Aku nonton “Hidden Love” waktu masih on going di Youku tahun 2023. Waktu itu, serial ini sudah aku kulik habis-habisan pada kanal hiburan sebuah media online yang sedang aku pegang. Dari sinopsis, trivia, sampai bahasan per episodenya, semua sudah lewat di meja kerjaku.
Karena itu, setelah dramanya tamat, aku malah nggak langsung nulis apa-apa di blog. Bukan karena nggak suka ya, tapi mungkin karena aku udah terlalu sering membahasnya. Rasanya kayak, “ah nanti aja lah,” lalu kelupaan.
Tapi belakangan ini, obrolan soal makin banyaknya pecinta drama korea (drakor) yang mulai hijrah ke drama china (drachin) gara-gara “Speed and Love” makin rame. Timeline penuh rekomendasi drachin, komentar-komentar yang isinya, “kok ini bagus banget sih,” sampai perbandingan dengan drakor yang katanya mulai terasa repetitif.
Aku kepikiran, mungkin ini waktu yang pas untuk balik lagi, membuka ulang rak drama china yang menurutku memang layak ditonton, termasuk “Hidden Love.” Karena meski rilisnya sudah dua tahun lalu, pesonanya sama sekali belum luntur.
Dan buat kamu yang datang dari dunia drakor, percaya deh, ini salah satu drama china yang “aman” buat jadi pintu masuk. Ceritanya hangat, romancenya manis tanpa lebay, dan dijamin bikin kamu pelan-pelan paham kenapa banyak orang akhirnya betah di dunia drachin.
Sinopsis Hidden Love
“Hidden Love” adalah adaptasi dari web novel populer berjudul “Secretly, Secretly: But Unable to Hide It” karya Zhu Yi. Sejak versi novelnya, kisah ini sudah punya basis penggemar yang sangat kuat, terutama karena ceritanya sederhana, tapi emosinya sangat relatable. Dan versi dramanya? Bisa dibilang salah satu adaptasi yang paling berhasil dalam beberapa tahun terakhir.
Dibintangi oleh Zhao Lusi sebagai Sang Zhi dan Chen Zheyuan sebagai Duan Jiaxu, Hidden Love adalah potret cinta pertama, cinta diam-diam, dan cinta yang tumbuh bersama waktu.
Cerita “Hidden Love” berpusat pada Sang Zhi, seorang gadis SMA yang pendiam, agak pemalu, dan cenderung menyimpan perasaan sendiri. Sejak remaja, ia diam-diam menyukai Duan Jiaxu, sahabat dari kakak laki-lakinya, Sang Yan.
Duan Jiaxu adalah tipe pria yang, kalau menurutku sih, memang gampang disukai. Ia sopan, pintar, tenang, dan punya aura “kakak baik” yang bikin orang merasa aman. Bagi Sang Zhi yang masih remaja, perasaan itu awalnya hanyalah kekaguman polos. Tidak ada niat memiliki. Tidak ada harapan dibalas. Ia hanya suka… dalam diam.

Awal pertemuan mereka terjadi ketika Sang Zhi sering bermasalah di sekolah dan dipanggil guru untuk menghadirkan wali murid. Hubungannya dengan Sang Yan sedang tidak baik, jadi ia meminta bantuan Duan Jiaxu yang kebetulan sedang berada di rumah mereka.
Dengan sikap tenangnya, Duan Jiaxu membantu Sang Zhi menghadapi guru dan sejak saat itu, ia mulai memperhatikan Sang Zhi lebih dari sekadar “adik temannya.” Demikian juga Sang Zhi yang mulai menganggap Duan Jiaxu lebih dari sekadar “sahabat kakaknya.”
Menariknya, Duan Jiaxu tidak pernah menggoda atau melanggar batas. Ia selalu menjaga jarak yang aman. Ia memperlakukan Sang Zhi dengan penuh perhatian, tapi tetap dalam koridor yang pantas sebab merasa Sang Zhi masih terlalu remaja, belum masuk usia dewasa. Di sinilah drama ini terasa sangat dewasa secara moral.

Seiring waktu, Sang Zhi lulus SMA, masuk universitas, dan tumbuh menjadi perempuan dewasa. Sementara itu, Duan Jiaxu yang setelah lulus kuliah kembali ke kampung halamannya, juga menjalani hidupnya sendiri. Ia menghadapi luka masa lalu, tekanan ekonomi, dan beban sebagai anak yang harus mandiri sejak muda.
Sang Zhi dan Duan Jiaxu sempat terpisah cukup lama, tidak saling berkomunikasi. Dan seperti banyak cerita cinta yang realistis, hidup membawa mereka ke jalur masing-masing sampai akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali.
Sang Zhi berkuliah di kampus ternama di kota tempat Duan Jiaxu bekerja. Kini, kondisi mereka sudah jauh lebih setara.
Dari sinilah “Hidden Love” benar-benar berubah, dari cerita cinta sepihak remaja, menjadi kisah dua orang dewasa yang perlahan saling memilih satu sama lain.
1. Zhao Lusi sebagai Sang Zhi
Salah satu kekuatan terbesar “Hidden Love” adalah karakter Sang Zhi. Zhao Lusi memerankan Sang Zhi dengan sangat halus. Ia tidak dibuat hiperaktif atau berisik. Bahkan di beberapa episode awal, suaranya terdengar lembut, hampir kekanak-kanakan, dan ini sering jadi perdebatan penonton.
Tapi justru di situlah logikanya. Sang Zhi di awal cerita faktanya memang gadis SMA. Ia belum tahu cara mencintai dengan dewasa. Ia hanya tahu bahwa ia suka, jatuh hati sama sahabat abangnya, tapi memilih menyimpannya sendiri.
Yang aku suka dari Sang Zhi adalah dia tidak menuntut banyak. Ia tidak memaksa perasaannya diakui. Ia tidak menyalahkan Duan Jiaxu karena tidak membalas kasihnya. Ia hanya mencintai dengan caranya sendiri, dilakukan secara diam-diam, konsisten, dan tulus.
Ketika ia tumbuh dewasa, perubahan Sang Zhi terasa natural. Tidak mendadak dan tidak dibuat-buat. Ia menjadi lebih percaya diri, lebih berani menyatakan perasaan, tapi tetap dengan kelembutan yang sama.
Banyak review di platform seperti MyDramaList menyebut Sang Zhi sebagai salah satu female lead paling “green flag” dalam drama romantis modern. Dan aku setuju. Ia tidak cemburuan berlebihan, tidak manipulatif, dan tidak menjadikan cinta sebagai satu-satunya identitas hidupnya. Ia mencintai, tapi ia juga punya dunia sendiri.

2. Chen Zheyuan sebagai Duan Jiaxu
Kalau Sang Zhi adalah simbol kesabaran, maka Duan Jiaxu adalah simbol kedewasaan emosional yang jarang kita lihat di drama romantis. Chen Zheyuan memerankan Duan Jiaxu dengan sangat restrained. Ekspresinya tidak berlebihan. Dialognya tidak banyak. Tapi justru karena itu, setiap tatapan dan gesturnya terasa bermakna.
Duan Jiaxu bukan pria sempurna. Ia membawa luka dari keluarga, terutama relasi dengan orang tuanya. Ia tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang berat, dan itu membuatnya sering menahan diri, termasuk dalam urusan cinta.
Salah satu hal yang paling disukai penonton dari karakter ini adalah Duan Jiaxu tahu kapan harus mundur. Ia sadar usianya dengan Sang Zhi cukup berjarak. Ia sadar posisi Sang Zhi dari keluarga berada, terlebih keluarga yang menampungnya selama berkuliah di kota. Dan selama Sang Zhi belum dewasa secara usia dan mental, Duan Jiaxu memilih menjaga batas.
Ketika akhirnya ia jatuh cinta, itu bukan karena momen dramatis, tapi karena akumulasi perhatian-perhatian kecil yang diberikan Sang Zhi untuknya. Sang Zhi yang selalu ada, yang tidak pergi, yang memahaminya tanpa memaksa.
Banyak penonton menyebut Duan Jiaxu sebagai “ideal boyfriend” tapi menurutku ia lebih dari itu. Ia adalah gambaran pria yang mencintai dengan penuh tanggung jawab, bukan ego.

