Bikin Playground Anak Saat #dirumahaja (Sewa Mainan Anak Surabaya)

Playground anak sering menjadi lokasi kunjungan keluarga saat weekend tiba. Masalahnya hampir dua bulan anak-anak saya #dirumahaja. Si kakak pengen salto, kayang, jumping gak jelas lantaran sudah terlalu bosan kayak burung dikekep dikandangin dikasih makan. Otaknya selalu pengen main main main terus. Begitulah kalau kita punya anak balita.

Mau ke playground anak di musim virus begini? Itu namanya cari penyakit. Tiba-tiba terpikir lagi ingin sewa mainan anak. Kalau emak gak bisa ajak mereka ke playground, kenapa gak bawa aja playground-nya ke rumah?

Si kakak senang bukan kepalang, udah kayak anak ayam mau dilepasin dari kandang. Saya langsung berselancar di Instagram mencari akun sewa mainan anak di Surabaya. Setelah cukup lama hunting, saya menemukan beberapa lokasi dengan mainan anak bervariasi.

Masalah baru datang lagi. Beberapa mainan yang kakak request, khususnya kolam renang mini semua full booked. Hmmm. Bukan emak namanya kalo gak pintar negosiasi sama anak. Akhirnya si kakak setuju mencari alternatif mainan lain. Emak tinggal booking, transfer, dan tadaaaa, keesokan harinya semua mainan sampai di rumah.

Sejak tinggal di Bali saya sudah biasa sewa mainan anak. Manfaatnya kerasa banget begitu keluarga kami harus pindah ke Surabaya. Kebayang kalo dulu si kakak dibelikan perosotan, toy horse, playhouse, kitchen set, trampoline dan teman-temannya. Bisa-bisa pas pindahan itu truk isinya mainan anak semua. Alasan kenapa saya lebih pilih sewa mainan anak ketimbang beli bisa diintip lebih lanjut di link ini.

Manfaat Bermain untuk Balita

Tidak ada usia yang terlalu dini untuk mengenalkan anak-anak kita aneka permainan. Anak-anak sejak bayi sudah memiliki insting bermain kok.

Sejumlah peneliti dari the Canadian Society for Exercise Physiology menyebut anak-anak berusia 1-4 tahun perlu mendapat setidaknya tiga jam aktivitas fisik dalam sehari. Ini bukan berarti anak-anak harus main terus tiga jam berturut-turut. Jamnya bisa dipecah-pecah, misalnya 30 menit di pagi hari, 1,5 jam di siang hari, dan sisanya sore hingga malam hari. Bayi di bawah satu tahun disarankan bermain atau tummy time setidaknya 30 menit sehari.

sewa mainan anak

Peneliti di Kanada menekankan pentingnya membiarkan anak sejak masih bayi banyak bergerak, bukan cuma duduk saja di bouncer atau ditelentangkan di tempat tidur. Bermain juga bisa menggantikan waktu anak yang lama menatap layar televisi atau ponsel. Kegiatan fisik membuat anak-anak kita tumbuh lebih sehat hari ini dan masa mendatang. Berikut adalah manfaat bermain yang tak kalah pentingnya untuk anak.

1. Bermain sambil belajar

Jangan meremehkan fungsi bermain bagi anak. Bermain sambil belajar dua hal tak terpisahkan.

Playground anak tak ubahnya seperti laboratorium. Sama seperti kita praktikum di laboratorium saat masih bersekolah dulu. Bukankah lebih menyenangkan mengintip tubuh paramecium dan amuba menggunakan mikroskop langsung, ketimbang melihatnya hanya lewat buku cetak Biologi? Bukanlah lebih asik bermain dengan gelas ukur, gelas labu, dan tabung reaksi saat belajar reaksi kimia, ketimbang membaca petunjuk di buku panduan?

Bermain merupakan cara anak berkembang dan belajar banyak hal. Permainan anak, seperti menyusun balok dan main kejar-kejaran melatih kemampuan fisik anak.

Permainan kartu kata atau alfabet bergambar melatih anak mengenal kosakata baru. Bermain peran, seperti pura-pura menjadi ibu rumah tangga, koki cilik, tukang cuci mobil melatih keterampilan sosial anak.

Saat bermain restoran, anak-anak pura-pura menulis dan menggambar. Ini melatih mereka keterampilan menulis dan membaca. Mereka juga belajar menentukan harga menu, menerima pesanan, dan menyajikan makanan. Dalam satu permainan, anak kita bisa belajar menjadi pedagang, manajer, dan koki sekaligus. Hebat euy!

