Founder dan CEO Mangsi, Made Windu Segara Senet: Narasi dalam Secangkir Kopi

IMG-9926.jpg
Founder dan CEO Mangsi, Made Windu Segara Senet

Virus minum kopi meluas ke berbagai kalangan. Awalnya marak bermunculan kopi instan, kopi espresso,hingga obsesi menikmati secangkir kopi asli dengan teknik pembuatan terbaik yang disajikan lewat keramahtamahan kedai kopi atau restoran.

Pulau Dewata memiliki dua tempat penghasil kopi yang masuk ke dalam kategori 10 kopi terbaik dunia, yaitu Kopi Arabika Kintamani dan Kopi Robusta Tabanan. Salah satu pemain besar bisnis kopi dari hulu hingga hilir di Bali adalah Mangsi Coffee yang dikelola Windu Segara Senet.

Enterpreneur muda ini sukses karena mampu menarasikan bisnisnya secara kreatif dan inovatif. Windu bukan hanya pebinis, tapi juga dokter dan pelukis. Menjadi dokter baginya sebuah pengabdian. Melukis caranya menyempurnakan rasa, sementara berbisnis caranya meraih sukses di usia muda.  Continue reading “Founder dan CEO Mangsi, Made Windu Segara Senet: Narasi dalam Secangkir Kopi”

Advertisements

Ant Man & The Wasp: Super Hero Keluarga Banget

when in manila.jpg
Ant Man (kanan) dan The Wasp (kiri) (Foto: When in Manila)

Ant man & The Wasp pas banget jadi pencuci mulut sekaligus hidangan penutup serangkaian film super hero Marvel Cinematic Universe (MCU) sepanjang tahun ini. Sebelum menonton sekuel kedua pahlawan semut ini, sebaiknya kamu nonton lagi film pertamanya dan juga Avengers: Civil War. Ada beberapa alur cerita terkait dengan dua film di atas.

Latar belakang film ini adalah dua tahun setelah Scott Lang alias Ant Mant (diperankan Paul Rudd) mendukung kubu Captain America melawan kubu Iron Man dalam seri Civil War di Jerman. Lang menjadi tahanan rumah sebab dianggap melanggar Perjanjian Sokovia. Sembari di rumah, dia pun bekerja di salah satu perusahaan konsultan keamanan, X-Con, bersama sahabatnya, Luis, diperankan Michael Pena.
Continue reading “Ant Man & The Wasp: Super Hero Keluarga Banget”

Pendiri Suryani Institute for Mental Health, Luh Ketut Suryani: Kampanyekan Indonesia Bebas Pasung

qJkYklEL_400x400

Luh Ketut Suryani sering disebut profesor ‘gila’ karena gagasan-gagasannya yang tidak umum. Di usianya yang tak lagi muda, perempuan pejuang dari Bali ini berjuang membebaskan orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari hukum pasung yang masih banyak dilakukan masyarakat, termasuk di Tanah Kelahirannya.

Tiga belas tahun sudah Suryani bersama relawannya melepas belenggu pasung ODGJ di berbagai pelosok Pulau Dewata. Bagaimana kisah dan perjuangannya? Berikut wawancara saya bersama Profesor Ahli Jiwa Universitas Udayana sekaligus Pendiri (Founder) Suryani Institute for Mental Health (SIMH) ini di Denpasar beberapa waktu lalu.  Continue reading “Pendiri Suryani Institute for Mental Health, Luh Ketut Suryani: Kampanyekan Indonesia Bebas Pasung”

Founder & Chairman BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra: Satu Jurus Dilatih Seribu Kali

Alex Journal Square.jpg
Direktur Utama BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra (Foto: BPR Lestari)

Lulus sebagai engineering dari universitas swasta bergengsi di Jakarta, Alex Purnadi Chandra justru menemukan hasrat di dunia perbankan. Selama delapan tahun dihabiskannya berkarier di bank swasta nasional terbesar, PT Bank Central Asia (BCA) hingga pada 1999 ia memutuskan untuk memiliki bank sendiri bernama BPR Lestari.

Alex membawa BPR Lestari yang hampir kolaps karena krisis ekonomi 1998 menjadi bank yang berakselerasi cepat dalam waktu kurang dari 10 tahun. Pada 2005, BPR Lestari sukses menjadi BPR terbesar di Pulau Dewata dan terbesar ketiga nasional dari sisi aset.

Bagaimana cerita dan pengalaman beliau dalam membangun bisnis dan visinya menjadikan perusahaan sebagai local champion? Berikut wawancara saya dengan beliau di ruang kerjanya di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Januari 2016 lalu.  Continue reading “Founder & Chairman BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra: Satu Jurus Dilatih Seribu Kali”

Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan

MRC_2066.jpg
Mr Joger (Foto: Joger Jelek)

Jika pernah berwisata ke Bali, Anda tentunya tak asing lagi dengan Pabrik Kata-Kata Joger yang berada di Jalan Raya Kuta. Tempat ini menyediakan pernak-pernik unik khas Bali, mulai dari baju kaus dengan cap merah di belakangnya, sandal warna-warni, jaket, tas-tas bermotif aneh, hingga sepatu lucu.

Hampir di setiap sudut ruangan Anda bisa menemukan kata-kata unik, bahkan ‘garing’ karya Pak Joger yang tak jarang mengundang tawa saat membacanya. Siapa sebenarnya Pak Joger? Dia adalah Joseph Theodorus Wulianadi, sang Raja Pabrik Kata-Kata Joger.

Pria dengan gelar BAA BSS alias ‘Bukan Apa-Apa’ dan ‘Bukan Siapa-Siapa’ ini dalam setiap pertemuan selalu menyapa sesama dengan ucapan ‘Good Morning, Selamat Pagi.’ Saya berkesempatan mendengarkan pengalaman beliau dalam membesarkan Joger sebagai pabrik kata-kata terbesar ketiga di dunia, November 2015 lalu.  Continue reading “Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan”