Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari

ketua-phri-bali-tjokorda-oka-artha-ardhana-sukawati_20150917_092958.jpg
Founder Tjampuhan Group, Cok Ace

Ubud tak pernah paceklik dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun. Meski demikian, masyarakatnya tetap sederhana tanpa khawatir akan kehidupan duniawi. Demikian juga halnya dalam berbisnis di mata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Pendiri Tjampuhan Group ini bersama keluarga besarnya mengembangkan bisnis hospitality berlandaskan budaya. Pria ini memiliki berbagai jabatan profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, seniman, arsitek, bangsawan, hingga sosok yang aktif terlibat dalam berbagai pengembangan dunia pariwisata di Pulau Dewata. Cok Ace mempertahankan kesederhanaan dalam bisnisnya dan menomorsatukan budaya dalam praktiknya. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau di Bali, Oktober 2016 lalu.  Continue reading “Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari”

Advertisements

Memuji Seni Bali Lewat Museum Puri Lukisan

museum10

Pemiskinan budaya Bali menjadi satu kekhawatiran seniman-seniman di Pulau Dewata tempo doeloe. Sejumlah tokoh kemudian berinisiatif mendirikan perkumpulan seniman bernama Pitamaha pada 1936.

Mereka yang mendirikan Pitamaha, antara lain Tjokorda Gde Agung Sukawati (Raja Ubud), Walter Spies (pelukis asal Jerman, 1895-1942), dan Rudolf Bonnet (pelukis asal Belanda, 1895-1978). Misi yang mereka usung adalah melestarikan seni tradisional dan modern dari Bali. Continue reading “Memuji Seni Bali Lewat Museum Puri Lukisan”