Review Love Has Fireworks
Review Love Has Fireworks

Love Has Fireworks sebetulnya sudah kutamatkan lumayan lama. Kenapa baru nulis ulasannya sekarang? Mungkin dari sana aja cukup menjelaskan banyak hal ya.

Biasanya kalau aku benar-benar jatuh cinta sama sebuah drama, misalnya sebelumnya aku bikin review Mo Li, aku pasti langsung buka Notes bahkan sebelum episode terakhirnya selesai. 

Kalau di mataku serialnya se-gong itu, aku pasti bakalan sibuk screenshot adegan favorit, quotes favorit, mencari soundtrack, atau minimal bengong beberapa hari karena belum bisa move on.

Nah, Love Has Fireworks? Begitu selesai nonton episode terakhir, bahkan aku beli WeTV Express loh, eh aku ya cuma nutup laptop, trus life goes on seperti biasa.

Serial ini nggak jelek. Soalnya aku udah pernah nonton drama china romantis yang lebih jelek dari ini. Adaaa. Nah, masalahnya, Love Has Fireworks ini kerasa kayak serial yang sebetulnya punya semua modal untuk jadi menarik, tetapi entah kenapa tidak pernah benar-benar sampai ke sana.

Silakan baca terus ulasanku kali ini. Pro kontra itu biasa. Mohon jangan mem-bully-ku ya. Ini adalah sudut pandangku pribadi. Silakan kalau kalian tidak setuju, tidak masalah.

Love Has Fireworks dibintangi Wang Churan dan Tan Jianci
Love Has Fireworks dibintangi Wang Churan dan Tan Jianci

Sinopsis Love Has Fireworks

Qian Fei (Wang Churan) adalah seorang perempuan mandiri yang bekerja di industri investasi. Hidupnya mendadak berantakan setelah pertunangannya dengan Wang Ruohai (Li Xinze) kandas. 

Pada saat yang sama, Qian Fei harus tetap membayar cicilan apartemen yang sebelumnya direncanakan untuk ditinggali bersama sang tunangan. Untuk meringankan beban finansial, Qian Fei memutuskan menyewakan salah satu kamar di apartemennya. 

Wang Churan sebagai Qian Fei di Love Has Fireworks
Wang Churan sebagai Qian Fei di Love Has Fireworks

Tak disangka, penyewa barunya adalah Li Yifei (Tan Jianci), seorang pria tampan, kaya, dan percaya diri yang berasal dari keluarga berada. Akan tetapi, Qian Fei masih belum tahu sekaya apa penyewanya ini yang akhirnya bisa bikin dia shock.

Meski terlihat sempurna, Li Yifei ternyata memiliki banyak kebiasaan yang membuat Qian Fei naik darah. Ia terbiasa dimanjakan, kurang mandiri dalam urusan rumah tangga, dan kerap ikut campur dalam kehidupan Qian Fei. 

Akan tetapi, di balik sikapnya yang menyebalkan itu, Li Yifei adalah sosok yang hangat dan selalu hadir ketika Qian Fei membutuhkannya.

Tan Jianci sebagai Li Yifei di Love Has Fireworks
Tan Jianci sebagai Li Yifei di Love Has Fireworks

Hidup serumah membuat keduanya perlahan saling mengenal. Dari pertengkaran kecil, makan malam bersama, hingga saling mendukung di tengah tekanan pekerjaan, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar teman satu apartemen.

Di sisi lain, keduanya juga harus menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Konflik bisnis, persaingan profesional, hingga bayang-bayang masa lalu membuat perjalanan mereka menuju kebahagiaan tidak semudah yang dibayangkan.

Love Has Fireworks tayang sebanyak 36 episode dan menjadi salah satu karya yang paling dinantikan. Ini berkat kolaborasi Tan Jianci dan Wang Churan, dua aktor yang sebelumnya telah mencuri perhatian lewat berbagai proyek populer.

Review Love Has Fireworks

Honestly ya, judulnya aja menurutku agak menipu. Kalau disuruh mengganti judul, mungkin aku akan memilih Love Has Overtime. Atau Love Has IPO. Atau Love Has Another Meeting at 9 A.M. HAHAHA.

Dibanding serial bergenre romance, drama china satu ini jauh lebih bersemangat membahas pekerjaan. Ada begitu banyak rapat, proyek, investigasi perusahaan, politik kantor, dan orang-orang yang berbicara serius di ruang meeting sampai aku sempat lupa kalau ini seharusnya kan drama romantis.

