Nyepi di Muslim Friendly Hotel

flickr.jpg
Foto: Flickr

Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada 17 Maret 2018. Bali yang biasanya disibukkan lalu lalang turis domestik dan mancanegara beristirahat sejenak dari segala bentuk aktivitas duniawi.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup 24 jam. Pemerintah pusat pun mengamini usulan majelis agama dan keagamaan di Bali untuk memutus koneksi jaringan internet selama berlangsungnya Nyepi, kecuali di obyek-obyek vital, seperti rumah sakit, kantor polisi, instalasi militer, dan bandara.

Destinasi populer, seperti Kuta, Legian, dan Jimbaran sepi dari wisatawan. Tak ada suara bising knalpot kendaran, pemandangan tamu-tamu Aussie di bar atau klub sepanjang pantai, aroma makanan lezat dari restoran, hentakan musik, dan lampu warna-warni yang menghiasi kawasan pedestrian di malam hari.  Continue reading “Nyepi di Muslim Friendly Hotel”

Advertisements

Anakku yang tidak Selalu Manis

27752270_10215388570616402_714658233248993032_n

“Gimana sih caranya bikin bayi berhenti merengek?”

“Kok bayiku gak bisa lama anteng main sendiri ya? Harus bareng aku terus?”

“Anakku gak bakalan biarin aku masak atau ngerjain apapun. Melihatku gak ada di sampingnya aja langsung nangis kejer. Lama-lama emaknya bisa gila!”  Continue reading “Anakku yang tidak Selalu Manis”

Pengamatan Kupu-Kupu di Kemenuh

WhatsApp Image 2018-02-20 at 13.03.10 (2)

Cuaca di Bali belum stabil karena masih dalam suasana musim hujan hingga akhir Februari 2018. Panas hujan datang silih berganti. Kami berharap akhir pekan kemarin cerah, tapi tampaknya langit sedikit mendung. Bagaimana jika hujan? Yah, lagi-lagi kami harus liburan di depan televisi.

Eit, tunggu dulu. Apa iya kami harus berdiam diri terus di rumah? Apa gak ada tempat menarik yang sempurna dikunjungi ketika cuaca sedikit berawan? Tentu saja ada. Yuk, bermain ke Kemenuh Butterfly Park di Gianyar, Bali. Continue reading “Pengamatan Kupu-Kupu di Kemenuh”

HELP! Si Bayi Minta Digendong Terus

8c2f972f-94cd-4fbb-9cee-d57dec58fe46.jpg

Ingin rasanya mengatakan pada Mae bahwa waktu ibunnya bukan hanya untuknya. Masih ada papanya, masih ada pekerjaan rumah tangga, juga pekerjaan kantor ibunnya yang menuntut harus diselesaikan pada waktu yang sama. Tapi, Mae menangis terus tiada henti akhir-akhir ini, membuat aku semakin stres.  Continue reading “HELP! Si Bayi Minta Digendong Terus”

Mae Diare

123rf.jpg
Foto: 123rf

Sabtu, 7 Oktober 2017 ada syukuran dan doa bersama di kediaman kami, di Jalan Padang Udayana, Denpasar. Alhamdulillah, kami sekeluarga akhirnya bisa memiliki rumah setelah tiga tahun ngontrak di Bali.

Hidup di Bali gak seenak wisatanya. Sewa rumah per tahunnya di pusat kota sangat mahal, rata-rata di atas 25 juta untuk Kota Denpasar dan sekitarnya dengan tipe rumah dua kamar tidur. Masa tugas mas yang diperkirakan masih lama di sini membuat kami memberanikan diri memiliki hunian. Sempurna deh jadi warga Balinya, tinggal ganti KTP. Hehehe.  Continue reading “Mae Diare”

Maetami Mudik (Part-2, END)

Ini kelanjutan cerita anak kacang mudik lebaran. Hari ketiga Idul Fitri aku dan Mae pamit ke keluarga di Pasaman. Saatnya si kecil bertemu papanya di Bekasi setelah cukup lama menghabiskan liburan di kampung halaman.  Continue reading “Maetami Mudik (Part-2, END)”

Maetami 1st Birthday: Satu Tahun Tercepat dalam Hidupku

20170705_170857

Nak, kisah hidup ibun sampai hari ini begitu indah. Tiga tahun hidup bersama papa, sembilan bulan mengandungmu, hingga merayakan satu tahun pertamamu.

Menjadi ibumu sebuah kehormatan tertinggi dalam hidup. Keluarga kecil kami sempurna begitu kamu datang. Melahirkanmu adalah pengalaman yang tak akan pernah tergantikan. Ibun mungkin bukan ibu terbaik di dunia, tapi, ibun satu-satunya orang paling menyayangimu di dunia ini. Continue reading “Maetami 1st Birthday: Satu Tahun Tercepat dalam Hidupku”