Begini Rasanya Jadi Ayah Anak Kembar

Pernah gak kita bertanya-tanya seperti apa rasanya punya anak kembar? Kalo saya pribadi rasanya nano-nano. Punya anak kembar itu sangat menyenangkan, sekaligus super duper melelahkan.

Ya iya lah, ngurus anak satu saja capeknya masya Allah, apalagi ngurus dua anak pada waktu bersamaan? Belum lagi jika kondisinya seperti saya di mana si kembar punya kakak perempuan yang masih batita. Tinggal di-kuadrat-kan saja itu repotnya.

Itu dari sudut pandang saya sebagai ibu. Bagaimana dengan sudut pandang ayah? Nah, saya tuh awalnya pengen banget mewawancara bapak-bapak yang punya anak kembar. Riset kecil-kecilan. Sayangnya saya gak mungkin melakukannya dalam waktu singkat. Kebanyakan teman saya adalah ibu-ibu yang punya anak kembar. Masak mau minta izin wawancara suaminya? Duh, ribetnya.

Maka dari itu saya kepikiran ide mewawancarai suami sendiri. Pura-puranya dia jadi narasumber dan saya jadi wartawannya (emang mantan wartawan kaleeee. Wkwwkwk). Akhirnya jadi deh transkrip wawancara di bawah ini.

Bagaimana ceritanya bisa tahu punya anak kembar?

Waktu itu saya sedang meeting di kantor, gak bisa ditinggalin. Biasanya istri cek kandungan malam hari pas saya udah pulang kerja, tapi kali itu dia mau ketemu dokter lamanya langsung ke rumah sakit.

Hamil kedua ini sebetulnya istri berencana ganti obgyn. Kebetulan kami sudah pindah rumah dan rumah kami sangat dekat dengan Rumah Sakit Balimed.

Waktu periksa ke Balimed, ternyata istri konsultasinya gak senyaman sama dokternya yang lama pas hamil pertama dulu. Dokter Semadi namanya. Istri bilang, dia gak dapat feel-nya. Akhirnya istri memutuskan balik lagi ke dr Semadi di Rumah Sakit Puri Bunda.

Istri sudah telepon ke klinik dr Semadi di Dalung, ternyata antreannya malam itu sudah panjang sekali, di atas 30 orang. Begitu tahu dr Semadi ada jadwal praktik siang hari di Puri Bunda, dia telepon saya mau langsung ke sana.

anak kembar

Menurut cerita istri, begitu perutnya dicek menggunakan USG, dr Semadi bilang ada dua janin di sana. Dokter begitu yakin bayi kami kembar.

Selesai periksa, masih di rumah sakit, istri langsung telepon saya. Saya izin sebentar keluar ruangan. Istri bilang, “Pa, mulai sekarang semangat kerjanya ya karena semua bakalan butuh dobel.”

Saya bingung, maksudnya apa? Istri girang banget bilang anak kami kembar. Saya masih gak percaya waktu itu. Beberapa kali saya tanya lagi, “Benaran? Ini beneran?” Saya masih gak percaya sampai istri mengirimkan foto hasil scan USG. Ada dua bulatan di sana. Baru deh saya percaya.

Gimana rasanya begitu tahu istri mengandung anak kembar?

Bahagianya luar biasa. Saya langsung kabari keluarga saya di grup whatsapp. Mereka gak kalah bahagia dan bersyukur. Senang sekali pokoknya.

Selain bahagia, saya sekaligus khawatir. Apalagi istri ada riwayat keguguran saat melahirkan anak pertama kami pas kandungannya 5 bulan dulu. Kejadiannya 2015.

Baca Juga: Berpisah Sebelum Berjumpa (Keguguran)

Saya langsung bilang ke istri, dia udah gak bisa lagi bebas naik motor ke sana kemari, ke luar rumah sendiri tanpa saya temani, termasuk liputan lapang, karena waktu itu istri masih kerja sebagai wartawan.

Apa bedanya istri hamil anak tunggal dengan anak kembar? Ngidamnya parah gak?

Istri saya itu termasuk yang gak rewel waktu hamil. Gak ngidam yang aneh-aneh. Biasa aja, mau hamil tunggal atau kembar.

Pernah dia minta sate, nonton ke bioskop, jalan sehat ikutan car free day. Saya rasa itu udah kayak aktivitas kami pas weekend aja.

Perbedaan paling terlihat itu ya ukuran perutnya. Jumbo banget. Hahaha. Hamil 5 bulan udah kayak hamil 8 bulan.

Ngambil cuti paternitas gak setelah istri melahirkan? Berapa lama?

Iya, ambil. Saya dapat 2 minggu saja dari kantor. Meski demikian, sebulan pertama alhamdulillah teman-teman di kantor support kok. Kadang mendadak saya harus antar si kembar imunisasi, saya bisa izin pulang agak cepat. Sisa kerjaan bisa diselesaikan by phone atau dari rumah.

Apakah ada yang membantu merawat si kembar setelah istri melahirkan?

Kebetulan ibu mertua saya sudah bersama kami sejak satu bulan sebelum istri melahirkan. Ibu sengaja datang agak cepat karena khawatir si kembar mendadak pengen keluar kan, udah sempit di dalam.

