Tips Cepat Menidurkan Bayi Kembar

Foto: Twin Love Concierge

BUNDALOGY — Merawat dan mengasuh bayi kembar tidak lah mudah, terlebih saat menidurkan keduanya. Peneliti dari Case Western Reserve University, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat menemukan rata-rata ibu dari bayi kembar hanya bisa tidur 6,2 jam sehari di awal pertama kelahiran.

Penulis buku The Happiest Baby Guide to Great Sleep sekaligus dokter anak, Harvey Neil Karp mempunyai beberapa tips untuk menidurkan bayi kembar. Pertama, gunakan bedong sederhana dan white noise. White noise adalah kombinasi berbagai suara yang tujuannya menutupi suara-suara yang berpotensi mengganggu ketenangan tidur bayi, misalnya suara pintu dibuka dan ditutup, suara orang berbicara, suara kendaraan, dan suara lainnya.

Kedua, biarkan jadwal tidur bayi kembar lebih fleksibel. Ketiga, biarkan si kembar terbangun atau tertidur karena suara atau tangisan satu sama lain, supaya mereka terbiasa dan belajar menenangkan diri masing-masing.

Keempat, setelah bunda menyusui satu bayi, bangunkan dan susui bayi lainnya juga. Bunda tidak melulu harus menunggu bayi menangis baru disusui.

Kelima, tidur siang jika bisa. Keenam, minta bantuan apakah itu pengasuk anak, anggota keluarga, atau teman untuk merawat salah satu atau kedua bayi dan bunda bisa beristirahat sejenak.

Ketujuh, pastikan bayi kembar diimunisasi untuk kekebalan tubuhnya. Kedelapan, gunakan smart sleeper atau ranjang bayi (bassinet) pintar.

Smart sleeper diklaim bisa menidurkan bayi rewel dengan sendirinya. Ranjang pintar ini memiliki tiga mikrofon berfungsi mendeteksi tangisan bayi dan suara bayi lainnya.

Mikrofon ini digabung dengan sejumlah sensor, speaker, dan mesin robotik khusus untuk menenangkan bayi saat si kecil rewel. Smart sleeper juga bisa menyesuaikan intensitas goyangan saat mengayun bayi, persis seperti yang dirasakan bayi saat masih di dalam perut ibunya. Smart sleeper bisa dikendalikan dari  jauh menggunakan aplikasi ponsel pintar.

Dr Karp menyarankan bayi kembar di bulan pertama sebaiknya tidak ditidurkan bersama dalam satu boks. Penelitian di Inggris yang mendata 60 pasang bayi kembar berusia 0-5 bulan menemukan bayi-bayi yang tidur berdampingan kadang menutupi wajah satu sama lain dengan tangannya. Ini menurunkan kadar oksigen untuk bernapas. Kembar yang terdampak juga bisa terbangun, memalingkan kepala, bahkan mendorong lengan saudaranya.

Source: Happiest Baby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.