Stres Berawal dari Kepala. Tetap Positif dengan Emeron Complete Hair Care.

Siapa yang suka menarik atau mencabuti rambut sendiri saat stres? Secara spontan saya pernah melakukannya, mungkin kamu juga. Ini membuktikan stres bisa berawal dari kepala, mau itu isi pemikiran atau tampilan luar, berupa rambut rusak.

Ketika stres karena pemikiran, saya biasanya menyendiri sejenak atau meditasi ringan. Ketika stres karena rambut rusak, saya merasa perlu mengintensifkan perawatan rambut atau pilihan terakhir adalah memotongnya pendek.

Orang-orang kebanyakan cuma mengukur tingkat stres dari kesehatan fisik dan mental. Jarang yang langsung menyadari dirinya stres ketika rambut dan kulit kepala mulai bermasalah.

#DiRumahAja Bisa Bikin Stres

Dua minggu terakhir saya kembali mengalami perubahan fisik pada si hitam di kepala. Rambut saya menjadi kering, lebih banyak rontok dari hari biasa, dan gak nyaman banget kalo disisir. Bisa jadi saya stres karena sudah dua bulan #dirumahaja bareng suami dan tiga balita.

Saya pikir penantian kami akan berakhir dan pandemi COVID-19 beneran hilang sebelum Ramadhan, seperti doa kita semua, seperti meme-meme yang bertebaran di dunia maya. Eh, tahunya kami masih harus menahan diri karena pemerintah menyetujui pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik per 21 April 2020.

Gagal maning, gagal maning. Suka tidak suka saya, suami, dan anak masih harus akrab dengan tagar #dirumahaja entah sampai kapan. Sebagian besar dari kita sudah merasa bosan dan stres karenanya.

Mengapa #dirumahaja bisa bikin stres? Berikut sederet fakta yang menunjukkan virus corona bisa memicu stres di berbagai aspek.

1. Kehidupan sosial terisolasi

Kita tak lagi sebebas dulu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ada jarak aman 1-2 meter yang harus kita terapkan saat bertemu orang-orang di luar sana. Secara langsung ini mengisolasi kehidupan sosial kita.

Saya bahkan tak bisa menghadiri pernikahan adik saya 5 April lalu di Jakarta. Semua rencana dibatalkan. Adik perempuan saya menikah tanpa pesta, tanpa tamu undangan datang ke rumah, hanya anggota keluarga saja yang jumlahnya pun dibatasi, maksimal 10 orang saat menghadiri prosesi ijab qabul.

Saya hanya bisa menyaksikan pernikahan adik perempuan saya melalui video call. Sedih sekali rasanya.

2. Angka perceraian meningkat

Otoritas Cina melaporkan angka perceraian di negara tersebut meningkat karena pasangan terlalu lama menghabiskan waktu bersama selama karantina COVID-19. Dilansir dari beberapa situs berita luar negeri yang saya baca, lembaga pencatatan pernikahan di Dazhou, Provinsi Sichuan misalnya menerima 300 pengajuan perceraian sejak 24 Februari 2020.

Lembaga pencatatan pernikahan di Xian, Provinsi Shaanxi rata-rata menerima 14 gugatan cerai per hari setelah Cina dinyatakan aman dari COVID-19 sekitar 1 Maret 2020. Pihak berwenang sampai memberlakukan pembatasan laporan gugatan cerai maksimal 10 pasangan per hari.

Kondisi di Indonesia bagaimana? Insya Allah angka perceraiannya gak sampai setinggi di Cina. Amin. Meski demikian, konflik pasangan suami istri pasti ada dong.

Contoh sederhana, beberapa teman saya yang juga blogger curhat suami sering menegur mereka karena main hp atau duduk di depan laptop. Padahal istri biasa melakukan itu di rumah selama suami berada di kantor.

Yang namanya emak blogger kan harus update tulisan organik, nulis sponsored post, atau bikin konten tulisan lainnya. Gak semua suami mengerti apa yang dilakukan istrinya yang merangkap blogger. Istri lihat hp dikira lagi Facebook-an, padahal sedang blogwalking, instagram walking, atau twitter walking.

Istri di depan laptop dikira nonton drakor melulu, walau pun sebagian emak blogger melakukannya. Hehehe. Padahal bisa jadi istri sedang arisan backlink atau nulis konten buat ikut lomba.

Suami yang istrinya blogger harap maklum. Toh kerjaan rumah tetap kelar, anak-anak tetap wangi dan kenyang, suami juga kerja tenang. Seandainya istri-istri bisa menerima gelar kehormatan, mereka layak bergelar profesor rumah tangga karena jago banget multitasking.

