Beda short drama, mikro drama, long drama di drama china
Beda short drama, mikro drama, long drama di drama china

Buat kamu yang baru nyemplung atau belum cukup lama masuk ke dunia drama China, kemungkinan besar masih bingung sama klasifikasi short drama, mini/mikrodrama, dan long drama. Sekilas kesan pembedanya cuma perkara durasi. 

Satu pendek banget cuma semenit, satunya pendek cuma 20 menitan, sementara yang terakhir bisa hampir satu jam per episode, dan membuat kita menghabiskan satu minggu hanya untuk mengejar episode. Padahal, perbedaannya jauh banget loh.

Format sebuah drama China itu ikut menentukan cara ceritanya ditulis, bagaimana produksinya dijalankan, ke mana drama tersebut didistribusikan, sampai seperti apa seorang aktor membangun kariernya. 

Nah, kalau sudah bicara karier, C-drama lovers harus tahu posisi seorang aktor di industri China tidak otomatis ditentukan oleh statusnya sebagai pemeran utama.

Seorang aktor di dunia drama China bisa menjadi male lead dalam microdrama yang viral, punya fandom besar, bahkan menghasilkan uang yang sangat menarik. Namun ketika ia mendapatkan posisi pemeran utama dalam sebuah long drama produksi besar, bobot proyek tersebut di mata industri bisa berbeda.

Pertanyaan selanjutnya, apakah ada semacam “kasta” dalam dunia aktor drama China?

Kalau yang dimaksud adalah hierarki prestise, memang ada kecenderungan seperti itu. Selama bertahun-tahun, long drama berada di posisi paling bergengsi.

Meski begitu, di dunia drama China yang sangat dinamis ini, kita melihat short drama dan mikrodrama tumbuh begitu cepat sehingga tidak lagi tepat kalau kita menganggapnya hanya sebagai kelas bawah dari industri drama.

Short Drama, Mikro Drama, Long Drama

Penonton internasional sering menggunakan istilah short drama untuk hampir semua drama China berdurasi pendek, biasanya satu menit per episode. Di China sendiri, iada istilah 微短剧 (wēi duǎn jù), yang secara umum diterjemahkan sebagai short drama.

Sejak 1 September 2026, short drama di China ditentukan dengan durasi setiap episode kurang dari 20 menit, memiliki tema utama yang jelas, alur yang berkesinambungan dan lengkap, serta karakter yang menonjol. Aturan ini berlaku untuk berbagai kanal distribusi, bukan hanya aplikasi internet.

Short drama sudah diperlakukan sebagai sebuah bentuk produksi audiovisual yang serius, bukan sekadar kumpulan video pendek yang dibuat untuk mengejar view.

Skalanya pun luar biasa. Sepanjang 2025, lebih dari 600 judul short drama dan mikro drama unggulan memperoleh izin edar dengan total hampir 20 ribu episode. Pada periode yang sama, long drama, yang memperoleh izin berjumlah 122 judul dengan total 3.117 episode.

Angka tersebut memberi gambaran bahwa volume produksi short drama dan mikrodrama sekarang sudah sangat besar. Mereka tidak lagi dipandang sebagai konten kelas dua, sehingga penonton perlu memperbarui cara pandang.

Industri drama China sudah bergerak jauh lebih cepat. Kita tidak bisa lagi mencari batas hanya dari jumlah menit

Istilah short drama sendiri cukup fleksibel, terutama dalam penggunaan fandom internasional. Di China, mikrodrama berkembang pesat puncaknya 2025. Durasinya sekitar 20 menit per episode.

1. Short Drama

Short drama biasanya dibuat untuk dikonsumsi dengan sangat cepat. Format vertikal menjadi salah satu bentuk yang paling mudah dikenali karena memang dirancang untuk kebiasaan menonton lewat smartphone, meskipun yang versi horizontal juga berkembang.

Hal paling terasa adalah cara ceritanya bergerak. Tidak banyak waktu untuk basa-basi. Episodenya berkisar 60-100 episode pendek.

Episode pertama harus punya sesuatu yang membuat orang berhenti scrolling. Konflik cepat muncul, informasi baru terus dilemparkan, dan cliffhanger hampir selalu menunggu di ujung episode.

Karena itu, kamu akan sering menemukan CEO kaya raya, pewaris keluarga, pernikahan kontrak, balas dendam, perselingkuhan, identitas tersembunyi, reinkarnasi, time travel, sampai kisah cinta yang mendapat kesempatan kedua.

Formula tersebut memang berulang terus. Tantangannya juga kian besar. Penulis short drama harus membuat formula yang sudah sangat dikenal tetap terasa menarik dalam waktu yang sangat terbatas.

