6 Alasan Sewa Rumah Jadi Tren Generasi Milenial

Milenial masa kini lebih suka sewa rumah dari pada membeli properti rumah. Mereka mempunyai banyak pertimbangan, mulai dari gaya hidup nomaden alias berpindah-pindah, harga perumahan yang semakin menggila, dan menghindari biaya pemeliharaan.

Generasi yang lahir akhir 1990-an hingga awal 2000-an ini  merasa sewa rumah jauh lebih mudah dan murah. Sewa rumah juga memungkinkan mereka bisa hidup berpindah.

Alasan Milenial Pilih Sewa Rumah

Portal properti Lamudi.co.id melakukan survei terhadap 100 responden anak muda Jakarta tentang pilihan sewa atau membeli rumah atau apartemen. Hasilnya? Sebanyak 82 persen menjawab mereka lebih memilih sewa, sementara sisanya berminat untuk membeli.

sewa rumah
Milenial lebih suka sewa rumah (Foto: Pexel)

Setiap bulan setidaknya 2,900 orang mencari informasi tentang sewa apartemen di Jakarta, dan hanya 700 orang yang mencari informasi tentang beli rumah atau apartemen.

Nah, berdasarkan data di atas, apa saja alasan yang melatarbelakangi milenial lebih memilih sewa rumah ketimbang membeli?

1. Harga sewa rumah lebih variatif

Milenial tumbuh dengan gawai dan internet. Media sosial, iPhone atau smartphone, memungkinkan generasi Y ini mengakses berbagai platform sewa rumah dan sewa apartemen.

Mereka bisa menemukan rumah atau apartemen dengan harga terjangkau, atau sesuai bujet. Mereka bisa melakukannya dari mana saja, tanpa perlu datang langsung ke lokasi.

2. Punya rumah bukan tujuan hidup utama

Puluhan survei di berbagai negara menyimpulkan milenial lebih memilih sewa rumah daripada membeli. Ini berbeda sekali dengan pilihan generasi sebelumnya yang memandang kepemilikan rumah sebagai salah satu tujuan hidup.

Tujuan milenial lebih kepada membeli pengalaman. Ini terlihat dari kegemaran traveling, atau memilih bekerja sebagai freelancer ketimbang karyawan tetap. Sewa rumah memungkinkan mereka bermobilisasi ke berbagai daerah sembari menikmati hidup.

milenial
Tingkat mobilisasi milenial sangat tinggi (Foto: Pexel)

Sewa rumah juga memungkinkan generasi milenial mendapatkan pengalaman baru, berkenalan dengan orang-orang baru, dan mungkin saja bertemu sahabat atau jodoh secara tak terduga.

3. Menunda usia pernikahan

Tren menunjukkan generasi milenial umumnya menunda usia pernikahan. Generasi sebelumnya mungkin menikah sebelum berusia 25 tahun. Generasi milenial menikah mendekati atau di atas 30 tahun.

Ini mendorong milenial tidak harus menetap di satu tempat dan hidup sebagai keluarga tunggal. Mereka lebih memilih hidup di rumah sederhana, apartemen, bahkan kamar kos yang lebih kecil, asalkan berlokasi di pusat kota atau dekat dengan pusat keramaian.

Status belum menikah membuat milenial bisa tinggal bersama dengan sahabatnya yang juga belum menikah. Ini memungkinkan mereka bisa berbagi biaya sewa dan tagihan bulanan, seperti listrik, PDAM, dan sambungan internet.

4. Uang muka pembelian rumah tidak terjangkau

Milenial senang berganti pekerjaan di awal karier. Mereka berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk memperkaya pengalaman kerja.

Sayangnya tren ini berdampak pada penghasilan. Milenial terpaksa memulai kembali level gajinya dari awal, bukannya naik untuk promosi atau menegosiasikan pendapatan bulanan yang dihasilkan. Hal ini membuat mereka tidak mampu membayar uang muka kepemilikan rumah yang kian tahun kian meroket.

5. Aturan rotasi kerja

Pasar tenaga kerja saat ini cenderung berpindah dari satu kota ke kota lain. Tak peduli statusnya pegawai negeri atau swasta, rotasi pekerjaan sering terjadi.