3. Konflik orang tua dan anak

Amerika Serikat meliburkan seluruh sekolah selama lockdown. Saya sempat membaca sebuah survei dilakukan terhadap 300 orang tua di sana dan hasilnya menunjukkan rata-rata konflik orang tua dan anak, khususnya yang berusia di bawah 12 tahun semakin sering terjadi selama masa karantina.

Penulis penelitian yang juga merupakan associate profesor di University of Michigan’s School of Social Work, Shawna Lee mengatakan hampir 20 persen orang tua pernah berteriak dan membentak anaknya. Sembilan persen orang tua pernah mengumpat dan berkata kasar pada anak, sementara lima persen orang tua pernah memukul anaknya saat karantina di rumah.

dengarkan hatimu

Jujur, sepanjang #dirumahaja saya beberapa kali memarahi puteri saya yang masih 4 tahun. Kalo ngomel sih udah kayak sinetron tayang setiap hari di televisi. Pandemi ini membuat saya harus memberhentikan sementara asisten rumah tangga (ART) baru kami yang seharusnya membantu mengasuh si kakak dan dua adik kembarnya. Sekarang saya harus melakukan semua sendiri.

Ya namanya juga anak-anak ya. Mereka belum paham sepenuhnya bahaya virus corona. Pikiran mereka cuma ingin bermain dan ingin ke luar rumah. Anak-anak tentu bosan melakukan hal sama setiap hari selama dua bulan terakhir. Mau sekreatif apapun ibunya mengganti-ganti permainan, semakin hari tensi bosannya pasti semakin cepat.

4. Kekhawatiran finansial meningkat

Kita harus mulai beradaptasi dari sekarang karena ancaman krisis ekonomi di depan mata. Ini memicu kekhawatiran finansial.

Uang tabungan lama kelamaan akan habis. Beberapa teman saya yang berstatus karyawan ditawari pensiun dini, bahkan sudah ada yang dirumahkan. Tagihan listrik, tagihan air, tagihan internet, biaya makan anggota keluarga, kiriman untuk orang tua di kampung, semua harus dipikirkan.

Tetap Positif Selama Pandemi COVID-19

Pikiran negatif lebih mudah merasuki kepala selama pandemi COVID-19. Jika ada yang ketakutan, saya pun demikian. Sebagian besar kita merasakannya.

Berpegang pada hal-hal positif membantu kita lebih fokus pada hal-hal lebih penting sepanjang masa sulit ini. Sayangnya kita gak semudah itu konsisten berpikiran positif setiap hari. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan ritme dan rutinitas positif saat #dirumahaja.

1. Selalu bersyukur setiap hari

Jangan lupa menyelipkan rasa syukur dalam kondisi terburuk sekalipun. Setiap selesai beribadah, sampaikan terima kasih kita pada Allah atas hal-hal kecil dan besar yang telah Dia berikan.

Bersyukurlah dari hal-hal sederhana. Kita tetap sehat meski #dirumahaja, sementara banyak orang di luar sana diisolasi di rumah sakit karena suspek COVID-19. Kita tetap makan tiga kali sehari, bahkan bisa food delivery, sementara banyak orang di luar sana harus pontang panting dulu memberi makan anggota keluarganya.

2. Terhubung dengan orang-orang tersayang

Social distancing BUKAN social disconnection. Hanya karena kita sedang berjarak sosial, bukan berarti kita tak bisa terhubung dengan keluarga dan sahabat. Teknologi komunikasi saat ini memudahkan segalanya.

dengarkan hatimu

Beberapa waktu lalu saya mengikuti video conference dalam reuni online bersama sahabat-sahabat semasa kuliah dulu. Kami bergabung hampir 20 orang, saling bertanya kabar masing-masing meski waktunya kurang dari satu jam.

Anak-anak saya tetap bisa bercengkerama dengan kakek neneknya lewat video call. Tak lupa saya mengirimkan foto-foto terbaru si kecil ke grup whatsapp keluarga, sehingga ayah ibu dan papa mama mertua tetap mengikuti tumbuh kembang ketiga cucunya.

Saya terus bersilaturahmi dengan teman-teman blogger via chat group. Kami menyempatkan diri saling berkunjung ke blog masing-masing. Saat terhubung dengan mereka semua, usahakan kita membicarakan hal-hal selain COVID-19. Ini ternyata berkontribusi positif loh buat saya.

3. Batasi akses ke media sosial

Saya membatasi diri bermedia sosial, khususnya Facebook karena bola informasi yang bergulir di sana sangat liar. Saya juga mengurangi konsumsi berita dari sembarang media karena lagi-lagi cuma bikin pening kepala.

