Kopi Jujur? Emang kopi bisa bikin kita jujur? Rupanya ini fakta, bukan hoax sebab telah dipublikasikan dalam Journal of Applied Psychology edisi Maret 2014. Ngomong-ngomong, penelitian ini sama sekali gak disponsori oleh Starbucks, Excelso, atau waralaba kedai kopi lainnya loh.
Profesor Michael Christian dari University of North Carolina mengujicobakan efek konsumsi kopi terhadap integritas kerja 171 perawat di sejumlah rumah sakit di Amerika Serikat. Sukarelawan yang dipilih adalah perawat dengan jam kerja sangat padat, bahkan mereka harus tetap terjaga sepanjang malam.
Para perawat dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta mengunyah permen karet biasa, sedangkan kelompok kedua diminta mengunyah permen karet yang di dalamnya telah ditambahkan 200 miligram kafein setara dua cangkir kopi hitam.
Perawat rumah sakit yang sudah kelelahan itu kemudian secara sengaja diminta atasan dan rekan kerjanya berbohong terkait pekerjaan dengan iming-iming uang tambahan. Hasilnya? Kelompok kedua yang mengunyah permen karet mengandung kafein menolak melakukan perbuatan tidak terpuji itu atas dasar kejujuran dan hati nurani. Mereka tak peduli meski ditekan sana sini.
Profesor Christian mengatakan ketika kita kurang tidur, kita akan sulit memproses informasi dengan baik dan benar, bahkan mungkin tergerak mengabaikan etika. Makanya orang yang kurang tidur cenderung emosional, suka marah, atau mengalami perubahan suasana hati secara mendadak.
Meski kopi bukanlah minuman sihir, seperti Veritaserum (ramuan kejujuran) yang kita kenal di buku cerita dan serial Harry Potter, kopi faktanya bisa membuat kita tetap terjaga dan waspada. Kafein membantu membersihkan otak dan meningkatkan energi, sehingga kita lebih tenang memikirkan masalah dan melawan pengaruh sosial yang negatif.
Saya pribadi menyarankan dua hal melihat hasil penelitian di atas. Pertama, rumah sakit hendaknya menyediakan ruang khusus untuk tenaga medis, khususnya perawat yang jam kerjanya melebihi jam kerja normal. Mereka bisa menyempatkan istirahat dan tidur siang meski sejenak di ruangan yang nyaman, bukan ketiduran di meja kerja, di kantin, di musala, atau di pantry rumah sakit.
Kedua, pihak rumah sakit atau siapa pun yang sayang dan respek sama suster, perawat, dokter, bidan, karyawan rumah sakit, please dong, sediakan kopi gratis untuk tenaga kesehatan kita yang tengah berjuang di luar sana. Apalagi sekarang sedang musim virus corona. Setuju gak gaes?
Kopi Jujur Lawan Corona
Kopi bisa menjadi awal sebuah gerakan besar. Berhubung saya cukup lama tinggal di Bali, saya sempat teracuni dengan kopi khas Pulau Dewata.
Kopi Arabika Kintamani masuk ke dalam deretan 10 kopi terbaik di dunia. Ada juga Kopi Robusta Tabanan yang tak kalah menarik.
Pada 2013, saat masyarakat Bali tengah gencar menyuarakan Bali Tolak Reklamasi, beberapa brand kopi lokal sangat vokal mendukung gerakan ini. Perjuangan panjang masyarakat Bali yang menolak reklamasi di zona konservasi Teluk Benoa sejak 2012 itu tak sia-sia dengan ditolaknya AMDAL megaproyek tersebut pada 2018 lalu.
Sekarang kedua kalinya saya menyaksikan betapa kopi bisa menjadi gerakan positif untuk kegiatan kemanusiaan melalui aksi Kopi Jujur Lawan Corona. Saya tahu masih banyak yang bingung karena dari tadi kita ngomongin Kopi Jujur. Apa sih Kopi Jujur itu?
Kopi Jujur adalah gabungan dari para penikmati kopi, komunitas kopi, barista Indonesia, pengusaha, anak-anak milenial, publik figur, influencer apakah itu blogger seperti saya, selebgram, youtuber, tiktokers, dan masyarakat luas pada umumnya untuk ikut berpartisipasi menggelar aksi peduli SATU JUTA CUP KOPI JUJUR GRATIS.
Barista yang ingin menjadi tenaga pejuang aksi ini juga bisa bergabung. Bentuk dukungan lain menuju satu juta cup kopi jujur adalah peralatan kopi dan pendukung, seperti kopi, gula, hot paper cup, stirrer, tenaga tambahan, dan kendaraan untuk mengangkut logistik.
Aksi Kopi Jujur berlangsung selama dua bulan, sejak 30 Maret-31 Mei 2020, dan dapat diperpanjang mengikuti banyaknya dukungan yang didapatkan. Satu juta cup kopi jujur gratis ini diberikan untuk dokter, suster, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan karyawan rumah sakit yang tengah berperang bersama kita melawan pandemi Corona Virus Disease 2019 alias COVID-19.
