Rumah Aman, Si Kecil Selamat

BUNDALOGY — Arfan (10 bulan), bayi mungil dari Indramayu, Jawa Barat meninggal dunia pertengahan Oktober 2019 akibat tersengat listrik dari kabel pembuat roti yang terkelupas. Rumah kontrakan milik orang tuanya secara kebetulan dijadikan tempat produksi roti.

Video detik-detik ibunda Arfan menangis histeris di Puskesmas Jatibarang viral. Awalnya Arfan dikabarkan tersengat aliran listrik dari charger ponsel milik orang tuanya yang terletak di pinggir kasur.

Saya pertama kali melihat video viral tersebut setelah dikirim mama mertua. Air mata pun tak tertahankan melihat sang ibu menangisi kepergian putra kesayangannya.

Saya merasakan apa yang dirasakan ibunda Arfan, mengingat saya memiliki dua putra kembar yang usianya sembilan bulan, tak jauh berbeda dari Arfan.

Mama pun berpesan agar saya dan suami lebih waspada mengawasi si kembar yang saat ini sedang aktif merangkak. Semua colokan listrik perlu diamankan, supaya terhindar dari kejadian-kejadian buruk, ditambah lagi saya di rumah tanpa ditemani asisten rumah tangga.

Kisah sedih Arfan menjadi pelajaran buat kita para orang tua tentang pentingnya memastikan keamanan rumah untuk anak. Kapan mulai waspada? Sedini mungkin, bahkan jauh lebih ideal jika dimulai tiga bulan sebelum si kecil lahir.

Ancaman Keselamatan Anak

Sekelompok peneliti dari Alabama University, Birmingham, Amerika Serikat mencoba memantau ibu rumah tangga yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendiri. Mereka rata-rata memiliki anak berusia 12-36 bulan.

Ibu-ibu tersebut diminta menunjukkan potensi bahaya yang mengancam anak di rumah. Hasilnya mengejutkan, rata-rata mereka hanya bisa mengidentifikasi bahaya kurang dari 50 persen.

Saat bayi mulai merangkak, biasanya usia 7-10 bulan, kita perlu memeriksa kondisi rumah aman secara keseluruhan. Apa saja bentuk ancaman keselamatan anak di rumah?

1. Peralatan elektronik

Peralatan elektronik meringankan pekerjaan bunda sehari-hari di rumah, sekaligus mengundang bahaya untuk anak, terutama yang masih balita.

Pastikan bunda meletakkan seluruh peralatan yang menggunakan listrik ini di tempat aman, mulai dari dispenser, setrika, penghangat nasi, pengering rambut, dan ponsel. Usahakan tempatnya tinggi dan tidak bisa dijangkau anak.

2. Benda tajam

Jangan sembarangan menaruh pisau, gunting, staples, gunting kuku, dan alat cukur di rumah. Ini sangat membahayakan. Anak yang menyentuhnya bisa terluka.

3. Perabotan

Perabotan rumah satu hal yang tak bisa dihindari. Bunda bisa menyimpan sementara perabotan pecah belah sampai si kecil sudah cukup besar untuk menjaga diri.

Pada beberapa perabotan yang memiliki sudut tajam, sebaiknya bunda memasangkan edge protector atau pelindung sudut furniture. Bayi pun aman jika terbentur atau bergesekan dengan sudut meja.

4. Pintu dan laci

Anak kecil, apalagi bayi di bawah satu tahun masih belum bisa membuka dan menutup pintu serta laci dengan sempurna. Oleh karenanya pastikan pintu-pintu kamar tertutup setelah dibuka, atau minimal meletakkan penahan pintu yang antibenturan. Saat ini sudah banyak dijual di pasar dan toko offline online dengan berbagai karakter lucu.

5. Kamar mandi

Pintu akses menuju kamar mandi wajib ditutup setelah digunakan. Jangan sampai si kecil tanpa sepengetahuan masuk ke kamar mandi dan bermain air sendiri.

Bisa saja kondisi lantai kamar mandi sedang licin, sehingga si kecil bisa terpeleset. Hal terburuk, bayi bisa saja masuk ke bak mandi, dan tidak bisa keluar.

6. Cairan beracun

Cairan beracun bisa juga berupa cairan pel lantai, atau larutan obat. Jika terminum, bahan-bahan berbahaya di dalamnya bisa menyebabkan kematian.

7. Mainan anak

Kita perlu rutin memeriksa dan membersihkan mainan anak. Mungkin saja ada bagian yang pecah, patah, robek, atau tercabut.

8. Tumpahan makanan dan minuman

Anak yang sudah belajar makan bisa saja menumpahkan isi piringnya ke lantai atau karpet. Makanan yang jatuh ke lantai mengandung kuman. Bunda perlu mengajarkan anak supaya tidak mengambil makanan yang sudah jatuh.

Pastikan Keamanan Rumah

Saat si kecil mulai merangkak, dia memasuki dunia baru yang penuh tantangan juga bahaya. Itulah saatnya orang tua menyiapkan keamanan berlapis.

Tips berikut merupakan pengalaman pribadi saya dan sebagian diadaptasi dari pemaparan Dina DiMaggio, dokter spesialis anak di Pediatric Associates of NYC  dan NYU Langone Medical Center di New York.

Foto: Pixabay

Ruang keluarga adalah tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Benda-benda berbahaya begitu mudah bersembunyi di sini dan menunggu si kecil meraihnya. Letaknya bisa di bawah karpet, di rak buku, di bawah lemari, di belakang kursi.

