Tips Memilih Niche Blog Terbaik untuk Bloger Pemula

Banyak orang tertarik ngeblog, tapi bingung mau nulis apa atau mau fokus di niche blog apa, ya kan? Kalo kamu mengangggukkan kepala membaca pertanyaan ini, berarti kamu gak sendirian.

Niche blog adalah tema atau topik khusus yang menjadi wajah utama blog kita. Ketika kita memilih satu niche blog, kita akan fokus membuat konten-konten dalam satu topik sama untuk seterusnya.

Inilah mengapa memilih niche blog bukan pekerjaan mudah. Ibarat kita lagi duduk di restoran yang penyajiannya ala kaitenzushi nih. Kita bebas memilih dan mengambil sendiri sushi yang disukai. Sushi-sushi ini ditempatkan dalam piring-piring kecil yang berjalan melintas di depan kita.

Nah, niche blog itu tak ubahnya seperti sushi-sushi tadi. Banyak banget, tapi kita harus menentukan, piring sushi mana yang akan kita ambil?

Jutaan ide bermunculan di kepala kita, tapi kok kesannya susah banget menuangkannya dalam sebuah tulisan? Fokus pada satu niche atau topik utama akan mempermudah kita memecahkan masalah ini.

Niche Khusus VS Niche Gado-Gado

Emang sih, gak bakalan ada polisi internet menggerebek kita karena niche yang kita pilih. Ada bloger sukses dengan niche khusus. Ada pula yang sukses dengan niche gado-gado, dalam artian melahap semua topik tulisan.

Masalah umum paling sering terjadi pada niche blog gado-gado adalah pembaca tidak dijamin tertarik pada semua topik yang kita sajikan. Ujung-ujungnya kita akan kesulitan membangun target pembaca.

Jika kita fokus pada satu niche, pembaca yang tertarik pada salah satu postingan kita kemungkinan besar akan tertarik juga dengan postingan kita yang lain.

Sementara ini kita gak perlu khawatir soal itu. Topik tulisan tak ubahnya seperti taburan bintang di angkasa. Tsaaah! Kita tinggal petik saja satu, dan kembangkan.

Keluhan yang sering muncul adalah niche khusus sering bikin kita kehabisan ide. Solusinya gimana?

Blog saya fokus di lifestyle dan parenting, gak terlalu khusus juga sih, semi gado-gado. Namun, saya lebih sering menulis seputar parenting, khususnya parenting anak kembar.

Alasan saya memilih topik ini karena saya memiliki anak kembar dan blog tentang anak kembar di Indonesia belum begitu banyak. Impian saya suatu hari nanti blog saya bisa menjadi salah satu acuan bagi pembaca yang membutuhkan informasi-informasi seputar anak kembar.

Begitu saya kehabisan ide menulis, saya cukup menatap anak saya, membayangkan apa yang menarik dari mereka? Apa saja problem yang saya hadapi saat mengasuh mereka? Apa yang anak kembar saya lakukan setiap hari? Nanti ada saja tuh ide baru muncul.

Kita bisa mendapatkan beragam ide dari sumber lainnya, seperti membaca blog dalam dan luar negeri, artikel berita, majalah, atau dari video di televisi dan YouTube. Tinggal otak kita saja nih yang perlu di-brainstorming.

Tips Menentukan Niche Blog

Niche terbaik bisa kita temukan dengan menjawab tiga pertanyaan berikut.

Pertama, seberapa suka kita pada niche tertentu? Jauh lebih baik jika kita memilih niche sesuai passion kita.

Kedua, apakah niche yang kita pilih adalah niche blog yang ramai pengunjung? Perlu kita ketahui, pembaca biasanya mencari artikel informatif. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan atau mendapat informasi lengkap juga mendetail. Pembaca pastinya senang menemukan ada blog spesifik membahas topik yang mereka cari.

niche blog

Ketiga, apakah niche yang kita pilih bisa menghasilkan uang? Profitable di sini cakupannya bukan cuma iklan Adsense dan sejenisnya. Ada banyak cara menghasilkan uang dari blog, mulai dari menerima content placement, sponsored post, backlink, guest post, dan lainnya.

Coba deh perhatikan tiga poin berikut.

  • Ketika kita memilih niche sesuai passion kita, sekaligus profitable alias menghasilkan uang, tapi sayangnya tidak banyak orang tertarik dengan dengan niche tersebut, maka kita tak akan bisa mendapatkan pembaca setia.
  • Ketika kita memilih niche yang disukai banyak orang, tapi kita sendiri tidak begitu tertarik menulisnya, maka kita akan kesulitan meng-update postingan blog ke depan.
  • Ketika kita memilih niche yang kita suka, pembacanya juga banyak, tapi sayangnya kurang profitable, maka kita mungkin populer sebagai bloger, tapi tak bisa menghasilkan banyak uang dari ngeblog.

Makin bingung deh jadinya. Trus, gimana caranya kita bisa memilih niche terbaik yang bisa menyeimbangkan ketiga poin di atas?