Kopi Jujur terbuat dari 100 persen kopi asli. Minuman kopi hanya diolah bersama air jahe dan gula aren, sehingga aman dikonsumsi para tenaga medis kita yang menjadi garda terakhir penanggulangan wabah COVID-19. Garda terdepannya siapa? Garda terdepannya ya saya, kamu, kita semua yang tetap konsisten menjalankan social distancing sampai hari ini.
Kopi Jujur awalnya menyasar delapan rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Jakarta, yaitu RS Bhayangkara Kelapa Dua, RSAL Mintohardjo, RSUD Cengkareng, RSPI Sulianto Saroso, RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RS Fatmawati, dan RSUD Pasar Minggu. Aksi ini meluas ke rumah sakit di luar Jakarta, seperti RS Bhayangkara Depok. Kopi Jujur juga menyasar pengemudi ojek, supir taksi, dan buruh harian lepas yang mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan akibat COVID-19.
The Bencoolen Coffee telah lebih dulu memberikan dukungan 10 ribu cup kopi fine robusta. Kopi Jujur mengajak masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi untuk kegiatan ini lewat rekening BCA PT Cybers Global Indonesia dengan nomor rekening 5045113245 atau melalui platform Benihbaik.com dan Kitabisa.com.
Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen
Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi melalui proses roasting, kemudian dihaluskan menjadi bubuk. Virus minum kopi saat ini menyebar luas ke berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Orang-orang sekarang semakin terobsesi menikmati secangkir kopi asli dengan teknik pembuatan terbaik dan disajikan melalui keramahtamahan para barista di kedai kopi atau restoran. Kenikmatan kopi asli tak pernah tergantikan.
Kopi Jujur adalah kopi asli tanpa campuran essen atau aroma tambahan. Mengapa minum kopi asli lebih baik dari kopi instan?
Sebelum kita membahas perbedaan antara kopi asli dan kopi instan, mari kita sepakati dulu satu hal bahwa kopi adalah kehidupan dan kita jangan pernah merasa menyesal setelah meminumnya.
Kopi itu gak sama dengan minuman kaleng atau minuman berenergi yang tinggi gula. Kopi pada dasarnya sangat baik untuk kesehatan sebab menjadi antioksidan, meningkatkan konsentrasi dan fungsi kognitif, serta rendah kalori.
Sayangnya ketika kita harus memilih antara kopi asli yang terbuat dari 100 persen biji kopi asli dengan kopi instan, netizen yang budiman masih terbelah menjadi dua sisi.
Itu bukan pilihan mudah sebab kebanyakan pecinta kopi memulai pengalamannya menjelajahi kopi Nusantara dengan minum kopi instan, tak terkecuali saya. Namun, semakin hari saya dan pecinta kopi lainnya lebih menyukai kopi asli yang langsung diseduh.
Saya pernah ngobrol dengan seorang barista di sebuah kedai kopi di Denpasar, Bali. Dia menyebut kopi instan adalah ‘minuman setan’ yang menyamar menjadi kopi.
Rata-rata pembela kopi instan jauh lebih sedikit ketimbang kopi asli tanpa campuran essen. Berikut empat alasan utama yang melatarbelakanginya.
1. Kopi asli tanpa campuran essen lebih sehat
Kopi asli yang terbuat dari 100 persen biji kopi asli mengandung antioksidan yang potensial mengurangi risiko asam urat, kanker, dan penyakit jantung. Kopi asli juga mengurangi risiko terkena penyakit parkinson dan alzheimer.
Kopi asli dengan sedikit gula dan tanpa pemanis buatan bisa langsung membilas bakteri dan racun dalam tubuh yang dikeluarkan saat kita buang air kecil. Wow, alat detoksifikasi racun yang handal rupanya ya.
2. Kopi asli tanpa campuran essen lebih ramah lingkungan
Plastik selalu menjadi masalah karena kebanyakan pengguna plastik tidak tahu cara membuang limbah satu ini dengan benar. Kemasan kopi instan, apalagi dalam bentuk sachet yang dibungkus plastik jelas mencemari lingkungan.
Salah satu cara terbaik meminimalisir limbah plastik adalah beralih minum kopi asli alias kopi hitam. Manfaatnya buat kita bukan cuma dari sisi kesehatan, tapi juga dari sisi lingkungan.
3. Kopi asli tanpa campuran essen mengandung kafein lebih tinggi
Kopi instan kira-kira hanya mengandung 27 miligram (mg) kafein per sajian. Satu sajian kopi instan kira-kira setara satu sendok teh. Kopi asli pada takaran yang sama mengandung 95 mg kafein.
Artinya apa? Kita harus minum dua cangkir kopi instan untuk mendapatkan efek setara dengan secangkir kopi asli. Duh, kalo dalam sehari kita ada tiga agenda kerja yang menuntut konsentrasi penuh berarti kita harus minum enam cangkir kopi instan dong.
