Rahasia Ibu Aktif Tetap Sehat Selama Menyusui

Satu minggu lebih Ibu Erma, penjual jamu langganan saya tak datang ke rumah. Biasanya beliau selalu membawakan jamu untuk keluarga kami setiap hari. Saya coba menghubungi, ternyata Ibu Erma tengah sibuk menjalani usaha katering bersama teman-temannya dan istirahat sementara berjualan jamu.

Oya, perkenalkan, saya Mutia, ibu rumah tangga di Denpasar, Bali. Alhamdulillah saat ini saya dikaruniai tiga anak, seorang putri berusia tiga tahun, dan dua putra kembar berusia delapan bulan. Si kembar masih aktif menyusui. Sehari-hari saya menangani pekerjaan rumah sendiri, tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART).

Badan sudah pegal, lemas, nyeri punggung mulai terasa. Suami menawarkan memanggil tukang pijit, tapi saya tidak mau. Dari dulu saya memang tidak suka dipijit. Bagi saya, jamu adalah solusi cerdas untuk memulihkan energi setiap hari.

Suatu malam suami membawa pulang dua kotak Herbadrink rasa kunyit asam sirih + madu, dan sari jahe. Saya pun membaca label di kotaknya, “Membantu Melancarkan Haid dan dengan Manfaat Sirih dan Madu dapat Menyegarkan Badan.”

Ada logo JAMU di sudut kiri atas. Ini berarti produknya aman dikonsumsi ibu menyusui.

Herbadrink adalah minuman herbal alami yang dibuat menggunakan resep tradisional Indonesia, namun diproduksi secara modern dengan tetap mempertahankan manfaat alaminya.

Saya langsung menyeduh dua gelas Herbadrink Sari Jahe untuk kami. Si mas mulai menunjukkan gejala flu dan sakit karena belakangan sering lembur dan tidur larut malam. Sari jahe salah satu khasiatnya meredakan rasa nyeri dan sakit.

Penyajian serbuk Herbadrink sangat mudah. Larutkan satu sasetnya ke dalam 150 ml air panas atau dingin, aduk, kemudian minum.

Kami berdua langsung suka begitu pertama kali menyeruput minuman kesehatan ini. Rasanya sangat alami, seperti buatan sendiri (homemade), dan yang tak kalah penting adalah praktis. Badan pun segar, seperti ponsel yang baterai dayanya sudah terisi penuh.

Saya mencari tahu lebih jauh tentang produk ini. Herbadrink ternyata memiliki varian lain, yaitu temulawak, lidah buaya, dan beras kencur. Masing-masing memiliki khasiat berbeda yang tentunya menyehatkan.

Tantangan Menyusui Si Kembar

Bayi kembar tak hanya memberi kebahagiaan lebih untuk orang tua, namun juga tantangan, terutama saat menyusui. Produksi ASI harus terjamin jika ingin terus memberikan ASI berkualitas untuk kedua buah hati.

Mengasuh bayi kembar adalah pekerjaan berat dan melelahkan. Tak hanya memulihkan diri pascapersalinan sesar, namun dalam waktu bersamaan saya harus menyelesaikan pekerjaan domestik rumah tangga, diselingi menulis blog atau konten, juga istirahat.

Sayangnya istirahat bagi active mom seperti saya lebih sering sebatas wacana. Saat si kembar dan kakaknya tidur siang, saya memilih memasak untuk makan malam, menyeterika, menyapu, atau ujung-ujungnya buka laptop memperbaharui postingan blog, dan menyelesaikan artikel yang sudah deadline.

Tanpa bantuan asupan vitamin dan minuman kesehatan, seperti Herbadrink saya mungkin mudah lelah, gampang sakit, atau parahnya dehidrasi.

Si kembar saat ini memasuki fase merangkak dan berdiri. Mereka bergerak sangat aktif. Saya pun lebih waspada untuk mengantisipasi mereka tidak jatuh, menubruk tembok, atau kepalanya terhempas ke lantai. Duh, ngeri sekali membayangkannya.

Dua bayi berarti selalu ada risiko ganda menyangkut keamanan mereka. Meski demikian, saya ucap bismillah saja. Ada Allah yang Maha Melindungi. Yang jelas, saya memaksimalkan pengawasan dan keamanan untuk si kecil.

Tips Sehat Selama Menyusui

Ibu adalah homemaker, makanya orang sering bilang, ibu dilarang sakit. Suka tidak suka ungkapan ini ada benarnya. Mengurusi suami, anak-anak, dan rumah membutuhkan tenaga besar, dedikasi total, dan kesabaran tingkat tinggi.

Dalam kondisi sehat saja, ibu kadang kesulitan membagi waktu. Makan terburu-buru, mandi pun harus cepat mengalahkan kecepatan cahaya.

