Tips Menang Lomba Blog untuk Blogger Pemula


Selama empat tahun terakhir, 2019-2022, saya telah mengikuti berbagai lomba blog yang diselenggarakan aneka brand. Banyak kompetisi blog berhadiah fantastis, berupa uang tunai atau pun barang.

Pemilik brand biasanya mengharuskan blogger menulis postingan blog tentang tema atau topik tertentu. Lomba blog pertama yang saya ikuti adalah Yoforia Blog Competition 2019.

Begitu pengumuman pemenang keluar, saya membandingkan tulisan saya dengan tulisan para jawara. Tulisan favorit dimenangkan oleh Mba Rizka Edmanda.

Kalian bisa melihat dan membaca tulisan saya pada link di atas, kemudian membandingkannya dengan tulisan pemenang. Pasti sudah bisa ditebak, kenapa saya bisa kalah di kompetisi tersebut?

Prolog tulisan saya mungkin sudah lumayan, epilognya juga oke, tetapi materi tulisannya sangat miskin dan kering kayak gurun sahara. Lihat saja, jumlah katanya benar-benar sesuai syarat minimal, yaitu 600 kata. Tulisan pemenang dilengkapi dengan infografis ciamik dan video singkat yang memberi nilai tambah untuk brand, sementara tulisan saya tidak, seadanya saja.

Waktu itu, saya terkejut betapa banyak blogger seperti saya mengirimkan artikel ke kompetisi blog yang sesungguhnya mereka tahu mereka tidak berpeluang untuk menang. Apalagi, jika para master blog mengikuti kompetisi sama. Makin tipislah harapan.

Kesannya ganggu banget dalam hati, ya enggak sih? Demikian yang saya rasakan dahulu.

Kemudian, saya terpikir bahwa banyak blogger tidak mengetahui tips menang lomba blog dan trik meningkatkan peluang blogger memenangkan kompetisi.

Oleh sebab itulah saya menulis artikel ini. Saya akan berbagi tips menang lomba blog setelah empat tahun berlatih mengikuti berbagai kompetisi blog dan menjawarai beberapa di antaranya.

Berikut beberapa lomba blog yang saya menangkan:

Kesalahan blogger saat mengikuti lomba blog

Tidak ada rumus baku untuk menang, tetapi selalu ada sebab-sebab dasar yang membuat blogger pasti kalah di sebuah lomba blog.

Apa saja kesalahan dasar yang perlu dihindari blogger jika ingin memenangkan lomba blog?

1. Saltik dan ejaan buruk rupa

Memang betul, tidak semua orang terlahir sebagai penulis. Namun, masing-masing kita bisa belajar cara merangkai kata dan kalimat yang bagus, minimal sesuai ejaan dan tata bahasa.

Bukankah dari SD sampai kuliah tingkat satu pun kita belajar Bahasa Indonesia? Masa sih, ejaan dasar saja kita tidak tahu, seperti membedakan kata depan, akhiran, awalan, leburan, dan sebagainya.

Sebelum kita menekan tombol PUBLISH, cek dan periksa lagi draft tulisan kita. Bila perlu, bacalah dengan lantang.

Lakukan pratinjau untuk memastikan semuanya terlihat seperti yang kita inginkan. Jangan sampai ada saltik alias salah ketik. Enggak peduli seberapa cantik artikel kita, kalau ada saltik, tulisan sebagus apapun tak lagi cantik.

2. Struktur penulisan amburadul

Struktur penulisan blog sangat penting agar tulisan kita mudah dibaca. Hal pertama yang penting dilakukan adalah buatlah paragraf pendek-pendek. Satu paragraf usahakan hanya terdiri dari 2-3 kalimat singkat.

Perhatikan posisi judul, heading-1, heading-2, heading-3, dan seterusnya. Kita juga bisa menambahkan infografis, foto, gambar atau video kreasi kita. Kalau kita comot milik orang lain, jangan lupa cantumkan sumbernya.