Saya juga gak nyangka istri bisa tahan-tahan untuk gak mempercepat sesar, meski usia kandungannya sudah layak lahir. Katanya biar bayi-bayinya matang di dalam. Jadi dia melahirkan waktu usia kandungan 9 bulan 10 hari. Seperti hamil anak tunggal kan jadinya?

Setelah anak kami lahir, ibu mertua tetap bersama kami hingga si kembar 3 bulan. Istri saya juga resmi resign setelah melahirkan. Jadi, di samping ada kabar gembira, saya tahu dia juga sedih melepas kerjaannya. Dia dari dulu memang suka banget nulis.

Bisa kebayang kan gimana transisinya? Dia yang awalnya kerja menjadi full sebagai ibu di rumah. Apalagi ART yang biasa bantuin istri momong anak udah pulang kampung ke Jember, ikut suaminya. Alhamdulillah ada ibu mertua, jadi istri gak terlalu stres, sampai dia menjadi terbiasa.

Enaknya punya bayi kembar itu apa sih?

Mereka lucu. Saya bisa ajak main keduanya. Apalagi anak laki-laki ya, karena anak pertama kami perempuan.

Senang banget lah pastinya. Umur saya belum 40 tahun, tapi udah punya 3 anak. Sekiranya almarhum anak pertama kami yang laki-laki tidak meninggal di dalam kandungan istri dulu, kami sudah punya 4 anak.

Punya anak kembar pastinya pengeluaran menjadi ekstra dong. Merasa kesulitan gak?

Iya dong. Hahaha. Susu mereka aja berdua minimal Rp 1,5 juta per bulan, belum pengeluaran lainnya, seperti popok.

Makanya saya dan istri mencukupkan saja punya 3 anak, gak ada rencana nambah lagi sejauh ini. Ngapain punya banyak anak kalo gak keurus nantinya kan? Jadinya kita sebagai orang tua berdosa karena gak menjaga amanah Allah.

anak kembar

Kebutuhan anak memang besar, apalagi anak kembar, tapi saya percaya kok rezeki anak udah mereka bawa sejak lahir. Kewajiban kita mengasuh mereka, membesarkan mereka dengan baik, saya pun ikhtiar mencari nafkah halal buat keluarga. Sisanya serahkan sama Allah.

Jika waktu boleh diputar balik, mau tetap punya anak kembar atau anak tunggal?

Anak kembar lah. Saya tetap pilih anak kembar.

Hal apa yang paling ngangenin setelah punya anak kembar? Mungkin sesuatu yang sebelumnya ada atau bisa, menjadi tidak ada atau tidak bisa lagi dilakukan.

Banyak banget. Namun, selama itu dinikmati, gak akan menjadi beban. Lagian, gak selamanya anak kita jadi bayi terus kan? Ntar juga gede, bisa main sendiri, bisa mandi sendiri, bisa ngurus diri sendiri. Sekarang aja kita repotnya setengah mati. Hehehe.

Contohnya apa tuh? Yang gak bisa lagi dilakuin seperti dulu?

Apa ya? Ya contohnya gak bisa bebas mesra-mesraan sama istri. Selalu ada anak di antara kita. Hahaha.

Dulu biasanya ke bioskop bawa istri terus, nonton bareng karena kami sama-sama suka nonton. Sekarang kan gak mungkin bawa tiga anak yang masih kecil-kecil.

Rumah jadi berantakan setiap hari. Dulu ngepelnya mungkin cuma sekali dua hari, sekarang harus tiap hari, bahkan ngepelnya bisa sampai dua kali sehari

Anak yang besar juga ngajakin main terus. Biasanya kalo saya kerja dia main sama ibun-nya. Sekarang dia punya dua adek yang sementara jadi prioritas. Jadinya si kakak kalo mau main pasti cari saya terus, apalagi selama work from home ini. Dia gak peduli saya lagi kerja, lagi angkat telepon, atau lagi ngerjain yang lain. Pokoknya begitu lihat saya, dia minta main terus.

Ada tips khusus biar bisa punya anak kembar?

Tipsnya apa ya? Ya banyak berdoa aja kali ya. Hahaha. Gak ada yang gak mungkin sama Allah kan? Kalo dibilang harus ada turunan kembar di keluarga, mungkin bisa juga, sebab keluarga istri saya lumayan banyak turunan kembarnya. Tapi dokter bilang gak punya turunan kembar pun tetap berpeluang punya anak kembar kok.

anak kembar

Pasangan yang udah lama usaha punya anak, tapi gak dikasih Allah, bisa pilih jalur bayi tabung kan? Mereka berpeluang besar punya anak kembar. Beberapa teman saya di kantor demikian.  Ya pokoknya berdoa saja minta sama Allah.

Kami pun sebenarnya gak nyangka punya anak kembar. Papa saya memang beberapa tahun lalu ada mimpi punya cucu kembar, tapi di mimpi papa cucu kembarnya perempuan. Tahunya yang lahir sekarang laki-laki. Hehehe. Dreams come true.

View this post on Instagram

Two came true #masyaaallah #tabarakallah

A post shared by Mutia Ramadhani (@muthe_bogara) on

Wah, ternyata punya anak kembar itu tantangan banget ya. Adakah di antara yang membaca juga punya anak kembar? Gimana rasanya? Boleh lah berbagi cerita di kolom komentar. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.