1. Perbaharui konten blog setiap minggu

GrowthBadger, content marketing advisor berbasis di Oregon, Amerika Serikat mendata ada lebih dari 600 juta web blog dan 1,7 miliar website di seluruh dunia saat ini. Setiap bulannya muncul 77,8 juta postingan blog terbaru dengan 54 juta komentar di WordPress (data 2018).

Lebih dari dua miliar artikel blog terbaru diposting setiap tahunnya di seluruh dunia. Jumlah tersebut setara 5,7 juta artikel blog per hari atau 4.000 artikel blog per menit.

Data Ahrefs menunjukkan orang mencari kata kunci how to start a blog di Google mencapai 121 ribu kali per bulan di seluruh dunia. Jumlah tersebut mengindikasikan hampir empat ribu bloger baru muncul setiap hari.

Kesimpulannya?

Internet sekarang penuh dengan bloger-bloger newbi yang semangat ngeblog-nya jempol pisan. Bloger pemula yang berpeluang besar sukses adalah yang rajin menerbitkan postingan baru minimal sekali seminggu, khususnya satu bulan pertama.

Sudah sampai mana semangat kita menulis? Keren banget kalo bisa one week one post (OWOP), apalagi one day one post (ODOP).

Banyak bloger yang punya uang lebih sengaja menyewa jasa penulis artikel supaya blog tetap update. Kita juga bisa menggunakan cara lain supaya blog kita tetap fresh, salah satunya menerima guest post.

2. Survei niche blog yang ramai pengunjung

Kita bisa menggunakan Google Trends sebagai cara termudah untuk mengetahui apakah niche yang kita pilih pembacanya banyak? Apakah trennya terus meningkat atau menurun?

Caranya gampang kok. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

niche blog
  • Ubah nama negara dengan Indonesia, jika blog yang kita bangun berbahasa Indonesia. Jika kita menulis blog berbahasa Inggris, maka konteks negaranya bisa diganti.
  • Pilih rentang waktu 5 tahun, 10 tahun, atau lebih dari itu untuk melihat tren niche atau topik blog yang kita inginkan.
  • Masukkan niche atau topik blog yang dimaksud.
  • Lihat hasil akhirnya dalam bentuk grafik.
niche blog
  • Kita bisa membandingkan beberapa niche sekaligus, misalnya niche blog parenting dengan niche blog traveling.
niche blog

Grafik di atas menunjukkan topik parenting trennya di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, parenting masih menjadi salah satu topik populer untuk dijadikan niche blog.

Jumlah pengunjung blog-blog bertema traveling lebih tinggi dari parenting, tapi trennya dalam lima tahun terakhir terus menurun.

3. Temukan niche yang bisa menghasilkan uang

Sekarang saatnya mencari tahu apakah kita benar-benar bisa menghasilkan uang dari niche blog yang dipilih.

Pada dasarnya sih yang namanya bloger kreatif, mau apapun niche yang dipilih, dia tetap bisa mendapatkan cuan. Kuncinya adalah banyak orang berkunjung ke blog kita alias baca lagi tips nomor satu.

Berapa sih penghasilan bloger yang dianggap layak? Jujur, saya angkat tangan menjawab pertanyaan ini.

Menurut saya, nilai itu relatif, bergantung pada tingkat kepuasan si bloger. Akan selalu ada niche blog yang menghasilkan uang lebih banyak dari niche blog lainnya.

Gimana caranya? Kepoin blog yang niche-nya sama dengan kita, tapi sudah profitable alias menghasilkan banyak uang. Pakai prinsip ATM alias amati, tiru, dan modifikasi.

Apakah blog sana menerima pemasangan iklan atau banner? Apakah blog sana memasang backlink berkualitas? Apakah blog sana ada memasarkan produk sendiri atau produk pihak ketiga? Semua itu kita sebut monetisasi blog.

niche blog

Setelah kita menemukan niche yang pas untuk blog kita, langsung deh tancap gas menulis konten berkualitas. Bloger pemula bisa kok muncul ke permukaan. Konsisten memperbaharui tulisan, minimal sekali seminggu, kalo bisa pada hari dan jam sama.

Memang butuh waktu untuk melihat ratusan atau ribuan pengunjung datang ke blog kita. Jadi, bersabarlah. Hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Pada akhirnya bloger pemula bisa kok menjadi bloger sukses di kemudian hari. Semangat ya.

bundalogy

13 thoughts

    1. Gak papa mba. Waktu masih jadi bloger pemula saya juga niche blognya gado-gado kok. Begitu udah ketemu asiknya nulis lifestyle dan parenting, akhirnya saya rapikan saja blognya dan fokus ke topik tersebut.

      Like

  1. sekarang makin banyak blogger kreatif, apalagi kalau niat nya memang ingin memonetize si blog, kudu pinter cari peluang juga

    Like

    1. Asal isi kontennya berkualitas dan banyak dicari user, pasti niche pilihannya bisa populer. Apalagi Indonesia sekarang mengalami bonus demografi ya. Artinya usia muda (maksimal 35 tahun) populasinya paling banyak. Biasanya usia tersebut butuh banyak informasi, masukan, dan saran terkait relationship yang sehat beserta problem dan solusi yang ada di dalamnya. So, fokus ke konten dan kualitas tulisan. Semangat ya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.