Belajar Masak Sampai Pandai, Dimulai dari Rinnai


“Bun, aku boleh ikut masak?” pinta Maetami saat menghampiri ibunya di dapur.

Tentu saja dia ingin melakukan apa saja yang bisa dia lakukan. Putri saya yang berusia enam tahun itu terbiasa melihat ibunya di dapur menyiapkan bahan, memasak, menyajikan, dan membersihkan dapur setiap hari.

“Besok aja ya, kak. Ibun buru-buru soalnya belum shalat ashar,” begitulah jawaban yang dia terima.

Flash back ke belakang, saya teringat begitu banyak variasi kalimat yang saya gunakan saat si kakak meminta izin membantu di dapur. Hari itu saya menolaknya karena saya tahu kalau si kakak sampai ikut memasak, pekerjaan saya makin lama dan dapur bakal lebih berantakan dari biasanya. Itu berarti butuh waktu lebih lama juga untuk membersihkannya.

masak seru bareng ibu
Maetami, asisten kecil ibun di dapur.

Jangan salah paham dulu. Saya sering kok membiarkan si kakak membantu di dapur. Maetami adalah asisten chef di dapur kecil kami. Sesuai umurnya, saya membiarkannya melakukan hal-hal simpel, seperti mengumpulkan bahan dasar di kulkas, menuangkan sesuatu, mencampur bahan, atau menjadi kelinci percobaan untuk menilai apakah hasil akhir masakan saya enak atau tidak.

Saya belum mengizinkannya memecahkan telur karena cangkangnya pasti masuk ke dalam adonan. Saya belum membiarkannya mencuci piring karena dia belum terbiasa dan berisiko terluka jika piring tersebut pecah. Saya belum membolehkannya berlama-lama di dekat kompor dan wajan panas karena kulitnya berisiko terbakar.

Manfaat memasak bersama anak

Banyak ibu ingin memasak bareng anak. Namun, aktivitas harian ini sering kali berubah menjadi meme ekspektasi versus reality, ya kan? Emak bukannya hepi, tetapi ujung-ujungnya keki lantaran anak jadi main serabutan di dapur dan esensi memasaknya enggak kesampaian. Siapa yang senasib?

Ya, namanya juga anak-anak. Rentang kemampuan konsentrasi anak berbeda sesuai usia. Anak dua tahun rata-rata cuma bisa fokus 4-6 menit. Anak empat tahun betahnya maksimal 12 menit. Anak usia 6-12 tahun mampu berkonsentrasi pada satu topik maksimal 18 menit, sementara anak 8-16 tahun paling lama 24 menit.

Maetami baru berumur enam tahun. Jadi, konsentrasinya pada satu hal ada di kisaran 18 menit, bahkan dalam praktiknya kurang dari itu, 10-15 menit saja. Anak saya gampang bosan. Tipikal generasi alfa emang gitu kan?

Nah, kalau saya mau ajak si kakak ikutan masak ke dapur, biasanya saya bagi kegiatannya jadi dua, yaitu preparing dan cooking. Kalau saya ajak si kakak preparing, artinya saya cuma ngajarin dia gimana mencuci sayuran, gimana motekin cabe, gimana memarinasi ikan, mengaduk bumbu dan adonan, mengenalkan nama-nama sayur dan ikan, atau sesederhana bolak-balik mengambilkan bahan-bahan masakan di kulkas.

Kalau saya ajak si kakak cooking, biasanya saya siapin semua bahan masakan di awal, baru saya panggil dia. Jadi, si kakak tinggal cemplang-cemplung bahan ke panci atau wajan, aduk-aduk sampai masakan matang.

