6 Posisi Menyusui Bayi Kembar

Foto: Pixabay

BUNDALOGY — Bayi kembar tak hanya memberi kebahagiaan tak hingga untuk bunda, namun juga tantangan, terutama saat menyusui.

Menyusui bayi kembar itu tidak mudah, perlu latihan. Saya bahkan sampai hari ini masih belum bisa menerapkan lebih dari satu posisi saat tandem nursing.

Saya lebih suka menyusui bayi kembar terpisah. Intinya, jangan tunggu bayi menangis baru disusui. Begitu bayi pertama selesai, bayi kedua menyusul.

Bantal menyusui adalah perlengkapan wajib semua ibu dengan bayi kembar. Pilihlah bantal berbentuk kotak atau bundar dengan kualitas terbaik. Ini demi memastikan kepala bayi nyaman saat dipangku dan disusui.

Bantal menyusui (Foto: Wallmart)

Berikut adalah enam posisi menyusui bayi kembar yang bisa bunda coba praktikkan di rumah.

1. Double Football Hold
Ini adalah posisi umum yang diterapkan ibu menyusui, termasuk saya. Kedua bayi ditempatkan di kedua sisi payudara, berbaring di bawah tangan ibu.
(Foto: Twiniversity)
2. Double Cradle Hold
Bayi ditempatkan di pangkuan bunda dalam posisi silang. Bayi yang menyusu di payudara kanan kakinya menghadapi kiri, sementara bayi yang menyusu di payudara kiri kakinya menghadap kanan. Kedua kaki mereka menyilang di pangkuan bunda.
(Foto: Twiniversity)
3. Cradle Clutch Hold
Salah satu bayi diimpit di ketiak bunda, sementara bayi lainnya dipangku. Ini adalah kombinasi posisi 1 dan 2.
(Foto: Twiniversity)

Posisi 1-3 adalah posisi umum dan tidak begitu rumit. Bunda pasti bisa menguasainya dengan rajin latihan dan pembiasaan. Di bawah adalah tiga posisi lainnya yang lebih kompleks, namun bukan berarti mustahil untuk dicoba.

4. Craddle Cross (Foto: Twiniversity)
5. Criss Cross (Foto: Twiniversity)
6. Reclining Criss Cross (Foto: Twiniversity)

Dokter Prayoga, DSA yang menangani anak saya mengatakan tak perlu khawatir dengan produksi ASI meski saya memiliki bayi kembar. Ini karena semakin sering saya menyusui si kembar, semakin banyak pula ASI berproduksi.

Beberapa penelitian menunjukkan bayi laki-laki baru lahir rata-rata menghabiskan 831 ml ASI per hari, sementara ibu menyusui bisa menghasilkan ASI tiga kali lipat dari jumlah tersebut. Masya Allah ya?

Dokter juga menasihati saya agar memperlakukan anak kembar saya secara individu. Maksudnya, susui satu bayi berapa lama pun dia hendak menyusu. Jangan pernah menghentikannya di tengah hanya karena bayi satu lagi menangis minta disusui.

Inilah pentingnya bunda belajar tandem nursing. Sayang saya hanya bisa memberi nasihat saja, sebab dalam praktiknya saya menyerah dan akhirnya menyelingi keduanya dengan susu formula 🙁

Terus menyusui mereka dengan metode tandem nursing pada satu titik membuat saya frustasi, capek, ujung-ujungnya menangis, dan produksi ASI pun menurun. Alternatifnya, tiga bulan pertama kelahiran kembar, saya disiplin memompa ASI (pumping) agar mereka mendapat asupan ASI optimal.

Apapun pilihan bunda, hal terpenting adalah jangan terlalu keras pada diri sendiri. Menyusui bayi bukan hanya sehari dua hari, melainkan lebih lama dari itu. Bunda harus tekun, bisa memanajemen stres, dan menabung kesabaran luar biasa. Semangat bunda!

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.