Bukannya aku nggak suka office drama, atau office romance, tapi sebagai penonton kan dari awal kita pasti ditawarkan genre untuk drama ini dong. Nah, karena aku lagi pengen nonton drama romance, ya aku tonton.

Padahal premisnya bagus. Seorang perempuan yang baru ditinggal tunangannya menyewakan satu kamar di apartemennya demi membantunya membayar cicilan. Penyewanya adalah seorang pria kaya yang sedikit menyebalkan, agak manja, tetapi diam-diam perhatian.

Mereka tinggal serumah, kemudian sering bertengkar, dan keduanya pelan-pelan jatuh cinta. Seharusnya ini premisnya mudah.

Tambah lagi Tan Jianci dan Wang Churan jadi lead-nya. Boleh dong aku awalnya mikir serial ini mustahil gagal?

Ternyata aku salah, atau mungkin lebih tepatnya aku terlalu berekspektasi. Semakin jauh aku menonton, semakin aku ngeh kalau masalah terbesar drama ini sebenarnya sederhana.

Tak Seromantis yang Dijanjikan

Tan Jianci dan Wang Churan punya chemistry yang lebih bagus saat mereka belum pacaran. Yes, I said what I said.

Mereka lebih meyakinkan sebagai dua orang yang diam-diam saling suka daripada sebagai pasangan. Sadly, untuk sebuah drama genre romance yang menghabiskan lebih dari 30 episode untuk membawa penonton setia menontonnya sampai habis, ini jelas sedikit mengecewakan.

Aku masih ingat bagaimana aku menikmati episode-episode awal. Li Yifei yang sibuk mencari perhatian Qian Fei. Qian Fei yang mulai terbiasa dengan keberadaan Li Yifei di rumahnya. Mereka bertengkar soal hal-hal kecil, saling mengganggu, lalu diam-diam saling memperhatikan.

Sangat natural interaksinya. Mereka punya energi yang bagus saat bersama. Aku percaya kalau mereka menikmati keberadaan satu sama lain. Aku juga percaya kalau mereka akan saling merindukan ketika salah satu tidak ada.

Tetapi anehnya, begitu mereka resmi bersama, semua perasaan itu seperti hilang begitu saja. Jangan suruh aku membahas kiss scene-nya. Karena aku sudah menunggu lebih dari 30 episode untuk itu.

Tiga puluh episode. Ujung-ujungnya, reaksiku setelah melihat adegan ciuman mereka kira-kira ya cuma bilang, “Oh!” trus lima detik kemudian, “Ya sudah. Segitu doang kan?” Selesai.

Mungkin kamu, pembacaku, mengira aku berharap terlalu banyak? Mungkin.

Tapi kalau sebuah drama bergenre romance membuat penontonnya menunggu selama itu hanya untuk adegan kiss scene saja, aku rasa sangat wajar dan tidak berlebihan kalau aku berharap ada sedikit ledakan emosi di akhir penantian. Layaknya kembang api.

Tapi yang ada? Cahayanya gak seterang benderang kembang api itu. Palingan cuma seterang lampu tumblr. HEHEHE.

Aku nggak merasakan apa-apa. Nggak ada merinding, nggak ada senyum-senyum sendiri, nggak ada kupu-kupu melayang di atas kepala.

Pokoknya nggak ada perasaan, “YA AMPUN, AKHIRNYA!”

Lebih dari itu, aku juga nggak ada keinginan untuk mengulang adegannya lagi setelah dramanya selesai. HAHAHA. Untuk sebuah drama romantis, ini masalah besar loh.

Chemistry Love Has Fireworks sebelum pacaran jauh lebih menarik
Chemistry Love Has Fireworks sebelum pacaran jauh lebih menarik

Chemistry Hilang Setelah Bersama

Lebih lucu lagi, setelah Qian Fei dan Li Yifei pacaran, vibes mereka masih terasa seperti dua sahabat yang kebetulan memutuskan untuk mencoba berkencan. Aku bahkan lebih percaya mereka saling membutuhkan ketika masih tinggal serumah dibanding setelah mereka resmi menjadi pasangan. 

Biasanya drama slow burn punya pola yang jelas. Kita dibuat menunggu, lalu penantian itu terbayar.

Di sini? di Love Has Fireworks ini? Aku kok lebih ngerasa seperti nungguin bus yang supirnya terus bilang, “Sebentar lagi sampai.”

Sampai episode 10, masih sebentar lagi.

Episode 15? Sebentar lagi.

Episode 20? Sebentar lagi.

Episode 28? Masih sebentar lagi.

