Rotasi dan Eleminasi Diet Makanan untuk Anak Autis

Beberapa kali saya posting menu-menu makanan untuk anak autis di Instagram. Awalnya saya sengaja menonaktifkan kolom komentar, sebab saya baru mulai membersamai salah satu putera kembar saya, Rashif yang didiagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) akhir Juli 2020.

Jujur, waktu itu saya butuh waktu lebih untuk belajar semuanya dari awal. Seperti diketahui, autisme adalah penyakit neurobiologis berat yang disebabkan genetik, kemudian diperburuk lingkungan sekitar.

Penyakit ini tidak umum diderita anak-anak, sehingga saya sebagai orang tua betul-betul harus memahami semua sampai sedetail-detailnya. Alhamdulillah sudah memasuki bulan kedua Rashif menjalani terapi Smart ABA, obat, diet, dan suplemen di KIDABA, Grand Wisata, Bekasi, banyak kemajuan perbaikan perilaku pada anak saya dari penerapan diet ini.

Kali ini saya hendak membahas salah satu pola diet yang dijalani Rashif, yaitu Rotasi dan Eliminasi (RnE) Diet. Saya mau kutip dulu satu paragraf pesan dr Rudy Sutadi tentang diet anak autis.

Kita sebagai orang tua harus jujur dalam menjalankan diet pada autisi kita. Kejujuran adalah bagian dari ikhtiar menuju kesembuhan. Kita bisa saja berbohong, tapi Allah melalui anak autisi kita menampakkan tanda-tanda tidak benarnya diet tersebut. Autisi yang dietnya benar akan sangat berbeda dengan yang tidak.

Dr Rudy Sutadi SpA MARS SPdI, KIDABA

Diet Anak Autis

Diet anak autis itu banyak sekali. Pertama kali membacanya saya sudah stres duluan, bahkan pengen mundur. Namun, saya belajar dari kesalahan begitu banyak orang tua yang masih mengejar kesembuhan putra-putrinya yang autisi sampai sekarang.

Dokter Rudy memberi saya pilihan, mau Rashif sembuh tanpa bekas atau sembuh yang cukup dimaksimalkan saja?

Ya saya pilih yang pertama dong. Dokter Rudy kasih saya prasyaratnya, yaitu dietkan rashif dengan benar dan 100 persen.

Bukankah kita sebagai manusia diberi naluri untuk mencerna segala informasi yang masuk dan keluar di otak kita? Jadi, saya putuskan terima, telan, dan laksanakan semua diet dan terapi ini berdasarkan teknik Smart ABA dan Smart BIT yang digagas dr Rudy.

Smart ABA untuk anak autis

Setidaknya ada sembilan diet anak autis, yaitu diet susu, diet terigu, diet gula, diet jagung, diet kedelai, diet kimia, diet elektronik, diet low phenol, dan diet RnE. Apabila satu saja dari diet ini bocor, maka bisa memporakporandakan delapan diet lainnya.

  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi susu (kasein), produk olahan, serta turunannya. Dokter pertama yang mendiagnosis Rashif di Surabaya masih memperkenankan Rashif minum susu gluten-free. Begitu saya pindah ke dr Rudy, pemberiannya langsung dihentikan. Alasannya, musuh dari diet anak autis itu adalah kasein, yaitu protein yang terdapat pada segala jenis susu. Jadi, susu mana pun yang dilabel gluten-free tetap dilarang.
  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi terigu (gluten), produk olahan, serta turunannya. Artinya Rashif gak boleh makan cake, roti, biskuit, cracker, kerupuk, sereal gandum, dan sebagainya. Semua makanannya harus home-made dan dibuat dari bahan-bahan yang aman dia konsumsi.
  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi semua jenis gula, termasuk stevia dan pemanis lainnya. Jangankan gula batu, gula pasir, gula merah, dan stevia, Rashif makan kurma, sari kurma, dan madu saja dilarang sama dokter.
  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi kedelai (soya), produk olahan, serta turunannya.
  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi bahan kimia buatan, seperti pewarna makanan, perasa makanan, dan pengawet makanan.
  • Autisi TIDAK BOLEH mengonsumsi buah, sayur, dan umbi yang kandungan fenolnya tinggi. Daftar jenis yang dilarang apa saja? Baca lebih lanjut di postingan saya tentang low phenol diet.