Usahakan tambahan-tambahan kecil tadi tampak eye-catching dan tetap bisa terbaca. Tak ada dewan juri atau pembaca yang sudi menyipitkan mata untuk membaca font huruf blog kita yang terlalu kecil mungil. Mereka akan skip jika menemukan kesalahan ini, tak peduli mereka sudah selesai atau belum membaca tulisan kita.

3. Tampilan blog mengganggu

Jangan cuma fokus di ejaan dan struktur penulisan. Lihat juga tampilan blog kita.

Kalau mau ikut lomba blog, usahakan blog kita berupa top level domain (TLD), bukan blog gratisan. Ini lomba blog loh, bukan postingan berbayar atau sekadar curahan hati. Brand sudah pasti mendahulukan blog TLD. Beda cerita jika brand membolehkan kita mengikuti lomba blog menggunakan akun user generated content (UGC), seperti Kumparan, Retizen, Kompasiana, dan lainnya.

Setelah dewan juri mengklik judul artikel atau URL yang mengantar mereka ke laman blog kita, berikan kesan pertama yang menggoda, maksimal 10 detik pertama.

Jangan sampai loading blog kita terlalu lama. Ingat, mata manusia berkedip setiap 3-4 detik. Jadi, kalau bisa blog kita sudah bisa dibuka maksimal 4 detik atau dalam satu kedipan mata dewan juri.

tips menang lomba blog
Tampilan blog yang simpel dan mudah dibaca lebih disukai

Jangan terlalu mengagungkan tampilan blog dengan header yang wah, navigasi warna-warni, dan foto-foto mentereng. Lakukan sedikit decluttering pada sidebar blog kita.

Buatlah tampilan blog lebih sederhana, bersih, enggak terlalu pelangi yang bikin sakit mata, mudah dilihat, dan mudah dinavigasi. Ingat, jangan sampai pasang iklan yang melanggar aturan, seperti tiba-tiba di tengah muncul iklan berbau judi dan pornografi. Antisipasi hal tersebut tidak terjadi.

4. Lupa sama brand awareness

Brand awareness itu penting. Mengapa brand mengadakan lomba blog?

Inilah pertanyaan pertama yang perlu kita sadari. Hal yang perlu kita ingat adalah sebuah brand tidak mungkin mengadakan lomba blog karena alasan cinta buta sama blogger. Brand tidak mungkin menawarkan hadiah segitu jutaan rupiah hanya karena mereka ingin jadi ibu peri baik hati bagi blogger.

TIDAK!

Seperti halnya perusahaan komersil, brand ingin mendapatkan keuntungan dari kompetisi blog yang mereka adakan. Mereka ingin mencari konten terbaik dan paling bermanfaat yang bisa mereka bagikan dan tampilkan dengan bangga di saluran mereka sendiri, entah itu websitenya, Instagram, Twitter, dan sebagainya.

Brand ingin memberi tahu pembaca bahwa mereka punya produk bagus, bermanfaat, asyik, pokoknya dibicarakan semua orang. Oleh sebabnya, tunjukkan bahwa kita mengenal baik brand ini, terlepas kita menggunakannya atau tidak.

Riset dan dalami brand tersebut. Tunjukkan bahwa kita tahu banyak soal brand ini. Bila perlu, kemukakan alasan pribadi kenapa kita menyukai brand ini. Sebutkan saja dalam bentuk listicle, satu per satu.

5. Tulisan kurang all-out

Tips menang lomba blog berikutnya adalah jangan pelit sama kata. Kalau menulis, jangan setengah-setengah, harus all-out. Kalau kita hanya menulis kulit-kulitnya saja, ya mending enggak usah ikut lomba blog. Kita enggak akan pernah menang, cuma buang waktu saja.

Saya bukannya pesimis, tetapi saya pribadi setiap menulis artikel untuk lomba blog, tujuan saya untuk menang. Boleh-boleh saja kok tujuan awal kita untuk meningkatkan skill menulis, tetapi ya jangan itu terus tujuannya. Mengapa? Supaya kita termotivasi untuk berusaha lebih giat lagi.