4. Bersikap baik dan saling membantu

Masa sulit bisa menggelorakan semangat persatuan. Banyak tagar bermunculan, seperti dukungan untuk UMKM dan brand lokal, dukungan untuk tenaga medis, juga dukungan untuk pemerintah.

Hal ini saya rasakan dalam kehidupan bertetangga di Surabaya. Selama pandemi ini kami saling berkomunikasi melalui grup chat, bahkan berbagi informasi dan bantuan di sana.

Saya bisa beli beras melalui Bu Azis, tetangga yang rumahnya tepat di depan rumah saya. Saya bisa beli buah-buahan melalui Bu Ryan yang hanya berjarak tiga rumah dari saya.

Saya bisa pesan telur ayam ke Bu Imam, beli frozen food ke Bu Amanah, beli jajanan anak ke Bu Endah. Kalo kepepet gak sempat masak, saya tinggal pesan soto daging, bakso, atau gule ke Bu Sakera. Hari-hari kami terasa lapang dengan saling membantu. Alhamdulillah, tetangga bisa menjadi support system baik di tengah pandemi.

5. Buat rencana harian

Hari yang dihabiskan sia-sia menghilangkan aura positif dalam diri kita. Buatlah rencana harian dan jangan lupa cukupkan istirahat

Bangun pagi, lakukan peregangan, olah raga ringan, seperti jalan sehat di halaman atau kompleks perumahan. Sempatkan berjemur di pagi hari agar tubuh cukup mendapat asupan vitamin D.

Perhatikan waktu istirahat dan makan makanan bergizi. Terakhir, pertahankan lama jam kerja agar tetap sama sebagaimana kita di kantor, sehingga tak ada waktu mubazir yang terpaksa digunakan akibat menunda-nunda pekerjaan.

6. Berinvestasi untuk diri sendiri

Jika memungkinkan, alokasikan waktu khusus berinvestasi untuk diri sendiri. Apakah ada buku yang sejak lama ingin kita baca? Apakah kita ingin ikut kursus online atau menguasai keterampilan baru? Apakah kita tertarik ikut webinar? Lakukan itu demi mempertahankan positivitas dalam diri.

7. Jangan lawan rasa cemas

Kita bisa menerima dan mengatasi kecemasan alih-alih melawannya. Menyimpan sedikit kecemasan tak ada salahnya, sebab membuat kita lebih berhati-hati dan waspada. Cemas berlebihan juga tak baik karena melemahkan diri dan membuat dunia kita seperti mengecil.

8. Tetap tawakal

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Bertawakal kepada Allah sudah menjadi kewajiban. Ketika segala cara sudah kita lakukan, tapi tetap saja susah berpikiran positif, setidaknya kita harus tetap berpikiran positif kepada Allah. Tuhan tidak akan memberi ujian jika kita tak mampu menghadapinya.

dengarkan hatimu

Emeron Complete Hair Care Hilangkan Stres di Kepala

Rambut adalah jaringan non-esensial dan bagian paling sensitif yang bisa dijadikan barometer kesehatan fisiologis dan psikologis kita. Ini bisa menjadi lingkaran setan loh. Berawal dari rambut rontok, kulit kepala bermasalah, akhirnya kita tertekan secara psikis.

Saya wanita berhijab, sehingga menggunakan jilbab sehari-hari. Penutup kepala ini bukan cuma melindungi rambut saya dari sinar matahari, angin, dan polusi udara, tapi membuat saya merasa nyaman dan cantik secara visual.

Sayangnya secara ilmiah hijaber kerap kekurangan vitamin D karena tubuh sepenuhnya tertutup dari ujung rambut hingga kaki. Dalam jangka pendek hijaber seperti saya mudah mengalami stres rambut. Ciri-cirinya antara lain rambut rontok, gatal, kering, bahkan lepek dan apek ketika berkeringat.

Saya termasuk sering mencoba berbagai produk sampo. Menurut saya itu wajar, sama seperti perempuan lain yang mencoba berbagai brand kosmetik dan skin care. Suatu hari saya tertarik mencoba Emeron Hijab Nutritive Shampo.

Ada dua varian Emeron Hijab Nutritive Shampo, yaitu Clean & Fresh dan Anti Dandruff. Saya mencoba varian pertama karena dari beberapa ulasan yang saya baca menyimpulkan sampo ini bisa mengurangi stres rambut sejak pemakaian pertama.

Ngomong-ngomong soal Emeron, ingatan saya langsung flash back ke iklan lawas sampo ini karena sering muncul di televisi. Jingle Emeron yang dibawakan Teteh Ike Nurjanah masih saya hapal sampai sekarang. Saat keramas pakai sampo Emeron yang kekinian, saya spontan menyanyikan lagunya meski kejadulan. Hahaha.

