Review drama china, The Early Spring
Review drama china, The Early Spring

Seminggu ini saya on going nonton drama china, The Early Spring. Seketika kesannya kayak flashback ke genre yang dulu sering bikin saya betah berlama-lama di depan layar, second chance lovers berbalut office romance. Sedikit mengingatkan saya pada The Tale of Rose, The Interpreter, dan Love’s Ambition. 

Bedanya, The Early Spring punya warna sendiri. Drama china yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian ini diadaptasi dari web novel berjudul 早春晴朗 (Zao Chun Qing Lang) karya 姑娘别哭 (Gu Niang Bie Ku).

Latarnya adalah Beijing dan dunia advertising. Dunia kerja yang dipenuhi presentasi, proyek, klien, persaingan internal, anak baru yang harus membuktikan kemampuan, dan seorang bos yang tampaknya tidak pernah puas dengan hasil kerja siapa pun.

Bos itu bernama Luan Nian, atau Luke, nama yang ia gunakan di lingkungan profesional. Sementara perempuan yang kemudian mengacaukan ketenangan hidupnya adalah Shang Zhitao, yang dikenal sebagai Flora.

Sinopsis The Early Spring

Shang Zhitao/ Flora adalah sarjana fresh graduate asal Harbin yang mengadu nasib di Beijing. Ia mendapatkan kesempatan bekerja di Lingmei, sebuah perusahaan advertising kelas dunia, tempat yang tentu saja terlihat menjanjikan bagi seseorang yang baru memulai karier.

Masalahnya, dunia kerja tidak peduli apakah seseorang baru lulus atau sudah punya mimpi besar. Hari pertama saja sudah cukup untuk membuat Shang Zhitao sadar bahwa ia masuk ke tempat yang keras. Luan Nian langsung menyuruhnya berhenti.

Alih-alih mendapat sambutan hangat atau ucapan “selamat bergabung” dari bos baru, dunia Shang Zhitao seketika dihujani kritik-kritik tajam, belum lagi menjadi people pleaser di hadapan senior-seniornya di kantor.

Sebagai pemula, Shang Zhitao harus bertahan menghadapi tekanan dari Luan Nian dan perlahan membuktikan bahwa dirinya memang pantas berada di sana.

Sun Qian sebagai Shang Zhitao di The Early Spring
Sun Qian sebagai Shang Zhitao di The Early Spring

Mula-mula, hubungan keduanya murni profesional. Luan Nian melihat Shang Zhitao sebagai anak baru yang masih harus banyak belajar. Shang Zhitao melihat Luan Nian sebagai sosok pemimpin yang sempurna, jenius, penuh ide kreatif, tahu bagaimana meng-handle klien, dan pandai membaca situasi.

Shang Zhitao pun banyak belajar dari Luan Nian. Nah, menariknya, meski Luan Nian terkenal tajam banget secara verbal, dia sebenarnya tidak sembarangan dalam urusan pekerjaan.

Contohnya, ketika Shang Zhitao meminta penjelasan atau butuh bantuan, Luan Nian benar-benar mengajarinya. Inilah yang kemudian membuat Shang Zhitao menghormatinya, lalu tanpa sadar rasa hormat itu berubah menjadi lebih personal.

Jing Boran sebagai Luan Nian di The Early Spring
Jing Boran sebagai Luan Nian di The Early Spring

Luan Nian, di sisi lain, mulai memperhatikan Shang Zhitao bukan lagi sebagai bawahan. Shang Zhitao sadar bahwa perhatian Luan Nian tidak sama dengan perlakuan laki-laki itu kepada teman-teman kantornya yang lain.

Akan tetapi, Luan Nian bukan tipe laki-laki yang mudah mengakui perasaan. Dia tarik ulur sampai akhirnya batas profesional itu benar-benar dilewati.

Tahun kedua bekerja di Lingmei, Shang Zhitao dan Luan Nian tidak langsung menjadi pasangan resmi. Hubungan mereka berkembang menjadi semacam fixed intimate relationship, hubungan intim yang tidak diberi label pacaran secara jelas. Itu berlangsung hingga enam tahun.

Sejak awal, hubungan mereka tidak benar-benar setara. Pasalnya, Luan Nian tidak memberikan Shang Zhitao kepastian yang dia inginkan, dan Shang Zhitao sudah terlanjur mencintai Luan Nian begitu dalam dan bergantung pada laki-laki itu secara emosional.

