Tips Membiasakan Anak Pakai Masker

“Mae, pakai masker ya nak? Biar kayak super hero.” Bujuk saya pada puteri saya beberapa bulan lalu, ketika kami masih di Bali dan Covid-19 mulai terdeteksi di Indonesia. Maetami masih 3,5 tahun waktu itu dan saya tahu dia tidak suka pakai masker lama-lama.

Bagaimana sambutan Mae? Bisa ditebak, pada mulanya dia ogah-ogahan memakai penutup wajah. Saya menggunakan jurus kedua dengan memakai masker milik saya terlebih dahulu dan berakting seolah saya adalah Spiderman.

Eh, siapa sangka ide saya ini berhasil. Maetami langsung mau pakai masker dan giliran dia berakting seperti Spiderman cilik sedang menyemprotkan jaring laba-laba.

Membiasakan Anak Pakai Masker

Masker memang tidak mengobati virus corona, tapi masker adalah bagian dari solusi. Pakai masker bisa mengurangi kemungkinan kita tidak sengaja menyebarkan atau justru terinfeksi virus tersebut.

Dokter mengingatkan kita tidak sembarangan menyentuh bagian wajah, khususnya mata, hidung, dan mulut sebelum memastikan tangan kita dalam kondisi bersih. Bersyukurlah karena masker melindungi sebagian besar wajah kita.

Suka tidak suka sekarang kita perlu membiasakan anak-anak pakai masker untuk melindungi mereka dari paparan virus corona. Kita melihat sendiri bagaimana orang tanpa gejala bisa menjadi carrier dan menularkan Covid-19 di luar sana.

View this post on Instagram

My Everything ❤️❤️❤️

A post shared by Mutia Ramadhani (@muthe_bogara) on

Bayi dua tahun tidak wajib pakai masker, apalagi bayi yang mengalami gangguan kognitif dan pernapasan. Ahli kesehatan merekomendasikan orang tua memberikan masker kain untuk anak-anak usia lebih dari dua tahun, dan bukan jenis N95.

N95 adalah masker medis yang persediaannya terbatas. Jenis masker ini hanya digunakan tim dokter, perawat, dan petugas rumah sakit.

Bagaimana caranya membiasakan anak-anak kita pakai masker?

1. Pakai masker itu wajib, tidak bisa tidak.

Masker sekarang tak ubahnya seperti helm yang wajib dipakai ketika kita hendak naik motor, atau seat belt yang wajib dikenakan ketika kita berada dalam mobil. Semua menjadi standar protokol keselamatan, sehingga anak kecil pun harus mematuhi aturan tersebut, tidak bisa tidak.

Kita bisa juga memakaikan masker pada boneka favorit anak di rumah. Ini untuk menegaskan pentingnya bermasker. Bila perlu kreasikan masker boneka yang bisa dicoret, dilukis, ditempeli stiker oleh anak kita, sehingga bisa membuatnya sibuk sendiri.

pakai masker

Saat ini juga banyak bertebaran kampanye pakai masker di TikTok dan Instagram, termasuk diperagakan oleh dokter dan perawat langsung. Beberapa lagu anak juga diciptakan untuk mengimbau pemakaian masker selama Covid-19.

2. Siapkan masker nyaman dan pas untuk anak

Masker medis yang dijual umum biasanya berukuran dewasa. Kita bisa memberikan anak masker khusus yang dijahit sendiri atau dijual online. Jika susah mencarinya, berikan anak masker orang dewasa dengan bagian telinga masing-masingnya diikat supaya menjadi lebih kecil.

Ibu rumah tangga yang hobi menjahit bisa mendesain masker seragam untuk satu keluarga. Kita tinggal mencari bahan kain dengan pola lucu-lucu, atau bisa juga memesannya satu set di online shop.

3. Contohkan lebih dulu

Saya sudah akrab dengan pemandangan orang tua naik motor, anaknya pakai helm, tapi ayah dan ibunya tidak. Bisa juga sebaliknya, orang tua pakai helm, tapi anaknya yang berdiri paling depan, di belakang stang motor malah tidak.

