Cursed in Love: Cinta dan Passion dalam Sepotong Kue Jepang

Cursed in Love adalah dorama Jepang produksi 2020 yang bagi saya cukup adiktif. Terakhir saya nonton J-dorama dengan genre romance paling asik itu tahun 2015. Judulnya 5-ji Kara 9-ji Made: Watashi ni Koi Shita Obosan, dibintangi Yamashita Tomohisa dan Ishihara Satomi. Duh, udah lama banget ya.

Cursed in Love diadaptasi dari manga berjudul Watashitachi wa Douka Shiteru karya Natsumi Ando. Dorama ini hadir dalam delapan episode, bikin saya semangat banget nge-reviewnya.

Watashitachi wa Douka Shiteru
Manga Watashitachi wa Douka Shiteru karya Natsumi Ando

Nontonnya saya gak ada beban, santai, meski jalan ceritanya sedikit berbelit. You know lah, tipikal dorama Jepang dari manga ya begini ciri khasnya.

Food blogger dan pecinta kuliner, khususnya kue-kue manis wajib banget nonton serial ini. Pasti pada ngiler dan pengen ke Jepang.

Kenalan dulu yuk sama pemeran utama dan pendukung yang menghiasi cerita Cursed in Love.

  • Hamabe Minami sebagai Hanaoka Nao/ Sakura.
  • Yokohama Ryusei sebagai Takatsuki Tsubaki.
  • Muziki Alisa sebagai Takatsuki Kyoko, ibu Tsubaki.
  • Takasugi Mahiro sebagai Jojima Yusuke, anak magang di Kougetsu An.
  • Kishii Yukino sebagai Haseya Shiori, tunangan Tsubaki.
  • Yamazaki Ikusaburo sebagai Takigawa Kaoru.
  • Wada Soko sebagai Yamaguchi Kochi, pengrajin wagashi di Kougetsu An.
  • Okabe Takashi sebagai Tomioka Masaru, pengrajin wagashi di Kougetsu An.
  • Nakamura Yuri sebagai Okura Yuriko, ibu kandung Nao.
  • Sudo Risa sebagai Miyabe Yuko.
  • Suzuki Nobuyuki sebagai Takatsuki Itsuki, ayah Tsubaki.
  • Sano Shiro sebagai Takatsuki Sojiro, kakek Tsubaki.

Saya terkesima melihat Hamabe Minami. Ini akting pertamanya saya tonton, tapi rasanya saya kok familiar banget sama senyumannya?

Ternyata setelah saya ingat-ingat lagi, wajah Hamabe pas senyum mirip sama Kyoko Fukada, aktris lawas Jepang, idola saya dulu. Jadi nostalgia deh.

Sinopsis Cursed in Love

Lima belas tahun lalu Hanaoka Nao tinggal bersama ibunya, seorang pengrajin wagashi di Kougetsu An. Wagashi adalah panganan manis khas Jepang yang sering disajikan sebagai pendamping upacara minum teh atau makanan pencuci mulut.

watashitachi wa douka shiteru manga
Hanaoka Nao ( Sakura)

Kougetsu An merupakan toko wagashi tertua di Ishikawa, sebuah prefektur di Jepang yang sangat kental akan budaya tradisional. Toko kue ini sudah beroperasi lebih dari 400 tahun dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Okura Yuriko, ibu Nao sangat pintar membuat kue-kue cantik dan lezat. Sampai-sampai Nao bercita-cita ingin menjadi pengrajin wagashi seperti ibunya.

Nao berteman dekat dengan Takatsuki Tsubaki, anak dari Tuan Takatsuki Itsuki dan Nyonya Takatsuki Kyoko. Tsubaki adalah penerus bisnis Kougetsu An. Karena sebaya, keduanya kerap bermain dan belajar bikin kue bersama.

watashitachi wa douka shiteru manga
Takatsuki Tsubaki

Hari-hari mereka indah hingga suatu pagi Nao kecil mendapati Tsubaki menyaksikan tubuh ayahnya berlumuran darah. Tuan Takatsuki Itsuki dibunuh secara misterius.

Dunia Nao runtuh seketika karena Tsubaki tiba-tiba menuduh ibunya sebagai pelaku. Ibu Nao dibawa polisi dan meninggal di bui.