Outputnya adalah kita akan semangat menggali ide dasar yang membuat tulisan kita unik dan layak menjadi pemenang. Artikel-artikel blog saya yang menang rata-rata memuat 2.500 kata dan maksimal 4.500-5.000 kata.

Target saya enggak harus juara satu dua tiga, pemenang hiburan pun jadi, yang penting tulisan saya diakui. Pasti ini memberikan kepuasan tersendiri.

6. Blogger kurang interaktif di kolom komentar

Peserta lomba blog, sesama blogger, pengikut atau orang yang subscribe blog kita biasanya suka berkunjung dan meninggalkan kesan di kolom komentar postingan kita. Kesempatan ini jangan disia-siakan.

Cobalah interaktif dengan pengunjung blog di kolom komentar. Jika ada yang mengirim komentar, usahakan berbalas pesan. Ini akan meningkatkan nilai tambah blog kita di mata dewan juri.

Hal sama berlaku jika postingan blog tersebut juga diposting di media sosial. Usahakan berbalas komentar juga ya. Ini penting untuk engagement blogger dengan pembaca.

7. Langsung ikut lomba blog berhadiah besar

Setelah kalah di Yoforia Blog Competition 2019, pada tahun sama saya belajar banyak dari tulisan para pemenang. Saya pun me-reset strategi saya dengan fokus pada lomba blog berhadiah kecil dahulu.

Biasanya, lomba blog berhadiah kecil tidak terlalu dilirik para master lomba sehingga peluang menang bagi blogger pemula cukup terbuka. Mohon maaf, bukannya saya bermaksud mengecilkan, tetapi saya hanya membaca apa yang terjadi di lapangan.

Kalau kita tak pernah memancing, janganlah langsung pergi memancing ke laut lepas. Mulailah belajar memancing di empang, di kolam-kolam kecil, sembari belajar meningkatkan skill, barulah pergi memancing ke sungai, ke danau besar, dan akhirnya ke laut.

Strategi ini ternyata cukup tokcer. Pada tahun sama, yaitu 2019, saya berhasil menjadi juara ketiga Mizan Blog Competition 2019. Hadiahnya waktu itu paket buku senilai Rp 700 ribu kalau enggak salah dan voucher belanja buku sebesar Rp 500 ribu. Alhamdulillah, Mizan Blog Competition 2019 memantik semangat saya untuk mengikuti kompetisi blog lainnya.

8. Abai dengan sejumlah persyaratan

Lomba blog biasanya mewajibkan sejumlah syarat dan ketentuan. Contohnya, blogger diminta memberikan backlink, menyematkan sejumlah kata kunci, membahas beberapa topik wajib, dan membagikan postingan di media sosial.

Ada juga penyelenggara lomba blog yang mengharuskan peserta mengisi formulir pendaftaran, sebelum dan sesudah artikel diposting. Peserta lomba blog juga diwajibkan mengikuti akun media sosial milik brand, biasanya Instagram dan Twitter.

Jangan sampai kita abai dengan semua persyaratan tersebut. Periksa lagi seluruh kelengkapan artikel kita, apakah sudah memenuhi ketentuan penyelenggara lomba blog? Jika sudah, berarti aman.

Siap jadi pemenang lomba blog?

Bagian tersulit dari menulis adalah berhadapan dengan halaman kosong. Tak jarang blogger duduk berjam-jam di depan laptop atau komputernya dan tidak menghasilkan apa-apa.

Buatlah garis besar untuk menemukan kata pertama. Tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman pribadi. Jadi, kalau kita memiliki pengalaman pribadi yang bisa diceritakan untuk lomba blog tertentu, mulailah menulis dari sana. Dengan demikian, kita tak terlalu dipusingkan dengan riset. Cukup tuangkan informasi berdasarkan pengalaman kita sendiri.

Berikut adalah tips penting lain untuk menang lomba blog.