Kalau satu episode terasa lambat, penonton tinggal swipe. Kalau karakter tidak menarik, mereka pindah ke judul lain. Kalau cliffhanger-nya gagal, kemungkinan besar episode berikutnya tidak akan dibuka.

Dengan kata lain, short drama bekerja sangat dekat dengan perilaku penonton. Ia tidak punya kemewahan untuk meminta penonton bersabar terlalu lama.

2. Mikrodrama

Mikrodrama berada di wilayah yang jauh lebih fleksibel. Durasi episode bisa lebih panjang daripada short drama, tetapi keseluruhan ceritanya masih relatif ringkas dibanding long drama.

Semakin berkembangnya industri, batas antara short drama dan mikro drama juga semakin sulit ditarik hanya berdasarkan angka.

Bayangkan, sebuah drama memiliki 40 episode dengan durasi 20 menit. Total materinya sudah lebih dari 13 jam.

Secara pengalaman menonton, jelas berbeda dari short drama yang setiap episodenya hanya 1-2 menit.

Aku sendiri lebih suka melihat mikro drama sebagai format teraman di antara dua dunia, short drama dan long drama, daripada memaksanya masuk ke satu angka tertentu.

Mikro drama bisa saja memiliki ritme cepat seperti short drama, tetapi mempunyai ruang cerita yang lebih luas.

Wilayah inilah yang kemungkinan besar akan terus berkembang seiring industri mencari format yang paling cocok dengan kebiasaan penonton sekarang.

3. Long drama

Ini dia format yang menjadi pusat industri drama China. Kalau short drama dan mikro drama hidup dari kecepatan, long drama punya kemewahan yang tidak dimiliki format pendek, yaitu waktu.

Long drama bisa membiarkan sebuah hubungan tumbuh perlahan. Karakter pendukung bisa mendapatkan cerita sendiri. Konflik politik atau keluarga dapat dibangun sedikit demi sedikit. Bahkan karakter utama boleh mengalami perubahan yang tidak langsung terlihat dalam beberapa episode.

Itulah sebabnya long drama selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat utama industri drama China.

Investasinya biasanya lebih besar. Tim produksinya lebih panjang. Pemainnya bisa terdiri dari nama-nama besar. Tuntutan terhadap kemampuan membawa karakter juga berbeda.

Seorang aktor long drama tidak cukup hanya terlihat menarik di layar. Ia harus piawai membuat penonton percaya bahwa karakter tersebut memang hidup selama puluhan episode.

Khusus untuk penggemar C-drama, tentu ada satu keuntungan lain, yaitu kita mendapat kesempatan untuk menatap pemeran utama selama berpuluh-puluh episode.

Mengapa Long Drama Dianggap Lebih Bergengsi?

Ini nih, yang sering jadi pusat perdebatan antarfandom short drama, mikro drama, dan long drama. HAHAHA. Namun, aku berharap setelah membaca ini, kalian juga jangan berantem ya.

Seorang aktor China, dia bisa saja menjadi pemeran utama short drama yang sangat populer. Akan tetapi, status tersebut belum otomatis membuatnya setara dengan aktor yang sudah menjadi pemeran utama dalam beberapa long drama besar.

Kenapa? Sebab posisi karakter dan posisi industri adalah dua hal berbeda. “Male lead” menjelaskan fungsi seorang aktor di dalam cerita. Sementara itu, “star status” atau 咖位 (kāwèi) berbicara tentang posisi dan daya tawar seorang aktor di industri drama China.

Dalam sistem tradisional, long drama memberi validasi yang berbeda karena proyeknya melibatkan investasi, tim, platform, serta proses produksi yang lebih kompleks.

Ketika sebuah perusahaan besar mempercayakan sebuah proyek kepada seorang aktor sebagai pemeran utama, kepercayaan itu tidak hanya datang dari penonton. 

Produser, platform, investor, distributor, pengiklan, dan berbagai pihak lain ikut kecipratan kepercayaan juga. Mereka ikut mempertimbangkan apakah seorang aktor layak menjadi wajah sebuah proyek. Itulah salah satu alasan long drama masih mempunyai bobot besar dalam pembentukan status aktor.

Long drama juga menguji “napas” seorang aktor. Daya tahan karakternya diuji di sini. Dalam short drama, aktor harus bisa menyampaikan emosi dengan sangat cepat. 

Penonton mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk memahami bahwa karakter sedang marah, cemburu, terluka, atau jatuh cinta.