Shang Zhitao berharap suatu hari hubungan mereka berubah, berharap Luan Nian akan mengakui bahwa mereka benar-benar pasangan. Namun, Luan Nian terus menjaga hubungan backstreet ini. Dia seperti ingin memiliki Shang Zhitao tanpa benar-benar memberikan seluruh dirinya. Inilah yang membuat hubungan mereka tidak seimbang. Belum lagi karena Luan Nian punya posisi tinggi di kantor.

The Early Spring, ceritanya tidak sesederhana “laki-laki manfaatin perempuan” ya. Luan Nian memang buruk dalam mengungkapkan perasaan karena karakternya keras, egois, dan kadang menyakitkan. Namun dia amat memperhatikan Shang Zhitao dan membantu perkembangan kariernya. Daaan… Luan Nian ini juga suka cemburu loh, terutama melihat kedekatan Shang Zhitao dengan sahabat laki-lakinya, Sun Yuanzhu.

Hubungan profesional Shang Zhitao dan Luan Nian menjadi personal
Hubungan profesional Shang Zhitao dan Luan Nian menjadi personal

Seiring berjalannya waktu, Shang Zhitao semakin matang dalam pekerjaan. Dia mulai bisa menangani proyek-proyek besar, memahami bagaimana perusahaan bekerja, mulai berani inisiatif bicara, dan tahu apa yang dia inginkan.

Sayangnya, urusan asmaranya tidak berkembangan secepat urusan kariernya. Shang Zhitao tumbuh sebagai profesional, semakin kompeten, semakin dewasa, semakin tahu value dirinya, sementara Luan Nian masih saja mempertahankan pola lama. 

Inilah yang kemudian membuat Shang Zhitao mulai lelah. Di matanya, cinta tanpa kepastian lama-lama berubah menjadi luka. 

Konflik karier mulai menjadi masalah besar. Shang Zhitao berjuang untuk promosi, tetapi tidak berjalan seperti diharapkan. Ada masalah dalam penilaian dan skor dan dia merasa diperlakukan tidak adil.

Apa yang membuatnya kecewa adalah posisi Luan Nian. Shang Zhitao berharap Luan Nian akan berdiri di sisinya. Namun kekasihnya itu justru memilih bersikap netral daripada yang dia harapkan. Soalnya Luan Nian ini berprinsip, hubungan pribadi dan pekerjaan adalah dua hal yang harus dipisahkan. Shang Zhitao paham, tetapi tetap saja ada bagian dari dirinya yang merasa sikap Luan Nian seperti pengkhianatan.

Akhirnya, setelah enam tahun bersama, menjalani hubungan rahasia penuh kenangan, rutinitas berdua, bahkan memiliki anjing peliharaan bernama Lu Ke, Shang Zhitao puncaknya menyerah. Terjadi pertengkaran besar, dan dalam kondisi emosi yang sudah sangat buruk, mereka berpisah.

Shang Zhitao meninggalkan Beijing dan membawa anjing mereka pindah dari rumah Luan Nian. Saat Shang Zhitao, Luan Nian sebetulnya ada di belakangnya, tapi tidak mengejarnya. Kelak, itu menjadi salah satu penyesalan terbesar Luan Nian karena bertahun-tahun kemudian dia masih mengingat hari itu.

Shang Zhitao menghapus kontak Luan Nian, dan mulai berwirausaha. Dia mendirikan perusahaan event sendiri.

Awalnya, tentu saja tidak mudah. Dia harus bekerja keras, mengurus klien, mencari proyek, mengatur karyawan, menghadapi masalah keuangan. Bahkan pada satu titik, bisnisnya sempat berada dalam kondisi sulit setelah menghadapi tekanan finansial.

Puncaknya, Luan Nian mencoba masuk lagi ke hidup Shang Zhitao, lalu menawarkan bantuan. Bagaimana jawaban Shang Zhitao? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Apakah bakal ada kesempatan kedua? Aku udah ceritain banyak loh ini sinopsisnya, mari kita tunggu saja episode lengkapnya hingga tayangan ke-24 ya.

Review The Early Spring

Aku suka banget titik awal drama china seperti ini, sebab Shang Zhitao tidak langsung digambarkan sebagai perempuan yang sudah menguasai semuanya.

Dia masih belajar, berbuat salah, terlalu polos, perlu banyak memahami aturan yang sebelumnya tidak pernah ia temui. Meski begitu, harus diakui, dia punya daya juang tinggi dan kemauan untuk belajar.

Kalau sekali dimarahi lalu menyerah, cerita ini mungkin sudah selesai di episode pertama. Untungnya Shang bukan tipe seperti itu.