Kesel nggak tuh? Kapan mereka jadiannya? Ini udah hampir episode 30 loh. Aku benci mengakui itu, karena sebenarnya aku suka slow burn drama dan aku suka Wang Churan, terlebih setelah chemistry dia sama Cheng Lei di How Dare You.

Qian Fei dan Li Yifei setelah pacaran malah "B" aja
Qian Fei dan Li Yifei setelah pacaran malah “B” aja

Sebetulnya, aku ini termasuk penggemar lawas long drachin yang rela menunggu 20 episode selama perkembangan emosinya terasa. Masalahnya, perkembangan hubungan Qian Fei dan Li Yifei di Love Has Fireworks ini muter-muter terus. Kebanyakan muternya.

Mau mengaku? Ndak jadi.

Mau jujur? Ndak jadi.

Mau cemburu? Apa yang mau dicemburuin? Wong mereka pura-pura ndak peduli terus.

Gitu terus muternya. Sampai akhirnya aku merasa drama ini terlalu takut untuk benar-benar bergerak maju.

Qian Fei. Di awal, aku cukup menyukainya. Dia perempuan mandiri, pintar, dan berusaha membangun hidupnya lagi setelah hubungannya kandas. Tetapi semakin mendekati akhir, aku justru semakin frustrasi sama karakter Wang Churan di sini.

Ada begitu banyak konflik yang sebenarnya bisa selesai kalau dia mau duduk selama lima menit dan bicara. Lima menit, please. Itu saja.

Aku sampai beberapa kali berkata sendirian, “Tolong ngomong saja, Mbak. Tolong.”

Karena ya menurutku aneh melihat seseorang yang begitu kompeten di tempat kerja tiba-tiba tidak bisa melakukan percakapan sederhana dengan orang yang dia sukai. How can? Nggak masuk di logika aku.

Karakter Tan Jianci Paling Berkembang

Sebaliknya, Li Yifei justru karakternya terus berkembang. Dia mungkin manja, mungkin terlalu percaya diri, mungkin juga nggak tahu cara mengurus dirinya sendiri di awal. Tetapi setidaknya dia berubah.

Semakin lama aku menonton, semakin terasa kalau Tan Jianci sebagai Li Yifei di sini adalah orang yang paling banyak berusaha dalam hubungan ini.

Jujur, kalau bukan karena Tan Jianci, aku nggak yakin akan menyelesaikan 36 episode drama Love Has Fireworks ini. Padahal aku bukan penggemarnya. Aku nonton serial ini justru karena Wang Churan.

Gara-gara Tan Jianci, karakter Li Yifei yang biasa banget ini bisa kerasa lebih hidup. Lihat aja deh, cara dia cemburu, cara dia panik, cara dia mencoba terlihat keren lalu gagal total.

Dia punya timing komedi yang bagus dan tahu persis kapan harus menahan ekspresi atau kapan harus membiarkan karakternya terlihat sedikit memalukan. Tan Jianci membuat Li Yifei sangat mudah disukai.

Kurasa ada banyak penonton sepertiku yang punya alasan sama, mengapa mereka bertahan sampai akhir. Kalau pesona Tan Jianci dihilangkan, kita mulai melihat banyak masalah yang sebenarnya sudah ada sejak awal.

Perkembangan karakter Tan Jianci sangat terlihat
Perkembangan karakter Tan Jianci sangat terlihat

Romance Ayah Anak Justru Lebih Menarik

Kisah cinta terbaik di drama ini menurutku bukan antara Qian Fei dan Li Yifei, tapi antara Li Yifei dan sang ayah, Li Qiansheng.

Awalnya, hubungan mereka terasa seperti template klasik drama keluarga kaya di drama china. Sang ayah yang keras, anak yang dianggap belum dewasa, lalu konflik karena ekspektasi yang tidak pernah benar-benar diucapkan.

Li Qiansheng adalah tipe ayah yang mencintai anaknya, tetapi tidak pernah tahu bagaimana cara menunjukkannya. Sebaliknya, Li Yifei tumbuh menjadi seseorang yang terlihat santai dan sedikit manja, tetapi diam-diam terus mencari pengakuan dari ayahnya.

Dan mungkin karena Tan Jianci sangat bagus memainkan emosi-emosi kecil, aku bisa merasakan kalau ketika dia menjadi Li Yifei, sebenarnya dia tidak pernah benar-benar memberontak ayahnya. Dia hanya lelah terus dianggap belum cukup baik.

Ada beberapa momen ketika Li Qiansheng mulai melihat putranya sebagai orang dewasa, dan momen-momen itu memberikan efek emosional yang lebih besar dibanding sebagian besar adegan romantis di drama ini. Karena hubungan mereka terasa lebih real menurut aku.

