Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan

MRC_2066.jpg
Mr Joger (Foto: Joger Jelek)

Jika pernah berwisata ke Bali, Anda tentunya tak asing lagi dengan Pabrik Kata-Kata Joger yang berada di Jalan Raya Kuta. Tempat ini menyediakan pernak-pernik unik khas Bali, mulai dari baju kaus dengan cap merah di belakangnya, sandal warna-warni, jaket, tas-tas bermotif aneh, hingga sepatu lucu.

Hampir di setiap sudut ruangan Anda bisa menemukan kata-kata unik, bahkan ‘garing’ karya Pak Joger yang tak jarang mengundang tawa saat membacanya. Siapa sebenarnya Pak Joger? Dia adalah Joseph Theodorus Wulianadi, sang Raja Pabrik Kata-Kata Joger.

Pria dengan gelar BAA BSS alias ‘Bukan Apa-Apa’ dan ‘Bukan Siapa-Siapa’ ini dalam setiap pertemuan selalu menyapa sesama dengan ucapan ‘Good Morning, Selamat Pagi.’ Saya berkesempatan mendengarkan pengalaman beliau dalam membesarkan Joger sebagai pabrik kata-kata terbesar ketiga di dunia, November 2015 lalu.  Continue reading “Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan”

Advertisements

Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari

ketua-phri-bali-tjokorda-oka-artha-ardhana-sukawati_20150917_092958.jpg
Founder Tjampuhan Group, Cok Ace

Ubud tak pernah paceklik dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun. Meski demikian, masyarakatnya tetap sederhana tanpa khawatir akan kehidupan duniawi. Demikian juga halnya dalam berbisnis di mata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Pendiri Tjampuhan Group ini bersama keluarga besarnya mengembangkan bisnis hospitality berlandaskan budaya. Pria ini memiliki berbagai jabatan profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, seniman, arsitek, bangsawan, hingga sosok yang aktif terlibat dalam berbagai pengembangan dunia pariwisata di Pulau Dewata. Cok Ace mempertahankan kesederhanaan dalam bisnisnya dan menomorsatukan budaya dalam praktiknya. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau di Bali, Oktober 2016 lalu.  Continue reading “Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari”

Denpasar Mum Food Market: Tempat Jajanan Tradisional Naik Kelas

WhatsApp Image 2018-04-27 at 17.33.38 (1).jpeg

Suatu sore di akhir pekan kami sekeluarga mampir di tempat cuci mobil sekitar Jalan Mahendradata, Kota Denpasar. Hari itu kebetulan long weekend. Tempat cuci mobil penuh gara-gara banyak mobil, tapi karyawannya pada cuti. Alhasil kami harus menunggu dulu satu jam.

Iseng-iseng kami jalan kaki sebentar sekitar 50 meter dari sana, sambil menunggu mobil selesai dibersihkan. Ada tempat makan baru dibuka akhir 2016, tapi belum sempat kami kunjungi. Namanya Denpasar Mum Food Market (DMFM), demikian kalo kamu searching peta lokasinya di Google Maps, tepatnya di Jalan Mahendradata Nomor 100. Tulisan yang tertulis di jalan masuknya adalah Food Market dan Food Garden. Parkirannya luas.  Continue reading “Denpasar Mum Food Market: Tempat Jajanan Tradisional Naik Kelas”

Berburu Bakso Balung di Bali

20180421_013806
Foto: @baksonuklier

Sejak menikah dan menetap di Bali, suami berhasil ‘meracuni’ saya dengan kegiatan berburu bakso. Bakso halal tentunya. Berhubung saya besar di Sumatra Barat, saya tahunya bakso itu ya sebatas bulatan bola-bola daging berbahan sapi atau ayam. Paling senang minta si abang tukang bakso nambahin tetelan yang rasanya kenyal-kenyal enak di lidah.  Continue reading “Berburu Bakso Balung di Bali”

Nyepi di Muslim Friendly Hotel

flickr.jpg
Foto: Flickr

Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada 17 Maret 2018. Bali yang biasanya disibukkan lalu lalang turis domestik dan mancanegara beristirahat sejenak dari segala bentuk aktivitas duniawi.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup 24 jam. Pemerintah pusat pun mengamini usulan majelis agama dan keagamaan di Bali untuk memutus koneksi jaringan internet selama berlangsungnya Nyepi, kecuali di obyek-obyek vital, seperti rumah sakit, kantor polisi, instalasi militer, dan bandara.

Destinasi populer, seperti Kuta, Legian, dan Jimbaran sepi dari wisatawan. Tak ada suara bising knalpot kendaran, pemandangan tamu-tamu Aussie di bar atau klub sepanjang pantai, aroma makanan lezat dari restoran, hentakan musik, dan lampu warna-warni yang menghiasi kawasan pedestrian di malam hari.  Continue reading “Nyepi di Muslim Friendly Hotel”

Janggan untuk Bali, Indonesia, dan Dunia

WhatsApp Image 2018-02-19 at 21.03.20 (1)
Foto: Deck Sotto

Hari masih pagi ketika saya bertemu dengan Bli Kadek Suprapta Meranggi di kediamannya, Sukun Bali Cottage, Sanur. Sesampainya di pintu masuk penginapan yang hanya berjarak 400 meter (m) dari Pantai Sanur itu, saya disambut dengan tapel – kepala hiasan layang-layang tradisional Bali – yang amat besar dan megah.

Beberapa detik saya terkesima dengan pesonanya. Belakangan saya mengetahui itu adalah tapel dari Naga Raja, raja layangan janggan yang baru saja dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai layangan tradisional terbesar dan terpanjang.  Continue reading “Janggan untuk Bali, Indonesia, dan Dunia”

Pengamatan Kupu-Kupu di Kemenuh

WhatsApp Image 2018-02-20 at 13.03.10 (2)

Cuaca di Bali belum stabil karena masih dalam suasana musim hujan hingga akhir Februari 2018. Panas hujan datang silih berganti. Kami berharap akhir pekan kemarin cerah, tapi tampaknya langit sedikit mendung. Bagaimana jika hujan? Yah, lagi-lagi kami harus liburan di depan televisi.

Eit, tunggu dulu. Apa iya kami harus berdiam diri terus di rumah? Apa gak ada tempat menarik yang sempurna dikunjungi ketika cuaca sedikit berawan? Tentu saja ada. Yuk, bermain ke Kemenuh Butterfly Park di Gianyar, Bali. Continue reading “Pengamatan Kupu-Kupu di Kemenuh”