Kalo semua serba dilarang, anaknya makan apa dong?

Banyak bangettttt. Ibu-ibu yang diamanahi anak autisi gak perlu takut anaknya kurus kering kerempeng lantaran makanannya dibatasi. Kita harus kreatif mencari berbagai sumber makanan alternatif anak kita yang autisi.

Berikut bahan makanan untuk anak autis yang bisa menjadi referensi tambahan untuk para ibu di rumah.

  • BERAS: Aneka varietas beras putih (IR64, Sertani, Ciherang, Impari32, Mentik Susu, Pandan Wangi), beras cokelat, dan beras merah.
  • DAGING & UNGGAS: Sapi, kambing, domba, kelinci, kerbau, kuda, rusa, bebek, angsa, puyuh, merpati, belibis.
  • IKAN AIR TAWAR: Mujair, mas, nila, patin, belut, gabus, lele, bawal air tawar, gurami, tawes, sepat, bilih, baung, betok.
  • SAYUR: Sawi hijau, sawi putih, lobak putih, pokcoy, kacang panjang, labu siam, daun labu siam, buncis, katuk, kenikir, oyong, tauge dari kacang hijau, kailan.
  • BUAH: Alpukat, jambu kristal, jambu air hijau, sirsak, kedondong, markisa, naga putih, bengkoang, timun suri, blewah, daging kelapa muda, labu kuning, delima, kesemek, tin, kolang kaling, atep/ aren.
  • MINYAK: Minyak sawit, minyak kelapa, minyak biji bunga matahari, canola, rice brand, lemak sapi, lemak ayam, lemak kambing, minyak alpukat.

Tuh, banyak banget kan pilihan makanan untuk anak autisi. Apalagi ibu-ibu yang tinggal di daerah, pilihannya saya yakin semakin banyak dan bervariasi.

RnE Diet untuk Autisi

Diet anak autis itu sangat ketat dan komprehensif. Saya akui ini berat, berat banget. Gak semua orang tua siap menerapkan, termasuk saya sendiri di awal. Namun, begitu saya tahu bahwa tak ada pilihan selain taat dan melakukannya, maka saya pun pada akhirnya melakukannya.

RnE Diet adalah diet untuk autisi dengan cara merotasi makanan selama seminggu penuh, selanjutnya dilakukan pengamatan dengan diagram atau BALSH Chart. Praktiknya sederhana, setiap harinya anak mengonsumsi beras, daging, ikan, sayur, buah, bumbu, dan minyak makan berbeda.

Berikut adalah contoh bahan makanan untuk anak autis. Saya berikan menu Rashif yang masih dijalankan sampai hari ini.

  • diet anak autis
  • diet anak autis
  • diet anak autis
  • diet anak autis

Menu ini saya susun dan konsultasikan dengan dr Rudy selama dua minggu. Masya Allah kalo saya ingat lagi hari-hari itu, udah kayak ujian komprehensif untuk kelulusan di kampus. Dokter Rudy banyak banget pertanyaannya.

Semua makanan untuk anak autis harus dimasak menggunakan peralatan masak terbuat dari kaca dan kayu, BUKAN dari aluminium, titanium, teflon, baja, stainless steel, tanah liat, keramik, batu, melamin, apalagi plastik. Alat masak yang kita gunakan kemungkinan besar membawa zat-zat terlarut di dalamnya, sehingga sebaiknya gunakan alat yang terbuat dari kaca.

