Review Glory, dibintangi Neo Hou dan Gulnazar
Review Glory, dibintangi Neo Hou dan Gulnazar

“Glory” merupakan drama China terbaru Neo Hou (Hou Minghao) setelah membuatku terpesona dengan aktingnya di “Love in the Clouds” akhir tahun 2025.

Secara basic info, “Glory” adalah drama kolosal yang mengambil latar belakang cerita tentang dunia bisnis teh. Di sini terjadi adu strategi, rebutan kekuasaan, kasus kriminal hingga intrik rumah tangga.

Siap baca review lengkapnya?

Sinopsis Glory

Lu Jianglai (diperankan Neo Hou) adalah seorang zhuangyuan, sarjana lulusan ujian kekaisaran peringkat satu. Kariernya cepat meroket hingga menjadi pejabat muda paling bersinar. Begitu ditugaskan di wilayah Chun’an/Linji, dia terkenal karena cepat memecahkan kasus-kasus aneh. 

Sayang sekali, suatu hari, kariernya ambruk gara-gara sebuah bom waktu, yaitu kasus pembunuhan istri di masa lalu yang mendadak menyeret namanya. Dalam sekejap, dia berubah dari bintang baru jadi buronan paling diburu.

Dalam pelariannya, Jianglai terluka berat, hampir mati, jatuh ke jurang. Dia selamat, tapi amnesia. Jianglai diselamatkan oleh Rong Shanbao (diperankan Gulnazar), putri “Raja Teh” alias penguasa bisnis teh paling berpengaruh di daerah itu. 

Shanbao ini tipe pemimpin perempuan yang muda dan tajam. Dia dingin, hitung-hitungan, dan punya harga diri setinggi gunung. Dan lucunya, Shanbao dan Lu Jianglai sebelumnya saat masih menjadi pejabat, pernah bentrok ketika membahas soal otoritas, urusan wilayah, dan siapa yang paling berhak ngatur.

Nah, ketika menemukan Jianglai hilang ingatan, Shanbao melihatnya sebagai sebuah kesempatan emas. Akhirnya, dia sembunyikan identitasnya dan “menurunkan pangkat” Jianglai jadi pengurus kandang/kuli istal di rumah Rong, sebagai bentuk “balas dendam halus” darinya.

Jianglai yang sedang amnesia, dan sadar ada orang yang masih mau membunuhnya, terpaksa ikut permainan itu. Dari sini, drama masuk ke arena paling “Glory banget,” menyinggung politik, misteri, perang psikologis, bisnis teh, sampai kompetisi calon suami.

"Glory" dibintangi Neo Hou dan Gulnazar, tayang di iQIYI dan Disney+ Hotstar
“Glory” dibintangi Neo Hou dan Gulnazar, tayang di iQIYI dan Disney+ Hotstar

Dinasti Rong yang Matrilineal

Keluarga Rong ini unik. Garis kekuasaan dan warisan ada di pihak perempuan. Shanbao sebagai pewaris utama memegang bisnis, kebun teh, pekerja, sampai urusan “nama baik” klan.

Lalu muncul konflik besar. Keluarga Rong tiba-tiba mengadakan pencarian menantu laki-laki (live-in son-in-law) untuk Shanbao. Baginya, ini bukan sekadar cari suami romantis, melainkan bakal menyerempet urusan politik keluarga dan kendali bisnis. 

Hasilnya? Datanglah para kandidat dari berbagai keluarga kuat hendak melamar Shanbao. Masing-masing bawa agenda tersembunyi. Ada yang benar-benar suka Shanbao, ada yang mau uang/warisannya, ada yang mau akses jaringan tehnya, bahkan ada yang mau menumbangkan Rong dari dalam.

Dan Jianglai, yang tadinya cuma petugas kandang, tiba-tiba kejebak di tengah pusaran itu.

Keluarga Rong dengan sistem matrilineal
Keluarga Rong dengan sistem matrilineal

Kedekatan Jianglai dan Shanbao

Karena Jianglai otaknya tetap moncer, meski hilang ingatan, dia mulai kelihatan beda dari pelayan biasa. Dia cepat menangkap situasi, bisa membaca orang, dan refleks “pejabat penyidik” itu sesekali muncul dalam tindak-tanduknya.

Di sisi lain, Shanbao yang awalnya memperlakukan Jianglai seperti pion, “Pokoknya kamu kerja, kamu diam, kamu jangan banyak tanya,” eh… lama-lama dia melihat Jianglai ini laki-laki berguna.