Tahun ini bisa jadi seseorang bekerja di Jakarta, namun tiga tahun kemudian dirotasi ke Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi. Milenial yang terperangkap dalam realitas pekerjaan seperti ini akan berada dalam posisi keuangan kurang menguntungkan.

Jika rotasi sering dilakukan, mereka harus menjual rumah di kota lama untuk membeli properti di kota baru. Dalam konteks seperti ini, sewa rumah secara finansial lebih masuk akal, sebab menjual rumah tidak bisa dilakukan sekejap mata.

6. Senang tinggal di pusat kota

Saat mencari rumah sewa atau apartemen, milenial mempertimbangkan gaya hidup. Mereka senang sewa rumah di pusat kota yang dekat ke pusat hiburan dan pusat perbelanjaan. Milenial juga mempertimbangkan jarak ke tempat kerja, dan aksesibilitas angkutan umum atau lokasi parkir kendaraan.

pusat perkantoran jakarta
Salah satu pusat perkantoran di Jakarta (Foto: Pexel)

Sewa Rumah di Jakarta Pusat

Mencari hunian tetap di Jakarta tak semudah membalik telapak tangan. Saat ini hampir mustahil memiliki rumah di pusat kota. Selain karena harga tanah kian mahal, ketersediaan lahan semakin menipis.

Ini membuat banyak orang yang bekerja di Jakarta memilih mengontrak atau sewa. Sewa rumah Jakarta Pusat salah satu opsi tepat setidaknya dengan lima alasan berikut.

1. Pusat pemerintahan dan pusat bisnis

Jakarta Pusat adalah favorit pendatang yang pertama kali menjejakkan kaki di ibu kota. Ini karena Jakarta Pusat merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis.

2. Akses ke The Golden Triangle

Sewa rumah Jakarta Pusat membuat kita lebih mudah mengakses kawasan strategis The Golden Triangle, yaitu Jalan Sudirman, Gatot Subroto, dan Rasuna Said. Kawasan sekitar jalan protokol ini favorit dengan segudang kemudahan aksesibilitas.

3. Transportasi umum super lengkap

Kemana pun wilayah Jakarta yang dituju, rute transportasi umum selalu terkonsentrasi di Jakarta Pusat. Aneka moda transportasi tersedia, mulai dari Jak Lingko, Transjakarta, Minitrans, Mikrotrans, hingga MRT.

Kereta Bandara juga berhenti di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat. Ini merupakan moda transportasi terbaru untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang beroperasi sejak 2018.

4. Lingkungan relatif nyaman dan bersahabat

Jakarta Pusat sebagaimana Jakarta Selatan masih menyediakan lingkungan nyaman dan bersahabat untuk tempat tinggal.  Wilayahnya masih terdapat banyak ruang terbuka hijau, seperti Taman Menteng, Taman Suropati, Taman Lapangan Banteng, Taman Situ Lembang, GBK City Park, Taman Lawang, Taman Diponegoro, dan area sekitar Monumen Nasional (Monas).

Kehidupan di ibu kota membuat orang rentan stres dan jauh dari gaya hidup sehat. Keberadaan beberapa lokasi wisata, khususnya wisata sejarah bisa menjadi alternatif rekreasi dan relaksasi.

5. Banyak pilihan tempat tinggal

Jakarta Pusat memiliki segudang alternatif tempat tinggal, khususnya rumah sewa, apartemen, hingga rumah kost.

Sewa rumah Jakarta Pusat lokasinya beragam, seperti di Cempaka Putih, Gambir, Johar Baru, Kemayoran, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang, dan tentunya Menteng.

Jika berkantor di sekitar Jalan Jenderal Gatot Subroto, kita bisa memilih opsi sewa rumah di Menteng. Ada banyak rumah dan apartemen sewa dengan lingkungan nyaman dan bersahabat, meski harga sewanya lebih mahal. Lokasinya juga dekat dengan Menteng Plaza, Sarinah, dan Plaza Indonesia.