Sendok makan anak autisi juga harus berbahan kayu, batok kelapa, atau bambu. Perhatikan finishingnya, jangan sampai dipernis atau dicat. Kalo sudah dipernis, rebus sendok kayunya terlebih dahulu supaya pernisnya hilang. Sendok stainless steel, kata dr Rudy bisa digunakan asalkan tidak bersentuhan dengan makanan dan minuman panas.

Di KIDABA, menu anak disusun langsung oleh orang tua. Dokter akan mengevaluasi apakah bahan makanan yang dipilih sudah benar. Kalau salah, ya ulang lagi.

Kenapa harus satu daging dan satu ikan? Kenapa gak daging saja, atau ikan saja?

Anak autisi bermasalah bukan hanya pada perilaku, tapi juga kognitifnya. Apalagi Rashif saat ini masih belum dua tahun atau berada pada fase masa emas di mana otaknya berkembang pesat.

Protein hewani dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi kognitif anak. Ketika jumlahnya kurang, sambungan serabut saraf otak anak memendek, fungsi kognitifnya terganggu, dan intelligence quotient (IQ) anak rendah.

Apalagi anak autisi sama sekali tidak boleh mengonsumsi susu (kasein) dan kedelai yang pada anak normal ini bisa menjadi sumber protein. Telur untuk anak autis ternyata juga dilarang.

Protein hewani mengandung asam amino esensial super lengkap untuk membantu pertumbuhan dan kecerdasan otak anak. Sumber protein hewani terbaik untuk autisi adalah daging merah, unggas, dan ikan air tawar.

Kenapa harus ikan air tawar? Ikan laut gak boleh?

Penelitian dan pengalaman yang dilakukan dr Rudy selama puluhan tahun menunjukkan anak autisi yang mengonsumsi telur, ikan laut, dan hewan laut lainnya, seperti udang, kepiting laut, dan cumi-cumi menunjukkan perburukan perilaku.

Alasannya karena kandungan cemaran merkuri di laut yang kondisinya sekarang semakin mengkhawatirkan. Merkuri dan logam berat lainnya berpengaruh buruk pada sistem saluran cerna, daya tahan (imunitas) tubuh, sistem endokrin, dan sistem saraf anak autis.

Jangankan anak autis, kita saja orang normal ketika terpapar merkuri bisa mengalami penurunan kualitas kesehatan, bisa sakit-sakitan, lama-lama bisa kanker, dan sebagainya.

Nah, dr Diana Dewi yang juga dari KIDABA mengatakan sumber-sumber paparan merkuri itu banyak, mulai dari polusi udara, polusi air, proses industri dan tambang, tambalan gigi (amalgam), baterai, kosmetik pemutih wajah yang masih mengandung merkuri, alat-alat elektronik, pemancar siaran, bahan peledak, lampu neon, pestisida, cat, minyak tanah, termometer raksa, termasuk ikan laut dan semua hewan laut.

Substansi racun, seperti merkuri, timbal, dan pestisida merupakan penyumbang terbesar pada banyak penyakit neuro-behavior dan kognitif. Anak kecil yang sedang berkembang atau rentan tumbuh kembangnya – ketika terpengaruh racun neuro-kimia ini – otaknya dapat menderita efek buruk jangka panjang.

dr Diana Dewi, KIDABA

Logam berat masuk ke dalam tubuh melewati makanan, pernapasan, dan kontak kulit. Sifat logam berat adalah bioaccumulative, yaitu secara kimia terikat pada molekul-molekul di dalam tubuh hewan, seperti mamalia, ikan, dan sebagainya.

Inilah mengapa kita perlu mewaspadai bahaya akumulasi merkuri pada ikan, khususnya tuna dan ikan predator besar yang hidup lama, seperti hiu dan todak. Ikan predator besar di laut lebih mungkin memiliki kandungan merkuri tinggi sebagai akibat dari proses memakan ikan-ikan kecil yang telah terkontaminasi merkuri melalui konsumsi plankton.