Nah, kalau long drama, temponya berbeda. Karakter bisa berubah perlahan. Hubungan antartokoh dapat mengalami banyak fase. Cara bicara bisa berubah karena pengalaman dan perbedaan waktu.

Ekspresi yang awalnya dingin bisa menjadi lebih lembut setelah puluhan episode. Semua perubahan itu harus tetap terasa sebagai perkembangan dari orang yang sama, layaknya manusia dalam kehidupan nyata.

Bukan berarti aktor short drama atau mikro drama tidak punya kemampuan sama ya. Hanya saja, format long drama memberi ruang sekaligus tuntutan yang berbeda untuk membuktikannya.

Ada Kasta Aktor/ Aktris C-Drama?

Jumlah followers bukan satu-satunya ukuran seorang aktor/ aktris drama China dianggap terbaik. Popularitas drama, kemampuan membawa proyek, nilai komersial, endorsement, penghargaan, perusahaan manajemen, posisi billing, jenis proyek, bahkan partner main dapat ikut membentuk persepsi mengenai status seorang aktor.

Karena itu, rumus “followers banyak = aktor papan atas” jelas tidak berlaku di dunia drama China. Begitu juga dengan rumus “male lead = aktor top.” Belum tentu.

Hal yang harus dilihat pertama adalah, dia jadi “male lead” dalam proyek seperti apa?

Short drama dan mikro drama sudah menciptakan sistem bintangnya sendiri. Mereka mengenal top male lead, aktris dengan fanbase kuat, pasangan yang terkenal karena chemistry mereka.

Ada aktor yang identik dengan karakter CEO, dan ada pula yang membangun popularitas melalui karakter balas dendam atau strong woman. Jangan salah, mereka juga punya fandom, endorsement, livestream, fan meeting, dan tentu saja nilai komersial.

Beberapa laporan industri pada 2024–2025 bahkan menunjukkan bahwa bayaran aktor utama short drama dan mikro drama meningkat cukup tinggi. Besarnya sangat bervariasi, tetapi aktor-aktor teratas bisa mendapatkan bayaran puluhan ribu yuan per hari syuting.

Ini sudah jelas ya, bahwa short drama dan mikro drama sudah bukan tempat transit bagi aktor yang gagal masuk long drama. Ia adalah pasar sendiri. Berhubung pasarnya sekarang sudah besar, tentu saja ia melahirkan bintangnya sendiri.

Kenapa Bintang Short Drama dan Mikro Drama Tetap Usaha Masuk Long Drama?

Jawaban menohoknya ya karena statusnya belum sama. Bagi sebagian aktor, short drama dan mikro drama bisa menjadi kendaraan yang sangat efektif untuk membangun popularitas dan nilai komersial dalam waktu singkat.

Akan tetapi, kalau seorang aktor atau aktris ingin mendapatkan pengakuan yang lebih kuat dari industri drama arus utama, long drama masih menjadi jalur penting. Itulah sebabnya fenomena perpindahan aktor antara dua dunia semakin menarik.

Contoh paling jelas dan paling gong, yang aku yakin kamu pasti tahu siapa dia, adalah Cheng Lei dan Ma Qiuyuan.

Cheng Lei adalah pemain mikro drama yang naik kelas ke long drama setelah penampilan apiknya di “A Familiar Stranger.” 

Namanya kemudian meledak setelah membintangi long drama “My Journey to You” hingga sekarang jadi langganan male lead judul-judul besar, seperti Legend of the Female General, Shadow Love, How Dare You, dan The First Jasmine. Lawan mainnya juga bukan kaleng-kaleng. Sebut saja Bai Lu, Wang Churan, Song Yi dan Zhou Ye.

Cheng Lei sebagai Kaisar Dan/ Xiahao Dan
Cheng Lei sebagai Kaisar Dan/ Xiahao Dan di How Dare You

Ma Qiuyuan dulu bahkan menyandang gelar salah satu ratu short drama. Beberapa judul yang melejitkan namanya adalah I Love You to the Moon and Back (2023) dan Cut Through, See the Sunny Day (2023), dan Trapped in a Deadly Love (2025).

Kini, dia bahkan sudah satu frame dengan Zhou Keyu di “Shadows of Desire” (2026), menjadi pasangan Yang Ze di “Spring Night” (2025), dan Pan Yihong di “A Farmer’s Fortune” (2025).

Ma Qiuyuan
Ma Qiuyuan

Kondisinya sekarang ini, garis pemisah antara tiga lini produksi ini makin kabur. Pasalnya, ada aktor long drama yang bermain mikro drama. Ada bintang short drama yang mencoba mendapatkan peran dalam long drama.