Sejak itu Nao tinggal di panti asuhan. Hati Nao diliputi dendam hingga dewasa. Dia gak habis pikir alasan Tsubaki menjadikan ibunya pembunuh.

Seorang pria asing, Takigawa Kaoru (30 tahun) yang mengaku penggemar kue-kue buatan mendiang Ibu Nao menyampaikan wasiat terakhir untuk Nao.

watashitachi wa douka shiteru manga
Takigawa Kaoru

Ibu Nao meminta suratnya disampaikan ke Nao saat berumur 20 tahun. Surat tersebut hanya berisi sederet kalimat bertuliskan, “Nao, ibu tidak melakukannya.”

Watashitachi wa Douka Shiteru

Nao bertekad mencari tahu kebenaran untuk membersihkan nama ibunya. Kesempatan itu tiba mana kala Nao dan Tsubaki bertemu head to head dalam kompetisi sajian wagashi untuk perayaan pernikahan.

Nao sempat ketakutan kalo Tsubaki mengenali dirinya. Syukurnya itu gak terjadi.

Tsubaki malah risih dengan kehadiran Nao, sebab merasa lawannya gak sebanding. Maklum, Tsubaki ini acap memenangkan kompetisi wagashi, sampai-sampai dijuluki Pangeran Kue Jepang. Nao sendiri bukan siapa-siapa, cuma pengrajin wagashi yang bekerja di toko kue kecil.

Siapa sangka keterampilan Nao membuat kue bertemakan daun sakura bikin Tsubaki terpesona. Makna di balik Kue Daun Bunga Sakura buatan Nao amat dalam.

Nao pun di hati kecilnya takjub dengan rupa cantik Kue Bunga Sakura Usuzumi buatan Tsubaki. Rasa kagum itu gak bertahan lama, sebab kebencian terlanjur memenuhi hati Nao.

Secara tiba-tiba usai kompetisi yang dimenangkan Tsubaki, pria tampan yang selalu berkimono itu menghadang Nao dalam perjalanan pulang. Gak ada angin, gak ada hujan, Tsubaki menawarkan Nao sekiranya ingin menjadi istrinya.

Watashitachi wa Douka Shiteru

Nao tanpa pikir panjang menerima tawaran tersebut. Sampai di sini agak kurang make sense sih buat saya. Hehehe. Namun, karena dorama ini diadaptasi dari manga, jadi tipikal ceritanya emang suka ngagetin gini.

Oke lanjuttt…

Datanglah Nao ke Kougetsu An pada hari dan jam ditentukan. Rupanya waktu tersebut bertepatan dengan upacara pernikahan Tsubaki dengan seorang gadis bernama Haseya Shiori.

Watashitachi wa Douka Shiteru
Haseya Shiori

Tsubaki ternyata memanfaatkan Nao sebab tak ingin menikah dengan wanita yang sama sekali gak dicintainya.

Tepat saat Tsubaki dan Shiori bersumpah di altar, Nao menyela keduanya dan berusaha menggagalkan pernikahan. Nao minta izin memberikan hadiah untuk Tsubaki dan Shiori.

cursed in love
Nao di pernikahan Tsubaki dan Shiori

Gadis manis rambut sebahu itu mengeluarkan yokan dari kotak kuenya. Kue manis yang dia beri nama Kue Bulan Baru itu awalnya disindir salah seorang tamu karena warnanya hitam pekat, sehingga gak layak jadi hadiah pernikahan.

cursed in love

Nao menerangkan makna di balik kue itu. Malam hari, saat bulan Purnama muncul, dunia dan seisinya menjadi lebih indah. Biasanya orang-orang membuat yokan dengan menambahkan kacang kastanye berwarna kuning di tengahnya. Ketika dibelah, bentuknya mirip seperti bulan Purnama.

Namun, bagi Nao, bintang-bintang terlihat lebih cantik saat malam tanpa bulan. Bunga-bunga tumbuh lebih mekar dan lebih harum. Makna malam tanpa bulan itu lebih dari cukup untuk mengungkapkan tujuan Nao hadir di sana.

Tsubaki mencoba menebak makna tersirat dari yokan tersebut. Bulan baru saat malam tanpa bulan sama artinya Nao mengatakan dunia wagashi tanpa Kougetsu An akan tetap indah. Ini merupakan penghinaan bagi Kougetsu An, sehingga Tsubaki menolak memakannya.

