Liebster Award 2020 untuk Bundalogy

Taragak bana (kangen banget: bahasa Minang). Mau ya Muthe menerima Liebster Award 2020 dari saya.” Demikian pesan whatsapp yang dikirimkan Uni Mia, salah satu sahabat bloger saya di seberang Pulau Andalas sana.

Pesan itu saya terima 14 Agustus lalu, di tengah kerapuhan saya, di tengah usaha saya yang baru memulai perjuangan membersamai putera saya yang didiagnosis autism spectrum disorder (ASD).

Saya baru saja pindah dari Surabaya ke Bekasi, sebab sejak 18 Agustus 2020 Abang Rashif (19 bulan) menjalani terapi di Kidaba di bawah pengawasan dr Rudy Sutadi.

Saat menulis ini, abang memasuki minggu ketiga terapi dan sudah menjalani diet khusus autisi satu bulan lamanya. Alhamdulillah wasyukurillah banyak perubahan positif pada diri abang. Lara di hati saya telah berubah menjadi bara. Saya begitu bersemangat mengantar abang menuju kesembuhan.

Liebster Award 2020

Liebster dalam bahasa Jerman artinya paling manis, paling baik, paling dihargai, paling menyenangkan, yang tersayang, tercinta, dan tercantik. Wah, dalam sekali makna kata ini ya?

Liebster Award adalah penghargaan online diberikan satu bloger kepada 11 bloger lain yang dianggap paling pantas menerimanya. Angka 11 begitu istimewa sebagai simbol tahun pertama dimulainya tradisi di dunia blogosphere ini, yaitu 2011.

Apa saja ketentuan untuk penerima Liebster Award?

  • Berterima kasih lah kepada bloger yang telah menominasikan kita dengan memberikan link menuju blognya.
  • Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada kita.
  • Bagikan 11 fakta tentang diri kita.
  • Nominasikan 11 bloger lain penerima Liebster Award terbaru.
  • Ajukan 11 pertanyaan untuk mereka.
  • Beri tahu penerima Liebster Award berikutnya setelah kita mengunggah postingan kita.

Fakta tentang Mutia Ramadhani

Rasanya saya seperti berkaca saat menuliskan 11 fakta tentang diri sendiri. Oya, buat teman-teman yang mungkin belum kenal, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Mutia Ramadhani, pemilik dan pengelola web blog Bundalogy ini.

Berikut adalah 11 fakta tentang Mutia Ramadhani.

1. Si sulung yang keras kepala

Saya anak pertama dari dua bersaudara. Saya dikenal sebagai si sulung yang keras kepala. Jika punya kemauan dan yakin, saya akan berupaya segigih mungkin menggapainya, meski sekilas tampak sulit.

Keras kepala? Bisa dibilang begitu. Namun, keras kepala ini lah yang membuat saya tahan banting.

Bagi saya, keyakinan adalah kunci keberhasilan. You are what you think. Kalo kita berpikir kita akan gagal, ya kita gagal. Kalo kita berpikir kita akan berhasil, ya lambat laun meski tertatih kita pasti sukses mencapai tujuan.

2. Ibu dari tiga balita

Sejak menikah 2014 silam, saya dan suami dikaruniai tiga amanah Allah SWT yang luar biasa, soleh dan soleha. Masya Allah.

Puteri pertama saya, Rayna Maetami Bogara lahir pada 2016. Tiga tahun kemudian, tepatnya akhir Januari 2019 menyusul dua adik kembarnya, Rashif Mainaka Bogara dan Rangin Mainaka Bogara.

3. Satu putera kembar saya adalah autisi

Saya adalah ibu dari anak berkebutuhan khusus. Salah satu putera kembar saya, Rashif didiagnosis autisme pertengahan Juli 2020. Yups, saya masih baru memulai perjuangan ini.

Hal pertama yang terpikir di benak saya setelah dokter mendiagnosis Rashif merupakan autisi adalah pasrah tanpa harus menyerah. Ya, saya terima ini sebagai salah satu ketetapan Allah untuk hidup saya, sekaligus bersyukur Yang Kuasa memercayakan salah satu ciptaan-Nya paling istimewa pada saya dan suami.

Insya Allah saya akan menjaga Rashif seumur hidup saya. Saya akan berjuang demi kesembuhannya.

Saya percaya, autisme bisa sembuh, autism is cureable. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya.” (HR Bukhari)

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Ada orang yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahuinya.” (HR Ahmad)

So, siapa bilang autisme adalah penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan? Jangan pernah mendahului Allah.