2. Bermain itu sehat

Virus konon bisa ditangkal dengan panas tubuh. Nah, selain berjemur, cara cerdas untuk berkeringat adalah bergerak, apakah itu berolah raga atau bermain. Ini juga membantu anak tumbuh kuat dan sehat, menghindari risiko obesitas yang dihadapi banyak anak saat ini.

sewa mainan anak

3. Bermain mengurangi stres

Bermain merangsang pertumbuhan emosional anak. Playground anak bisa menjadi jalan keluar anak menyalurkan emosinya, apakah itu marah, cemas, stres, atau bosan karena diam #dirumahaja. Biarkan si kecil tertawa, berteriak, bernyanyi, berbicara mengungkapkan perasaan sesuka hari ketika bermain.

Sebagai orang tua, sepatutnya kita mendukung anak yang masih balita memiliki waktu bermain sebanyak mungkin, khususnya siang hari. Kita bisa menemani sambil mengawasi perkembangan kognitif, fisik, sosial, emosional, dan bahasa anak.

4. Bermain membuat kenangan

Masa kecil anak cuma satu kali. Pastikan kita memberikan buah hati memori tak terlupakan. Bermain salah satu cara membuat kenangan indah bersama anak, mau itu di dalam atau di luar ruangan.

Hari ini anak kita masih pengen digendong, pengen ditemani main kejar-kejaran, pengen didongengin. Besok tahu-tahu dia udah gak minat lagi main sama ayah ibunya. Maunya keluar rumah terus main sama teman-temannya. Masa itu akan tiba mak. Sudah siap kah? Hihihi.

Sewa Mainan Anak Surabaya

Keluarga kami memang baru dua bulan tinggal di Surabaya. Kota ini alhamdulillah sangat bersahabat, bahkan dalam beberapa hal better than Denpasar. Kota Surabaya juga menyandang prediket Kota Layak Anak, sebagaimana Surakarta dan Denpasar.

Orang tua kreatif pasti bisa membuat sendiri playground anak di rumah. Apalagi kalo rumahnya cukup lapang, halaman luas, banyak pohon sekitarnya.

Masalahnya kami termasuk orang tua S3 alias suka sibuk sendiri. Mana lah sempat membuatkan anak rumah pohon, kuda-kudaan kayu, gantungin ayunan, apalagi bikin monkey bar. Beda sama kakek-kakeknya di kampung yang suka banget bikin aneka mainan kreatif yang modalnya cuma kayu, palu, paku doang.

Saya gak akan spesifik membahas akun-akun sewa mainan anak di Surabaya berikut sebab tulisan saya kali ini bukan endorse apalagi iklan berbayar. Hehehe. Buat emak-emak yang tinggal di Surabaya, enaknya sih langsung aja kepoin akun-akun Instagram berikut.

Tips Sewa Mainan Anak

Faktor kebersihan menjadi hal utama yang perlu kita pertimbangkan saat sewa mainan anak di tengah pandemi virus corona saat ini. Temukan mainan yang sesuai dengan usia dan kesukaan si kecil. Tips berikut penting diperhatikan sebelum kita sewa mainan anak.

1. Pastikan mainan bersih

Kita perlu memastikan anak-anak mendapatkan mainan bersih dan sudah disterilisasi. Ini untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus yang mungkin datang dari pengguna sebelumnya.

Saya sangat memperhatikan hal ini dan menanyakan langsung kepada penyewa. Alhamdulillah tempat sewa mainan anak yang saya pilih sudah membersihkan seluruh mainan dengan UV care, juga disemprot dengan disinfektan yang food grade. Aman banget buat si kecil. Semua mainan yang dikirim ke rumah dikemas dengan plastic wrap.

2. Bersihkan kembali mainan di rumah

Begitu mainan sampai di rumah. Jangan buru-buru diberikan ke anak. Gak ada salahnya kita memberikan perlindungan ganda kan.

Saya sengaja menaruh seluruh mainan itu di teras. Plastic wrap yang membungkusnya dilap dengan tisu basah atau alkohol, kemudian biarkan di udara terbuka selama kurang lebih satu jam. Baru deh dibuka dan ditata menjadi mini playground.

3. Indoor playground atau outdoor playground

Sebelum menyewa mainan, kita perlu menentukan apakah ingin membuatkan indoor playground atau outdoor playground untuk anak? Beberapa mainan bisa ditaruh di luar rumah, sementara beberapa item riskan terkena sinar matahari dan hujan, sehingga harus terlindungi.

Mainan anak, seperti kolam renang karet, rumah kayu, ayunan,  perosotan, playhouse, step up & down roller coaster bisa dimainkan outdoor. Jenis lain, seperti kitchen set, aneka activity play yang menggunakan baterai, activity play berbahan kayu, baby walker sebaiknya disimpan indoor.

