Malala Yousafzai: Pahlawan Pendidikan dari Lembah Swat

9780316322409.jpg

Coretan ini aslinya repost dari tulisan saya yang pernah dimuat di Harian Nasional Republika edisi Minggu, 8 November 2015. Pada waktu itu kebetulan saya datang ke Ubud Writers and Readers Festival di Bali.

Para penulis ternama dan terbaik di bidangnya hadir di festival sastra terbesar di Asia Tenggara ini. Acaranya berlangsung 28 Oktober hingga 1 November 2015, dihadiri lebih dari 165 penulis dari 25 negara berbeda, salah satunya Christina Lamb.  Continue reading “Malala Yousafzai: Pahlawan Pendidikan dari Lembah Swat”

Advertisements

Petuah Ogoh-Ogoh Paksi Ireng

WhatsApp Image 2018-03-23 at 10.53.39.jpeg
Paksi Ireng (Foto: ST Gemeh Indah)

Ogoh-ogoh salah satu seni patung tradisional Bali yang terus ada dari masa ke masa. Ini merupakan representasi dari kreativitas anak-anak muda di Pulau Dewata.

Ogoh-ogoh berasal dari Bahasa Bali ogah-ogah, berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Tradisi ini erat dengan Hari Raya Nyepi.

Pemuda-pemudi desa berkumpul di depan banjar. Laki-laki bertugas mengangkat ogoh-ogoh, sedangkan perempuan dan anak-anak membawa obor. Setelah diarak berkeliling desa, ogoh-ogoh dilebur atau dipralina dengan api atau air pada malam pengerupukan.  Continue reading “Petuah Ogoh-Ogoh Paksi Ireng”

Mengubah Sejarah September 1965 Lewat Fiksi

a3673635-8cc3-42c0-99ff-dcb0c8729ab5

Penafsiran sejarah kudeta politik 1965 di Indonesia semakin beragam setelah keran demokrasi terbuka pascareformasi. Orang-orang bermunculan menceritakan kekerasan Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal dengan G30S PKI dengan versi masing-masing.

Banyak rantai sejarah terputus dan seolah tabu dikupas tuntas sampai sekarang. Dalam acara bincang sore di Taman Baca Kesiman, Denpasar beberapa waktu lalu, Noorca M Massardi mencoba menjahit potongan cerita, fragmen, dan data-data yang diperolehnya selama menjadi jurnalis pada masa dulu ke dalam sebuah novel berjudul SeptemberContinue reading “Mengubah Sejarah September 1965 Lewat Fiksi”

Haid Tak Kunjung Datang 1 Tahun Usai Melahirkan

cf626cdaefb37c05e45657b8b5cd556f_1471864066-480x320.jpg
Foto: Babypedia

Sore ini aku ke Rumah Sakit Puri Bunda, Denpasar menjumpai Dokter Semadi Putra, obgyn-ku sejak mengandung hingga melahirkan Mae dulu. Niatnya ingin konsultasi, sebab aku khawatir haid tak kunjung datang hingga satu tahun lebih usia Mae saat ini.  Continue reading “Haid Tak Kunjung Datang 1 Tahun Usai Melahirkan”

Bayi Kacang Bikin Paspor

CYMERA_20170530_111640.jpg

Hahahaha 😀 Baru mulai nulis udah langsung ketawa aja. Abisnya terbayang terus pas bikin paspor anak kacang di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar beberapa waktu lalu. Kalo Almarhum Crisye bilang, “Jatuh cinta berjuta rasanya,” ya sama deh, bikinin paspor Si Mae juga berjuta rasanya.  Continue reading “Bayi Kacang Bikin Paspor”

Robin Lim: Bidan Profesi Mulia

robin 3
Foto: Yogi Ardhi/ Republika

Robin Lim adalah bidan profesional bersertifikat yang teregistrasi di Amerika Utara dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Warga Negara Amerika Serikat yang memasuki dekade ketiga tinggal di Pulau Dewata ini sangat mencintai Indonesia, khususnya Bali dan Aceh. Beliau adalah satu dari enam Tokoh Perubahan Republika 2016 yang menerima penghargaan di Djakarta Theater, Selasa, 25 April 2017.

Ibu Robin bercerita sepak terjangnya menggiatkan gentle birth di Indonesia. Beliau juga turun ke lapangan untuk kegiatan kemanusiaan saat peristiwa gempa bumi di Aceh, Sumatra Barat, dan Yogyakarta. Selain di Bali dan Aceh, Ibu Robin bercita-cita membantu masyarakat Papua dengan mendirikan cabang Klinik Bumi Sehat di sana.

Tak sekadar itu, Ibu Robin juga dikenal sebagai bidan yang menolak keras pemberian susu formula pada bayi. Berikut petikan obrolan saya bersama beliau di Klinik Bumi Sehat, Ubud beberapa waktu lalu.  Continue reading “Robin Lim: Bidan Profesi Mulia”

Robin Lim: Bidan yang Mengampanyekan Persalinan Alami (Gentle Birth)

robin5.jpg
Foto: Yayasan Bumi Sehat

Acara tahunan TOKOH PERUBAHAN REPUBLIKA kembali digelar 25 April 2017. REPUBLIKA memilih beberapa sosok teladan yang bisa menginspirasi masyarakat luas dalam mengatasi berbagai problem, salah satunya kesenjangan. Di antara tokoh yang menginspirasi tersebut adalah Robin Teresa Jehle atau yang lebih dikenal dengan Robin Lim.

Ibu Robin memang berkebangsaan Amerika Serikat, namun pengabdiannya untuk Indonesia lewat perannya sebagai bidan bagi masyarakat miskin sangat diapresiasi. Ibu Robin bersama 13 bidan bijaksana lainnya di Bali berhasil menyelamatkan ribuan kelahiran tanpa memungut biaya. Aku menyebutnya manusia berhati malaikat.

Bersama dua orang sahabat dari Jakarta, kami mengunjungi kediaman Ibu Robin di Ubud, Bali pada Selasa, 11 April 2017. Beliau fasih berbahasa Indonesia. Wajar sebab Ibu Robin sudah menetap di Bali hampir tiga dekade. Aku merasa terhormat bisa menulis profil beliau sebagai salah satu TOKOH PERUBAHAN REPUBLIKA tahun ini. Berikut adalah tulisan tentang Ibu Robin (versi un-edited) yang terbit di koran REPUBLIKA edisi Kamis, 20 April 2017.  Continue reading “Robin Lim: Bidan yang Mengampanyekan Persalinan Alami (Gentle Birth)”