Keterlambatan Perkembangan Anak Kembar yang Umum Terjadi

Saat kita membesarkan anak kembar, sangat sulit untuk tidak membandingkan keduanya. Salah satu anak kembar saya berjalan, kenapa satunya belum? Salah satu anak kembar saya sudah bisa bicara, kenapa satunya belum? Haruskah saya khawatir?

Begitulah curahan hati orang tua dengan anak kembar, khususnya ibu seperti saya. Perkembangan anak kembar saya menjadi pusat perhatian kami sekeluarga sejak mereka lahir. Kedua neneknya selalu memantau dan bertanya jika tumbuh kembang salah satu cucu kembarnya lebih lambat dari yang lain.

Satu hal perlu diingat, anak kembar kita adalah individu yang memiliki kepribadian, kesukaan, dan ketidaksukaan masing-masing. Artinya, mereka akan mencapai tonggak perkembangan mereka pada waktunya sendiri.

Saya yakin semua orang tua kembar di dunia ingin menanamkan mindset ini di kepalanya. Kita pun bekerja keras mengingatkan orang-orang yang julid sama anak kita soal itu.

Kita harus memperlakukan anak kembar kita sebagai individu. Masing-masing mereka unik. Meski terlahir identik sekali pun, mereka tetap tidak sama.

Secara teori mudah menanamkan mindset tersebut. Namun, secara praktik faktanya saya sering lupa dan tetap saja membandingkan kedua putera kembar saya, Rashif dan Rangin.

Keterlambatan Perkembangan Anak Kembar

Perkembangan anak kembar yang terlambat wajar membuat orang tua khawatir. Jangan panik dulu. Kita perlu mempertimbangkan alasan-alasan yang memungkinkan anak kembar kita mengalami tumbuh kembang pada waktu berbeda.

Pertama, banyak anak kembar lahir sebelum waktunya.

Rata-rata anak kembar lahir pada usia 34 minggu. Ini artinya kita perlu menambahkan kira-kira enam minggu lagi ke depan untuk melihat pencapaiannya pada keterampilan tertentu.

Kedua, lihat ukuran anak kembar ketika lahir.

Jika salah satu anak kembar lahir lebih besar, bisa jadi dia menyusunya lebih lama dan lebih banyak. Bukan berarti ada yang salah dengan saudara kembarnya yang berukuran lebih kecil jika mengalami keterlambatan perkembangan di aspek tertentu.

Ketiga, perhatikan normal milestone range.

Bayi bisa tengkurap pada rentang usia 3-6 bulan. Jika satu anak kembar sudah tengkurap pada usia 4 bulan, sementara saudara kembarnya tengkurap pada usia 5 bulan, berarti keduanya masih dalam normal milestone range.

Bayi bisa berjalan pada rentang usia 9-18 bulan. Jika satu anak kembar sudah berjalan pada usia 9 bulan, sementara saudara kembarnya baru berjalan pada usia 11 bulan, ini bukanlah hal yang pantas dikhawatirkan. Keduanya tetap berada di normal milestone range.

Bayi bisa menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, makan, susu pada rentang usia 1-2 tahun. Jika satu anak kembar sudah bisa mempraktikkannya pada usia 15 bulan, sementara saudara kembarnya menyusul pada usia 24 bulan, artinya mereka masih di normal milestone range.

Keempat, perhatikan perbedaan kepribadian.

Tumbuh kembang anak kembar tak melulu soal fisik atau motorik. Kepribadian mereka juga berperan penting.

Salah satu anak kembar saya, Rangin sangat termotivasi bergerak ke sana kemari. Ini berbeda dengan saudara kembarnya, Rashif yang jauh lebih santai, cukup bermain di satu tempat, tanpa harus berkeliaran ke sana kemari.

Rangin lebih mudah bersosialisasi dengan semua orang, sementara Rashif cenderung pendiam, pemilih, dan lebih nyaman dengan ibunya saja. Ini bisa jadi memengaruhi perkembangan berbicara Rangin yang lebih dulu dari Rashif.

Haruskah anak kembar kita mencapai tumbuh kembang yang sama?

Tidak. Bisa jadi si kembar tidak mau disamakan, bahkan tidak mau sama dengan saudara kembarnya. Sebagai orang tua, kita perlu mengatasi hal ini tanpa ketakutan berlebihan.

Berikut saya akan membahas bentuk-bentuk keterlambatan perkembangan anak kembar yang paling umum terjadi.