1. Ikuti blog para pemenang

Pemenang lomba blog di Indonesia sangat kompetitif. Beberapa nama langganan juara kerap muncul, tetapi tak selamanya mereka menjadi pemenang. Kekuatan kontenlah penentunya.

Saya belajar banyak dari sejumlah blogger pemenang, seperti Fadli Hafizulhaq, Ella Fitria, Rizka Edmanda, Nabilla DP, Deddy Huang, Rini Novitasari, Supadilah, Firmansyah, Nodi Harahap, Arda Sitepu, Jihan Mawaddah, Amir Silangit, Ardi Handayat, banyak lagi nama-nama pemenang yang muncul, semoga termasuk nama saya. Amin amin amin.

Nama-nama di atas hanya sebagian blogger yang pernah memenangkan lomba blog lebih dari sekali. Setiap tahun biasanya selalu muncul rookie of the year alias blogger baru yang naik daun di berbagai kompetisi blog. Semua bergantung kemauan kita untuk mengupgrade skill menulis.

Kita boleh terinspirasi blogger lain, tetapi jangan sekali pun melakukan plagiasi. Itu haram dan curang. Kalau pun kita menang, hadiahnya enggak bakal berkah karena modal nyontek. Kalau sampai ketahuan, kita akan dicap sebagai blogger yang tidak berkarakter.

2. Ikuti akun media sosial informasi lomba blog

Saya selalu mengikuti akun media sosial yang sering membagikan informasi terkait lomba blog. Kalau di Instagram, setidaknya akun-akun wajib yang saya ikuti, antara lain @infolombablog @lombablogterbaru @kompetisimenulis @lomba_gratisan @infolombamenulis @amirsilangit

Dari sanalah kita bisa mendapat informasi terkait lomba blog terbaru. Kita bisa memerkirakan deadline penulisan dan memposting artikel tepat waktu. Kita juga bisa melihat antusias peserta yang hendak mengikuti lomba tertentu melalui jumlah likes dan komentar di kolom komentar.

3. Bikin akun media sosial yang lengkap

Hal penting yang perlu diingat saat mengikuti lomba blog adalah memastikan kita bisa dihubungi. Sebagian besar penyelenggara lomba blog menghubungi pemenang melalui akun media sosial dan email.

Penyelenggara biasanya akan menandai (tag) akun Instagram atau mention akun Twitter kita. Lengkapi juga informasi kontak kita di laman blog.

Saat ini, lomba blog selalu terkait dengan sharing di media sosial. Jika penyelenggara lomba blog mengharuskan peserta untuk membagikan postingan di media sosial, kita tak perlu bertanya di kolom komentar sekiranya tidak punya akun media sosial yang mereka minta.

Apa salahnya sih bikin akun Instagram kalau belum punya, juga Twitter? Toh kita ingin meningkatkan peluang untuk menang kan? Penuhi semua persyaratannya dan enggak perlu nyinyir kalau tidak punya Instagram atau Twitter.

Kalau pun kita tidak aktif di media sosial, minimal gunakan akun tersebut untuk memenuhi syarat lomba blog.

4. Jangan berhenti mencoba

Tak ada jurus jitu menang lomba blog selain terus mencoba. Saya percaya seorang blogger pasti berjodoh dengan lomba blog tertentu. Kalau udah ketemu soulmatenya, biasanya itu akan menjadi batu loncatan untuk menang di kesempatan-kesempatan berikutnya.

Sangat penting untuk menyediakan konten berkualitas tinggi saat mengikuti lomba blog. Jangan membuat tulisan seadanya. Carilah pendekatan-pendekatan spesifik untuk membuka tulisan.

Pilih judul artikel yang menarik. Click bait halal dilakukan, tetapi harus tetap nyambung dengan keseluruhan artikel. Gunakan judul dan subjudul yang kuat.

Banyak brand tertarik dengan visual blog. Oleh sebabnya tingkatkan skill kita untuk membuat infografis dan video singkat. Insyaallah, kamu selangkah lebih dekat menuju blogger superstar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: