A Weaning Story: Mae Lulus S1, S2, S3 ASI

marlenesusan.jpg
Foto: Marlene Susan

Kapan Mae disapih?

Pertanyaan pertama dari ibu, mama mertua, bahkan suami begitu mengetahui aku hamil lagi saat Maetami berusia genap dua tahun. It’s hard for the mother and the baby, isn’t it? Sebulan, dua bulan, tiga bulan aku santai menjawab pertanyaan sama. Aktivitas menyusui Mae jalan terus, sama sekali gak berubah meski dibulan ketiga dokter mengabarkan aku hamil anak kembar.

Sejak Mae 2 tahun sebenarnya perlahan aku mulai mengurangi direct breastfeeding. Alhamdulillah saat 2 tahun 2 bulan, Mae sudah sangat jarang, bahkan terbiasa gak nenen nenen siang hari. Kalo malam hari sebelum tidur masih wajib. Kalo gak, Mae bakal tantrum dan nangis kejer.

Continue reading “A Weaning Story: Mae Lulus S1, S2, S3 ASI”

Advertisements

Mauliate, Inang! Roller Coaster Perjalanan Meng-ASI

14650083_1828773177342030_3252328863071485603_n.jpg
Foto: Inang

Pak Pos JNE mengklakson motornya di depan rumahku, sebuah kiriman datang dari seorang sahabat di Bogor tiga pekan lalu. Tiga kantong booster ASI @10 pcs dengan merek INANG, terbuat dari daun torbangun (Coleus amboinicus Lour).

INANG? Setelah cek di KBBI, arti dari INANG salah satunya adalah perempuan yang merawat (menyusui dan sebagainya) anak tuan-nya (seperti anak raja atau anak pembesar). Pas banget penamaannya dengan fungsi dari teh daun ini. Continue reading “Mauliate, Inang! Roller Coaster Perjalanan Meng-ASI”

My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru

CYMERA_20160713_165850

Sejak Mae lahir, setiap minggunya ada saja hal-hal baru terjadi padanya yang membuatku dan suami panik. Rasanya berlebihan jika aku menyebut diriku terkena postpartum syndrome karena alhamdulillah berkat support keluarga kami bisa merawat Mae bersama. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi Mae yang jujur membuatku khawatir dan hampir seluruhnya terkait dengan kondisi fisiknya. Itu dimulai dari hal-hal sederhana, seperti napasnya yang kadang melenguh seperti ada yang menyumbat hidungnya, cegukan, ruam popok, sampai jerawat di kepalanya.  Continue reading “My Birth Story (2): Serangan Panik Si Ibu Baru”