Nao membenarkan Tsubaki dalam hati. Bagi Nao, Kougetsu An tidak seperti dulu lagi, tepatnya 15 tahun lalu ketika ibunya masih membuat kue di sana. Tidak ada yang istimewa dari kue-kue Kougetsu An sekarang ini.

Jawaban Nao malah bikin Tsubaki tertarik. Pria arogan itu langsung membatalkan pernikahan yang sudah disusun ibunya dan memilih Nao sebagai istrinya.

cursed in love

Kegigihan Nao membuat kue, sekaligus usahanya memantaskan diri sebagai calon Nyonya Besar Kougetsu An membuat Tsubaki jatuh cinta beneran. Tsubaki lama-lama mengakui kehebatan Nao sebagai pengrajin wagashi.

Selama tinggal di rumah Tsubaki, Nao menyembunyikan identitas aslinya. Pencariannya mengungkap misteri kematian Tuan Itsuki dimulai.

Nao berkelana mendatangi seisi rumah menemukan bukti-bukti yang berhubungan dengan peristiwa 15 tahun lalu ketika Tuan Itsuki dibunuh. Kisah masa kecil Tsubaki dan Nao kembali berkelebat di pikirannya.

Nao berteman dekat dengan Jojima Yusuke, seorang anak magang di Kougetsu An. Jojima penerus Toko Kue Shimaya di Noto, Ishikawa.

Watashitachi wa Douka Shiteru
Jojima Yusuke, Penerus Toko Kue Shimaya.

Jojima jatuh cinta pada Nao. Menurutnya Nao tidak cocok menjadi istri Tsubaki yang arogan.

Ibu Tsubaki, Takatsuki Kyoko gak pernah merestui pilihan anaknya. Nyonya Besar Kougetsu An itu melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Nao, bahkan dengan cara-cara kasar yang melukai dan mengancam nyawa.

Watashitachi wa Douka Shiteru
Takatsuki Kyoko, Nyonya Besar Kougetsu An.

Untungnya Tsubaki selalu ada buat Nao. Di satu sisi dia melindungi Nao. Di sisi lain dia berusaha tidak terus-terusan mendikte ibunya.

Lama-lama Nao melihat cinta dalam diri Tsubaki. Laki-laki itu rela terluka demi melindunginya.

cursed in love

Nao dan Tsubaki kemudian menjalani hidup layaknya pasangan suami istri. Hal tak terduga terjadi. Nao hamil. Dia gak tahu harus senang atau sedih. Sempat dia ingin menyampaikan kabar gembira itu pada Tsubaki, tapi dunia seakan tak berpihak padanya.

Pada waktu bersamaan Nao mendapati Tsubaki bukan anak kandung Tuan Itsuki, melainkan anak hasil perselingkuhan Nyonya Besar dengan pria lain. Ini berarti Tsubaki bukan lah cucu Kakek Sojiro, Tuan Besar Kougetsu An.

Watashitachi wa Douka Shiteru
Takatsuki Sojiro, Tuan Besar Kougetsu An.

Hal gak kalah mengejutkan adalah Nao mendapati amplop berisi hasil tes DNA di langit-langit kamar ibunya dulu. Dokumen itu bukti bahwa Nao adalah anak kandung Tuan Takatsuki. Rupanya Tuan Itsuki dan Ibu Nao pasangan kekasih sejak SMA.

Keduanya gak berjodoh karena perbedaan status sosial keluarga. Tuan Itsuki gak mendapat restu ayahnya menikahi Ibu Nao. Jadi, Nao lah pewaris resmi Kougetsu An, bukan Tsubaki.

Nyonya Kyoko akhirnya mengetahui identitas asli Nao. Tsubaki turut mendengar percakapan Nao yang menyebut dia adalah Sakura, gadis kecil yang pernah tinggal di Kougetsu An.

Nao keguguran dalam peristiwa kebakaran di Kougetsu An tanpa sepengetahuan Tsubaki. Tuan Takigawa membawanya keluar dari kediaman itu. Nao dan Tsubaki pun terpisah hingga tiga tahun kemudian.

cursed in love
Nao bersama Tuan Takigawa

Kumaha atuh? Pabaliut gini jadinya. Cursed in Love sekilas mirip telenovela ya, tapi made in Japan. Bagusnya tuh beda, kerennya tuh beda.