Li Qiansheng, ayah Li Yifei di Love Has Fireworks
Li Qiansheng, ayah Li Yifei di Love Has Fireworks

Tidak semua orang punya mantan tunangan yang meninggalkannya lalu bertemu pria kaya dan tinggal serumah. Tetapi banyak orang tumbuh dengan orang tua yang sulit mengucapkan, “Aku bangga padamu” ke anaknya.

Drama ini mungkin gagal memberiku kupu-kupu saat Li Yifei dan Qian Fei akhirnya bersama, tetapi drama ini berhasil membuatku kagum ketika Li Qiansheng mulai memahami putranya dan menurunkan egonya demi anak.

Li Yifei ini, dia bisa menghadapi konflik di tempat kerja. Dia bisa mengejar perempuan yang dia sukai selama puluhan episode. Tetapi di hadapan ayahnya, dia tetap seperti anak kecil yang diam-diam menunggu dipuji.

Bukankah banyak dari kita juga seperti itu? Mungkin itu sebabnya hubungan mereka terasa sangat membumi.

Semakin mendekati akhir, aku justru ngerasa kalau perjalanan Li Yifei menjadi orang dewasa jauh lebih menarik dibanding perjalanan Li Yifei menjadi pacar Qian Fei. HEHEHE.

Subplot Mengganggu

Belum lagi subplot-nya. ADUUUUUUH. Astaga, subplot-nya ini, SE-ENGGAK SUKA itu aku. Maaf, aku nggak suka sub-plotnya, bukan berarti nggak suka sama second lead atau third lead-nya.

Penonton tuh sebenarnya nggak butuh mantan Qian Fei muncul sebanyak itu. Kita nggak butuh separuh konflik sampingan yang ada di drama ini.

Tujuan utama orang nonton Love Has Fireworks ini kan mau lihat Qian Fei dan Li Yifei, dua orang jatuh cinta setelah tinggal serumah, bukan untuk ikut menghadiri rapat perusahaan selama 36 episode. Yang bener aja dong!!!

Makin ironis karena aku sebenarnya menyukai momen-momen kecil mereka. Saat makan bersama, saat memasak, saat pulang ke rumah dan tahu ada seseorang yang menunggumu. Love Has Fireworks ini sangat bagus ketika membicarakan hal-hal seperti itu.

Subplot yang terlalu banyak sangat mengganggu Love Has Fireworks
Subplot yang terlalu banyak sangat mengganggu Love Has Fireworks

Kesimpulan Love Has Fireworks

Namanya cinta ya pastinya sering tumbuh dari kebiasaan. Hati berbunga-bunga pas tahu ada seseorang yang tahu kamu suka makan apa.

Banyak kupu-kupu di atas kepala pas tahu ada seseorang yang otomatis membelikan sarapan buat kamu tanpa diminta. Seseorang yang keberadaannya pelan-pelan terasa normal.

Di situlah Love Has Fireworks paling bersinar. Jadi, bukan saat adegan romantisnya atau pas pengakuan cintanya. Apalagi saat kiss scene yang sudah ditunggu setengah musim, tahunya yah segitu doang. Aku rasa itu yang paling membuatku kecewa.

Love Has Fireworks sebenarnya tahu bagaimana membangun perasaan. Mereka hanya tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah perasaan itu sampai di tujuan.

Jadi, apakah aku menyesal menontonnya? Ya tidak, meski nilai dariku mungkin cuma 7.5/10.

Apakah aku akan merekomendasikannya? Ya, tapi dengan catatan. Kalau kamu beneran lagi cari drama romansa yang bikin susah move on, chemistry yang membuatmu ingin menonton ulang adegan favorit, atau kiss scene yang layak ditunggu, turunkan jauh-jauh ekspektasimu, sebab serial ini sangat jauh dari itu.

Tapi kalau emang kamu suka Tan Jianci atau Wang Churan, mau serial mereka jelek atau bagus, suka dinamika teman serumah, dan tidak keberatan menonton orang-orang bekerja hampir sebanyak mereka jatuh cinta, mungkin kamu masih akan menikmatinya.

Certified author (BNSP), eks-jurnalis ekonomi dan lingkungan. Kini menjadi full-time mom yang juga berkarya sebagai novelis, blogger, dan content writer. Founder Rimbawan Menulis (Rimbalis), komunitas yang aktif mengeksplorasi dunia literasi dan isu-isu lingkungan.

Share:

Leave a Comment