orang lain bukan lah hal yang buruk. Beberapa orang bahagia karena diandalkan.

Shibata Michio

Oke, Michio emang naif, mudah ditipu orang, dan gampang putus asa dalam hubungan cinta. Hanya saja saya lupa menempatkan diri sebagai Michio, gadis 30 tahun yang ingin segera menemukan cinta sejati alias pria yang benar-benar serius ingin menikahinya. Wanita seperti Michio ini kerap dicap perawan tua dalam kehidupan masyarakat Jepang kontemporer.

Michio hanya kesepian dan ingin dicintai. Pada saat sama dia ketakutan karena selalu bertemu pria yang salah. Dia tak ingin kembali terjerumus ke lubang sama.

Kehadiran Kurosawa membuat Michio belajar banyak hal, terutama berani keluar dari setiap masalah yang sedang dihadapi. Saya terkesan dengan berapa banyak bantuan diberikan Kurosawa untuk Michio, mulai dari mengizinkan Michio tidur dan makan di rumahnya, memberi pekerjaan paruh waktu, minjemin uang satu juta yen buat Michio bayar utang ke rentenir, menyelamatkan Michio dari teror pria hidung belang dan penguntit, memotivasi Michio mengikuti wawancara kerja, dan pura-pura jadi calon suami Michio.

To be honest, saya mau bilang di dunia nyata kayaknya jarang banget ada orang kayak Kurosawa. Michio diselamatkan oleh Kurosawa mungkin ada yang menyebutnya takdir. Namun, bagi saya pribadi, takdir itu diciptakan kita sendiri.

Senang rasanya menyaksikan Kurosawa dan Michio menjalani hidup berdua dan saling menjaga. Perasaan cinta antara mereka berkembang setahap demi setahap. Dan yang bikin saya pangling, Kyoko Fukada makin tua kok makin cuantiiik, sama kayak Dean Fujioka kok makin guanteng paripurna? Wkwkwk.

Suasana komedi di dorama ini hidup banget. Pas saya baca lagi siapa kreator manganya, ternyata Aya Nakahara, orang sama yang menulis cerita Lovely Complex. Ayo, siapa yang pernah baca manganya atau nonton movie si tinggi dan si pendek ini?

Saya mau berterima kasih pada Kawai Hayato, bapak sutradara yang bersedia menyatukan dua seleb veteran ini. Akting mereka tentu saja bikin saya kangen dan autopengen nonton lagi semua film dan drama Dean dan Kyoko. Heuheu.

Saya gak ngerti kenapa rating dorama ini jelek banget di IMDb, cuma 5.9/10, so underrated ya. My Drama List malah rada mendingan kasih 7.6/10. Salah satu alasannya mungkin tadi, orang udah ilfil duluan pas nonton episode pertama. Hmm, coba aja mereka nonton episode kedua, pasti ketagihan deh seterusnya. Yang pernah nonton Lovely Complex pasti bisa ngerasain vibe dorama ini.

Usia 30 Belum Menikah, So What?

Banyak orang berpikir 30 tahun itu batas di mana perempuan mulai panik kalo belum menikah. Mereka udah siap, tapi kok hilal jodohnya belum kelihatan ya?

Lihat Akira yang udah kebakaran jenggot karena pas ulang tahun ke-36 belum juga punya cincin lamaran di jari. Dia ikutan blind date ke sana kemari, sampai daftar di biro jodoh. Lihat Michio yang saking hopeless-nya menghibur diri dengan ‘memelihara’ cowok brondong, yang penting bisa bikin dia bahagia dan merasa gak kesepian.

I was the last single person in my group yang menikah. Ya, walau pun saya menikahnya umur 26 mau 27. Jangan salah loh, 10 tahun lalu menikah umur segitu udah dibilang ketuaan. Wkwkwk.

Dalam kehidupan nyata, saya rasa salah satunya bukan karena tidak ada yang mau menikah dengan kita. Kita mungkin sudah bertemu dengan beberapa pria yang berniat menikah, tapi kita sendiri yang merasa belum cocok.

Saya pribadi merasa perempuan itu lebih diskriminatif ketika berumur 30-an ketimbang 20-an. Ya gak sih?

Ini bisa jadi berkah, bisa juga disebut kutukan. Soalnya, pas umur 30-an, kita semakin tahu apa yang kita mau, apa yang gak bisa kita toleransi, sehingga wajar jika dalam beberapa kondisi kita bertemu pria dan menilai dia belum cocok jadi suami kita.

Pas 30-an, perempuan biasanya memiliki tingkat kematangan emosional lebih tinggi. Pengalaman kita pun lebih luas dalam mengevaluasi calon pasangan. Kita lebih mandiri, sehingga merasa kurang membutuhkan (maaf) pria. Ini pendapat pribadi loh, saya ngerasain sendiri.