Endingnya gimana? Setelah peristiwa kebakaran di Kougetsu An, masih ada sederet tantangan dihadapi Nao dan Tsubaki sebagai pasangan atau mantan pasangan (hubungan mereka nge-gantung, gak jelas).

Nao buka toko kuenya sendiri bernama Hanagasumi yang kemudian menjadi pesaing berat Kougetsu An.

Tsubaki nyaris buta karena kecelakaan saat kebakaran besar di Kougetsu An. Sayangnya Tsubaki keukeuh gak ingin matanya dioperasi.

Nao khawatir dan memutuskan kembali merebut haknya sebagai pewaris Kougetsu An. Dia pikir, dengan merebut Kougetsu An, maka Tsubaki bisa bebas dan fokus pada penyembuhan matanya.

Endingnya gimana? Nonton aja ya, cuma delapan episode kok. Kalian pasti kaget pas tahu siapa pembunuh asli Tuan Itsuki.

Daradam daradam!

Wagashi, Keindahan yang Bisa Dimakan.

Istilah wagashi lahir pada zaman Meiji (1868-1912) ketika modernisasi dan westernisasi berkembang pesat di Jepang. Masyarakat Jepang waktu itu gak punya dessert atau makanan manis untuk pencuci mulut. Biasanya mereka cuma makan buah-buahan usai bersantap.

Wagashi terdiri dari dua kata, yaitu Wa (Jepang) dan Gashi (manisan). Selain pengaruh negara-negara Barat, perdagangan gula Cina ke Jepang di akhir periode Muromachi meningkat pesat. Akhirnya produksi wagashi meledak selama periode Edo (1603-1867).

Sekarang ini gula bukan bahan utama wagashi. Pengrajin wagashi lebih senang menggunakan pasta kacang, mochigome (beras), kinako (tepung kedelai), dan aneka buah lokal.

Wagashi buat saya adalah keindahan yang bisa dimakan. Panganan tradisional Jepang ini bukan cuma punya bahan alami, rasa umami, bentuk cantik, tampilan artistik, tapi juga cerita unik di balik pembuatannya.

Apakah kamu tahu apa yang tidak bisa terbantahkan di dunia ini? Rasa enak.

Takatsuki Tsubaki

Kita bisa lihat bagaimana bersemangatnya Tsubaki dan Nao mempresentasikan makna di balik kue-kue manis buatannya. Contoh saja Kue Burung Mata Putih Jepang yang diberikan Nao untuk pelanggannya bernama Nishimura Satomi di pembuka episode pertama.

cursed in love

Kicauan Burung Mata Putih (Zosterops japonicus) sangat indah, sampai-sampai burung ini disebut memiliki sopran emas. Satomi seorang penyanyi bersuara merdu yang bakal mengikuti kompetisi lagu.

Nao bahkan mengajarkan Satomi cara terbaik memakan Kue Burung Mata Putih Jepang, yaitu dengan mengarahkan paruhnya ke arah keberuntungan.

Saat menyajikan sampel dessert untuk pernikahan Sayama Mayu dan Hironari, Nao memilih membuat Kue Daun Bunga Sakura. Memang benar, bunga sakura adalah bunga terindah ketika mekar. Namun, pada akhirnya angin musim semi akan menerbangkan seluruh kelopaknya.

cursed in love

Setelah bunga sakura puput dari pohonnya, daun-daun sakura perlahan tumbuh lebih tebal dan lebih hijau dari waktu ke waktu. Daun ini lah yang akan menjadi musim selanjutnya yang lebih panjang.

Nao berharap Mayu dan Hironari saling mencintai dan melalui banyak musim serta tahun bersama. Dia mendoakan Mayu bahagia selamanya.

Kebahagiaan sejati sebetulnya ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita terlalu sibuk menantikan bunga sakura mekar, padahal daun sakura nan hijau dan lebat itu lah yang lebih lama menaungi serta menemani kita. Demikian filosofi Kue Daun Bunga Sakura buatan Nao.

Wagashi sangat cantik dan memanjakan mata. Rasanya terlalu sayang untuk dimakan.