Chemistry Zhao Lusi dan Chen Zheyuan
Chemistry di “Hidden Love” bukan tipe yang meledak-ledak. Tidak ada adegan super intens di awal. Justru yang kita dapat adalah slow burn yang sangat rapi.
Di awal drama, Sang Zhi masih anak SMP, lalu SMA. Bukan tipe cewek “genius” atau “tangguh sejak awal.” Dia biasa saja. Agak manja, agak ceroboh, sering bikin masalah kecil di sekolah.
Salah satu scene awal yang paling membekas adalah ketika Sang Zhi dipanggil guru karena masalah sekolah, lalu harus menghadirkan wali. Dia sedang tidak akur dengan kakaknya, Sang Yan. Dalam kondisi terdesak, dia meminta bantuan Duan Jia Xu, teman kakaknya yang kebetulan ada di rumah.
Duan Jia Xu datang ke sekolah dengan sikap sopan, tenang, dan dewasa. Dia tidak membela Sang Zhi secara berlebihan, tapi cukup untuk membuat guru percaya. Dari sudut pandang Sang Zhi kecil, momen itu adalah pertama kalinya dia melihat dunia dewasa dari jarak dekat.
Awalnya belum cinta, lebih ke rasa kagum. Dan “Hidden Love” sangat cerdas dalam menggambarkan rasa kagum itu. Tidak ada adegan lebay, tidak ada monolog berlebihan. Kita hanya melihat Sang Zhi yang diam-diam memperhatikan Duan Jiaxu, mencatat hal kecil, menyimpan perasaan tanpa tahu harus menaruhnya di mana.
Salah satu detail kecil yang manis adalah cara Sang Zhi menyimpan hadiah atau catatan tentang Duan Jia Xu, tanpa pernah berani menunjukkannya. Innocent banget. Dan Zhao Lusi memainkan sisi ini dengan sangat halus, tanpa membuatnya terasa kekanak-kanakan berlebihan.

Dari sisi Duan Jiaxu, salah satu scene yang sangat kuat adalah ketika ia harus bekerja sambil kuliah, dan tetap menyempatkan diri membantu Sang Zhi tanpa pernah mengeluh. Dia tidak pernah berkata, “Aku capek,” tapi tubuh dan tatapannya mengatakan banyak.
Chen Zheyuan memainkan karakter ini dengan cara yang dewasa. Tidak overacting. Tidak terlalu “heroik.” Ketika Sang Zhi masih di bawah umur, Duan Jiaxu benar-benar menjaga jarak. Tidak ada flirting berlebihan. Tidak ada gesture ambigu.
Bahkan ketika dia mulai menyadari perasaan Sang Zhi, reaksinya bukan senang, tapi khawatir. Ini penting, dan jarang ditangani sebaik ini di drama romantis.
Interaksi mereka dipenuhi momen kecil, seperti tatapan singkat, senyum tipis, jeda sebelum bicara. Dan entah kenapa, justru itu yang bikin penonton senyum sendiri.
Banyak review menyebut bahwa “Hidden Love” terasa “aman” untuk ditonton, nyaman, seperti selimut hangat. Dan menurutku, itu karena chemistry Zhao Lusi dan Chen Zheyuan terasa realistis, seperti dua orang yang benar-benar pelan-pelan jatuh cinta.
Kalau kamu mencari drama penuh konflik besar, “Hidden Love” mungkin bukan pilihanmu. Konflik di sini relatif ringan, seperti salah paham kecil, jarak usia, masa lalu, dan ketakutan akan masa depan.
Tidak ada big villain. Tidak ada perebutan cinta berlebihan. Hanya ada dua orang yang belajar kapan harus bertahan, dan kapan harus jujur pada diri sendiri.
Drama ini berjalan dalam 25 episode, dengan pacing yang menurut banyak penonton pas. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Setiap fase hidup Sang Zhi diberi ruang untuk berkembang.

Kenapa “Hidden Love” Begitu Dicintai?
Secara visual, “Hidden Love” sangat bersih dan hangat. Warna-warna lembut, pencahayaan natural, dan framing sederhana membuat fokus tetap pada emosi karakter.
OST-nya juga dipilih dengan sangat tepat. Aku suka banget semua lagunya. Satu album semua keren. Lagu-lagu yang hadir di momen-momen yang pas, mendukung perasaan tanpa memaksa penonton untuk sedih atau baper berlebihan.
Dari banyak ulasan penonton China maupun internasional, ada beberapa alasan kenapa drama ini begitu populer. Pertama, karena relatable. Banyak orang pernah menyukai seseorang secara diam-diam, bahkan aku juga pernah. Hehehe.
Kedua, karakter sehat secara emosional. Nggak ada yang toxic. Ketiga, tentu saja chemistry natural antara dua karakter utama. Keempat, cerita konsisten dari awal sampai akhir.
Secara angka dan pengaruh, “Hidden Love” juga termasuk drama yang sangat berhasil. Drama ini trending di berbagai negara, memenangkan penghargaan favorit penonton, membuat Zhao Lusi dan Chen Zheyuan semakin diakui sebagai aktor romance yang solid.
Tapi yang lebih penting dari piala adalah longevity-nya. Drama ini tetap dibicarakan bahkan berbulan-bulan setelah tamat. Banyak yang rewatch, termasuk aku. Itu tanda cerita ini nggak cepat basi.

Leave a Comment