Gak kebayang seandainya blogger seperti saya harus bikin tiga tulisan mendalam setiap hari. Artinya saya harus minum berapa sachet kopi instan yang tinggi gula tuh? Ancaman diabetes pun di depan mata.
4. Kopi asli tanpa campuran essen rasanya khas
Kopi instan tidak memiliki cita rasa khas sebab terbuat dari campuran berbagai macam biji kopi. Kopi asli sudah lah pasti bisa dibedakan.
Kopi Arabika Kintamani misalnya, rasanya unik, didominasi asam citrus segar dan sedikit aroma bunga. Ini karena kultur masyarakat Bali yang gemar bertumpang sari, khususnya tanaman buah dan bunga. Tingkat keasaman dan kekentalan kopi ini ada di level sedang.
Tingkat kekentalan Kopi Arabika Flores Bajawa cukup pekat, tapi keasamannya lebih rendah. Rasanya didominasi cokelat dan vanili. Beda lagi dengan Kopi Robusta Temanggung yang aromanya unik karena ada sensasi pahit pekat dari tanaman tembakau.
Jelajah Kopi dengan Kopi Blockchain
Blockchain memungkinkan teknologi diterapkan pada perdagangan (trading) kopi Nusantara, khususnya jenis robusta. Jadi, komoditas kopi diperjualbelikan sebagai aset crypto dalam bentuk token.
Nah, token-token kopi ini ada nilainya. Satu token setara dengan satu kilogram (kg) kopi robusta yang dapat ditukarkan lewat The Bencoolen Coffee. Jadinya agak mirip bitcoin, tapi bukan bitcoin loh. Ini tuh KOPI.
Blockchain ini sifatnya transparan. Siapa saja selama terkoneksi internet bisa melihat catatan digital transaksi jual beli kopi yang diperdagangkan.
Kita sebagai pecinta kopi, atau mungkin juga trader bisa mengecek langsung kopi asli yang sedang kita minum. Kopi ini tuh kualitasnya gimana? Asalnya dari daerah mana? Kondisi tanah tempat budidayanya bagaimana? Sampai informasi mengenai petani yang menanam kopi tersebut juga bisa diketahui loh.
Nah, salah satu platform blockchain di Indonesia yang populer, bahkan bisa dibilang salah satu pionir adalah KOPI. Tagline-nya adalah Kopi Jujur karena memfasilitasi transparansi dan keandalan dari hulu ke hilir. The Bencoolen Coffee merupakan salah satu pengguna utama layanan ini.
KOPI Blockchain menawarkan berbagai layanan, mulai dari pemesanan kopi, penukaran kopi, dan lelang kopi dengan menggunakan QR Code. Platform cerdas ini membawa Provinsi Bengkulu meraih penghargaan bergengsi, yaitu International AVPA France Gourmet Award 2019.
AVPA atau Agence pour La Valorisation des Produits Agricoles adalah organisasi asal Prancis yang bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam pemasaran produk pertanian di tingkat nasional dan internasional.
Kopi Blockchain memberantas praktik ijon alias mafia dalam bisnis kopi. Pengusaha untung, petani pun tak kalah untung. Pokoknya jujur sejujur-jujurnya. Tagline-nya aja Kopi Jujur.
Sistem pengusahaan kopi di Indonesia 96 persen berupa perkebunan rakyat. Luas areal kopi rakyat di negara kita pada 2016 mencapai 1,23 juta hektare (ha), berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Mayoritas perkebunan kopi di Indonesia ditanami jenis robusta. Produksi kopi perkebunan rakyat terbanyak berada di Provinsi Sumatera Selatan (21,20 persen), disusul Lampung (18,35 persen), Sumatera Utara (9,23 persen), Bengkulu (8,78 persen), Aceh (7,86 persen), dan Jawa Timur (5,13 persen).
Konsumsi kopi nasional sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 persen per tahun. Pasokan kopi pada 2021 diproyeksikan mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton. Ini berarti Indonesia mengalami surplus produksi kopi hingga 425 ribu ton. Surplus ini yang setiap tahunnya kita ekspor ke luar negeri.
Ada tujuh jenis kopi Indonesia yang diminati pasar global, yaitu Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Kintamani, Kopi ArabikaToraja, Kopi Arabika Java Ijen Raung, Kopi Liberika Rangsang Meranti, Kopi Arabika Flores Bajawa, dan Kopi Robusta Temanggung. Apa kopi favoritmu? Jawab dengan jujur ya.
Kopi Jujur cerminan solidaritas kita melawan corona. Jangan lupa dukung Kopi Jujur Lawan Corona dengan cara menyebarkan aksi positif ini ke rekan-rekan terdekat. Kita juga bisa membagikan informasinya di media sosial, ikut berdonasi, dan tak lupa berdoa supaya pandemi global ini segera berakhir.
Leave a Comment