#14HariBercerita

5fee80a8bb71a9341225ce9624b9f5d6

Februari selalu istimewa. Tanggal 14 bulan ini, aku dan mas genap empat tahun menikah. Kalo kata orang sih, angka segini masih level tiarap 😁 Bingung mau bikin momen apa buat jadi kenang-kenangan di tahun keempat ini, dan akhirnya terlintas bikin #14haribercerita di Instagramku @muthe_bogara Continue reading “#14HariBercerita”

Advertisements

Mommy Rivalry: Bekerja atau di Rumah?

e56d3c53-e1e8-45aa-9003-ae45472731a4

Topik ibu pekerja (working mom) VS ibu rumah tangga (fulltime mom) seakan tak pernah habisnya ya? Belakangan topik ini nge-hits lagi di Facebook. Beberapa teman memosting pendapatnya pribadi tentang kedua tipe ibu di atas.  Continue reading “Mommy Rivalry: Bekerja atau di Rumah?”

Tiga Tahun untuk Selamanya (3 Years of Marriage)

10155509_10203566783959124_6615040398419216182_n

Tiga tahun? Melihat angka ini mungkin banyak yang bilang aku dan mas masih pengantin baru, suami istri kemaren sore. Betul, kami masih perlu banyak belajar dan menjalani pahit manis pernikahan. Betul, kami masih seujung kuku hidup berumah tangga, dibanding pasangan lain yang mungkin sudah menyentuh angka dobel digit, 10, 15, atau bahkan 20 tahun. Tapi, bagiku, ketika dua orang memutuskan menikah, meski baru satu tahun pun, mereka sesungguhnya sudah belajar banyak hal tentang kehidupan pascamenikah.  Continue reading “Tiga Tahun untuk Selamanya (3 Years of Marriage)”

We Made It: Ultah ke-2 Pernikahan

CYMERA_20160215_184517

Duduk manis di depan laptop setelah pekan kemarin sibuk bolak-balik liputan Denpasar-Nusa Dua untuk acara Bali Clean Energy Forum (BCEF). Kuluangkan kembali waktu di sela pekerjaan untuk menikmati kembali rumah.

14 Februari 2016 adalah hari bersejarah. Dua tahun lalu, seorang teman yang baru saja tiga bulan kukenal mengungkapkan cintanya padaku. Cintanya beda, bukan cinta sebatas coklat, mawar, atau boneka di Hari Valentine, tapi cinta yang mengikatku sebagai teman hidupnya lewat ijab qabul dan cincin pernikahan.  Continue reading “We Made It: Ultah ke-2 Pernikahan”

Ketika Suami Tercinta Pulang Kerja Malam

Muthe Bogara:
“Sayang, where are you? Whatsapp Tia pending terus. Udah mau berbuka mas.”

Rifki Bogara:
“Sayang, bentar ya, ada 500 BTS mati. Teman-teman mas masih pada di kantor. Se-Bali gak bisa nelepon dan internet sayang.”

Muthe Bogara:
“Ya mas, ndak papa. Tia cuma khawatir aja ndak ada kabar dari mas.”

Rifki Bogara:
“Suami sayang orang Telkomsel. Sayang juga pakai Telkomsel. Kalo gak bisa nelepon se-Bali, sayang dah tahu lah ya. Hehehe.”

Muthe Bogara:
“Ya, Tia tahu kok pasti mas sedang sibuk tadi. Hehehe. Mas mau pulang malam lagi?”

Rifki Bogara:
“Sepertinya begitu sayang. Sayang, nanti abis tarawih bobok duluan aja ya? Ini belum selesai. Nanti, kalo mas balik, mas kabarin yah. I love you.”

Muthe Bogara:
“Oke mas, silakan dilanjut. Mas buka puasa dan makannya jangan telat di sana ya. Met berbuka puasa sayang. I love u too”

Rifki Bogara:
“Support istri, alhamdulillah Ya Allah. Met berbuka puasa juga sayang.”  Continue reading “Ketika Suami Tercinta Pulang Kerja Malam”

Ketika Istri Belajar Memasak untuk Suami

Saat memutuskan siap untuk menikah dulu, aku terus berpikir serius tentang bagaimana cara membumbui kehidupan pernikahan kami nanti? Sehari setelah resepsi, di rumahku di Pasaman Barat, aku melihat betapa lahapnya mas menyantap sarapan pagi buatan ibuku. Nasi panas, rendang lokan (kerang), ikan kembung bakar, sayur tumis, dan segelas teh manis hangat.

Pernah menonton film ‘Julie & Julia’ ? Film ini mengajarkan pada kita bahwa makanan bisa membuat pasangan saling memahami satu sama lain. Makanan bisa mengikat hubungan suami istri semakin erat. Thomas Wolfe, novelis Amerika yang terkenal pernah mengatakan, “Tidak ada pemandangan lebih indah di muka Bumi ini selain melihat seorang wanita membuat makan malam untuk orang yang dia cintai.” You know what? Aku semakin sadar, food is sensual!  Continue reading “Ketika Istri Belajar Memasak untuk Suami”