Mulai terjadi pola yang bikin hubungan mereka enak ditonton. Shanbao main strategi dingin dan penuh kendali, sementara Jianglai terlihat patuh, tapi sebenarnya mengamati dan membalikkan keadaan diam-diam.

Mereka saling uji, saling curiga, tapi juga pelan-pelan saling mengandalkan. Mulailah remah-remah kagum dan cinta itu muncul.

Bersama, mereka memecahkan berbagai tantangan. Mulai dari ada pekerja kebun teh yang menghilang. 

Ada indikasi pihak yang ingin mengacaukan jalur tribute tea (teh persembahan/teh penting) yang selama ini dikuasai Keluarga Rong. Dan ada tangan gelap yang memanfaatkan kompetisi menantu sebagai kuda troya.

Kompetisi Calon Menantu

Kompetisi calon menantu yang digelar Keluarga Rong bukan cuma buat ajang pamer ganteng para lelaki. Mereka ditest banyak hal, mulai dari sopan-santun, kecakapan urus teh, kemampuan bela diri, kemampuan memimpin, sampai kecerdasan membaca situasi.

Menariknya, tes-tes ini jadi “alat penyaring karakter” bagi laki-laki yang ingin masuk ke Keluarga Rong. Yang serakah mulai ketahuan. Yang manipulatif mulai menunjukkan taring. Yang kelihatan lembut bisa jadi beracun. Yang kelihatan brutal bisa jadi cuma pion orang lain.

Pelan-pelan, Jianglai naik perannya. Dia sih sebenarnya nggak pernah niat jadi kandidat menantu Keluarga Rong. Tapi… ada momen-momen di mana dia tanpa sadar malah menunjukkan kapabilitasnya sebagai menantu idaman.

Jianglai ini pandai menyelamatkan orang, pandai membongkar jebakan, bisa juga menutup lubang keamanan. Inilah yang kemudian bikin Shanbao makin susah menganggap Jianglai cuma pelayan biasa.

Kompetisi Calon Menantu Keluarga Rong
Kompetisi Calon Menantu Keluarga Rong

Musuh dari Luar dan Dalam

Semakin jauh, Shanbao semakin sadar bahwa musuhnya bukan hanya dari luar saja. Dari dalam keluarganya sendiri pun ternyata ada.

Karena keluarga Rong menguasai teh, banyak pihak ingin merebut kebun, menguasai perdagangan, memalsukan identitas pewaris, atau menghancurkan legitimasi Shanbao lewat fitnah dan perang internal saudari.

Dalam Keluarga Rong terjadi kompetisi antarsaudari, dan orang-orang yang merasa “harusnya aku yang jadi pewaris.”

Belum lagi sosok-sosok yang ingin terus membunuh Jianglai. Kasus lama yang menyeret Jianglai itu ternyata bukan sekadar isu reputasi. 

Ada jaringan yang takut kalau Jianglai hidup dan pulih ingatan, maka rantai korupsi kebongkar, kasus-kasus lama terbuka, dan orang-orang besar bisa jatuh. 

Hubungan Shanbao dan Jianglai pun akhirnya berubah, dari musuh jadi partner, dari partner jadi… cinta yang sulit dihindari. Jianglai makin lama makin loyal (atau terlihat loyal), dan Shanbao makin lama makin protektif, meski caranya tetap dingin ke Jianglai.

Pada beberapa kondisi, Shanbao harus memilih anatra menyelamatkan nama keluarga, atau menyelamatkan Jianglai. Dan Jianglai juga harus memilih, antara memulihkan identitasnya sebagai pejabat, atau tetap “menghilang” demi bertahan hidup dan melindungi Shanbao dari serangan yang ikut menempel ke dirinya.

Chemistry Neo Hou dan Gulnazar dalam "Glory"
Chemistry Neo Hou dan Gulnazar dalam “Glory”

Ingatan Jianglai Pulih

Ketika Jianglai mulai mendapatkan potongan memori-memori lamanya, biasanya dipicu oleh benda personal/kejadian emosional, taruhannya naik drastis.

Begitu orang-orang tahu “anak kandang” itu ternyata pejabat yang seharusnya sudah mati, konsekuensinya meledak. Musuh lama bergerak, suitor-suitor yang punya agenda jadi lebih agresif, dan posisi Shanbao makin riskan karena ia “melindungi” orang yang secara politik berbahaya.