Luan Nian Bos yang Menyebalkan, tapi Kok…

Mari kita bicara tentang Jing Boran. Agak tak adil membahas The Early Spring tanpa memberi ruang yang cukup untuk Luan Nian.

Laki-laki ini menyebalkan. Serius. Beneran. Dia punya standar tinggi, bicara seperlunya, tidak terlalu peduli apakah orang di depannya tersinggung, dan sepertinya memiliki kemampuan khusus untuk membuat orang merasa hasil kerja mereka belum cukup bagus.

Kemudian, Luan Nian melakukan sesuatu yang membuat kita sebagai penonton bingung. Dia membantu Shang Zhitao, entah itu secara diam-diam atau pun langsung.

Luan Nian ternyata tidak sesederhana “bos galak yang akhirnya jatuh cinta kepada anak baru.” Ada alasan kenapa dia membangun jarak dengan orang lain. 

Dia sudah terlalu lama berada di lingkungan yang penuh kompetisi dan kepentingan. Dalam dunia advertising yang digambarkan dalam serial The Early Spring ini, kemampuan saja belum tentu cukup. 

Orang juga harus tahu siapa yang bisa dipercaya, siapa yang hanya mencari keuntungan, dan kapan harus menjaga jarak. Sikap tajam Luan Nian seperti sudah menjadi kebiasaan.

Shang Zhitao tentu saja tidak langsung memahami semua itu. Yang dia tahu cuma satu, yaitu bosnya galak dan sedikit menyebalkan, tapi… menarik. Hehehe. Nah, repot kan?

The Early Spring dibecandain juga sebagai 50 Shades of Grey
The Early Spring dibecandain juga sebagai 50 Shades of Grey

Chemistry tanpa Banyak Dialog

Selain konflik percintaannya, The Early Spring ini di mataku menarik karena chemistry Jing Boran dan Sun Qian. Asli. Mereka kawin banget.

Jing Boran dan Sun Qian punya jenis chemistry yang tidak harus dijelaskan lewat dialog panjang. Cukup tatap-tatapan mata doang, kelar sudah!

Beberapa kali aku dagdigdug pas adegan ketika Luan Nian berada di satu ruangan bersama Shang Zhitao dan ekspresinya berubah sedikit saja. Penonton langsung tahu dia memperhatikan perempuan itu.

Shang Zhitao pun bukan tipe perempuan yang sama sekali tidak sadar kalau ada yang suka sama dia. Dia tahu kok perasaan Luan Nian.

Masalahnya, keduanya sama-sama berusaha bertingkah seolah semuanya masih profesional. Ya ujung-ujungnya tentu saja tidak berhasil.

Adegan favoritku adalah pas di klub. Luan Nian lagi ngumpul sama teman-temannya, trus Shang Zhitao sama tutor bahasa Inggrisnya lagi nongkrong sambil minum martini. 

Luan Nian diminta bernyanyi dan menolak, lalu pas matanya menangkap Shang Zhitao dari seberang ruangan, dia seketika berubah pikiran.

Cuma tatap-tatapan doang, kamera membiarkan momen itu berlangsung. Kemudian aku sebagai penonton mulai tersenyum sendiri.

Hubungan Profesional Mulai Berubah

Office romance biasanya punya banyak ruang rapat dan lift. The Early Spring tentu saja punya itu. Kerennya, drama ini sesekali membawa kedua tokohnya keluar dari kantor.

Salah satunya dalam perjalanan kerja di daerah pegunungan ketika hujan turun dan situasi menjadi berbahaya.

Shang Zhitao menghadapi pelecehan, kemudian Luan Nian datang menyelamatkannya di tengah keadaan semakin kacau setelah longsor. Mereka pun terjebak.

Luan Nian yang biasanya punya kontrol atas segala sesuatu tiba-tiba berada dalam situasi yang tidak bisa ia atur. Shang Zhitao juga harus mengandalkan dirinya sendiri.

Adegan seperti ini penting karena hubungan mereka berubah ketika mereka tidak lagi berada di lingkungan kantor.

Di kantor, Luan Nian adalah atasannya, Shang Zhitao adalah bawahannya. Di sana ada struktur, aturan, hierarki posisi. Begitu di luar kantor, bahkan baru sampai parkiran basement saja, semua itu hilang. Luan Nian dan Shang Zhitao langsung jadi dua orang yang saling terikat secara emosional.

Jarak fisik mereka menjadi sangat dekat, dan ketegangan romantisnya terasa jelas. Tidak perlu menyangkal.

Aku suka baru 10 episode pertama, dua karakter utama sudah saling mengakui perasaan masing-masing. Namun dalam waktu bersamaan, Shang Zhitao dan Luan Nian sama-sama sadar bahwa hubungan semacam ini punya risiko.

Mereka bekerja di tempat yang sama. Luan Nian berada dalam posisi yang lebih tinggi. Kalau hubungan pribadi mereka diketahui, bukan hanya urusan hati yang bisa berantakan. Pekerjaan juga bisa terkena dampaknya lantaran ada larangan hubungan asmara sekantor.

Karena itu ada usaha untuk menjaga batas. Shang Zhitao bahkan mencoba menjauh.

Masuk akal sih. Coba deh, kalau kamu bekerja dengan orang yang kamu sukai, apalagi orang itu bosmu sendiri, menjaga profesionalisme bukan perkara gampang.

Di sisi lain, trntu saja Luan Nian tidak begitu saja membiarkan Shang Zhitao. Di sinilah tarik-ulur mereka menjadi semakin menarik.

Shang Zhitao Tidak Kehilangan Ambisinya Setelah Jatuh Cinta

Ini hal lain yang membuatku cukup menikmati karakter Shang Zhitao. Dia memang jatuh cinta, bucin abis, tapi pekerjaan dan impiannya tetap nomor satu.

Dia tetap belajar, tetap mengerjakan proyek, tetap berusaha menunjukkan kemampuan meski pun pacaran sama bos.

Bahkan ketika mendapatkan tugas dengan anggaran terbatas, dia mampu mencari sponsorship untuk turnamen basket dan membuat rekan-rekannya terkesan. Perkembangan seperti ini membuat perjalanan karakternya terasa lebih lengkap.

Shang Zhitao tidak datang ke Beijing untuk mencari pasangan. Dia datang untuk bekerja. Kebetulan saja cinta muncul di tengah perjalanan hidupnya.

Menurutku, itu jauh lebih menyenangkan daripada female lead yang sejak episode pertama hidupnya hanya berputar pada male lead.

Salah satu hal yang dipuji penonton dalam review yang saya baca juga adalah perkembangan Shang Zhitao sebagai perempuan muda yang perlahan mengenali kemampuan dan tujuannya sendiri. 

Dia memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi proses itulah yang membuat perkembangan karakternya menarik.

The Early Spring, drama china terbaru Youku/ Netflix 2026
The Early Spring, drama china terbaru Youku/ Netflix 2026

Luan Nian Juga Harus Berubah

Tentu saja karena baru jalan 8 episode, sebagai penonton, kita akan sampai ke tahap ini, di mana Luan Nian juga harus berubah.

Kalau Shang Zhitao belajar menjadi profesional, Luan Nian belajar sesuatu yang lebih sulit. Dia belajar percaya kepada orang lain.

Dia sudah sangat terbiasa mengandalkan dirinya sendiri. Dalam pekerjaannya, itu mungkin menjadi kekuatan, tapi dalam urusan hati, belum tentu.

Dia tahu cara mengontrol situasi, tetapi manusia, terlebih Shang Zhitao sebagai kekasihnya, tidak bisa dikontrol layaknya sebuah proyek.

Hubungannya dengan Shang Zhitao perlahan membuka bagian dirinya yang selama ini dia simpan. Shang Zhitao mengajari Luan Nian menikmati hal-hal yang sederhana.

Sebaliknya, Luan Nian membantu Shang Zhitao melihat kemampuan dirinya sendiri. Mereka bukan pasangan yang satu menyelamatkan yang lain. Mereka saling menggeser tempat nyaman masing-masing ke arah lebih baik.

Chemistry Shang Zhitao dan Luan Nian di The Early Spring
Chemistry Shang Zhitao dan Luan Nian di The Early Spring

Hadirnya Kesempatan Kedua

Kalau kamu punya trauma atau lemah sama cerita cinta berbalut second chance alias kesempatan kedua kali, hati-hati.

Soalnya The Early Spring tidak berhenti di romance awal mereka saja. Setelah enam tahun bersama, hubungan mereka berakhir karena serangkaian kesalahpahaman. Shang Zhitao pergi tanpa mengatakan apa-apa.

Kemudian waktu berlalu. Di versi novel, ketika mereka bertemu kembali, Shang Zhitao sudah menjalani hidup yang sama sekali berbeda.