Selalu ada jalan bagi kita yang mau berusaha. Sesulit apapun jalan menuju kesembuhan itu, insya Allah saya siap menjalaninya. Saya sampaikan terima kasih dari hati saya paling dalam kepada teman-teman yang telah mendoakan kesembuhan anak kami.

4. Mantan jurnalis

Sembilan tahun (Februari 2011-Maret 2020) lamanya saya pernah bekerja sebagai jurnalis di REPUBLIKA, salah satu harian nasional di pusat. Saya menemukan passion menulis saya di sini, sehingga makin sulit move on deh dari dunia tulis menulis.

Sejak lulus kuliah, saya hanya bekerja di dua tempat berbeda. Pertama, Agroedutourism di Direktorat Bisnis dan Kemitraan, IPB, Bogor. Kedua, di REPUBLIKA, Jakarta.

5. Doyan makan

Urusan makan saya nomor satu. Saya lebih pilih kurang tidur ketimbang kurang makan. Hehehe. Hobi banget nyobain makanan-makanan baru di berbagai tempat.

Saya semakin senang ketika menikah dengan suami yang doyan makan juga. Suami saya pernah bilang, dia takut lihat saya kalo lagi lapar. Mungkin wajah saya berubah jadi Simba kali ya.

Lidah saya Indonesia banget. Gak begitu suka sama pizza dan burger. Ada yang senasib?

Paling suka nasi Padang. Iya dong, urang awak.

Saya juga suka banget aneka mie, mulai dari mie bakso, mie ayam, mie Jogja, mie kocok Bandung, soto mie Bogor, dan mie Aceh. Ada bakso beda sedikit aja, atau namanya unik dikit aja misalnya, saya bisa langsung tertarik pengen nyoba.

6. Suka nonton dorama

Saya suka banget nonton dorama-dorama Jepang, sejak masih remaja sampai sekarang. Aktor favorit saya adalah Takuya Kimura, Hideaki Takizawa, Yamashita Tomohisa, Akanishi Jin, Oguri Shun, Osamu Mukai, dan Ikuta Toma.

Aktris Jepang favorit nomor satu adalah Horikita Maki. Semua film dan dorama dia saya pasti nonton. Lainnya saya suka Keiko Kitagawa, Kyoko Fukada, Ishihara Satomi, Erika Sawajiri, Nakama Yukie, dan Nagasawa Masami.

7. Hobi ke bioskop

Saya dan suami sama-sama suka nonton. Jadi, kalo pasangan lain mungkin mesranya dengan cara makan malam di restoran, jalan-jalan ke luar kota, shopping, nah kami sudah merasa romantis banget cukup dengan jalan gandengan tangan trus nonton ke bioskop. Hehehe.

Sejak pacaran hingga menikah, ‘our time’ kita berdua nyaris 90 persennya nonton bareng. Nah, sekarang setelah punya anak, saya gak pernah lagi tuh ke bioskop berdua sama suami. Akhirnya suami pasang Netflix di rumah dan kita bikin bioskop kita sendiri pas krucil-krucil udah pada tidur.

Kami gak fokus ke genre tertentu. Asal rating filmnya bagus, reviewnya bagus, kami pasti nonton.

8. Senang berwisata alam

Saya lulusan Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. Mungkin karena ini juga saya senang wisata alam, khususnya keluar masuk hutan.

Treking, hiking, kemping, mendaki gunung, lewati lembah, udah kayak Ninja Hatori deh pokoknya. Paling suka hutan pegunungan karena lebih menantang.

Enam tahun tinggal di Bali membuat saya berkesempatan mengeksplorasi lebih banyak tempat-tempat wisata alam di Pulau Dewata. Masya Allah, salah satu hal dalam hidup paling saya syukuri.

9. Pernah dikejar gajah liar

Pengalaman ini tak akan terlupakan seumur hidup saya. Sewaktu berada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung, saya dan lima teman saya pernah bertemu gajah liar di hutan.

Suatu hari kami treking untuk bahan pemetaan potensi wisata alam di Resort Kubu Perahu. Saat menyusuri jalan setapak menuju air terjun tanpa nama, langkah kami terhenti seketika karena teman saya yang berjalan paling depan tiba-tiba berteriak ada gajah.

Gajah liar tidak semanis gajah di kebun binatang. Apalagi gajah yang kami jumpai adalah seekor gajah jantan yang terpisah dari kelompoknya. Situasi begini sangat berbahaya karena si gajah rentan mengamuk saat merasa terancam.

Kami langsung balik kanan dan berlari sekuat tenaga. Kondisinya kami harus ekstra hati-hati karena di sisi kanan kami tebing curam.