Beruntunglah jika rumah kita mempunya teras luas, atau garasi mobil cukup besar. Ruang tersebut bisa dipakai sementara untuk tempat bermain anak.

4. Perhatikan kebersihan anak setelah bermain

Anak-anak bebas bermain dengan playground mininya di rumah, tapi tetap harus memerhatikan kebersihan. Selesai bermain si kecil harus mencuci muka dan tangan pakai sabun. Bila perlu minta anak membersihkan seluruh tubuhnya dengan mandi.

5. Sewa mainan yang bisa dipakai bersama

Jika ada lebih dari satu anak di rumah, sebaiknya kita sewa mainan yang bisa dipakai bersama. Balita masih dalam proses belajar berbagi dan bermain bersama. Apalagi jika si kakak punya adik-adik yang masih batita seperti saya. Wah, bisa-bisa berantem terus karena ingin saling menguasai.

Mainan yang bisa dimainkan bersama, antara lain perosotan (slide), rumah-rumahan, bouncy palace, kolam renang karet, atau trampoline. Ada baiknya juga menyewa mainan yang berfungsi banyak, misalnya perosotan yang sekaligus bisa menjadi kuda-kudaan. Biasanya jenis ini cocok dimainkan bayi 1-3 tahun.

6. Tenggang rasa dengan anak tetangga

Poin terakhir ini gak kalah penting mak. Kita harus menjaga perasaan anak-anak tetangga yang mungkin tanpa sengaja lewat di depan rumah dan melihat anak-anak kita punya playground dengan banyak mainan.

Inilah alasan saya lebih memilih indoor playground. Semua mainan ditaruh di dalam rumah. Si kakak jarang sekali membawa mainannya ke luar rumah. Saya suka gak tega jika ada anak tetangga ngintip, berdiri di depan pagar untuk waktu lama, berharap mereka bisa bermain bersama.

Bukan apa-apa mak. Ini kan masih dalam status social distancing. Jika kita saja disiplin berjarak sosial, hendaknya anak-anak kita pun demikian. Mereka sementara memang sebaiknya tidak bermain bersama. Anak-anak juga rentan tertular atau menjadi carrier dari COVID-19.

Nah, demikian tips singkat dari saya. Semoga berguna bagi yang membutuhkan. Mau tahu tempat sewa mainan anak di kota masing-masing? Coba buka Instagram, lalu search tagar #sewamainananak(nama kota). Nanti biasanya akan muncul akun-akunnya secara otomatis. Selamat bermain.

15 thoughts

  1. Menyewa mainan dan bikin playground di rumah itu jadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa bosan anak ya mbak. Secara selama pandemi ini kita gak boleh kemana-mana. Anak pasti bosen banget.

    Like

  2. Asyikkkk memfasilitasi anak-anak di rumah dengan Playground bikin mereka ga keabisan gaya ya mbak, dan kita sbagai org tua jadi bisa memantau. Ya jelas anak happy mommy pun happy 😍

    Like

  3. Hohoho semakin kreatif ya mba selama di rumah, kalau ga ya bosenin. Dengan adanya playground seperti ini anak anak tetap ada waktu bermainnya juga ya tanpa perlu keluar rumah. Terus ga khawatir juga

    Like

  4. Ini kayak tetangga yang punya anak kecil, dia sewa untuk tiga bulan ke depan. Jadi sampai abis lebaran dua sewa mainan perosotan, sama entah apa lagi. Dia cerita di grup WA RT, seru idenya jadi ada dua ibu-ibu yang anaknya balita ikutan sewa akhirnya. Yang penting anak-anak jadi gak bosen ya di rumah terus

    Like

  5. Nah yg harus beneran diperhatikan adalah kebersihan mainannya ya Mbak. Apalagi jaman sekarang sedang wabah virus. Pasti harus higienis demi keamanan anak dan kita juga para orang tua nya

    Like

    1. Wah bagus juga nih idenya Mbak. Jadi nggak mesti nunggu masa di rumah saja selesai dulu ya karena kita bisa inisiatif sendiri untuk sewa permainan anak seperti yang Mbak lakukan. Anak2 pun jadi hepi karena bisa bermain playground di rumah.

      Like

  6. Asyik ya sekarang ini bisa sewa mainan, zaman anakku kecil, mesti beli mainan dan akhirnya numpuk setelah mereka besar dan enggak suka mainan masa kecilnya 🙂
    Masa-masa bermain anak itu memang penting terutama untuk perkembangan motoriknya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.