Ada tiga jenis wagashi paling sering muncul di dorama Cursed in Love.

1. Manju

Manju adalah roti kecil yang dikukus atau dipanggang. Biasanya roti ini diisi pasta kacang merah, atau disajikan tanpa isian (manju padat). Manju adalah makanan khas musim panas di Jepang.

2. Yokan

Yokan adalah camilan manis serupa jelly, tapi teksturnya lebih keras karena terbuat dari gula merah dan agar-agar. Biasanya yokan diiris-iris dulu sebelum disajikan. Mungkin kalo di Indonesia mirip dodol kali ya.

3. Monaka

Monaka mirip kayak kue kulit wafer, tapi ada isinya berupa pasta kacang merah. Sekarang monaka hadir semakin kekinian. Bentuknya secara umum bulat, tapi dalam Cursed in Love juga dibuat dalam bentuk bintang.

Beberapa jenis wagashi yang umum dibeli wisatawan di Jepang, antara lain namagashi, daifuku, dorayaki, taiyaki, anmitsu, oshiruko, dango, yokan, dan monaka.

Xantophobia

Pertama kali saya mengenal xantophobia setelah menonton Cursed in Love. Awalnya saya merasa aneh, mengapa Nao setakut itu melihat warna merah, sampai bikin dia sesak napas dan tak sadarkan diri.

Xantophobia adalah ketakutan akan warna kuning, kadang merah. Ini berbeda dengan haemophobia atau haematophobia yang lebih spesifik ke darah.

Ketakutan seseorang yang mengidap xantophobia lebih rumit. Kalo kita takut ketinggian, kita tinggal menghindari tempat tinggi. Kalo kita takut darah, kita tinggal memalingkan muka ketika melihat darah. Beda cerita sama xantophobia yang nyaris gak mungkin dihindari.

Kita gak mungkin menghabiskan seluruh hidup kita untuk menghindari warna merah. Lihat saja Nao, ketika melihat kue warna merah yang dia kirimkan ke pemilik toko kimono, Shirafujiya, dia langsung pingsan.

Nao sesak napas seketika melihat ibu mertuanya memakai lipstik warna merah. Dia nyaris pingsan ketika dihadiahi kimono pernikahan warna merah.

cursed in love
Nao menderita xantophobia

Kebanyakan orang gak mikir xantophobia itu ada. Di dunia nyata pun, saya pribadi belum pernah menemukan seseorang dengan gejala ini. Kalo yang phobia darah sih banyak.

Oke, orang yang xantophobia gak suka warna kuning atau merah. Ah, cuma satu warna doang. Namun, kenyataannya kan kuning atau merah lebih dari sekadar warna.

cursed in love
Nao dan ibu mertuanya

Bayangkan jika Nao lagi nyetir mobil, trus lihat lampu lalu lintas warna merah. Bisa juga dia lihat bus merah, atau orang-orang berseliweran pakai baju warna merah. Hampir kemana pun Nao pergi dia gak bisa menghindari warna satu ini, entah penampakannya dalam jumlah kecil atau besar.

Xantophobia yang dialami Nao dipicu trauma masa kecil. Dia menyaksikan Tuan Itsuki mati berlumuran darah.

Nao juga melihat tangan Tsubaki penuh darah. Tangan penuh darah itu pula yang menunjuk ibunya sebagai pelaku pembunuhan. Belum lagi lokasi pembunuhan Tuan Itsuki berdekatan dengan taman bunga camelia yang berwarna merah.

Setiap kali Nao melihat warna merah, pengalaman menyedihkan di masa lalunya sekelebat muncul. Phobia ini sangat mengganggu kehidupan Nao.

Syukurlah di episode terakhir Nao berhasil mengatasi ketakutannya. Setelah dia tahu kebenaran di balik misteri kematian ayahnya, setelah dia bisa bersatu lagi dengan Tsubaki yang dicintainya, Nao perlahan tidak takut lagi dengan warna merah.

Review Cursed in Love

Banyak surprise di setiap episode Cursed in Love. Pembunuh sebenarnya gak disangka-sangka.

Dari Nao saya banyak belajar bahwa kita harus waspada, bahkan pada orang-orang dekat kita yang tampaknya baik.