Bagaimana bisa kita meyakinkan anak bahwa masker alat pelindung diri, jika kita tak mencontohkan lebih dulu? Maka dari itu, sebelum kita cerewet meminta anak pakai masker, pakai lah masker untuk diri kita pertama.

4. Beri masker dengan motif lucu

Anak-anak suka dengan barang-barang lucu, termasuk masker yang didesain menarik. Sebelum membelikan anak masker, misalnya lewat online shop, biarkan mereka memilih masker motif yang disuka.

Apakah anak kita suka dengan motif unicorn di My Little Pony, atau motif super hero, seperti Spiderman dan Batman? Apakah anak lebih suka dengan motif dunia Princess Disney?

Model tali masker juga banyak. Ada yang talinya dikaitkan ke kedua telinga, diikat di belakang kepala, atau model zip yang dikencangkan.

Masker wajah cenderung kotor setelah satu atau dua kali pemakaian. Kita perlu menyiapkan beberapa masker untuk menghindari anak memakai ulang masker kotor dan bau.

Anak pun lebih senang karena memiliki beberapa pilihan masker, sehingga menilainya lebih kepada aksesoris lucu, bukan beban atau kewajiban.

5. Ajak anak latihan pakai masker

Latih anak-anak menyesuaikan diri dengan masker, misalnya mengajak mereka jalan-jalan di lingkungan rumah. Mereka butuh waktu sampai betul-betul nyaman dengan masker di wajahnya.

Mulailah dengan pakai masker 5 menit, 10 menit, dan lebih lama. Sesekali perlihatkan foto anak-anak lain yang mengenakan masker. Kita bisa searching fotonya di Google Images. Tunjukkan bukan hanya dia saja yang harus pakai masker.

Setelah anak pakai masker, ajak dia berkaca. Katakan bahwa dengan pakai masker dia sudah ikut serta menyelamatkan kesehatan banyak orang.

6. Jelaskan fungsi masker dengan bahasa anak

Saat mengajak Mae berbelanja ke pasar dengan masker, puteri saya tiba-tiba bertanya dan menunjuk orang lain yang gak pakai masker. Rupanya dia memerhatikan masih ada pihak tidak disiplin menggunakan masker.

Lalu, mengapa dia harus tetap pakai masker? Begitulah kira-kira yang dirasakan anak saya.

Jujur saya berterus terang kepada anak saya tentang kondisi sebenarnya. Saya bilang, dia lebih pintar dari orang-orang yang dilihatkan gak pakai masker.

Alasannya? Orang yang pakai masker lebih kecil kemungkinannya bertemu monster corona. Orang yang tidak pakai masker bisa saja mendadak bertemu monster corona dan puteri saya tahu monster corona itu jahat.

Anak-anak perlu ditekankan pentingnya menjaga jarak aman atau physical distancing. Salah satu caranya ya itu, pakai masker.

7. Hadapi anak dengan sabar

Ingat, selalu hadapi anak dengan sabar. Anak biasanya senang mengajukan pertanyaan berulang setiap hari.

Mengapa dia harus pakai masker? Mengapa orang lain di luar masih ada yang gak pakai masker? Mengapa dia harus rajin mencuci tangan? Mengapa dia gak boleh lagi sering bermain di luar rumah?

pakai masker

Satu per satu negara-negara di dunia membuka kembali wilayahnya setelah menjalani lock down. Anak-anak mulai bersekolah setelah school from home. Tugas kita sebagai individu adalah mempertahankan kondisi yang perlahan membaik ini untuk tetap disiplin mencegah peningkatan transmisi penularan virus.

Pandemi Covid-19 tampaknya masih berlangsung lama untuk sementara waktu. Anak kita yang tidak pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19 saja masih mungkin menyentuh permukaan yang terkontaminasi corona di luar rumah.

Itu sebabnya kita perlu melakukan berbagai upaya untuk melindungi diri dan keluarga dari waktu ke waktu. Sampai vaksin Covid-19 ditemukan, cara terbaik mencegah penyebaran virus ini adalah menjaga kebersihan tangan, berjarak sosial, dan pakai masker.

bundalogy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.