Menemukan Pengasuh Terbaik untuk Anak Autis

Bagi kebanyakan orang tua anak dengan gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD), waktu luang atau me time mungkin sebatas nostalgia atau kenangan. Sejak Tuhan mengamanahi kita seorang anak istimewa, sejak itu hidup kita bukan lagi milik kita.

Setiap hari kita mengawasi anak yang berlarian ke sana ke mari, membawanya naik motor atau mobil keliling kompleks biar gak tantrum, hingga mengganti popok dan membersihkan kotoran anak yang belum juga lulus toilet training di usia yang sudah tidak lagi bayi. Sepertinya setiap detik, menit, jam, pekan, bulan, dan tahun-tahun kita hanya untuknya.

Orang tua dengan anak ASD sering kali gak punya banyak waktu buat diri sendiri. Mereka mengasuh anak dengan kemampuan fisik, emosional, dan mental yang fluktuatif. Hari-hari mereka dihujani kebahagiaan sekaligus tantangan luar biasa.

Setiap hari menyiapkan makanan khusus karena anak kita menjalani diet berbeda. Ada anak yang bermasalah dengan sensorik sehingga cuma ibu yang tahu mana baju, celana, dan pakaian dalam yang mau dikenakan anak tanpa penolakan.

Ini belum termasuk waktu yang dihabiskan orang tua untuk konsultasi ke dokter anak atau psikiatri, mengatur jadwal anak minum obat, dan terus memperkaya diri dengan pengetahuan relevan tentang autisme. Nyaris gak banyak menit tersisa untuk menikmati secangkir teh, kopi, sambil membaca buku-buku bagus.

Malam hari setelah anak tertidur lelap, rasanya itulah berkah luar biasa untuk kita menghabiskan waktu tenang bersama pasangan. Saat itu kita bisa menulis, membaca buku, atau mendengarkan musik menjelang tidur.

Tips memilih pengasuh untuk anak autisi

Gak ada pengasuh atau baby sitter terbaik untuk anak autisi selain orang tua kandungnya sendiri. Namun, ada kalanya kita membutuhkan bantuan dari orang ketiga untuk meringankan beban kita di rumah.

Wajar saja jika kita membutuhkan asisten untuk mengasuh anak. Kondisinya kita tetap menjadi pengasuh utama, sedang asisten adalah support system yang meringankan beban pekerjaan kita di rumah.

pengasuh anak autis

Sayangnya mencari pengasuh untuk anak berkebutuhan khusus gak segampang cari pengasuh untuk bayi atau balita normal. Kita ingin menemukan seseorang yang bisa kita percaya, setidaknya merawat anak spesial kita kita kita keluar rumah sejenak.

Ini bisa menjadi tantangan terbesar bagi orang tua anak berkebutuhan khusus untuk menemukan pengasuh terbaik anaknya. Kita butuh extra effort untuk menemukan pengasuh istimewa itu.

Inilah kenapa banyak orang tua memilih menitipkan anak istimewanya kepada kakek neneknya ketika ada kepentingan keluar rumah. Namun, apa yang terjadi ketika kakek nenek jauh di sana dan kita tinggal jauh dari keluarga?

Berikut adalah tips menemukan pengasuh istimewa untuk anak istimewa kita.

1. Tulis deskripsi pekerjaan untuk calon pengasuh

Ingat, anak kita anak istimewa. Semua hal tentang buah hati kita ini harus diketahui dengan baik oleh calon pengasuhnya.

Oleh sebabnya kita sedari awal lebih baik menuliskan deskripsi pekerjaan calon pengasuh anak kita. Tuliskan dengan jelas, apakah kita hanya membutuhkan teman bermain untuk anak, atau akankah pengasuh ini nantinya akan memberikan obat-obatan anak, memandikan, hingga memasak makanan untuk anak sesuai dengan jadwal dietnya?

Pengasuh anak istimewa sebaiknya tidak dibebani dengan tugas selain merawat anak kita. Mereka hendaknya tidak diberikan tugas rumah tangga lain, seperti mengepel, mencuci baju, dan menyeterika.

Deskripsi pekerjaan detail ini membantu merampingkan proses seleksi kita. Pelamar yang tidak memenuhi syarat atau yang mentalnya down duluan bisa undur diri dengan sendirinya.

2. Siapkan jadwal wawancara

Wawancara langsung dengan calon pengasuh anak kita sangat penting. Kita bisa mengenalnya lebih dekat dan feeling orang tua juga menentukan, apakah nyaman atau tidak saat berkomunikasi dengan yang bersangkutan?

Pasalnya pengasuh tersebut nantinya menjadi orang kepercayaan kita di rumah. Kalo sedari awal kita udah gak nyaman komunikasi sama dia, gimana mungkin bisa betah ke depannya, ya kan?

3. Riset si calon pengasuh

Zaman sekarang semakin mudah mengenal kepribadian seseorang dengan menelusuri jejak digitalnya. Memang ada yang bilang, jangan lihat seseorang dari media sosialnya, tetapi kali ini kita berbicara tentang anak berkebutuhan khusus. Tentu saja kita harus memerhatikan setiap detail tentang calon pengasuh anak kita.

Telusuri seluruh media sosial yang bersangkutan, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter kalo ada. Cari tahu juga apakah calon pengasuh ini sudah berkeluarga atau belum? Jauh lebih baik kita memprioritaskan seorang yang belum berkeluarga supaya pikirannya gak terbagi-bagi.

4. Lihat interaksi anak dengan calon pengasuhnya

Pertemukan anak dengan calon pengasuhnya beberapa kali. Biarkan mereka berinteraksi langsung berdua dan kita sebagai orang tua diam dan mengamati dari jauh.

Ketika kunjungan selesai, tanyakan pada anak kita (meski anak belum bisa berbicara), apa yang anak rasakan? Senang atau tidak? Anak-anak adalah penilai karakter yang hebat. Mereka jujur tentang apa yang mereka rasakan.

5. Siapkan gaji lebih tinggi

Ini adalah win win solution. Bersiaplah membayar pengasuh anak istimewa dengan gaji lebih tinggi, meskipun kita terpaksa mengeluarkan uang lebih atau bekerja lebih giat. Percayalah, harganya sepadan dengan jasa yang mereka berikan untuk keluarga kita.

Kalo semisal ART biasa digaji Rp 2,5 per bulan, maka pengasuh anak autisi ini mungkin digaji Rp 3-3,5 juta per bulan. Ini cuma contoh yaaaa.

Menemukan pengasuh istimewa yang dapat diandalkan dan dipercaya mungkin butuh waktu lama. Sabarlah menunggu karena kita membutuhkan pengasuh yang memahami kebutuhan anak istimewa kita lengkap dengan tantangan fisik, mental, dan emosionalnya.

pengasuh anak autis

Pengalaman mereka bisa jadi berasal dari salah satu tiga berikut, yaitu pengalaman, pelatihan, atau pendidikan. Di mana kita bisa menemukannya? Paling masuk akal adalah dari lingkungan sekitar kita.

Kalo kita bergabung dengan komunitas orang tua anak autisi misalnya, tanyakan informasi tersebut padanya. Yang bersangkutan mungkin tidak akan membagikan nomor telepon pengasuh anaknya, tetapi bisa jadi mereka bisa membantu kita menemukan orang yang tepat dari lingkaran atau circle mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.