Nao bersatu kembali dengan Tsubaki di akhir cerita. Gadis itu sembuh dari traumanya, xantophobia.

Ibu Tsubaki meninggal dunia karena stres dan kecelakaan. Dia sempat menulis wasiat terakhir, yaitu mendonorkan matanya untuk Tsubaki.

Operasi pencangkokan mata Tsubaki berjalan lancar. Nao dan Tsubaki mengelola Kougetsu An bersama.

Cursed in Love salah satu drama romance mystery terbaik. Aura misteri dan thriller-nya cukup terasa, didukung musik latar yang pas. Namun, tenang, drama ini sama sekali gak seram kok.

Kemunculan beraneka jenis wagashi jadi daya tarik tersendiri. Seandainya saya bisa nyobain kue-kue cantik itu satu per satu, or maybe someday kalo saya traveling ke Jepang ya.

Keberanian Nao masuk ke Kougetsu An patut diacungi jempol. Dia tahu dirinya berisiko ketika menikah dengan putra pewaris toko kue besar yang sudah menjadi warisan budaya di Jepang.

Kalo kalian suka kue dan camilan manis, suka budaya Jepang, dorama ini sajian sempurna untuk ditonton. Rasanya setiap muncul kue baru, saya pengen ikut ngunyah.

Kalau tidak unik dan cantik, itu namanya bukan Kue Jepang.

Takatsuki Tsubaki

Berikut beberapa kue Jepang (wagashi) buatan Nao dan Tsubaki di serial Cursed in Love.

1. Kue Bunga Sakura Usuzumi

Kue ini dibuat Tsubaki untuk perayaan pesta pernikahan pelanggan. Bunga Sakura Usuzumi terdiri dari tiga deret kue berbentuk bunga sakura dengan tiga warna berbeda.

cursed in love

Pohon Sakura Usuzumi merupakan pohon sakura paling istimewa. Ketika masih kuncup, bunganya berwarna merah muda pucat. Ketika mekar, bunganya berubah menjadi putih. Terakhir, warnanya akan memudar ketika gugur.

Bunga Sakura biasa, bagi Tsubaki tidak merepresentasikan sebuah perayaan pernikahan yang hanya digelar sekali seumur hidup. Harus ada sesuatu yang unik dan sangat cantik.

2. Kue Bunga Wisteria

Keluarga Shirafuji, salah satu pelanggan setia Kougetsu An selalu memesan kue ini selama 12 tahun terakhir. Kue Bunga Wisteria berbentuk jubah kimono merupakan lambang bisnis Keluarga Shirafuji.

cursed in love

Kue Bunga Wisteria ini diisi pasta kacang putih. Wisteria juga simbol kesuburan dan keturunan, mewakili Keluarga Shirafuji. Keluarga ini pula yang membuatkan kimono pernikahan untuk Nao dan Tsubaki.

3. Monaka Kougetsu

Monaka salah satu kue andalan Kougetsu An. Monaka dibuat dari tepung beras mochi, dicampur dengan air, kemudian diuleni sampai tipis seperti kulit wafer. Setelah dicetak dan dipanggang, monaka diberi isian anko (pasta kacang merah).

cursed in love

4. Warabi Mochi Shimaya

Warabi Mochi adalah wagashi andalan Toko Kue Shimaya, milik Keluarga Yusuke di Noto, Ishikawa. Mereka punya keahlian membuat Warabi Mochi yang sangat kenyal dan berair.

cursed in love

Pada episode-4 Cursed in Love, Nao mengkreasikan Warabi Mochi dengan Monaka ditaburi kinako di atasnya. Kue baru itu diberi nama Warabi Mochi Shimaya.

Kue ini dipersembahkan Nao untuk Jojima Yusuke. Harapannya Jojima kelak bisa pulang ke kampung halamannya dan membesarkan kembali Toko Kue Shimaya, sebagaimana amanah mendiang ayahnya.

5. Kue Bunga Bulan

Kue ini dihadirkan dalam upacara minum teh menyambut bulan Purnama di Kougetsu An. Takatsuki Sojiro selaku Tuan Besar Kougetsu An mengundang sejumlah tamu penting ke kediamannya.

cursed in love

Tsubaki membuat Kue Bunga Bulan yang mengingatkan orang-orang akan pemandangan bulan kuning di padang rumput. Kue ini melukiskan bunga dan bulannya.

