Konflik Pasangan yang Mungkin Timbul Selama Kehamilan

Kehamilan mengubah banyak hal, khususnya pada wanita, mulai dari tubuh, cara kerja otak, pribadi, dan rencana ke depan. Perubahan juga bisa terjadi terhadap suami, meski banyak orang mengatakan fase kehamilan semakin mempererat ikatan suami istri.

Potensi Konflik Pasangan Selama Kehamilan

Hubungan pernikahan bisa pasang surut karena kehamilan. Sangat penting untuk mendapatkan informasi lengkap tentang potensi masalah yang mungkin saja datang di masa-masa kehamilan.

pregnant-couple.jpg
Foto: Toronto Divorce Law

1. Perubahan suasana hati

Lonjakan hormon kehamilan membuat suasana hati wanita kerap berubah. Wanita bisa menjadi lebih rewel dan tertekan. Ketakutan terbesarnya adalah diabaikan pasangan. Mereka menjadi kritis terhadap diri sendiri, juga kritis terhadap suami.

Selama hamil, wanita kerap merasa suami tak tertarik lagi dengan mereka karena terjadi perubahan bentuk tubuh, khususnya perut yang semakin membesar. Karena alasan ini pula, wanita cenderung ingin suami memberi perhatian penuh.

Wanita hamil sering memicu pertengkaran dengan suami hanya karena mengomel hal-hal sepele. Pada titik ini, suami bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Suami akhirnya memilih menjauh dan menghindari perdebatan. Ini bukan solusi karena hanya menyebabkan kesenjangan komunikasi dengan istri.

2. Suami merasa tersisih

Selama hamil, calon ibu biasanya mengalami masalah bentuk tubuh, mulai dari pergelangan kaki bengkak, perut lebih besar, sulit tidur, gangguan pencernaan, atau sering merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini sering membuat wanita sibuk dengan diri sendiri dan akhirnya tanpa sadar mengabaikan suami.

Suami yang biasanya mendapat perhatian penuh, kemudian merasa tersisih, dan akhirnya kurang terhubung dengan anak yang dikandung istrinya. Sangat penting bagi wanita mengikat suami mereka dengan janin di perutnya. Wanita harus sadar, terlalu mandiri saat hamil juga tidak bagus, bahkan bisa melukai hati suami yang merasa bagai pria yang tak dibutuhkan.

3. Kehidupan seks berkurang

Ini dianggap salah satu masalah utama pernikahan memasuki fase kehamilan. Wanita hamil biasanya berusaha menghindari kontak fisik dengan suami karena sering lelah, tidak percaya diri, atau tidak suka dengan penampilan diri sendiri saat berhubungan seksual. Mereka pikir tubuh mereka yang semakin menggendut hanya akan membuat suami tak tertarik lagi. Mereka ingin mendapatkan tubuh indahnya kembali.

Kurangnya kepercayaan diri dan keintiman fisik bersama suami saat hamil berisiko membuat suami menyerah, bahkan kadang mencoba mencari perhatian di tempat lain, atau dalam kondisi terburuk disebut berselingkuh. Ini adalah kemunduran besar dalam kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.