Kita bisa simpulkan 100 persen siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia belajar bahasa inggris. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim bahkan memberi sinyal menghidupkan kembali mata pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD), meskipun tidak tertulis di Kurikulum 2013.
Alasannya bahasa inggris sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menjawab perkembangan zaman. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga. Jangan sampai anak-anak kita merasa didiskriminasi kelak karena pengetahuan yang ingin mereka dapatkan hanya tersaji dalam bahasa inggris.
Sebagai orang tua saya merasa bahasa inggris yang diajarkan pada anak sejak bangku SD tidak akan mengganggu nasionalisme, sebab pada dasarnya kedudukan bahasa inggris, bahasa indonesia, dan bahasa daerah sama-sama memiliki prioritas masing-masing di sekolah.
Bilingualisme tak pernah mengancam nasionalisme. Tujuan kita adalah anak menguasai dua bahasa, yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris sekaligus. Jadi, misinya bukan mengganti bahasa indonesia dengan bahasa inggris.
Keunggulan Aplikasi Belajar Bicara Bahasa Inggris LEXO LAB
Aplikasi adalah instrumen belajar paling praktis untuk anak zaman sekarang. Alasannya aplikasi tinggal diunduh, cepat, mudah diakses, dan menyenangkan.
Rasanya sama seperti anak kita punya ruang kelas tambahan di ponsel, tablet, atau laptopnya. Anak bisa masuk kelas kapan saja, dalam suasana hati yang bagus untuk belajar, saat bosan tidak ada teman, atau saat ingin mengisi waktu luang dengan cara belajar yang menyenangkan.
Sebagai orang tua yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi di bidang pendidikan, saya mengakui bahwa aplikasi tidak bisa menggantikan posisi guru untuk anak kita di kehidupan nyata. Namun, aplikasi justru menjadi pelengkap untuk anak kita, terlebih saat belajar menguasai bahasa Inggris.
Saya pertama kali mengenalkan putri saya, Maetami web aplikasi belajar bicara bahasa Inggris LEXO LAB menjelang usia enam tahun. Waktu itu saya semakin sering melihat si kakak merasa bosan mengisi waktu di rumah.
Maetami sering kehabisan ide bermain. Beberapa kali dia mengeluh bosan menghabiskan waktu dengan cara sama, mulai dari sekolah TK pukul 08.00-09.30 WIB, menonton film kartun di televisi, bermain dengan adiknya, mengaji, siklusnya sama setiap hari. Ujung-ujungnya si kakak meminta izin bermain gim di ponsel, sedang saya hanya membolehkannya memegang gadget Sabtu dan Minggu.
Mula-mula saya ajak Maetami mencoba paket gratis lima hari di website LEXO LAB. Ceritanya pernah saya tuliskan di sini. Rupanya putri saya suka karena belajarnya fun. Barulah saya belikan si kakak paket belajar tiga bulan. Kebetulan saat itu LEXO LAB Indonesia sedang ada promo menarik.
Nah, sekarang saya mau sharing pengalaman putri saya setelah mencoba LEXO LAB web aplikasi belajar bicara bahasa Inggris anak selama 1,5 bulan terakhir.
Setidaknya ada 10 keunggulan dan keseruan anak menggunakan web aplikasi belajar bicara bahasa Inggris LEXO LAB dibanding aplikasi serupa lainnya.
1. Input LEXO LAB mudah dipahami anak
Pengenalan suara adalah bagian awal dari belajar berbicara bahasa apa saja. Pertama kali mengakses web aplikasi belajar bicara bahasa inggris LEXO LAB, anak belajar mengasosiasikan suara dengan gambar tertentu.
Pada Buku 1: Hello, Irfan! misalnya, putri saya mula-mula diperkenalkan beberapa gambar dan cara pengucapannya dalam bahasa inggris. Setelah anak yakin menghapal seluruh gambar, chatpod akan menuntun anak praktik langsung merekam suara mereka berdasarkan gambar yang muncul.
Begitu anak selesai melafalkan keseluruhan gambar, fitur score scope pada chatpod akan memberikan nilai akhir yang menunjukkan tingkat ketepatan anak melafalkan kata dan frasa. Nilainya minimal bintang satu dan maksimal bintang lima.
Alur cerita dan ilustrasi web aplikasi untuk belajar bicara bahasa Inggris LEXO LAB tidak hanya indah, tetapi dibuat khusus untuk menyajikan informasi dengan pendekatan terstruktur secara aktual dan jelas. Proses ini sangat efektif untuk meningkatkan pembelajaran pada anak.
2. Anak mengakuisisi keterampilan berbicara lewat pelafalan tepat
LEXO LAB selanjutnya membantu anak-anak mulai berbicara dalam bahasa inggris lewat pelafalan yang tepat. Anak belajar mempertimbangkan kata-kata apa yang harus diucapkan, bagaimana urutannya, dan bagaimana cara melafalkan yang benar.
Awalnya anak diperkenalkan kata benda, misalnya house, city, hall, kemudian kata yang menunjukkan kepemilikan, misalnya my house, my hall, my city, dan sebagainya.
Anak diminta mengasah kemampuan berbicaranya terus menerus dengan berlatih bicara secara konsisten. Itulah mengapa proses tanpa praktik lisan kurang efektif meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris anak.
Sebagian mungkin menganggap kurikulum web aplikasi belajar bahasa Inggris untuk anak LEXO LAB terlalu kilat, tetapi saya pribadi sebagai orang tua yang melihat perkembangan anak saya merasakan pemahaman dan memori anak semakin kuat manakala rutin latihan berbicara bahasa inggris melalui aplikasi berbasis web ini.
3. Anak menyadari kesalahan dan mengoreksi diri
Ketika anak menyadari kesalahan dalam pengucapan, di saat sama anak belajar mengidentifikasi pola benar dan mencoba kembali frasa-frasa sampai pengucapannya sempurna atau mendekati ideal.
Saya tidak menuntut putri saya wajib mendapatkan bintang lima atau nilai penuh di aplikasi ini, sebab bagaimana pun bahasa Inggris bukan bahasa ibunya.
Lidah anak-anak Jepang, Korea, Cina, termasuk Indonesia mungkin tidak selalu bisa mendapatkan nilai 100 di setiap pengucapan, layaknya anak-anak yang memang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa ibu. Oleh sebabnya ketika putri saya mendapatkan bintang empat, dan dia merasa itu sudah cukup, saya mempersilakannya meneruskan materi di buku selanjutnya.
4. Anak diajak mengulang materi pembelajaran
Anak yang baru saja memperoleh kemampuan untuk mengucapkan kata dan frasa baru membutuhkan beberapa kali pengenalan dengan bahasa baru tersebut. Oleh sebabnya LEXO LAB sebagai web aplikasi belajar bicara bahasa Inggris android memperkenalkan proses belajar bahasa di waktu tertentu dengan aktivitas Games Pod.
Anak saya sangat senang ketika berjumpa fitur Word Bomb atau Word Up. Dia merasa sedang bermain, tetapi tidak sadar jika sesungguhnya sedang belajar.
5. Orang tua bisa mengidentifikasi pola kesalahan anak
Web aplikasi belajar bicara bahasa inggris LEXO LAB memantau perkembangan dan mencari beberapa kesalahan berulang yang anak lakukan setiap kali berlatih berbicara. Pengulangan kesalahan yang sama berbeda dengan melakukan kesalahan selama berlatih yang bisa diperbaiki saat itu juga.
LEXO LAB sebagai web aplikasi belajar bahasa inggris anak free di awal pemakaian mengenali pola kesalahan itu dengan mengandalkan hasil analisis, penggunaan pola yang benar, sehingga merinci kebutuhan belajar anak dari segi kecakapan dan kelemahan.
Saya bisa mendeteksi semua kesalahan putri saya pada fitur My Word Vault pada aplikasi. Semua kata-kata yang sering salah diucapkan oleh anak terdata di sana.
6. LEXO LAB memberi umpan balik korektif
LEXO LAB Indonesia juga menyediakan analisis kesalahan spesifik untuk mengidentifikasi letak kesalahan dengan tepat dan kapan terjadinya. Kesalahan fonetik ini diidentifikasi secara akurat.
Anak hendaknya belajar mengatakan sesuatu dengan benar sedini mungkin dan tidak membiarkan kesalahan sama terjadi berulang. Lebih sulit untuk belajar kembali dari awal, ketimbang belajar dengan benar dari awal, ya kan?
7. Ada instruksi remedial
LEXO LAB Indonesia akan mengidentifikasi pola kesalahan anak dalam pengucapan. Web aplikasi ini menambahkan fitur remedial untuk menarget kesalahan ke jalur pembicara anak.
Saat putri saya salah mengucapkan frasa a white dog dan menggantinya dengan frasa in the forest misalnya, aplikasi akan mengingatkan untuk remedial dengan peringatan.
8. Struktur pelajaran kompleks, tetapi tetap terstruktur.
Setiap cerita di LEXO LAB berisi pengalaman belajar yang terstruktur dan kompleks. Total putri saya diminta menyelesaikan 27 buku dan masing-masing buku terdiri dari empat bab. Artinya anak saya berkewajiban menyelesaikan lebih dari 100 cerita.
Kata dan frasa yang diajarkan di setiap cerita merupakan hasil pilihan dan kombinasi suara dan menarget struktur tata bahasa. Setiap cerita memiliki fokus spesifik dan sesuai dengan hasil pembelajaran yang diinginkan.
Kurikulum yang diterima putri saya bisa jadi berbeda dengan kurikulum yang diterima anak lain. Inilah pentingnya lima hari anak mengikuti uji coba gratis di LEXO LAB. Tujuannya menilai seberapa jauh kemampuan dasar anak dalam menguasai bahasa inggris.
9. Anak merasa terikat dan terlibat lewat cerita
Anak membutuhkan proses belajar menyenangkan dan nyaman. LEXO LAB sengaja menyusun materi belajar dalam bentuk cerita untuk mengajak dan memotivasi anak. Setiap anak senang terlibat dalam sebuah cerita.
Putri saya ketika di Buku 2: Hello, Alice! begitu tertarik melihat Alice memperkenalkan adiknya. Si kakak secara spontan meniru Alice dengan mencoba memperkenalkan kedua adiknya. Ini menunjukkan anak secara tak langsung merasa terlibat dengan cerita-cerita LEXO LAB yang dekat dengan keseharian anak.
Setiap selesai belajar satu bab dalam buku, anak bisa mendengarkan kembali hasil pengucapannya dan membandingkan dengan panduan pengucapan yang benar menurut aplikasi. Anak membangun kesadaran akan intonasi, tekanan suku kata, dan tekanan pada kalimat. Dia juga punya pilihan untuk memperbaikinya di fitur View Details.
10. Anak belajar bebas stres
Stres adalah hambatan serius untuk pembelajaran efektif anak. Belajar bahasa secara umum rentan terkena dampak negatif dari pengaruh stres. Tidak semua anak senang belajar bahasa, apa pun itu, entah bahasa inggris, bahasa indonesia, bahasa arab, atau bahasa daerah.
Apalagi anak seumuran putri saya yang masih enam tahun. Kadang dia stres karena diminta berulang-ulang mengulangi pengucapan satu kata sampai benar, atau diminta mengingat frasa yang dia lupa.
Inilah kenapa LEXO LAB menambahkan fitur petunjuk (hint) untuk memudahkan anak dalam proses belajar ketika mengalami kesulitan dan memberi umpan balik secara privasi kepada anak.
Kepada pembaca blog saya, juga ibu-ibu di luar sana yang masih ragu mendukung keterampilan anak berbahasa inggris, saya harap tidak alergi dengan web aplikasi belajar bicara bahasa inggris LEXO LAB. Jangan sampai anak kita kelak ketergantungan dengan Google Translate untuk menerjemahkan kata dan frasa bahasa inggris di masa depan.
Ada banyak aplikasi di luar sana yang membantu meningkatkan kemampuan menulis bahasa inggris. Namun, aplikasi yang menjadikan anak berani berbicara layaknya penutur asli, LEXO LAB salah satu yang terbaik. Unduh segera aplikasi belajar bicara bahasa inggris LEXO LAB. Anak menjadi adiktif sekaligus produktif.
Leave a Comment