Seluruh tamu yang menikmati kue ini sempat menyaksikan pemandangan bulan dari teras Kougetsu An.

6. Kue Bulan Hampa

Kue ini disajikan Tsubaki dalam kompetisi melawan Toko Kue Hanagasumi milik Nao. Kue Bulan Hampa menggambarkan bulan dan bayangannya.

cursed in love

Secara tradisional di Jepang, orang-orang tidak memandang bulan yang ada di angkasa secara langsung. Mereka lebih menyukai pantulannya di danau atau di permukaan air lainnya.

7. Kue Bulan Terang

Kue ini disajikan Nao dalam kompetisi melawan Tsubaki. Juri sempat meledek tampilan luar kue yang hanya berbentuk dango, putih polos, pucat, tanpa hiasan apa-apa.

cursed in love

Begitu dango ini dibelah, bagian putih tampak seperti bulan, sedangkan isian gula merah di dalamnya yang bertabur bunga dan beraroma teh zaitun sungguh indah. Tampak seperti bulan separuh yang menerangi padang bunga.

Bulan terang di langit malam tanpa awan. Ini mencerminkan keteguhan Nao mengejar impiannya merebut kembali Kougetsu An.

8. Kembang Gula Yuzu

Kue kembang gula ini panganan manis dan hangat yang dibuat Nao untuk kompetisi memperebutkan posisi penerus Kougetsu An. Jurinya adalah Kakek Sojiro.

Nao memasukkan kulit jeruk yuzu utuh ke dalam kuenya. Pertama-tama dia mengosongkan bagian dalam jeruk dan menyisakan kulitnya.

cursed in love

Kulit jeruk ditipiskan setipis mungkin, direndam dalam sirup, kemudian diisi dengan pasta. Sentuhan akhirnya Nao membungkus kulit jeruk yuzu berisi pasta itu dengan lapisan mochi berwarna kuning, mirip buah jeruk.

Kembang Gula Yuzu melukiskan kehangatan musim dingin. Sajian cantik ini meleleh dalam mulut. Aroma kulit jeruk yuzu, menurut Kakek Sojiro bertahan lama, kekal, dan menenangkan.

9. Otoshi Bumi

Kue ini digambar oleh Nao dan dibuat oleh Tsubaki. Otoshi Bumi dipersembahkan untuk pelanggan Kougetsu An dalam rangka Hari Ayah.

cursed in love

Titik kecil di daun melambangkan telur. Saat telur menetas, daun melindungi anak dari pemangsa dan cuaca. Ini mengingatkan kita pada cinta yang diberikan orang tua kita. Ituilah makna di balik kue ini.

10. Tsubaki Mochi

Tsubaki Mochi adalah kue yang selalu disajikan Tsubaki untuk Kakek Sojiro sejak kecil. Sayangnya sang kakek tak sekali pun menyentuh kue buatan Tsubaki setelah tahu Tsubaki bukan cucu kandungnya.

Dalam Kisah Genji, cerita rakyat Jepang disebutkan mochi adalah kue tradisional pertama yang pernah ada di Jepang. Namanya Doumyoji Mochi, disajikan dengan cara diapit dua lembar dun bunga camelia.

cursed in love

Kue Tsubaki ini sangat sederhana. Namun, kue ini penuh kenangan karena merupakan kue pertama yang dibuat Tsubaki bersama ayahnya.

Gak heran Kakek Sojiro tersentuh hatinya mendapatkan rasa mochi yang sangat mirip dengan buatan putra semata wayangnya. Rasa ini sungguh berarti untuk Kakek Sojiro dan Tsubaki.

Kue Jepang tidak hanya menyampaikan rasa yang dimilikinya. Kue Jepang juga mengingatkanmu saat memakannya. Bagaimana perasaanmu saat itu dan segala ingatan berharga yang berhubungan dengannya.

Kakek Sojiro

Dorama-dorama Jepang bertemakan makanan gak pernah mengecewakan. Dulu saya pernah menonton Antique (2001), Bambino (2007), dan Midnight Dinner (2009). Semua mengajarkan kita tentang passion.