Saat logam berat masuk dan tertimbun dalam jaringan tubuh anak dengan kecepatan melebihi kecepatan tubuh anak untuk mengeluarkannya, maka jaringan tubuh dan sel-sel saraf anak bisa rusak dan keracunan.

Racun merkuri memicu defisit kognitif dan sosial, termasuk kehilangan kemampuan berbicara, gangguan memori, konsentrasi buruk, kesulitan berkomunikasi, dan berbagai tingkah laku autisme lainnya.

Gak heran anak autis yang dietnya gak benar, atau sehari diet sehari gak, ya tetap saja hiperaktif, tetap saja ketawa-ketawa sendiri, tetap saja melukai diri atau melukai orang lain, dan tetap begitu-begitu saja terus.

Masya Allah, semua terjawab dan terjelaskan dengan baik oleh dr Rudy dan dr Diana. Pemaparan mereka berdua benar-benar logis dan bisa diterima otak saya.

Awalnya saya bertanya-tanya bahkan sangsi, kenapa anak saya dilarang makan ikan laut, dilarang berenang di laut, dan saya dilarang pakai kosmetik? Jelas sudah jawabannya seperti di atas. Jadi, saya gak mau tawar menawar lagi sama dr Rudy, Bu Liza, dr Diana, dan tim lainnya di KIDABA.

BALSH Chart

Anak autisi sebaiknya ditangani langsung orang tua. Cuma orang tua yang kesabarannya luas bisa menangani anak spesial.

Autisi sembuh bukan karena orang tuanya banyak uang untuk pengobatan dan terapi. Autisi sembuh karena mereka ditangani dan didampingi orang tua yang teliti memerhatikan kondisi mereka.

KIDABA dan dr Rudy tidak menerima pasien autisi yang orang tuanya tidak mau menjalankan diet benar untuk anaknya. Menurut dokter, mau seberapa keras pun mereka menolak diet, mau seberapa banyak pun uang mereka keluarkan untuk membayar obat dan terapi, semuanya akan sia-sia saja tanpa diet.

Rashif mulai diet tiga minggu sebelum mulai terapi Smart ABA. Waktu itu saya masih belajar jarak jauh lewat Zoom dengan dr Rudy. Saya pede aja melakukannya.

Saya cari tahu sebanyak mungkin bahan makanan yang boleh dan tidak boleh untuk Rhasif, sebagian lewat Facebook-nya dr Rudy Sutadi. Niatnya minimal sebelum terapi dimulai, Rashif makan makanan yang boleh untuknya.

Setelah menu RnE Diet Rashif disetujui, saya langsung jalankan sebaik-baiknya. Tugas saya gak berhenti sampai di sana. Hasil RnE Diet ini beriringan dengan kegiatan skoring menggunakan diagram BALSH Chart.

BALSH adalah singkatan dari Behavior, Attention, Language, Stimming, dan Hiperactivity. Kelimanya adalah faktor masalah perilaku yang dihadapi autisi dalam kesehariannya.

Saya mengutip penjelasan dari dr Diana tentang contoh masalah autisi yang masuk ke dalam penilaian BALSH Chart.

  • BEHAVIOR, contohnya anak hipersensitif (tidak suka disentuh) atau hiposensitif (tidak peka dengan sentuhan dan rasa sakit), suka berteriak, menangis, mengamuk, agresif, dan suka melukai diri sendiri (self injury, seperti membenturkan kepala, menggigit bagian tubuh), memanjat, meniti, masalah tidur, kejang, menekan perut ke tepi meja, menggoyang-goyangkan kaki, masalah mengompol, BAB, dan BAK.
  • ATTENTION, contohnya anak lebih memerhatikan benda ketimbang wajah, lebih berperhatian terhadap suara lain ketimbang suara manusia, kontak mata kurang atau tidak ada, cuek ketika didatangi atau ketika ditinggalkan, tidak menengok ke arah sama, dan sulit diarahkan perhatiannya.
  • LANGUAGE, contohnya babbling, membeo, kata hilang timbul, bicara terlalu cepat, bicara tanpa nada dan irama, tidak mengerti pertanyaan, tidak mengerti disuruh.
  • STIMMING, contohnya senang berputar-putar, hand-flapping, lompat-lompat tak tentu arah, melirik-lirik (cornering), menggeram, menggeretakkan gigi, mengedip-ngedipkan mata, mengendus-endus, memain-mainkan jari, senang membuka tutup laci atau menghidupmatikan sakelar listrik.
  • HIPERACTIVITY, contohnya menggertak, memberantakkan barang, tidak betah duduk, menggeliat saat didudukkan, selalu gelisah, belarian kesana kemari, tidak mau diam, dan tidak mau bergiliran.