Kalau dia udah di dapur sejak preparing, itu yang ada si kakak setengah-setengah belajarnya. Entar kalau dia udah gede dikit lagi, baru deh bisa lebih lama kasih tutorial, mulai dari preparing, cooking sampai cleaning alias bersih-bersih selesai masak dan makan.

masak seru bareng ibu
Memasak bersama kakak

Anak mana pun pasti senang membantu ibunya di dapur. Tak sekali dua kali saya melihat wajah putri saya berseri-seri saat dia diperkenankan mencuci sayuran atau mengaduk adonan. Si kakak juga bangga mengumumkan di meja makan bahwa dia membantu menyajikan makanan yang disantap keluarga malam itu.

miyako x rinnai
Tantangan memasak bersama anak prasekolah

Kegiatan memasak bersama anak, baik itu balita, remaja, termasuk anak yang sudah dewasa memiliki banyak manfaat. Selain menyenangkan, memasak bersama anak bisa:

  • Mengajarkan anak tentang makanan segar dan sehat.
  • Mengenalkan anak berbagai jenis masakan dan daerah asalnya, seperti rendang dari Sumatra Barat, rawon dari Jawa Timur, dan sayur asem dari Jawa Barat.
  • Mengembangkan kebiasaan makan sehat karena anak belajar menyukai masakan buatan sendiri alias homemade ketimbang makanan cepat saji atau fast food.
  • Mempersiapkan anak bisa memasak secara mandiri, minimal mengolah menu-menu sederhana.
  • Mengembangkan keterampilan matematika karena anak belajar menghitung takaran dan memperkirakan takaran, misalnya menggunakan sendok teh atau gelas untuk tepung, garam, dan gula.
  • Membangun kosakata anak, khususnya balita karena mereka belajar mengenal berbagai nama bahan masakan dan alat masak.
  • Menghabiskan waktu berkualitas dengan anak.

Sediakan waktu khusus saat kita hendak memasak bersama anak. Jangan memasak bersama anak saat kita sedang terburu-buru.

Pilihlah resep-resep sederhana yang peluang keberhasilannya tinggi dan tidak membuat anak sedih apalagi tantrum melihat usahanya gagal. Contohnya pancake, sop buah, jagung susu keju (jasuke), banana smoothies, dan sebagainya.

miyako x rinnai
Masak sop iga bareng kakak

Siang itu saya mengajak si kakak memasak sop iga untuk menu makan siang. Sop iga salah satu menu favorit keluarga yang antigagal membangkit selera makan, khususnya saat musim flu dan batuk saat ini.

Maetami membantu saya menyiapkan bahan. Dia juga belajar mengidentifikasi bahan utama, seperti iga sapi dan sayur wortel,  mengenal bumbu yang saya gunakan, seperti bawang bombay, bawang putih, daun bawang, seledri, garam, gula, bakso, dan kaldu ayam. Masaknya pakai kompor Rinnai, kompor sejuta umat.

rinnai indonesia
Masak asyik dengan kompor Rinnai

Puas banget sama hasil akhirnya. Sop iga kali ini berhasil dan si kakak auto lapar setelah pulang sekolah. Dia langsung mengambil sepiring nasi dari rice cooker Miyako di dapur.

Akan tiba saatnya kita mempercayai anak-anak kita membuat hidangannya sendiri. Saya percaya semua kerepotan, waktu, energi yang kita keluarkan saat memasak bersama anak di dapur suatu hari akan ada hasilnya.

Rinnai si kompor panjang umur

Waktu saya tinggal di Bali, 2014-2019, saya pakai kompor gas tanam di rumah. Rinnai Indonesia mempunyai sejumlah model kompor gas tanam yang menurut saya aman dan nyaman banget buat dipakai para ibu, bahkan anak-anak atau remaja yang belajar memasak.

Apa kelebihan kompor Rinnai, khususnya yang model tanam ini?

1. Masa pakai lama

Keluarga saya semuanya cuma pakai satu merek kompor, yaitu Rinnai. Nenek, bibi, ibu, sampai saya sekarang tetap setia sama brand Jepang satu ini.

Dimulai dari Rinnai, saya belajar masak pertama kali, akhir 90-an. Kompor Rinnai awet sekali pun ibu saya udah upgrade ke model lebih baru. Ya enggak baru-baru amat sih karena ibu saya ganti kompornya kalau enggak salah sekitar 2012 dan beliau masih pakai kompor yang sama sampai hari ini.

Sekarang saya tinggal sama keluarga mertua di Bekasi. Mama mertua saya juga pakai kompor Rinnai yang Simplicity Series. Beliau masih pakai kompor yang sama, yaitu Rinnai Ceflon seri RI-522C lebih dari 10 tahun.

rinnai indonesia

Kompor gas dua tungku ini berkualitas tinggi meski tampilannya sederhana. Warna desain finishingnya menarik dan membuat dapur kecil kami terlihat lebih apik.