Nah, buat kamu yang memutuskan hendak sewa rumah Jakarta Pusat, silakan coba mengunjungi situs http://www.sewa-rumah.net

Dapatkan harga sewa lebih murah tanpa fee perantara karena langsung bernegosiasi dengan pemiliknya. Ratusan rumah dengan lokasi strategis, nyaman, dan tenteram di Jakarta Pusat siap untuk disewa.

Sewa rumah pun bisa dilakukan dengan sistem bulanan atau tahunan. Praktis, bukan?

15 thoughts

  1. Yang paling bingung tuh kalau kerjaan suka berpindah-pindah, rasanya berat banget punya rumah lalu ditinggalkan.
    Kayaknya mending milih buat nabung deh, toh sama saja sih, asal rutin nabung seolah bayar KPR gitu.
    Apalagi kalau dibuat investasi.

    Soalnya rumah kalau nggak ditinggalin sendiri jadinya rusak ya 🙂

    Like

    1. Wah sama nih mbak, kami juga hidup nomaden jadi mending nyewa. Pernah ngambil rumah eh ternyata ada yang mau over kreditnya jadi kami jual aja soalnya gak ada yang ngurus nanti malah rusak saja.

      Like

  2. Pindah-pindah tempat karena kerjaan itu berat’dan merepotkan. Logikanya untuk sewa rumah menang lebih baik’karena lebih mudah ditempati lalu ditinggalkan jika pekerjaan harus berpindah dengan segera.
    Adanya situs yang menyediakan jasa layanan sewa rumah sangat membantu.

    Like

  3. Ya sewa tumah sebenarnya lebih ke flexibel aja sih menurut aku, biasanya nyari yang dekat kantor biar ga jauh n macet, abis ngantor bisa nongkrong trs plng deh ke rumah sewa/kost/apart.
    Klo beli rumah selain karena DP rumah yang besar juga lokasi perumahan yang sekarang ini cuma ada di pinggiran kota yang jauh dari kantor menyebabkan lama nya di perjalanan sehingga waktu kaum milenial untuk bersosialisasi setelah pulang kerja jadi terhambat.

    Like

  4. Pantes ya sekarang banyak kos-kosan, ternyata memang milenial itu lebih suka sewa. Dan memang sih lebih praktis, apalagi yang nomaden. Tapi seharusnya tetap pikirkan untuk masa depan dan punya rumah sendiri.

    Like

  5. Bener mbak mut, kami sebagai milenial menganggap punya rumah sendiri belum jadi prioritas, selain itu saya juga masih bingung mau tinggal di daerah mana. Maunya yang ga jauh dari Jakarta, tapi ga mau juga kalo yang rawan banjir

    Like

  6. Iya kyknya malah bukan sewa rumah, tapi sewa apartemen di tengah kota ya.
    Eh padahal skrng harga rumah DPnya juga mulai murah lho dan udah banyak bank yang memfasilitasi. Tapi entahlah mungkin krn gaya hidup kali yaa. Emang perlu diingetin lg sih buat nabung beli rumah gtu kyknya para kaum generasi di bawah kita (KITA) ini haha 😀

    Like

  7. Iya, mencari tempat tinggal di dakat tempat kerja, di dekat pusat kota, itu salah satu alasan generasi milenial sewa rumah. BIasanya patungan dengan beberapa teman. Dulu saat kuliah, suami saya melakukannya.

    Like

  8. Masuk akal ya alasan-alasannya, emang beda dengan generasi dulu yg menganggap belum sukses kalau belum punya rumah hehehe berasa banget kalau pulang kampung, ditanyanya soal tinggal di mana, ngontrak atau sudah punya rumah sendiri

    Like

  9. Beda generasi, beda sudut pandang ya, Mbak Mutia. dan memang untuk kaum milenial, zaman now serunya kerja berpindah-pindahkota. jadi selalu ada nuansa baru, bahkan sekalian mengunjungi wisata di kota itu. Apalagi kalau sudah ada jatah uang sewa rumah dari kantor ya, Mbak hehehe.
    Tapi zaman now memang dipermudah. Mau sewa rumah tidak perlu repot mutar-mutar dulu. Tinggal buka hape saja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.