1. Keterlambatan bicara

Hal pertama yang harus kita lakukan begitu merasa tumbuh kembang anak kembar kita terlambat adalah berbicara dengan dokter anak atau konsultan tumbuh kembang anak. Semakin banyak kita tahu, semakin cepat kita melakukan intervensi awal.

Saya merasakan keterlambatan bicara pada salah satu anak kembar saya, Rashif sejak dia berusia setahun. Normal bayi seusianya sudah bisa mengucap mama, dada, tata, dan kosakata berulang lainnya.

Bayi satu tahun biasanya sudah bisa merespons apa yang dia dengar dari orang lain. Bayi seusia Rashif sudah bisa menunjuk ke obyek yang dia mau untuk mengungkap keinginannya. Sayangnya saya tidak melihat kedua ciri tersebut pada Rashif.

View this post on Instagram

Rashif senang bermain πŸ§ΈπŸŽπŸš’

A post shared by Mutia Ramadhani (@muthe_bogara) on

Saya dan suami sempat berdiskusi dengan Dokter I Gusti Agung Sugitha Adnyana. Beliau adalah dokter spesialis anak (DSA) sekaligus konsultan tumbuh kembang anak di RSIA Puri Bunda, Denpasar. Dokter Sugitha mendiagnosa awal ada indikasi keterlambatan bicara (speech delay) pada Rashif.

Semakin cepat ini diketahui, semakin cepat penanganan diambil. Kami awalnya berencana melakukan serangkaian terapi untuk Rashif, tapi suami saya keburu dirotasi tugas ke luar kota. Rencana terapi kembali tertunda dengan status darurat Covid-19 di Surabaya.

Kemampuan berbicara dan memahami bahasa adalah kunci tumbuh kembang anak. Keterlambatan bicara pada anak kembar sangat umum terjadi dibanding anak tunggal. Ini berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Speech, Language, and Hearing Research 2014.

Penelitian yang melibatkan 473 pasang anak kembar ini menemukan 47 persen kembar identik dan 31 persen kembar nonidentik mengalami keterlambatan bicara hingga usia 24 bulan. Profesor Mabel Rice dari University of Kansas, Amerika Serikat bertindak sebagai kepala penelitian. Dia menemukan apa yang disebut efek kembaran atau twinning effect.

Efek kembaran 43 persennya diturunkan secara genetik yang menimbulkan keterlambatan bicara pada anak kembar. Penelitian Profesor Mabel ini membantah hipotesis sebelumnya yang menyebut keterlambatan berbicara pada anak kembar disebabkan kurangnya perhatian orang tua akibat tuntutan merawat dua bayi sekaligus.

Hipotesis lama ini sebelumnya cukup mengkhawatirkan orang tua bekerja.

2. Keterlambatan motorik

Keterlambatan motorik dikelompokkan lagi menjadi dua, motorik kasar dan motorik halus. Salah satu anak kembar bisa jadi mengalami keterlambatan ini.

Keterampilan motorik kasar sebagian besar berkaitan dengan gerakan tubuh, contohnya berjalan, merangkak, berguling. Bayi mulai berjalan pada rentang usia 9-18 bulan. Ini artinya sangat wajar jika salah satu bayi kembar lebih cepat atau lebih lambat berjalan dari bayi lain.

Rangin terlambat berjalan dibanding saudara kembarnya. Rashif sudah bisa berjalan pada usia 10 bulan, sementara Rangin baru mulai berjalan pada usia 13 bulan. Apabila bayi tak juga bisa berdiri sendiri pada usia 12 bulan atau tak kunjung berjalan pada usia 18 bulan, menurut DSA anak saya baru didiskusikan bersama.

Keterampilan motorik halus kedua anak kembar saya berkembang on track. Rashif dan Rangin sama-sama menunjukkan koordinasi tangan dan mata yang bagus.

Motorik halus berkaitan dengan gerakan-gerakan lebih kecil, seperti mengambil benda dengan satu atau dua tangan, kemampuan menggenggam, membolak-balikkan buku, mengikuti gerakan benda dengan mata, dan sebagainya.

3. Keterlambatan intelektual

Perkembangan intelektual melibatkan proses mental yang membantu anak kembar memecahkan masalah. Alhamdulillah kedua anak kembar saya berkembang baik pada tahapan ini.

