Founder & CEO Rhadana Group, Rainier H Daulay: Halal Itu Pilihan

indonesia tourist news.jpg
Rainier H Daulay (Foto: Indonesia Tourist News)

Ajang World Halal Tourism Award 2016 menobatkanRhadana Hotel Kuta sebagai Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik 2016. Grup hotel ini semakin populer mengingat lokasinya di Bali yang notabene wilayah bukan mayoritas Muslim.

Saya mencoba mengupas habis perjalanan bisnis Founder dan CEO Rhadana Hotels &Resorts, Rainier H Daulay di Sanur, Bali, sekitar Agustus 2017 lalu.  Continue reading “Founder & CEO Rhadana Group, Rainier H Daulay: Halal Itu Pilihan”

Advertisements

Founder & Chairman BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra: Satu Jurus Dilatih Seribu Kali

Alex Journal Square.jpg
Direktur Utama BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra (Foto: BPR Lestari)

Lulus sebagai engineering dari universitas swasta bergengsi di Jakarta, Alex Purnadi Chandra justru menemukan hasrat di dunia perbankan. Selama delapan tahun dihabiskannya berkarier di bank swasta nasional terbesar, PT Bank Central Asia (BCA) hingga pada 1999 ia memutuskan untuk memiliki bank sendiri bernama BPR Lestari.

Alex membawa BPR Lestari yang hampir kolaps karena krisis ekonomi 1998 menjadi bank yang berakselerasi cepat dalam waktu kurang dari 10 tahun. Pada 2005, BPR Lestari sukses menjadi BPR terbesar di Pulau Dewata dan terbesar ketiga nasional dari sisi aset.

Bagaimana cerita dan pengalaman beliau dalam membangun bisnis dan visinya menjadikan perusahaan sebagai local champion? Berikut wawancara saya dengan beliau di ruang kerjanya di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Januari 2016 lalu.  Continue reading “Founder & Chairman BPR Lestari, Alex Purnadi Chandra: Satu Jurus Dilatih Seribu Kali”

Direktur Utama Bamboomedia Cipta Persada, Putu Sudiarta: Dorong Anak Muda Belok Kiri

IMG_20170124_093438.jpg
Direktur Utama Bamboomedia, Putu Sudiarta (Foto: Bamboomedia)

Hidup manusia tersusun dari mimpi-mimpi yang dirangkai menjadi aksi nyata. Setiap pemimpin menjemput kesuksesan yang berawal dari menjadi seorang pemimpi. Mereka umumnya berhasil bukan karena uang, melainkan semangat dan inisiatif.

Putu Sudiarta mendirikan Bamboomedia, perusahaan bisnis piranti lunak (software) kreatif untuk pendidikan, bisnis, dan gim. Perusahaan berbasis di Pulau Dewata ini besar setelah melahirkan produk computer based training (CBT) dalam bentuk compact disc (CD) berbahasa Indonesia pada 2003.

Saat itu, putra asli Bali ini melihat momentum saat banyak orang masih belajar dari buku cetak, sementara produk serupa yang dihasilkan perusahaan lain masih dalam bahasa Inggris. Bamboomedia menjelma menjadi perusahaan pelopor software berbahasa Indonesia yang hingga kini dikenal dunia, dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Berikut petikan wawancara saya dengan beliau di Bali, Januari 2017 lalu.  Continue reading “Direktur Utama Bamboomedia Cipta Persada, Putu Sudiarta: Dorong Anak Muda Belok Kiri”

Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan

MRC_2066.jpg
Mr Joger (Foto: Joger Jelek)

Jika pernah berwisata ke Bali, Anda tentunya tak asing lagi dengan Pabrik Kata-Kata Joger yang berada di Jalan Raya Kuta. Tempat ini menyediakan pernak-pernik unik khas Bali, mulai dari baju kaus dengan cap merah di belakangnya, sandal warna-warni, jaket, tas-tas bermotif aneh, hingga sepatu lucu.

Hampir di setiap sudut ruangan Anda bisa menemukan kata-kata unik, bahkan ‘garing’ karya Pak Joger yang tak jarang mengundang tawa saat membacanya. Siapa sebenarnya Pak Joger? Dia adalah Joseph Theodorus Wulianadi, sang Raja Pabrik Kata-Kata Joger.