Orang-orang Jepang menjunjung tinggi passion. Anak seorang pengrajin wagashi bangga menjadi wagashi. Anak seorang pembuat ramen bangga menjadi pembuat ramen. Anak seorang petani bangga menjadi petani. Berbanding terbalik ya dengan kondisi kita di sini.

cursed in love

Karakter-karakter dalam Cursed in Love pakai kimono terus, menambah estetika drama. Bagusss sekali. Upacara minum teh dan cara penyajian wagashi di dalamnya menarik.

Cursed in Love settingannya tradisional banget. Pokoknya bikin betah nonton. Belum lagi chemistry Tsubaki dan Nao yang begitu klik. Manis, semanis kue-kue buatan mereka.

Ada cinta segi empat juga antara Tsubaki, Jojima, dan Tuan Takigawa yang ketiganya sama-sama menyukai Nao. Rating dorama Cursed in Love 7.8/10 di IMDb. Sangat direkomendasikan!

17 thoughts

  1. Yang saya tahu cuma kue dorayaki! Haha…
    Kue-kuenya sekali telan aja nih, mana kenyang kalau cuma satu? Tapi kayaknya lebih ke budaya sih ya..

    Like

  2. Kue bunga sakura nya cantik – cantik ya mbak..sayang dimakan..di pajang saja lah hihihi..selalu suka dengan budaya Jepang penuh kesan dan makna bahkan sampai ke makanannya..keren deh

    Like

  3. Kuenya cantik-cantik semua presentasinya. Jadi kebayang makan kue yang seperti itu. Nonton film ini bukan hanya menikmati alur cerita, tapi juga beraneka macam jenis kue ya kak. Jadi pengen nonton langsung.

    Like

  4. Orang Jepang estetik banget ya. Soal mau makan kue aja dihiasnya betul-betul detail. Dan barusan Googling juga, pengin liat lebih banyak kue Wagashi ini. Dan, wow. cheerful dan colorful ternyata ya. Jadi pengen makan dorayaki, eh.

    Like

  5. Heuheu, auto pengin nonton. Bagus nih ceritanya. Saya suka sentuhan klasik dalam dorama ini. Jadwalin buat akhir pekan ini dah. Btw, kalau ngomongin tradisi di Jepang beneran bikin kagum. Segala hal yang berbau handmade dan tradisional sangat dijunjung tinggi dan sangat dibanggakan. Nasionalismenya beneran kuat.

    Like

  6. Review yang lengkap. Kelihatannya Cursed in love sangat keren. Jepang banget. Hehe…cukup aneh xantophobia tapi memang ada ya? Tadinya mikir nggak ada. Eh ternyata memang ada. Sekali lagi, unik.

    Like

  7. Enggak tega makan wagashi-nya. Sudah cantik penuh makna lai
    Aku jadi penasaran siapa yang bunuh Tuan Itsuki ya. Nonton ajalah kalau cuma 8 episode biar tahu jawabannya
    Suka kalau settingnya masih tradisional penuh latar budaya lokal. Enggak cuma terhibur kita juga bertambah banyak wawasan

    Like

  8. saya kalau disuguhi kue-kue Jepang kayak gitu, malah nggak jadi makan hehehe… sayang banget, bentuknya cantik-cantik.

    Membaca ini jadi tahu istilah Xantophobia. Siplah akhirnya mereka bisa bersatu lagi, walau masih penasaran siapa pembunuh sebenarnya

    Like

  9. aq suka liat kuenya cantik-cantik, andai aq disuguhi kue seperti itu udah pasti sayang banget kalo mau dimakan. btw pemeran Nao dan Tsubakinya cakep-cakep jadi bakal bikin betah nonton sampe akhir

    Like

  10. Tsubaki tiba-tiba meminta Nao jadi istrinya itu plot twist ya hehe… wuihh cantik-cantik tampilan kue Jepang, kl gak cantik bukan kue Jepang yaa namanya. Jd ingat bekal anak sekolah dulu semasa belum pandemi, dicetak-cetak biar mirip Bento nya negeri Sakura

    Like

  11. Wah, baca review ini jadi berminat nonton film ini. Jalan ceritanya penuh misteri dan endingnya tidak bikin penasaran.
    Tertarik juga dengan kue-kuenya, gimana ya rasanya? Apakah seindah penampakannya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.