Masalahnya, ketika kita menjadi semakin pemilih, kriteria orang yang cocok jadi soulmate alias suami kita semakin sedikit. Pas ketemu cowok ganteng, eh ternyata dia udah menikah. Pas ketemu Si B, sempat dekat, eh ternyata kita malah jadi selingkuhannya alias Si B ternyata udah menikah dan gak bilang-bilang.

Jangan pernah merasa terasing karena masih melajang di usia 30-an. Zaman sekarang perempuan menikah usia 30-an itu udah kayak new normal. Ingat aja kata Afgan, jodoh pasti bertemu. Hehehe.

Terima kasih sudah membaca review Please Love The Useless Me sejauh ini. Kalo kalian udah pernah nonton, jangan lupa tinggalkan komentar ya.

15 thoughts

  1. Wah aku udah lama mba ga nonton drama jepang. Kebanyakan nonton korea. Tapi aku suka drama jepang. Cuma ga tau aja kalau sekarang nontonnya dimana hihihi.
    Tapi kayaknya drama jepang yang ini aku ga usah nonton aja ya, daripada aku emosian liat michio yang mau maunya diporotin ama pacarnya yang brondong. Soalnya aku baru baru review drama ini aja udah emosi apalagi kalau nontong langsung ya wkwkwkwk *penonton baperan aku mah 🤣

    Like

  2. Ini dorama yang bikin saya betah nontonnya. Sebetulnya ceritanya gak wow banget. Tetapi, saya suka dengan cerita romantis yang ringan begini. Udah gitu Dean Fujioka terlihat makin ganteng di sini hahaha

    Like

    1. Iya mbaaaa. Makin tua makin ganteeeeng. Wkwkwk. Saya aja kaget lihat dia. Soalnya kalo flashback lagi ke drama2nya yg era 2000-an trus dibandingkan sama sekarang, eh kok aku malah suka lihat dia yg sekarang yg versi 41 tahun. Wkwkwk

      Like

  3. Pantesan merasa pernah tahu itu Dean Fujioka. Hehehe…
    Perjalanan panjang dalam menentukan cinta dan pasangan yang sama-sama memiliki perasaan itu emang tidak bisa dipaksakan ya. Kalau datang pas diatas 30 usia kita, mau bilang apa.
    Saya pun menikah usia udah 33 lho, hehehe

    Like

  4. wah berarti Dean Fujioka laris ya
    tahiun 2016 dia juga main Happy Marriage
    Japanese drama nih saya suka karena logatnya unik dan jumlah episodenya gak banyak
    saya lagi mantengin She was Pretty di WeTV, kerennn

    Like

  5. Buat saya drama Jepang selalu menarik, meski tema cerita seputar percintaan yang romantis, tapi karena dikemas dengan cerita yang menarik, menjadi drama yang enak ditonton

    Like

    1. Iya ya kak tentunya drajep memang tak kalah menarik dengan drakor dan dracin. Layak untuk ditonton, mayan buat mengisi waktu senggang setelah menulis/ngeblog dan bisa bareng keluarga nontonnya.

      Like

  6. Ya ampun seru banget ini ceritanya ya. Pada awalnya saya akan sama dengan Mbak Muthe, kesel maksimal sama Michio. Secara saya paling gemes sama perempuan yang berulangkali tertipu meski, kalau boleh jujur, mereka tuh sadar sudah dipermainkan. Dan karakter lelaki seperti Kurosawa adalah orang yang tepat untuk mengontrol dan mengarahkan perempuan seperti Michio. Cuma musti banyak ya adegan seru dan lucu saat proses “mendekatkan” hati di antara mereka berdua.

    Dulu, di jaman saya, menginjak usia 30 atau di atas 30 dan masih bujangan itu keknya jadi aib banget. Saya termasuk salah seorang di antaranya hahahaha. Ortu resah gelisah melihat saya yang lebih konsen sama kerjaan, gak pernah serius sama lelaki. Kalau sekarang sepertinya, usia segitu, dan masih single tuh dah biasa ya.

    Like

  7. Duh,ternyata di Jepang hampir mirip juga dengan Indonesia urusan menikah ini ya. Kalo di Jepang disebut sisa apalagi di Indonesia disebut perawan tua. Menarik sih ini dramanya ya untuk ditonton karena bisa nambah insight baru juga tentang gimana urusan menikah ini di Jepang

    Like

  8. Sudah lama sekali ngga nonton dorama Jepang karena itu tadi kadang belum ada translate Inggrisnya apalagi Indonesia. Dari baca review ini sepertinya jadi pengen nonton Please Love The Useless Me.

    Like

  9. Daku udah lama gak nonton drama kak. Sering baca-baca ulasannya, tapi action buat nontonnya belum hehe.

    Cerita yang menarik, walau bikin sebel dan kesel karena naifnya si tokoh ya. Heemm kalau boleh request ada dorama yang action gitu kak? Tentang detektif hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.