Emeron Hijab Nutritive Shampo Clean & Fresh yang saya pakai berisi 170 ml. Sampo ini benar-benar merilis stres di kepala selama hampir dua pekan terakhir saya menggunakannya. Rambut rontok saya berkurang drastis. Kepala tetap dingin karena kandungan mint di dalamnya. Yuk, kenali kelebihan sampo andalan sahabat hijaber ini.

1. Mengandung tea tree oil & mint

Salah satu alasan Emeron Hijab Nutritive Shampo Clean & Fresh bisa mengurangi kerontokan sejak pemakaian pertama adalah kandungan tea tree oil & mint di dalamnya. Tea tree oil mencegah hilangnya protein rambut, sehingga rambut sehat dan kuat.

Tea tree oil merangsang pertumbuhan rambut baru. Cocok nih dipakai perempuan yang rambutnya halus dan tipis seperti saya. Sampo ini juga mengandung active provit amino yang memperbaiki kerusakan rambut dengan menutrisi helai demi helainya. Tak ketinggalan MOC Perfume yang wanginya tahan lama dan membuat rambut bebas apek.

Tekstur samponya kental, berwarna putih kehijauan, dan busanya banyak. Si hijau nan memukau ini memelihara rambut saya secara optimal. Q

2. Kemasan kekinian

Kemasan Emeron Hijab Nutritive Shampo Clean & Fresh sangat kekinian. Paduan warna putih dengan tutup botol flip-top hijau mint terkesan elegan. Ukuran botol 170 ml menurut saya pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

3. Disempurnakan dengan kondisioner dan vitamin rambut Emeron Complete Hair Care

Emeron Complete Hair Care terdiri dari sampo, kondisioner, dan vitamin rambut layaknya The Three Musketeers gitu deh. Ketiganya secara berkelanjutan merawat kebutuhan rambut kita.

Saya memilih kondisioner dan vitamin rambut Emeron Complete Hair Damage Care dengan kandungan nutrisi alami avocado. Vitamin rambutnya berisi enam buah kapsul bulat dalam kemasan strip. Masing-masingnya terdiri dari 1 ml cairan gel. Usapkan cairan ini ke rambut usai keramas.

Kondisionernya berwarna putih dengan butiran halus dan aroma khas alpukat. Tube kondisionernya berwarna kuning. Ada samponya juga dengan warna senada. Sesekali saya juga pakai sepaket dengan samponya.

4. Harga terjangkau

Sebagai konsumen, saya merasa menang banyak ketika menemukan produk sampo yang gak cuma cocok di kepala, tapi juga ramah di kantong. Emeron menjawab itu semua.

Saya membeli Emeron Hijab Nutritive Shampo isi 170 ml hanya Rp 17.000, sementara kondisionernya dengan volume sama seharga Rp 14.500. Vitamin rambutnya bisa diperoleh dengan harga Rp 9.000.

emeron complete hair care

Sampo Emeron terdiri dari delapan varian. Ada Emeron Black Shine untuk rambut hitam berkilau, Emeron Soft Smooth untuk rambut halus dan mudah diatur, Emeron Damage Care untuk merawat rambut rontok, Emeron Antidandruff untuk mencegah rambut ketombe dan merawat kulit kepala, Emeron Hairfall Control untuk membantu mengurangi rambut rontok, Emeron Volume Control untuk perawatan rambut lepek, Emeron Hijab Clean & Fresh untuk menyegarkan dan mengurangi rambut rontok, dan Emeron Hijab Antidandruff untuk rambut bersih, menyegarkan, dan mengurangi ketombe.

Emeron Complete Hair Care mudah didapat di minimarket, supermarket, bahkan e-commerce. Saya membeli produk-produk keluaran PT Lion Wings ini via e-commerce berhubung lagi PSBB. Alhamdulillah free ongkir loh.

Hijaber perlu memerhatikan kesehatan rambut. Rambut bagaimana pun adalah mahkota perempuan, terlepas perempuan itu berhijab atau tidak.

Rambut sama pentingnya dengan bagian tubuh kita lainnya, seperti wajah, kuku, dan gigi yang memerlukan perawatan intensif. Jangan sampai rambut ikutan stres seperti kita yang juga stres karena kelamaan #dirumahaja.

#DengarkanHatimu, teman. Your body hears everything your mind says. Stay positive and keep healthy.

bundalogy

96 thoughts

  1. Emeron mengalahkan ketakutan dari paragraf – paragraf awal.

    Emeron memang joss sampai sekarang. Sayang barangnya rada-rada langka di pasaran.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.