Perkembangan intelektual ditunjukkan bayi dengan ketertarikan menjelajahi dan mengeksplorasi dunia sekitarnya. Bayi senang merangkak ke sana kemari, mencoba naik tangga, berusaha mengambil benda yang diinginkan meski belum bisa berjalan.

Mereka juga bisa memecahkan masalah atau teka-teki, misalnya Rashif dan Rangin akan menelungkupkan tubuhnya dan menggunakan tangannya untuk mengambil mainan yang jatuh di bawah kursi atau meja.

anak kembar

Keterlambatan perkembangan umum terjadi pada anak kembar maupun anak tunggal. Bersabarlah dengan anak-anak kita. Kebanyakan kasus ini bisa ditangani dengan waktu dan usaha.

Jangan menyerah dengan anak kembar kita. Dorong mereka, semangati mereka. Dukung mereka dengan perjuangan dan cinta kita sebagai orang tua.

Lihatlah perkembangan setiap anak secara individu. Diskusikan dengan dokter anak atau konsultan tumbuh kembang anak secara berkala. Cara ini lebih baik untuk memastikan perkembangan anak kembar kita berada di jalan yang benar, ketimbang membandingkannya satu sama lain.

Semangat ya, mama twins dan papa twins semuanya.

bundalogy

13 thoughts

  1. Tumbuh dan berkembang seorang anak pasti beda-beda ya mbak, meskipun anak kembar. Sebagai orang tua, harus sabar dan telaten dalam merawatnya, misalkan dalam hal berbicara atau berjalan. Semoga selalu sehat-sehat untuk anak kembarnya

    Like

  2. Kadang-kadang lucu kalau lihat anak kembar ini. Ada yang lasak maunya melalak ke mana-mana. Ada yang diem anteng. Lumayan menguras tenaga kayaknya mengurus dua anak sekaligus. Semangat buat si kembar. Jadi anak yang sholeh ya

    Like

  3. Aku dari dulu suka gemes kalau lihat anak kembar. Kayaknya lucu kalau punya anak kembar hehehe… Dan, suka salut sama bunda yang punya anak kembar, harus ekstra dalam membersamainya.

    Like

  4. Aku salut sama ibu-ibu yang melahirkan bayi kembar. Ujiannya pasti lebih besar dari yg melahirkan tanpa kembar. Ga hanya beban fisik, beban pikiran juga lebih ya. semoga selalu sehat dan positif membesarkan anak kembar ya mbak πŸ€—

    Like

  5. Gemessss …..#love
    Jadi ingat anak kembarnya Cynthia Lamusu
    Beda banget, malah anak laki2nya mengalami masalah penglihatan karena terlalu lama diinkubator

    Like

  6. Semangat berjuang ya Mba.

    Banyak teman atau orang yang saya kenal, berkhayal khayal dan berharap punya anak kembar karena nampak lucu dan seru, tapi kadang sebagai ibu dengan anak kembar, nggak selucu itu saja. Seperti yang dikisahkan penulis kembar Eva Sri Rahayu dan Evi Sri Rejeki nih. Duo teteh yang membangun komunitas Twin Universe.

    Semangat selalu ya Mba. Sehat gembira dan semoga jadi anak hebat untuk dek Rangin dan dek Rashif. Aamiin.

    Like

  7. Masalah tumbuh kembang ini memang bikin baper banget, jangankan anak kembar, anak tunggal saja jika disamakan dengan tumbuh kembang sepupunya pasti berbeda dan membuat kita kadang cemas…

    Like

  8. Ahhh so cute ya anak kembar itu, sepupuku punya anak kembar dan sengaja bajuknya selalu berbeda. Karena dia tak ingin kedua anak kembarnya dibanding-bandingkan. Sehat sehat ya Rangin dan Rashif, seru ya kalo kembar gini jadi ada teman main

    Like

  9. Iya ya. Salah satu sumber pertanyaan orangtua anak kembar adalah kenapa keduanya tidak sama persis perkembangannya. Bisa jadi berseberangan, yang satu banyak jalan yang satu banyak bicara. Tapi asal sesuai milestone, gapapa sih menurut saya.
    Btw, saya kembar juga, dengan beberapa perbedaan yang berseberangan.

    Like

  10. Jangankan kembar mbak. Aku yg anak lahir atu-atu dulu suka khawatir dan banding2in. Duh, adik waktu seumuran kakak kok gak gini ya? Kok gitu ya?
    Sekarang udah insaf deh dan sadar bahwa setiap anak emang berbeda2. Yg penting sehat yaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.