Bagaimana jika ibu sakit? Semuanya bakal berantakan, seperti kapal mau tenggelam. Rumah kotor. Suami dan anak kelaparan dan tak terurus. Aktivitas menyusui tak berjalan mulus. Saldo ATM pun tergerus karena mau tidak mau ke dokter itu harus.

Lalu, bagaimana supaya active mom, khususnya yang sedang menyusui tetap sehat dan tidak gampang sakit?

1. Makan teratur dengan menu seimbang

Ibu menyusui harus makan teratur. Jika tidak, tubuh akan mengambil cadangan nutrisi untuk menghasilkan energi. Saat cadangan itu habis, ibu akan kekurangan stamina untuk beraktivitas sehari-hari.

Ibu menyusui sering merasa lapar itu wajar. Tubuh sedang didesain memproduksi ASI untuk bayi. Itu sebabnya menu-menu makanan yang dikonsumsi harus seimbang.

Secara umum, ibu menyusui setidaknya membutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak dari ibu lainnya yang tidak menyusui. Kisarannya adalah 2.000-2.500 kalori per hari.

2. Banyak minum air putih

Kebutuhan cairan saat ibu menyusui lebih banyak dibanding sebelum hamil. Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan (2013) menyebut ibu menyusui setidaknya harus menambah konsumsi cairan 600-800 ml dari porsi normal setiap hari.

Bagi ibu, air putih membantu melancarkan pencernaan dan membentuk sel darah merah. Hal terpenting adalah menjaga ibu tetap terhidrasi dan tidak gampang lelah. Ketika asupan cairan tercukupi, produksi ASI pun lancar.

3. Konsumsi vitamin dan minuman kesehatan

Konsumsi vitamin itu opsional. Namun, vitamin dan mineral membantu proses pembentukan energi.

Apa saja vitamin yang dibutuhkan ibu menyusui? Di antaranya vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin E untuk antioksidan, dan vitamin D untuk menyehatkan tulang dan gigi yang juga diberikan ke bayi melalui ASI.

Saya menambahkan konsumsi minuman kesehatan sebagai tips penting. Minuman kesehatan, seperti Herbadrink sangat bagus dikonsumsi setiap hari oleh siapapun.

Untuk active mom seperti saya, Herbadrink Sari Jahe, temulawak, lidah buaya, dan kunyit asam menjadi pilihan tepat.

Kunyit asam membantu melangsingkan tubuh, mengurangi nyeri saat menstruasi, menjaga kadar gula dalam darah, dan mengobati anemia.

Ibu menyusui mudah terserang anemia atau kekurangan darah yang menyebabkan penyebaran oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

Apa akibatnya? Organ tubuh tidak bisa bekerja maksimal, khususnya otak, jantung, dan usus.

Sekarang saya mengeri, mengapa setelah melahirkan saya kok merasa daya ingat jauh menurun, mudah lupa, sehingga sering menyebut diri sendiri pikun.

Sari jahe berkhasiat meredakan rasa nyeri dan sakit, menurunkan berat badan, antioksidan, dan menjaga kadar gula dalam darah.

Ibu menyusui sebaiknya tidak menjalani diet ketat. Namun demikian, tidak ada salahnya mengonsumsi minuman kesehatan seperti Herbadrink Sari Jahe supaya lemak jahat, khususnya yang menumpuk menjadi gelambir di bawah perut bisa berkurang.

4. Olah raga cukup

Olah raga tak harus dilakukan di gym atau pusat kebugaran, apalagi ibu dengan tiga anak seperti saya.

Pada dasarnya segala bentuk aktivitas fisik yang ibu lakukan di rumah sudah bisa disebut olah raga, mulai dari memasak, mencuci piring, menyapu, mengepel, menyeterika, atau naik turun tangga bagi yang rumahnya dua lantai.

Saya membiasakan diri melakukan peregangan setelah menyelesaikan pekerjaan berat. Sesekali ibu juga bisa yoga setelah bangun tidur.

5. Manajemen stres

Manajemen stres sangat penting. Jika ibu stres, produksi ASI bisa terganggu. Ujung-ujungnya ibu bisa sakit.

Tidak ada jurus spesifik untuk mengatasi stres. Masing-masing ibu mempunyai cara sendiri mengendalikannya.

Bagi saya, melakukan hal sederhana, seperti bernyanyi, mandi air hangat atau berendam malam hari, makan es krim, mendengarkan musik, selfie sama anak, atau jalan sehat sambil car free day di Lapangan Renon, Denpasar setiap akhir pekan bisa mengurangi stres.

Terlepas dari lima tips di atas, yang namanya ibu penting untuk tetap berpikiran positif. Ini yang membantu menjauhkan ibu dari stres dan segala bentuk ancaman penyakit. Stay stress-free and try to be cheerful ya, bunda!

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.