Pria dengan gelar BAA BSS alias ‘Bukan Apa-Apa’ dan ‘Bukan Siapa-Siapa’ ini dalam setiap pertemuan selalu menyapa sesama dengan ucapan ‘Good Morning, Selamat Pagi.’ Saya berkesempatan mendengarkan pengalaman beliau dalam membesarkan Joger sebagai pabrik kata-kata terbesar ketiga di dunia, November 2015 lalu.  Continue reading “Founder & Owner Joger, Joseph Theodorus Wulianadi: Bisnis Berorientasi Kebahagiaan”

Owner Coco Group, I Nengah Natyanta: Percaya Diri dengan Merek Sendiri

cocogroup bali.jpg
I Nengah Natyanta (Foto: Coco Group Bali)

Seorang pebisnis membuat sejarah jika berhasil melekatkan identitas pada usahanya. Itulah yang dilakukan I Nengah Natyanta, pendiri dan pemilik Coco Group. Putra Bali ini menilai brand tak sekadar melekat sebagai nama perusahaan, melainkan juga citra dan persepsi seseorang terhadap usaha dan produknya.

Pria asal Karangasem ini berbisnis dengan menjadi diri sendiri, menawarkan kelebihan diri, membuat arah dan tujuan dengan cara terus berinovasi. Alih-alih bergabung dengan jaringan waralaba ritel yang sudah menjamur di berbagai sudut kota saat ini, Natya memilih berkompetisi dengan mendirikan Coco Group.

Usahanya mungkin belum tersebar di seluruh Indonesia, namun sangat populer di Bali. Dia juga melakukan self-branding, yaitu menamai jaringan hotelnya dengan nama sendiri, Hotel Natya ketimbang bermitra dengan brand asing atau brand lokal yang umum. Self-branding baginya menentukan kualitas, atribut, dan kepribadian seorang pebisnis.

Pebisnis sukses bagi Natya adalah pebisnis yang bisa memupuk brand kecil menjadi besar. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau Desember 2016. Continue reading “Owner Coco Group, I Nengah Natyanta: Percaya Diri dengan Merek Sendiri”

Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari

ketua-phri-bali-tjokorda-oka-artha-ardhana-sukawati_20150917_092958.jpg
Founder Tjampuhan Group, Cok Ace

Ubud tak pernah paceklik dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun. Meski demikian, masyarakatnya tetap sederhana tanpa khawatir akan kehidupan duniawi. Demikian juga halnya dalam berbisnis di mata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Pendiri Tjampuhan Group ini bersama keluarga besarnya mengembangkan bisnis hospitality berlandaskan budaya. Pria ini memiliki berbagai jabatan profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, seniman, arsitek, bangsawan, hingga sosok yang aktif terlibat dalam berbagai pengembangan dunia pariwisata di Pulau Dewata. Cok Ace mempertahankan kesederhanaan dalam bisnisnya dan menomorsatukan budaya dalam praktiknya. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau di Bali, Oktober 2016 lalu.  Continue reading “Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari”

Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha: Menduniakan Cokelat Bali

inda-7125 (1).jpg
Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha

Bali salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia. Meski produksi bahan baku cokelat ini tak sebesar Sumatra dan Sulawesi, namun pabrik-pabrik cokelat popular skala kecil menengah justru terbanyak berada di Bali.

Popularitas Pulau Dewata sebagai destinasi dunia secara tak langsung menjadikan produk olahan cokelat di Bali ikut mendunia. Salah satu pemain utamanya adalah Pod Bali Chocolate. Produk-produknya sangat familiar dan selalu dicari kalangan turis mancanegara yang berkunjung ke Bali.

IGAA Inda Trimafo Yudha adalah sosok di balik kesuksesan Pod Bali Chocolate Factory. Bersama suaminya yang seorang Australia, Tobias Challenger Garitt, Inda memulai bisnis ini dari nol dengan misi menduniakan cokelat Bali. Berikut petikan wawancara bersama beliau di Denpasar beberapa waktu lalu.  Continue reading “Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha: Menduniakan Cokelat Bali”