Tips:

  • Pindahkan semua barang berbahaya ke dalam laci atau lemari di luar jangkauan bayi. Ini termasuk di dalamnya mainan-mainan kecil yang berpotensi membuat bayi tersedak, seperti benda bulat, silinder, atau oval.
  • Remote TV memiliki baterai di bagian belakangnya. Ini juga berbahaya jika si kecil berhasil membongkar kemudian menelannya.
  • Perbaiki cat rumah yang sudah terkelupas, terutama rumah tua. Debu dan timbal dari cat, jika tertelan bayi pasti berbahaya.
  • Jika karpet bunda tipis, jangan lupa meletakkan lapisan antiselip di bawahnya.
  • Tutupi semua colokan listrik saat tidak digunakan. Anak-anak sangat mudah menyetrum diri sendiri dengan memasukkan benda logam ke dalam salah satu lubang colokan.
  • Laci, lemari, pintu pastikan semua tertutup rapi.
  • Semua kabel listrik harus ditaruh di bagian paling belakang atau disembunyikan.
  • Rumah bertingkat dan memiliki tangga perlu diamankan dengan stair gate. Pagar penghalang ini untuk menghalangi bayi masuk ke rumah.
  • Pindahkan lampu gantung ke belakang kursi atau dekat furnitur yang tidak bisa diraih bayi.
  • Jika memungkinkan, pasangkan televisi ke dinding.
  • Jika bayi terlalu aktif, bunda bisa memasang pagar pengaman bayi portable.
  • Jangan sekali-kali meninggalkan gelas berisi air di atas meja dalam kondisi terbuka.
Foto: Pixabay

Dapur adalah tempat berkumpul seluruh anggota keluarga, khususnya saat sarapan pagi. Dapur sering disebut jantung rumah. Jagalah si kecil dari ancaman panci panas, minyak goreng panas, api kompor, dan pisau tajam.

Tips:

  • Pasang penutup pengaman untuk kenop kompor.
  • Biasakan memasak saat si kecil sedang sibuk mengerjakan hal lain.
  • Tempatkan makanan dan minuman jauh dari pinggir kompor dan meja dapur.
  • Pasang kait pengaman di pintu lemari es dan freezer.
  • Sebaiknya tidak memasang taplak meja di meja makan. Ini untuk mengantisipasi si kecil tidak menariknya, membuat seisi meja jatuh ke lantai dan pecah.
  • Lilin dan korek api sangat bisa menarik perhatian si kecil. Jauhkan dari jangkauan mereka.
Foto: Pixabay

Kamar bayi juga berpotensi menyembunyikan banyak bahaya, terlebih bunda yang menidurkan anaknya terpisah dari kamar pribadi.

Tips:

  • Jauhkan benda-benda yang bisa ditarik bayi dari keranjang tidurnya.
  • Jika takut, taruh kasur di lantai atau di atas karpet, sehingga tak perlu khawatir bayi terjatuh dari keranjang tidurnya.
  • Jangan menaruh boneka yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuh bayi. Ini berpotensi menyebabkan sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak.
  • Tempatkan tisu, kapas, dan perlengkapan kebersihan si kecil di tempat yang mudah dijangkau bunda.
  • Jika berniat mendekorasi kamar bayi, misalnya mengecat dan mengganti wallpaper, lakukan sekitar delapan minggu sebelum bayi lahir. Ini untuk mengantisipasi aroma cat yang berpotensi membahayakan kesehatan bayi.
  • Pastikan boks dan ayunan bayi dipasang dengan benar.
  • Jauhkan selimut, bantal, dan mainan dari boks tidur bayi.
Foto: Pixabay

Anak-anak senang bermain air, sehingga suka berlama-lama di kamar mandi.

Tips:

  • Jauhkan botol obat kumur, botol obat-obatan pribadi dari jangkauan anak di kamar mandi.
  • Awasi anak saat menyalakan keran air, khususnya keran air panas.
  • Letakkan keset atau tikar antiselip di samping bak mandi, supaya anak tidak terpeleset.
  • Pasang alas toilet duduk khusus untuk anak.
Foto: Pixabay

Halaman, khususnya halaman belakang adalah tempat bermain utama anak. Halaman belakang juga bisa berupa kolam renang, sehingga membutuhkan pengawasan khusus dari orang tua.

Tips:

  • Pastikan orang tua terus mengawasi anak saat berada di sekitar kolam renang.
  • Pastikan pagar halaman belakang kokoh. Jika ada gerbangnya, pastikan itu terkunci dengan aman.
  • Semua peralatan berkebun, khususnya benda-benda tajam hendaknya disimpan di tempat yang aman.
Foto: Pixabay

Kendaraan mengandung potensi bahaya cukup besar bagi bayi. Garasi juga salah satu tempat yang senang dikunjungi anak.

Tips:

  • Pastikan kursi bayi (car seat) terpasang dengan baik.
  • Amankan letak sabuk pengaman di dalam mobil, sebab bisa menyebabkan anak tercekik.
  • Jangan pernah meninggalkan kunci mobil atau motor di kendaraan.
  • Jika garasi memiliki sensor keselamatan, pastikan itu berfungsi dengan baik.
  • Jangan pernah meninggalkan anak di mobil sendirian, meski hanya sedetik saja.
  • Bersihkan mobil dari benda-benda kecil yang menimbulkan bahaya tersedak, seperti koin, spidol, dan pulpen.

Bunda mungkin masih ingat pepatah, sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna. Semoga artikel ini bisa membantu dan membuat bunda lebih waspada, supaya tak ada lagi Arfan berikutnya. Sampai jumpa di coretan selanjutnya ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.