BALSH Chart harus diisi setiap hari. Teknis pengisiannya sih harus belajar khusus nih, gak bisa saya terangkan langsung lewat blog ini. Pokoknya secara singkat kita memantau perilaku anak 24 jam, dibagi menjadi pagi, siang, dan malam.

Penilaian pagi (P), yaitu masalah anak sejak makan malam semalam hingga sebelum makan pagi pada pagi ini. Penilaian siang (S), yaitu masalah sejak makan pagi hari ini hingga sebelum makan siang hari nanti. Penilaian malam (M), yaitu masalah sejak makan siang nanti hingga sebelum malam nanti.

BALSH Chart
Contoh BALSH Chart Rashif
Contoh Grafik BALSH Chart Rashif

Range awal skor anak 0-10, di mana 0 (nol) adalah yang terbaik, dan 10 (sepuluh) adalah yang terburuk. Nilai awal yang diberikan untuk masing-masing komponen perilaku adalah 5 (lima), kemudian lihat apakah terjadi perbaikan atau perburukan perilaku.

Jika terjadi perburukan, nilai 5 naik menjadi 6, dan seterusnya. Jika terjadi perbaikan, nilai turun jadi 4, dan seterusnya. Perbaikan dan perburukan akan terbantu jika kita mencatat frekuensi (kekerapan) suatu masalah, misalnya anak melakukan hand flapping 5 kali pagi hari, kemudian nilai BALSH-nya naik menjadi 6 karena melakukan hand-flapping hingga 7 kali di siang hari.

Apabila terjadi lonjakan perburukan perilaku pada autisi, dipastikan ada yang salah dengan dietnya. Ini bisa disebabkan anak bereaksi berlebihan terhadap jenis makanan yang diberikan pada hari tersebut. Terapis dan dokter biasanya akan mengevaluasi, kemudian meminta orang tua melakukan rotasi sampai ditemukan bahan makanan yang dimaksud. Biasanya sih yang menjadi masalah adalah dagingnya, ikannya, sayurnya, atau buahnya.

Pada kebanyakan kasus, autisi yang sudah melakukan tes IgG Food Allergy sekalipun masih bisa mungkin bereaksi berbeda pada jenis makanan tertentu. Makanya dr Rudy tetap mewajibkan orang tua untuk mengisi BALSH Chart anaknya setiap hari.

Progress Rashif Setelah Diet 2 Bulan

Memasuki bulan kedua menjalani diet, terapi, obat, dan suplemen, Rashif menunjukkan perbaikan perilaku yang benar-benar di luar dugaan kami. Beberapa kemajuannya yang kami lihat, di antaranya:

1.Tidur malam nyenyak

Sebelumnya Rashif tidak bisa tidur di malam hari. Dia selalu terbangun setiap 2-3 jam, menangis, mengamuk, dan tantrum.

2. Kontak mata membaik

Rashif mulai merespons ketika namanya dipanggil, bukan hanya dari jarak dekat, tapi juga jarak jauh. Sebelumnya dia tidak merespons sama sekali. Saya bahkan pernah memanggil namanya dari jarak kurang dari 2 meter hingga belasan kali, tapi tidak berhasil.