Saya terjatuh. Lutut kanan saya membentur batu keras. Sakit sekali sehingga saya tidak bisa berdiri. Bak adegan di film-film Indiana Jones, saya sudah pasrah diseruduk gajah waktu itu.

Gimana gak pasrah? Dua orang penduduk lokal yang menjadi guide kami saja sudah kabur duluan meninggalkan kami. Lari mereka kenceng banget.

Saya nangis nyuruh teman-teman saya lari duluan. Untung saja Erik, sahabat saya langsung membopong saya dan kami  setengah berlari.

Jojo, teman kami terpeleset dan nyaris terjatuh ke tebing hutan itu. Untung saja Jojo berpegangan pada akar dan anakan pohon, sehingga kami bersama-sama bisa menariknya ke atas.

Saya bersyukur punya sahabat-sahabat yang setia dalam suka dan duka. Tidak ada yang meninggalkan, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan.

Sesampainya di base camp, dua guide yang meninggalkan kami minta maaf dan mereka merasa sangat bersalah. Cuma bisa elus dada waktu itu.

10. Pernah bertemu badak Sumatera

Masih di Lampung, saya dan lima teman saya ikut patroli badak bersama Wildlife Conservation Society (WCS). Saya gak tahu mimpi apa, sehingga bisa menyaksikan langsung seekor anak badak Sumatera di hutan.

Itu adalah kesempatan amat sangat langka dan tidak semua orang beruntung mendapatkannya. Rekan-rekan WCS saja yang patroli bertahun-tahun tidak selalu bisa menyaksikan pemandangan itu.

Penemuan kami diterbitkan dalam salah satu jurnal konservasi bersama WCS. Itu sebuah prestasi membanggakan.

11. Gak suka sama orang yang terlalu sering berubah pikiran

Saya paling anti sama orang yang terlalu sering berubah pikiran. Sekali dua kali cukup. Lebih dari itu biasanya saya pilih undur diri alias menghindar dari pertemanan.

Makanya sahabat-sahabat yang bertahan dengan saya sampai sekarang bisa dihitung sama jari.

Saya maklum setiap orang pasti ingin membuat dirinya merasa nyaman. Namun, kalo orang itu terlalu sering berubah pikiran demi kenyamanan dirinya, orang-orang di sekitarnya ya bakal kewalahan dan sulit mencapai kesepakatan. Capek loh punya teman kayak gini.

Pertanyaan dari Pemberi Penghargaan

Uni Mia mengajukan pertanyaan berikut untuk 11 bloger penerima Liebster Award 2020, termasuk saya. Sebuah kehormatan bagi saya untuk menjawabnya.

Mengapa kamu tetap bertahan menjadi bloger?

Sekarang ini saya melihat banyak orang semakin malas menulis, bahkan meninggalkan blog demi platform yang lebih visual, misalnya menjadi YouTuber, selebgram, atau tiktoker.

Emang sih, YouTube, Instagram, dan Tik Tok sekilas tampak lebih menarik karena kita bisa dilihat puluhan, ratusan, bahkan jutaan orang. Banyak job bisa didapatkan melalui platform-platform visual ini.  Namun, mengapa saya tetap bertahan menjadi bloger?

bloger

Menurut saya, setiap orang bisa bicara dan mengekspresikan diri, tapi tidak semua orang bisa menyampaikan isi pikiran serta emosinya secara efektif melalui tulisan. Bloger zaman sekarang rata-rata udah paket lengkap. Mereka bisa menyisipkan konten video dan infografis menarik di lamannya.

Inilah alasan saya bertahan menjadi bloger. Ngeblog memberi saya banyak waktu memikirkan apa yang ingin saya komunikasikan dengan pembaca-pembaca saya. Bukankah menulis adalah pekerjaan seumur hidup? Sampai saat ini saya masih menikmati menulis dan blog walking.

Apa prestasi terbaik selama menjadi bloger?

Prestasi yang ‘wah’ mah masih jauh. Buat saya pribadi yang namanya prestasi adalah saya bisa terus mengupgrade kualitas ngeblog saya.

Awalnya saya cuma ngeblog buat curhat, ngeblog as usual. Perlahan saya belajar bikin konten, belajar SEO, belajar mempercantik infografis dan tampilan blog, belajar ikut lomba blog dan akhirnya beberapa kali keluar sebagai pemenang pertama, kedua, ketiga, juga hiburan.

Bisa menghasilkan uang dari blog adalah prestasi bonus buat saya. Sepanjang 2019-2020 saya mulai rutin menerima kerja sama menulis buku, content placement, sponsored post, dan tulisan berbayar lainnya. Alhamdulillah bisa buat tambahan jajan anak dan jajan emaknya tentunya. Hehehe.