Ada perusahaan produksi long drama yang ikut membuat short drama dan mikro drama. Lihat saja sekarang iQiyi yang sudah punya banyak judul short drama. Youku juga memproduksi banyak mikro drama, disusul WeTV.

Kalau dulu orang mungkin melihat aktor long drama yang bermain mikro drama sebagai sesuatu yang “turun kelas,” sekarang alasan ekonominya jauh lebih masuk akal. Pasarnya ada, penontonnya ada, dan uangnya juga ada. Ini namanya ekspansi pasar.

Billing: Urutan Nama yang Picu Perang Fandom

Satu istilah yang juga perlu dipahami kalau ingin membaca hierarki aktor dan aktris China, yaitu 番位 (fānwèi). Sederhananya, ini berkaitan dengan posisi billing atau urutan kredit seorang aktor.

Dalam fandom perdrachinan, kamu mungkin pernah melihat perdebatan tentang siapa yang menjadi 一番 (yī fān), siapa yang 二番 (èr fān), dan seterusnya. Bagi penonton biasa sepertiku, urutan nama mungkin sepele. I don’t care, yang penting misalnya, couplenya Jing Boran sama Sun Qian.

Tapi… bagi industri di China, tidak bisa selalu begitu. Posisi dalam poster, kredit, materi promosi, hingga cara sebuah proyek memperkenalkan para pemerannya dapat berkaitan dengan status, kontrak, daya tawar, dan persepsi siapa yang menjadi wajah utama sebuah drama.

Pada 2026, pembahasan mengenai sistem kredit aktor bahkan semakin kompleks dengan penggunaan berbagai istilah. Begitu fandom ribut hanya gara-gara satu nama diletakkan di depan nama lain, sekarang kamu tahu bahwa perdebatan ini bukan semata perkara urutan alfabet. Ada persoalan status di baliknya. 

Secara keseluruhan, penggemar di China akan melihat lima hal. Pertama, proyeknya. Judul dramanya apa? Apakah ini drama adaptasi, web drama, atau adaptasi animasi, atau apa? Apakah bentuknya mikro drama, short drama, long drama, atau film?

Kedua, posisi billing-nya. Apakah idola mereka benar-benar leading actor atau hanya memiliki peran penting?

Ketiga, siapa lawan mainnya? Partner yang sudah memiliki nama besar dapat memberikan eksposur yang berbeda.

Keempat, siapa yang memproduksi dan mendistribusikannya? Nama perusahaan, platform, dan skala produksi tetap penting.

Kelima, apa yang terjadi setelah drama tersebut selesai? Kalau seorang aktor short drama menjadi viral, kemudian mendapatkan tawaran long drama dengan posisi penting, itu berarti popularitasnya mulai diterjemahkan menjadi kepercayaan industri yang lebih luas.

Di situlah proses upward mobility benar-benar terlihat. Kemampuan seorang aktor atau aktris mengubah viralitas menjadi karier yang berkelanjutan.

Long Drama Bukan Raja Satu-satunya

Prestise, popularitas, dan nilai komersial tidak selalu bergerak bersama. Long drama masih unggul dalam legitimasi tradisional, skala produksi, ruang pengembangan karakter, dan pengaruhnya terhadap status aktor.

Short drama unggul dalam kecepatan produksi, fleksibilitas, kemampuan membaca respons pasar, serta kemampuannya menciptakan bintang baru dengan sangat cepat.

Mikro drama berada di antara keduanya dan terus berkembang mengikuti perubahan perilaku penonton.

Jadi, kalau aku coba bikin peta sederhana berdasarkan prestise tradisional di China, gambarannya kira-kira seperti ini:

Film –> long drama papan atas –>  long drama reguler –> mikro drama –> short drama.

Sekali lagi, ini bukan ranking siapa yang paling jago akting. Ini tuh kayak hierarki legitimasi dan prestise industri yang terbentuk secara tradisional di China sana.

Sebab kalau kita menggantinya dengan ranking berdasarkan engagement, fandom, atau kemampuan menghasilkan uang, hasilnya bisa sangat berbeda. Jomplang banget.

Hal tersulit bagi aktor dan aktris drama China sekarang ini adalah bagaimana caranya mereka tetap berada di atas ketika industri terus bergerak.

Certified author (BNSP), eks-jurnalis ekonomi dan lingkungan. Kini menjadi full-time mom yang juga berkarya sebagai novelis, blogger, dan content writer. Founder Rimbawan Menulis (Rimbalis), komunitas yang aktif mengeksplorasi dunia literasi dan isu-isu lingkungan.

Share:

Leave a Comment