Rashif dulu tidak bisa menatap saya lebih dari 2 detik karena dia tidak bisa diam. Laporan kontak mata Rashif di KIDABA sekarang semakin lama, 3-5 detik.

3. Tidak ada lagi tertawa tanpa sebab

Rashif sekarang sudah bisa tersenyum karena alasan jelas. Dia bahkan mulai berinteraksi dengan kedua saudaranya, seperti bermain bersama, tertawa bersama, meski frekuensinya masih sedikit.

4. Lebih tenang.

Sebelumnya Rashif seperti tidak bisa berhenti bergerak. Dia senang berlarian ke sana kemari, memanjat semua permukaan yang bisa dipanjat, tidak bisa duduk tenang, selalu menggeliatkan badan ketika didudukkan.

Dua minggu pertama terapi, Rashif selalu menangis di teaching room. Sekarang dia sudah betah duduk selama 2 x 90 menit menjalani terapi bersama guru-gurunya di kelas.

5. BAB membaik

Bau kotoran (BAB) anak autisi itu sangat khas, seperti sampah dipanggang. Leaky gut syndrome menyebabkan mayoritas anak autisi bermasalah dengan saluran cerna yang berujung BAB tidak wajar.

Rashif sekarang sudah teratur BAB setiap hari. Dulu dia pernah BAB sekali dalam 2-3 hari. Tidak rutin.

Warna dan aroma fesesnya sekarang sudah sama seperti warna dan aroma feses anak pada umumnya. Saya membandingkan kondisi Rashif ini dengan kedua saudaranya di rumah.

6. Pola makan membaik

Awalnya kami sempat sangsi dengan diet komprehensif Rashif yang sangat ketat dari dr Rudy. Kami mencoba mencari tahu informasi sebanyak mungkin.

Ternyata dalam Smart BIT yang diterapkan dr Rudy di KIDABA, diet komprehensif BUKAN menyangkut porsi atau banyak sedikitnya makanan yang dikonsumsi anak, melainkan BOLEH atau TIDAK-nya bahan makanan tertentu dikonsumsi oleh anak.

rudy sutadi

Sebagai contoh, anak autisi dilarang makan sayur dan buah yang kadar fenolnya tinggi, seperti manga, pepaya, pisang, jeruk, dan sebagainya. Orang tua harus memberikan buah pengganti yang kadar fenolnya rendah, seperti markisa, sirsak, srikaya, alpukat, daging buah kelapa, dan sebagainya.

Setelah saya menerapkan diet low phenol pada Rashif, pola makannya membaik. Buktinya, dalam 1 bulan diet, berat badannya justru naik hingga 1,5 kg dari 10 kg sebelum diet menjadi 11,5 kg setelah sebulan diet.

7. Mulai verbal

Ini yang paling membuat mata saya berkaca-kaca. Rashif sebelumnya anak tanpa suara. Saya bahkan sempat mengira anak saya bisu atau tuli, lantaran gak pernah ngomong sepatah kata pun hingga usianya hampir dua tahun.

Rashif gak ngerti mama papa, gak ngerti satu pun anggota tubuh, gak ngerti apa yang kita tunjukkan padanya. Rashif juga gak menoleh saat dipanggil, bahkan saya pernah berteriak memanggil namanya.

Masya Allah, sekarang abang mulai verbal, sudah mengeluarkan suara mama, baba, tata, jaja, nana, lala, papa. Ini merupakan awal dari latihannya berbicara.

Diet untuk autisi itu memang berat, tapi percayalah, anak kita akan berhenti diet pada waktunya. Demi kesembuhan mereka, jangan mengeluh di awal, jangan terlalu cepat menyerah. Jalani saja dulu, insya Allah yang awalnya terasa berat akan menjadi mudah.

Buat para orang tua yang diamanahi anak autisi yang membaca coretan saya ini, tetap semangat ya. Insya Allah, Allah SWT merestui kesembuhan anak kita dengan segala usaha dan daya upaya yang kita lakukan. Amin Ya Rabbal Alamin.

bundalogy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.