Dia kembali ke kampung halamannya, menjalankan usaha sendiri, sudah punya dunia sendiri. Ini membuat pertemuan kedua mereka bakal jauh lebih menarik. Kita tunggu saja ya.

The Early Spring, serual bertema second chance lovers
The Early Spring, serual bertema second chance lovers

Visual Dreamy dan Soundtrack Keren

Visual The Early Spring kok ya cuantik buangettt sih? Beijing-nya tidak selalu tampil sebagai kota yang sibuk dan melelahkan.

Malam-malam penuh lampu kota, suasnaa hujan, ruanh interior yang hangat, belum lagi perjalanan ke luar kota, scene di klub, kantor dengan kaca-kaca dan lampu yang sangat modern.

OST-nya juga membantu. Materi promosi drama ini memperkenalkan “路过晴朗”sebagai theme song yang dinyanyikan Wang Sulong. Ada pula lagu “她” yang dinyanyikan Liu Yuning untuk karakter Luan Nian, serta “此刻”untuk musik ending.

Beberapa momen ketika musik masuk tepat saat chemistry Shang Zhitao dan Luan Nian  sedang berada di titik yang pas.

Lagu-lagunya banyak yang berbahasa Inggris, vibe-nya kayak aku nonton Will Love in Spring. Kamu bisa baca review-nya di sini.

Karena keseluruhan produksinya begitu memperhatikan atmosfer, pilihan musiknya benar-benar cocok banget.

Akting sempurna Jing Boran dan Sun Qian di The Early Spring
Akting sempurna Jing Boran dan Sun Qian di The Early Spring

Supporting Characters bukan Cuma Tempelan

Awalnya aku tidak terlalu berharap banyak dari karakter pendukung. Eh, ternyata mereka cukup membantu menghidupkan dunia ceritanya.

Ada Sun Yu, Lu Mi, Sun Yuanzu, dan karakter-karakter lain yang membuat kehidupan para tokoh utama tidak cuma diisi dunia Luke dan Flora. Ini penting untuk drama workplace.

Qi Tianqing sebagai Sun Yu, sahabat Shang Zhitao
Qi Tianqing sebagai Sun Yu, sahabat Shang Zhitao

Kantor harus terasa seperti kantor. Harus ada teman kerja. Kudu ada karakter-karakter kompetitor kayak Alex buat nantangin Luan Nian.

Apalagi kalau di versi novelnya, Sun Yuanzu, sahabat Shang Zhitao yang beberapa kali bikin Luan Nian cemburu, itu meninggal dunia. Benar tidak sih? Apa versi drama china-nya juga bakal “dimatiin”? Hiks.

Liu Xiaobei sebagai Sun Yuanzhu, sahabat Shang Zhitao
Liu Xiaobei sebagai Sun Yuanzhu, sahabat Shang Zhitao

Cuma ya memang perlu diakui bahwa dalam sebuah cerita itu harus ada peran yang membantu, dan harus ada yang menyebalkan bahkan dikorbankan. Soalnya kan bakal ada urusan personal yang ikut masuk ke pekerjaan.

Dengan begitu, romance mereka terjadi di sebuah kehidupan yang lebih luas. Bukan di ruang kosong yang sengaja dibuat hanya untuk dua pemeran utama.

Zhang Yezi sebagai Lu Mi, asisten Luan Nian, sahabat Shang Zhitao
Zhang Yezi sebagai Lu Mi, asisten Luan Nian, sahabat Shang Zhitao

Jadi, Apakah The Early Spring Layak Ditonton?

Iya bangettt. Terutama kalau kamu memang sedang mencari drama China modern bernuansa office romance yang lebih dewasa, chemistry pasangan utamanya kuat, dan cerita second chance yang mulai dibangun sejak awal.

Kalau kamu suka trope boss × employee, jelas ini tontonanmu. Dan kalau kamu punya kelemahan terhadap pasangan yang pernah saling mencintai lalu bertemu kembali setelah bertahun-tahun… nah ini nih, sebaiknya jangan terlalu banyak mencari spoiler. Hehehe.

Oke ditunggu pendapat kamu di kolom komentar ya. Seberapa suka atau tidak sukanya kamu dengan serial satu ini?

Certified author (BNSP), eks-jurnalis ekonomi dan lingkungan. Kini menjadi full-time mom yang juga berkarya sebagai novelis, blogger, dan content writer. Founder Rimbawan Menulis (Rimbalis), komunitas yang aktif mengeksplorasi dunia literasi dan isu-isu lingkungan.

Share:

Leave a Comment