Nyeri Puting bukan Hanya karena Menyusui

Puting sakit memengaruhi hampir semua kenyamanan tubuh perempuan, khususnya bunda yang sedang menyusui eksklusif. Perempuan kebanyakan mengetahui rasa sakit ini disebabkan faktor hormonal, menstruasi, atau karena kehamilan.

Penyebab Puting Sakit

Meski ketiga alasan umum ini memicu nyeri pada payudara, namun sesungguhnya ada banyak hal yang memicu puting sakit.

d.jpg
Foto: Firstcry.com

1. Hormon

Alasan paling mungkin dari nyeri puting adalah faktor hormonal. Konsultan Bedah Payudara di Pall Mall Medical, Dr Ram Prasad mengatakan siklus bulanan secara umum bertanggung jawab atas rasa sakit puting karena faktor hormon ini.

“Nyeri puting adalah kejadian umum sepanjang periode kewanitaan. Biasanya ini terkait perubahan siklus menstruasi atau tanda-tanda kehamilan,” kata Prasad, dilansir dari Cosmopolitan.

Kadar estrogen lebih tinggi menyebabkan saluran-saluran di payudara membesar dan akhirnya membuat puting merasa tertekan.

2. Kehamilan

Nyeri puting bisa menandai kehamilan. Prasad mengatakan perubahan selama dan setelah kehamilan memengaruhi hormon dan akhirnya meningkatkan nyeri puting.

3. Menyusui

Ibu menyusui pasti pernah merasakan nyeri puting. Bunda hanya perlu memastikan posisi bayi menyusu sudah tepat. Jika puting terlanjur lecet atau terluka, gunakan salep yang benar dan aman. Upaya menjaga area sekitar puting tetap lembab dan terhidrasi juga bagus untuk mengatasi nyeri.

4. Infeksi

Rasa sakit pada puting mungkin tak kunjung hilang dalam beberapa hari. Dalam kasus ini, bunda mungkin mengalami infeksi puting, dalam kondisi paling ringan, bunda mengalami mastitis periduktal. Ciri-cirinya adalah puting meradang dan hangat saat disentuh.

Prasad menyebut perempuan perokok lebih rentan infeksi puting karena asap rokok menyebabkan kerusakan pada saluran puting. Infeksi puting juga bisa menyebabkan iritasi, sehingga pastikan bunda berkonsultasi dengan dokter.

5. Gesekan

Gesekan berlebih, misalnya saat menggunakan bra baru juga memicu nyeri puting. Gunakan bra olah raga yang lebih ramah untuk puting, ketimbang bra berenda.

6. Sabun cuci

Sabun cuci juga bisa memicu nyeri puting. Ini karena permukaan puting sangat sensitif, apalagi pada bahan-bahan kimia yang tidak ramah lingkungan.

7. Kulit sensitif

Perempuan yang kulitnya rentan terhadap eksim, dermatitis, psoriasis, atau alergi kulit yang umum selalu mungkin mengalami nyeri puting. Ini bisa memicu peradangan pada area areola.

8. Seks

Puting yang sensitif juga mudah nyeri saat berhubungan seks, apalagi karena faktor perilaku pasangan. Nyeri puting dari aktivitas seks biasanya akan sembuh sendiri.

9. Kanker payudara

Kondisi ini sangat jarang, namun bisa terjadi. Ruam mirip eksim di sekitar puting dapat menjadi tanda prakanker. Biopsi atau mammogram, sebut Prasad bisa memastikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.