Kompor gas Rinnai RI-522C ini menggunakan api ekonomis yang hemat gas. Masakan matang lebih merata dengan hasil sempurna. Karena kualitasnya terjamin, otomatis keamanannya juga terjamin.

Sekarang, putri saya pun belajar memasak dengan kompor Rinnai. Terbukti kan? Rinnai emang kompor panjang umur.

Enggak salah Rinnai Indonesia memiliki slogan Quality is Our Destiny. Rinnai terus mengembangkan produknya hingga lebih dari seabad usianya.

2. Modelnya cantik

Tampilan kompor Rinnai itu cantik, mau yang konvensional atau yang model tanam. Hitam adalah warna khas Rinnai kendati ada juga series yang warnanya putih, silver, campuran hitam dan silver, atau bermotif bunga-bunga.

Kompor gas tanam modelnya ada yang dua tungku, tiga tungku, bahkan empat tungku. Kebanyakan orang lebih suka model dua tungku karena ruangnya lebih luas. Kompor tanam dua tungku memungkinkan kita bisa menggunakan panci atau teflon dengan ukuran lebih besar.

Kepala tungkunya terbuat dari bahan besi yang disempurnakan dengan lapisan enamel sehingga menjadikannya lebih tahan panas dan tahan lama. Tatakan wadah memasaknya terbuat dari bahan berkualitas.

rinnai indonesia

Bayangkan kita punya rumah yang ruang tamu atau ruang keluarga bersebelahan tanpa sikat dengan dapur. Bayangkan, kalau dapur kita pakai kompor gas tanam dari Rinnai, tampilannya pasti jauh lebih keren dan estetik.

3. Pemanasan cepat dan kontrol presisi

Salah satu fitur paling unik dan keren dari kompor gas tanam Rinnai adalah teknologi api dalamnya. Teknologi ini bisa mengisolasi api dari angin dan udara sekitar sehingga wajan atau panci kita cepat panas karena apinya lebih fokus.

Kelebihan satu ini sangat berguna bagi kita yang tinggal di daerah berangin, punya dapur berkonsep semi-outdoor, atau kompornya persis di depan atau sebelah jendela. Api yang terpusat ke bagian tengah peralatan masak memastikan distribusi panas lebih baik.

Kegiatan memasak lebih efisien dan waktu memasak lebih cepat. Penggunaan gas jauh lebih hemat dibanding kompor gas konvensional.

4. Mudah dibersihkan

Kompor konvensional di pasaran terdiri dari beberapa komponen berbeda, seperti kepala tungku terbuat dari kuningan, tutup pembakar kuningan, panci tetes, dan lainnya semua terpisah. Beda cerita kalau kita punya kompor gas tanam.

Komponen kompor gas tanam Rinnai cuma dua, yaitu panci tetes dengan burner protector dan besi penyangga untuk dudukan wajan atau teflon. Kalau burner protectornya sudah dilepas, ya sudah, langsung bersihkan.

Semisal kita memasak sup kematangan, biasanya akan ada uap yang menetes. Burner protector pada kompor Rinnai berfungsi menjaga keamanan kotoran dan sisa makanan yang tumpah agar tidak masuk ke body dalam kompor. Ini menjadikan kompor Rinnai tetap bersih dan tidak mudah berkarat.

Kita enggak perlu repot bongkar pasang banyak komponen saat membersihkan kompor. Tinggal angkat dudukan besinya kemudian bersihkan noda bekas masakan yang menempel di burner protector menggunakan kain lap basah yang dicelupkan ke dalam air larutan deterjen.

Faktor keselamatan selalu jadi prioritas Rinnai. Penyangganya sangat kokoh. Kadang kan yang namanya emak-emak pakai kompor gas tanam takut kompornya ambruk tiba-tiba ke bawah trus pecah. Kompor gas tanam Rinnai terbuat dari kaca keramik Schott Ceran yang tidak mudah pecah dan tahan suhu panas hingga 700 derajat celsius.

Miyako x Rinnai kolaborasi “Masak Seru Bareng Ibu”

Tahun ini, dalam rangka merayakan hari ibu, Natal, dan Tahun Baru, Miyako x Rinnai berkolaborasi dalam kegiatan “Masak Seru Bareng Ibu.” Miyako x Rinnai mengajak para ibu untuk mengabadikan momen bahagia melalui aktivitas masak seru di dapur bersama buah hati tercinta.

dimulai dari rinnai
teman wajib anda

Para ibu yang suka masak bareng anak, bisa banget mengikuti kompetisi foto Miyako x Rinnai yang berlangsung 1-30 Desember 2022. Apalagi kalau kamu pakai produk Miyako di rumah. Pas banget nih. Rice cooker Miyako memang teman wajib anda, ibu-ibu Indonesia.

“Masak Seru Bareng Ibu” bertujuan agar para ibu dapat berbaur dengan anak-anak dan mengedukasi anak secara positif dengan berbagai kegiatan di rumah bersama keluarga. Selain mengadakan foto kompetisi, Miyako x Rinnai juga mengadakan Live Cooking Demo di Instagram pada 23 Desember 2022 tentunya menggunakan sejumlah produk Miyako dan Rinnai.

miyako
Masak seru bareng ibu

Ada hadiah produk Rinnai dan Miyako serta merchandise lainnya dengan total puluhan juta rupiah.

Para ibu yang mengikuti foto kompetisi ini juga bisa banget berpartisipasi dalam live cooking ini tanpa perlu registrasi. Kamu cukup follow dan ikut acaranya di Instagram @rinnai_indonesia pukul 09.00-10.00 WIB dan @miyako_indonesia pukul 14.00-15.00 WIB.

Puncak kompetisinya ada lagi nih. Pemenang kompetisi “Masak Seru Bareng Ibu” berkesempatan masak langsung bersama Chef Normal Ismail di studio Miyako x Rinnai. Pemenang utama yang terpilih akan diumumkan di seluruh media sosial Miyako x Rinnai.

Seru banget kan? Kamu bakalan rugi kalau enggak ikutan. Punya Instagram kan? Langsung saja follow akun Miyako dan Rinnai dan tunggu kejutan berikutnya.


11 responses to “Belajar Masak Sampai Pandai, Dimulai dari Rinnai”

  1. MasyaAllah kak mae pintar banget sih. Btw Rinnai kak Mutia masih cantik banget ya. Hahaha, kayaknya kita satu tipe Rinnai nya. Tapi aku punya udah gak nampak merk nya lagi. Meskipun gitu beneran awet Rinnai ini. udah 11 tahun tapi gak ada masalah sama sekali.

    Like

  2. Duuh..dik Maetami pintar banget di usia yang masih kecil udah suka masak. Kali aku sendiri, memang malas masak di dapur. Lebih suka buat kue sih, Karena bisa untuk ngemil. Kalau di urusan masak memasak itu passion bundaku banget. Semua masakan pasti dibuat bunda.

    Like

  3. Wah Kakak Mae sudah jadi asisten Chef Ibun nih..keren. Memang banyak manfaat masak bareng ibu ya, selain pastinya ibu jadi ada yang bantu 🙂
    Btw, Rinnai memang juara kualitas dan awetnya. Bersanding dengan Miyako, pas banget!

    Like

  4. Sama, di rumah juga pakai Rinnai, terakhir terpaksa ganti ke merk lain karena api gas yang tidak maksimal, setelah pakai yang baru jadi terasa kalau kompor Rinnai memang mantap..

    Like

  5. Aku juga pakai kompor Rinnai nih, Mba. Karena kualitasnya terjamin, awet dan pemanasannya cepat. Bahkan sudah menjadi andalan keluarga dari pertama kali mengenal kompor gas.

    Like

  6. Masyaallah Tabarakallah. Seru banget bisa masak bareng ibu ❤️ eh tapi aku juga mau ikutan kompetisinya ah, kami juga pake rinai hihi

    Like

  7. Rinnai saya udah lebih 12 tahun nih … alhamdulillah awet juga. Meski model jadul tapi api tetap biru dan masak jadi makin mengasyikan
    Semoga berhasil dengan kompetisinya ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: