20 Ide Kreatif Bermain Bersama Keluarga di Akhir Pekan

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan satu keluarga rata-rata hanya menghabiskan waktu berkualitas (quality time) sekitar 37 menit setiap hari. Fakta ini cukup mengejutkan sebab bukankah satu hari itu setara dengan 1.440 menit?

Akan tetapi, setelah saya ingat-ingat lagi ke belakang, faktanya memang demikian. Saya dan suami menghabiskan quality time bersama keluarga rata-rata cuma setengah jam saja. Ini hitungannya quality time yang benar-benar fokus membangun ikatan (bonding) bersama anak ya, tanpa di sela aktivitas lain, seperti cek hp, buka email, buka Facebook, main Instagram, nge-twit, dan sebagainya.

Prinsip kami, gak apa lah cuma setengah jam selama anak-anak lekat dengan orang tua. Singkat tapi berkesan. Toh dulu saya sama suami juga ketemuannya kilat, langsung love at the first sight, pacaran tiga bulan, lamaran, langsung nikah. Eh, malah curhat kemana-mana nih jadinya.

Ide Kreatif Bermain Bersama Keluarga

Weekend hampir tiba nih mak! Setiap keluarga tentu punya cara masing-masing menghabiskan waktu berkualitas. Yang jelas, tinggalkan gadget sejenak, fokus membangun ikatan orang tua dan anak.

Apa saja sih ide kreatif bermain bersama keluarga yang bisa kita lakukan di akhir pekan, singkat tapi berkesan? Baca terus 20 ide permainan anak dan orang tua berikut ini.

1. Nonton film

Nonton film bersama di malam minggu agenda bagus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Filmnya tentu disesuaikan dengan umur anak, atau film yang cocok untuk semua umur.

Jika mager alias malas gerak nonton ke bioskop, kita cukup beli film di Iflix, Netflix, Catchplay, atau aplikasi sejenis yang bisa diakses dari televisi atau android TV. Cukup bayar Rp 22-25 ribu, kita bisa nonton film-film yang relatif baru dan berlisensi loh, bukan nonton film bajakan. Pastikan ibu menyiapkan camilan cukup, apakah itu pop corn, kue-kue kering, keripik, atau kerupuk. Jangan lupa minumnya juga ya mak.

2. Main monopoli

Keluarga suami saya sering menghabiskan waktu bersama dengan bermain monopoli dan congklak. Setiap ada kesempatan ngumpul dan tiba-tiba mati gaya gak tahu mau ngapain, dua permainan sakti ini langsung keluar.

permainan kreatif

Jenis permainan lainnya yang bisa dimainkan bersama keluarga, antara lain ular tangga, halma, ludo, congklak, dan catur. Harga papan monopoli dan teman-temannya ini murah meriah, kurang dari Rp 30 ribu dan dijual bebas.

3. Berkemah di rumah

Berkemah semalam bersama keluarga kayaknya gak kalah asik ya. Sekiranya gak sempat pergi ke camping ground taman wisata alam atau kebun raya misalnya, ya berkemah saja di halaman rumah.

Keluarga tentunya membutuhkan fasilitas terkait, khususnya tenda, senter, dan kantung tidur atau sleeping bag. Isi kegiatan dengan bernyanyi bersama, bertukar cerita, atau main tebak-tebakan.

4. Jalan-jalan ke pantai

Rasanya selalu menyenangkan jalan-jalan bersama keluarga keluar rumah sambil menikmati udara segar di pantai. Ide ini juga mumpuni menghilangkan stres. Orang tua dan anak bisa sama-sama enjoy menikmati alam, menyaksikan matahari terbenam, kemudian pulangnya mampir makan di warung tenda atau restoran keluarga.

Bagi keluarga yang suka petualangan lebih menantang, aktivitas jalan-jalan ke hutan kota, hiking, atau treking menikmati pemandangan alam khas pegunungan bisa menjadi alternatif pilihan.

5. Kunjungi panti asuhan

Kunjungan ke panti asuhan atau panti jompo bisa meningkatkan empati. Anak-anak kita belajar cara berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya anak-anak yatim piatu.

Bantuan yang diberikan tidak melulu berupa uang. Anak-anak kita belajar ikhlas menyumbangkan sebagian pakaian atau mainannya yang masih bagus untuk saudara-saudara mereka yang membutuhkan.

6. Bikin kue

Anak kecil umumnya senang bermain di dapur, terlepas berapapun usianya, juga jenis kelaminnya. Aktivitas membuat kue bersama sungguh menyenangkan. Biarkan si kecil menghias kue-kuenya secantik mungkin.

Jika tak ada alat pemanggang, anak-anak bisa diajak memasak makanan kesukaannya. Saya sering mengajak puteri saya, Maetami yang sebentar lagi berusia empat tahun membuat nasi goreng. Dia sangat suka nasi goreng dan bersemangat memakannya sampai habis.

7. Baca bareng

Kita bisa memilih buku yang disukai anak-anak, misalnya buku-buku dongeng puteri raja, buku-buku superhero, sahabat Nabi, Harry Potter, atau kisah-kisah keluarga inspiratif

Supaya tidak membosankan, mintalah setiap orang bergiliran membacakannya dengan lantang dan penuh penghayatan. Setelah cerita selesai dibacakan, bahas intisari dari cerita tersebut.

8. Bercocok tanam

Aktivitas bercocok tanam bentuknya bisa kegiatan berkebun atau menanam pohon di halaman rumah. Jika rumah tak memiliki halaman, kita bisa mengajarkan anak menanam tanaman dalam pot.

Pilih jenis tanaman yang cepat tumbuh, misalnya bunga, sayur mayur, bawang, atau kacang-kacangan. Pilih juga tanaman yang tidak memerlukan perawatan intensif.

9. Wisata dekat rumah

Kita bisa mengajak anak-anak berpura-pura menjadi wisatawan di kota sendiri. Coba cek lagi tempat-tempat wisata terdekat dari rumah, barangkali ada yang belum sempat dikunjungi.

Biasanya sih begitu. Kita terlalu fokus ke destinasi wisata populer, padahal ada tempat wisata menarik yang tak jauh dari rumah kita. Jika bingung, kunjungi laman Instagram info wisata di kota masing-masing.

10. Family show

Anggap kita sedang berada di panggung spektakuler ajang pencarian bakat, seperti Indonesia’s Got Talent. Seluruh anggota keluarga diminta menjadi penampil.

Masing-masing kita diberikan waktu 5-10 menit untuk menampilkan bakat apa saja yang kita suka. Barangkali ayah jago main gitar, ibu jago menyanyi, si sulung jago pantomim, si tengah jago stand up comedy, sedangkan si bungsu jago bermain piano.

Saat ayah tampil, ibu dan anak-anak menjadi penonton yang memberikan semangat. Mereka juga bisa berperan ganda, merangkap juri atau komentator.

11. Pesta es krim

Musim panas, hujan jarang turun (kecuali sekarang ya, lagi musim banjir), kayaknya waktu yang pas untuk pesta es krim. Setelah makan siang atau makan malam, ibu bisa mengeluarkan kotak ajaib berisi es krim aneka rasa lengkap dengan topping-nya.

Tak perlu ribet mikirin kalori, diet, dan risiko kesehatan lainnya. Ini adalah momen bonding dan family time bersama anak-anak. Selama buah hati senang, tak ada salahnya ayah ibu ‘melupakan’ sejenak program dietnya.

12. Nge-vlog bareng

Wah, ini lagi musim banget nih. Nge-vlog bareng sekeluarga menciptakan momen tak terlupakan yang bisa ditonton sewaktu-waktu. Buatlah video tentang aktivitas seluruh anggota keluarga selama sehari di akhir pekan.

Ciptakan momen-momen indah yang layak untuk dikenang, misalnya saat ayah ibu membangunkan si kecil bangun pagi, menemani mereka berenang di kolam karet di rumah, menyuapinya makan, dan aktivitas lainnya.

13. Nge-prank

Ini rencana usil sih, namun tak ada salahnya dicoba selama tidak membahayakan keselamatan anggota keluarga yang menjadi korban prank.

Ibu mendadak bersembunyi sampai si kecil pusing nyariin emaknya. Papa mendadak pingsan dan tiba-tiba mengejutkan anak yang mulai panik, bingung cara memberikan pertolongan pertama.

14. Melukis wajah

Permainan anak yang satu ini ada syaratnya. Emak harus bersedia dan senang hati ngorbanin peralatan make up pribadi. Permainan melukis wajah cukup menyenangkan dan mengundang gelak tawa. Bukankah tertawa itu menyehatkan?

Ayah bisa melukis wajah ibu seperti kelinci. Ibu bisa melukis wajah ayah seperti macan. Adik bisa melukis wajah kakak seperti bayi panda. Kakak bisa melukis wajah adik seperti seekor tupai. Bandingkan hasil akhir lukisan masing-masing, yakin deh amburadul!

15. Cuci mobil berjamaah

Anak kecil mana sih yang gak senang bermain air? Nah, ayah bisa mengajak si kecil mencuci mobil berjamaah di akhir pekan. Kendaraan lain di rumah, seperti sepeda motor dan sepeda anak-anak tak boleh luput dibersihkan bersama loh.

16. Main bola atau badminton

Jika keluarga memiliki halaman cukup luas, orang tua bisa mengajak anak-anak melakukan olah raga sederhana, seperti main bola kaki atau badminton. Kegiatan ini bukan cuma menyehatkan, tapi juga melatih kekompakan.

Ayah bisa berpasangan dengan kakak untuk melawan ibu yang berpasangan dengan adik. Siapakah pemenangnya? Yang kalah harus cuci piring dan beresin meja makan setelah makan malam.

17. Ngajarin adik main sepeda

Apakah si adik masih menggunakan sepeda roda tiga? Sudah saatnya si kecil mahir mengayuh pedal sambil menyeimbangkan tubuhnya.

Keluarga bisa saling support mengajarkan si adik naik sepeda sampai bisa. Jangan lupa pakai helm dan pengaman siku juga lutut ya, supaya kalo jatuh si adik tidak terluka.

18. Bermain boneka bayangan

Permainan boneka bayangan salah satu agenda pengantar tidur favorit saat kita kecil dulu. Sekarang giliran kita mempraktikkan permainan serupa kepada buah hati.

Permainan ini mirip wayang, tapi bayangan yang dibentuk bebas. Kita bisa membentuk sebuah bayangan obyek, mulai dari hewan, benda, tumbuhan, sementara anak harus bisa menebaknya. Gak perlu takut ribet, tutorialnya udah banyak kok di YouTube.

19. Menyusun jigsaw puzzle

Jigsaw puzzle atau susun gambar cukup populer di dunia anak. Hanya saja untuk anak kecil levelnya sangat mudah. Bagaimana jika satu keluarga kompak bersama-sama menyusun jigsaw puzzle dengan tingkat kesulitan tinggi? Pastinya lebih seru dan bikin semuanya mikir.

Jika tak sempat beli jigsaw puzzle di Gramedia atau toko buku terdekat, kita bisa meng-install aplikasi games-nya di Google Playstore, kemudian memainkan di tablet.

20. Bermain gunting, batu, kertas

Inti permainan ini adalah bertanya dan menebak. Setelah gunting, batu, kertas dimainkan, pihak yang kalah harus menjawab pertanyaan dari yang menang. Jawabannya harus jujur, gak boleh bohong.

Waktu berkualitas itu mewah di mata anak. Tentu saja 30 menit hingga satu jam bersama keluarga tak selalu berjalan mulus. Bisa saja saat tengah asik main bareng, si kakak tiba-tiba gemes nyubitin adiknya, kemudian si adik menangis. Bisa saja lagi seru main, tiba-tiba si adik bad mood sendiri dan permainan bubar mengingat ayah dan ibu fokus menenangkan si adik.

Nikmati sensasinya. Jangan lupa tingkatkan kualitasnya dan tambah durasi waktu bersama keluarga. Insya Allah ikatan keluarga semakin baik dan anak-anak kita bertumbuh menjadi anak-anak periang.

4 thoughts

  1. Aku paling suka badminton kak, meski pas main kalah mulu, kena smash mulu tapi tetep suka. Karena energi yang dikeluarkan lumayan bikin keringatan daripada lari (entahlah lari cepet capek dan bosan)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.