Mulailah fase drama yang lebih gelap. Terjadi beberapa kali jebakan pembunuhan, framing, permainan hukum, dan perang narasi di istana. Belum lagi krisis besar bencana kebun teh, sabotase, manajemen yang tidak kompeten, dan perebutan legitimasi di Keluarga Rong.

Jianglao dan Shanbao melalui seluruh rintangan itu bersama, bahu membahu satu sama lain. Kebenaran dari kasus lama Jianglai pun terungkap. Para dalang mulai berjatuhan atau terpaksa membuka mulut. Jianglai pun akhirnya kembali mengambil posisi resmi sebagai penegak hukum di istana. Shanbao mengambil posisi sebagai pemimpin teh yang mempertahankan rumahnya.

“Glory” ditutup dengan arah “memilih hidup bersama” dan “menyelesaikan urusan mereka sebagai pasangan,” dengan penekanan bahwa Jianglai dan Shanbao akhirnya memilih masa depan bareng. So sweet!

Review Glory

Oke, kita masuk ke ulasan serial “Glory.” Kalau mau diringkas, drama kostum ini punya inti cerita di mana seorang pejabat jenius dijatuhkan oleh masa lalu, lalu dia diselamatkan musuhnya, yang ternyata pemimpin keluarga teh super kuat.

Mereka dipaksa bekerja sama menghadapi dunia yang isinya orang licik semua, sambil perlahan sadar, satu-satunya orang yang bisa dipercaya… justru orang yang dulu mereka lawan.

Dan semuanya dibingkai dalam dunia teh. Teh sebagai bisnis, budaya, simbol kekuasaan, dan simbol harga diri di China pada masa itu.

Neo Hou sebagai Lu Jianglai

Aku suka karakter Neo Hou di sini. Dia bisa bikin Jianglai nggak cengeng.

Awalnya Jianglai adalah pejabat/ penyidik yang lurus. Nah, pas dia amnesia dan dikasih nama, status, juga peran baru sama Shanbao, aku sebagai penonton tuh sering gemes karena kelihatan banget “otak pejabat” Jianglai ini masih nyala banget, tapi dia harus pura-pura biasa aja demi bertahan hidup dari kejaran orang-orang yang ingin membunuhnya.

Cerita “Glory” jadi makin menarik lantaran Jianglai bukan tipe male-lead yang cuma jadi bodyguard ganteng doang. Dia pandai mengamati, memetakan musuh, membaca situasi. Dari yang tadinya dia cuma pion di Keluarga Rong, langsung jadi tokoh kunci.

Neo Hou sebagai Lu Jianglai dalam "Glory"
Neo Hou sebagai Lu Jianglai dalam “Glory”

Gulnazar sebagai Rong Shanbao

Gulnazar sebagai Shanbao itu auranya ice queen banget. Dingin dan mahal. Dia bukan karakter yang gampang luluh. Dia memimpin bisnis, mempertahankan reputasi keluarga, menahan tekanan sosial, dan harus selalu kelihatan benar di mata semua.

Tapi justru itu problemnya. Karena terbiasa memikul semuanya sendiri, Shanbao ini terbiasa beresin semua hal sendirian. Aku aja gemes, pas lihat hubungan dia dan Jianglai. Mereka tuh partner, tapi nggak sepenuhnya setara. Alpha woman banget.

Dari awal, dinamika mereka udah jelas banget. Shanbao punya kuasa dan kontrol. Jianglai dalam posisi lemah karena amnesia dan statusnya rendah.

Tapi lama-lama, semakin Jianglai terbukti berguna, semakin Shanbao mulai… percaya. Dan dari sini, chemistry mereka naiknya pelan tapi berasa.

Gulnazar sebagai Rong Shanbao dalam "Glory"
Gulnazar sebagai Rong Shanbao dalam “Glory”

Romance Terlalu Slow Burn

Aku nggak tahu ini part ini menurut kamu positif atau negatif. Yang jelas, romance-nya “Glory” ini terlalu slow burn.

Buat penonton yang tipenya suka romance manis-manis, “Glory” kayaknya nggak bakal terlalu kasih kamu itu. Ini bisa bikin kamu frustasi.

Shanbao itu tipe yang “sayang tapi nggak ngomong.” Dia terlalu sering menyembunyikan hal-hal penting. Inilah kenapa proses dekat dia sama Jianglai tuh nggak instan.

Review penonton pun terbelah. Ada yang bilang romance-nya bikin patah hati karena kurang pay-off. Tapi ada juga yang bilang justru realistis karena Shanbao memilih tanggung jawab dulu, cinta kemudian.

Slow-burn romance di "Glory"
Slow-burn romance di “Glory”

Kelebihan dan Kekurangan Glory

Aku rasa semua penonton sepakat ya, kalau “Glory” itu produksinya keren banget. Kelihatan mahal dan berkelas. Kebun teh, set rumah Keluarga Rong, kostum, semua dibangun dengan tone elegan dan mewah. 

Ini juga yang bikin drama China itu mewah dan nggak ada lawan. Soalnya mereka bikin latar nggak sekadar wallpaper doang.

Di “Glory” misalnya, teh itu bukan sekadar aksesoris cerita. Teh itu sumber uang, sumber status, sumber konflik, bahkan jadi alat untuk menjatuhkan orang.

Kekurangan paling umum, aku lebih senang menyebutnya kelemahan, yaitu beberapa episode “Glory” terasa kepanjangan, terutama kontes dan intrik suitor.

Fokus ceritanya kadang pecah akibat terlampau banyak karakter. Terus, pas bagian akhir, ada sebagian orang merasa “kok gitu sih?” terhadap pasangan utamanya. Hehehe.

Meski demikian, buat aku, kalau kamu tipe penonton yang suka drama China dengan karakter perempuan menjadi pemimpin tegas, laki-laki cerdas, intrik keluarga dan intrik negara, romance slow-burn tapi intens, silakan tonton “Glory.” Worth it kok!

Serial “Glory” ini mungkin kurang cocok kalau kamu maunya cari cerita romance cepat dan banyak sweet scene-nya. Kamu pilih cerita dengan konflik simpel dan episode sedikit tanpa perlu banyak mikir. Kayaknya kamu nggak terlalu cocok nonton “Glory.”

Apa komentarmu? Tulis di kolom komentar ya say.

Certified author (BNSP), eks-jurnalis ekonomi dan lingkungan. Kini menjadi full-time mom yang juga berkarya sebagai novelis, blogger, dan content writer. Founder Rimbawan Menulis (Rimbalis), komunitas yang aktif mengeksplorasi dunia literasi dan isu-isu lingkungan.

Share:

14 responses to “[Review] Glory: Cinta Pejabat Amnesia dengan Ratu Teh di Dinasti Matrilineal”

  1. Suci Avatar

    Gara2 reviewnya menarik aku jadi tertarik nonton glory apalagi ada spoiler happy ending, haha.
    Daan spoiler visual yang katanya ada kebun teh, kostum cantik2 dan yaaaaa tentu saja lingkungan kerajaan mereka itu secantik itu.
    Kadang aku nonton drama kerajaan karna utamanya suka settingnya.
    Meluncuuur lah aah

  2. Okti Avatar

    Terlepas dari kelebihan atau kekurangan dari cerita ini, saya senang banget karena ternyata happy ending…
    Rasanya bahagia aja pas tahu Glory ini ditutup dengan arah “memilih hidup bersama” dan “menyelesaikan urusan sebagai pasangan,”

    Dari awal saya berpikir juga jangan jangan ujungnya Jianglai dan Shanbao bakalan saling jatuh cinta nih. Eh beneran ya mereka memilih masa depan bareng. Alhamdulillah
    Hahaha…

  3. Myra Avatar

    Plot tentang pejabat yang amnesia dan jadi pelayan di keluarga ‘Ratu Teh’ ini terasa segar banget ya. Intrik keluarga Rong ternyata bukan cuma romansa saja ya, tapi strategi bisnis tehnya juga bikin penasaran. Bahkan romansanya pun unik banget. Asalkan gak terlalu bertele-tele, saya suka juga nih cerita romansa begini biasanya.

  4. Bambang Irwanto Avatar

    Dari ulasaan Mbak Mutia ini,Glory ini sangat menarik dan penuh intrik. Semua dikemas dengan alur yang menarik. Dan begitulah kehidupan, seperti roda yang berputar cepat. Kadang di atas , kadang di bawah. Begitu pun dengan kehidupan Jianglai. Dari pejabat muda, jad buronan. Sampai akhirnya hilang ingatan. Tapi inilah yang membawa dia masuk ke dalam masalah lain. Dari soal percintaan, pemilihan menantu, sampai akhirnya kasus lamanya diutaiatik lagi untuk menjatuhkannya. Saling sikut saling menjatuhkan. Yang bisa mengatasi setiap masalah, dialah yang bertahan dan jadi pemenang.

  5. Maria G Soemitro Avatar

    suka banget saya dengan pasangan ini, walau kostum Hou Ming Hao bikin wajahnya tampak imut 😀

    tapi selebihnya suka banget, mulai dari pengolahan teh (jadi paham alasan ada teh yang harganya mahal banget) sampai intrik keluarga yang diselesaikan dengan amat manis

    walau Mydramalist cuma ngasih rating 8,3, saya ngasih nilai 9/10 untuk keseluruhan ^^

  6. Annie Nugraha Avatar

    Woaahh happy ending. Senengnya. Gak kebayang kalau dah melewati sekian banyak pertarungan, Jianglai dan Shanbao tidak jadian dan hidup happily ever after. Penonton bisa kecewa gak sih?

    Kalau menurutku ya, slow burn process dalam sebuah cerita tuh gapapa. Terkadang, penonton yang penuh perasaan, kek saya ini contohnya (hahaha) butuh permainan perasaan yang menyentuh, dinikmati tanpa buru-buru, yang berujung mewek. Ada kisah “menikmati” yang kadang gak perlu dikaget-kagetkan dengan cerita yang harus diselesaikan saat itu juga.

    Ah jadi pengen nonton GLORY. BTW, aku salfok sama paras Neo Hou. Hidungnya, bentuk mukanya bisa lancip betul begitu ya hahaha. Tapi yang pasti memang aktor-aktor Cina nih sering betul terlihat kurus ceking gitu ya Mut. Supaya lebih camera face.

  7. Yuni Bint Saniro Avatar

    Sampai sekarang, teh masih jadi sesuatu yang penting di China. Ceritanya menarik nih. Jarang-jarang nih, Drama China yang mengangkat kisah dengan matrilineal.

  8. Fenni Bungsu Avatar
    Fenni Bungsu

    Kalau daku bukan penikmat drama China apalagi yang genre-nya romance, karena untuk garis besar jalan ceritanya hampir sama ya rata-rata.
    Tapi bila menilik untuk drama China, sebenarnya drama China yang daku kangenin itu, yang ala-ala Journey to the West tahun 96 dan 98, karena lebih mengena hehe.

  9. Matius Teguh Nugroho Avatar

    Mungkin romansanya justru cocok untuk penonton seperti aku, yang nggak terlalu suka cerita drama bermanis-manis. Penasaran kayak gimana jalannya tes untuk para calon mantu itu.

    Ceritanya kayaknya seru, kak! Tapi slow pace alias alur lambat nggak? Karena banyak dracin yang begitu hehe.

  10. Lendyagassi Avatar

    Drama China saat ini menjadi pilihan banget yaa.. karena satset. Tapi kali ini slow burn pun, tampaakk maniiss..
    Hihii.. aku suka yang pelan pelan kaleeuumm ajaa.. kalok Uda beneran, sok gaskeeuunn..

    Hihi..
    Tapi ulasannya bikin pembaca jadi semakin penasaran pingin mengabiskan seluruh eps.

  11. Annisakih Avatar

    Beberapa kali lihat cuplikannya berseliweran di sosmed tapi baru kali ini saya baca reviewnya dan sepertinya menjanjikan ya.

    Jarang dracin yang mengangkat konflik keluarga matrilineal. Wajar, karena dibesarkan di sekeliling wanita tangguh Shanbao tumbuh jadi tipe orang yang sayang tapi nggak ngomong. Bikin penasaran melihat interaksi kedua tokoh utamanya

  12. Ila Rizky Avatar

    Cakep banget yang main drama chinanya, mba. Aku paling suka visual kaya gini nggak ngebosenin. Apalagi bajunya cakep dan keliatan mewah gitu. Btw, baru tahu di china make sistem matrilineal. Penasaran ama ending ceritanya.

  13. Nanik Nara Avatar

    Yuhu happy ending, seneng deh yang nonton.
    Ternyata cerita pemeran utama jatuh, terus amnesia tuh nggak cuma di sinetron Indonesia aja ya, di drama cina pun ada. Kisah Jianglai yang amnesia, tapi pelan-pelan ingatannya bisa pulih kembali

  14. Rafahlevi Avatar

    Aku kalo liat dracin atau drakor kesan pertama selalu tentang visualnya mereka yang aduduhhh glass skin no pore bukan main hahhaha
    Wajar c milih calon menantunya serumit dan sekompetisi itu soaknya keluarga kerjaan ini menganut matrilineal..

Leave a Comment