Apa yang dilakukan saat dilanda writer blocks?

Semua bloger, bahkan bloger sepuh sekali pun pasti pernah mengalami writer blocks. Namanya juga bloger yang udah bertahun-tahun ngeblog dan menulis.

Biasanya kalo ini terjadi, hal pertama yang saya lakukan adalah break sebentar. Kadang saya cuma butuh istirahat.

Tetap duduk sambil buka ponsel dan cek media sosial, itu namanya bukan istirahat loh. Istirahat di sini ya beranjak dari kursi. Tidur di kamar, pergi jalan-jalan, nyari angin segar di luar, atau sekadar beli camilan ke mini market.

Kedua, tetapkan tenggat waktu. Kadang kita hanya perlu duduk dan memaksakan diri melakukannya. Jadi, ada waktunya bersantai sekian menit atau sekian jam, dan ada waktunya kita menulis sampai menyelesaikannya.

Ketiga, tulis apa saja yang ada di pikiran kita sebanyak mungkin. Abaikan ejaan, abaikan tanda baca, abaikan jumlah karakter, abaikan gaya bahasa, abaikan kaidah SEO. Jauh lebih mudah nanti bagi kita saat ingin menyuntingnya.

Keempat, pastikan kita menulis topik yang kita pahami. Jika kita terus-terusan mengalami writer blocks, bisa jadi kita menulis topik yang sebetulnya tidak kita kuasai atau tidak terlalu kita sukai.

Misalnya nih, saya hobinya nulis lifestyle dan parenting, tapi mendadak demi job berbayar, saya menerima orderan menulis tekno atau otomotif. Ya ambyar dong.

Apa kendala yang dihadapi saat ngeblog dan bagaimana cara mengatasinya?

Kendala terhebat yang saya hadapi saat ngeblog sesungguhnya adalah anak. Hehehe. Iya, lagi asik menulis, lagi banyak ide, mendadak si kecil merengek minta ditemani bermain, minta makan, minta ditemani ke belakang, dan sebagainya.

Cara mengatasinya adalah menemukan ritme yang pas. Ibu rumah tangga yang pengen sukses ngeblog harus punya timeline harian. Memang, waktu buat anak kadang random banget, kadang gak jelas. Namun, setidaknya kita sudah tahu apa saja pekerjaan prioritas yang harus dituntaskan segera.

Kondisi seperti apa yang membahagiakan ketika ngeblog?

Dapat uang dari ngeblog itu bahagia yang kesekian. Kebahagiaan utama saya ketika ngeblog adalah ketika visitor saya nambah. Hahaha. Makin bahagia lagi ketika tulisan saya dibaca seutuhnya, bahkan menginspirasi pembaca, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan informasi seputar pengasuhan anak.

Apa saja hal-hal yang disukai dan dibenci saat menulis blog?

Ngeblog adalah hobi, jadi gak ada yang saya benci dari menulis blog. Semuanya saya suka.

Saya suka menulis topik-topik seputar parenting. Saya selalu mengaitkannya dengan keseharian saya sebagai ibu dari tiga balita di mana dua di antaranya kembar. Selain saya bisa curhat, saya juga bisa kasih tips dan informasi buat emak-emak yang membutuhkan.

Kelak anak-anaknya diarahkan jadi bloger juga tidak?

Apapun minat dan bakat anak-anak saya, yang namanya keterampilan menulis wajib mereka asah. Ya gak ada ruginya toh. Justru menulis adalah kegiatan positif untuk mereka. Siapa tahu anak-anak saya lebih jago dari emaknya.

Kira-kira apa saja kriteria ideal yang mestinya ada pada bloger?

Kriteria pertama bloger ideal menurut saya adalah bloger yang mau belajar setiap hari dan tidak takut dengan hal-hal baru. Semakin banyak kita belajar, semakin kaya pengetahuan kita, semakin banyak pula topik yang bisa kita tulis.

Kedua, bloger yang hanya menerbitkan tulisan yang informatif dan dibutuhkan pembaca. Boleh-boleh saja jika di awal kita menjadikan blog tak ubahnya seperti diary pribadi. Namun, mindset ini perlahan harus berubah.

Jika tulisan kita gak ada gunanya buat pembaca, buat apa kita capek-capek membuang waktu untuk menulis dan share di media sosial?

bloger

Ketiga, bloger yang mengerti SEO. Mengerti ya, gak harus menjadi expert apalagi SEO specialist. Bagaimana pun salah satu tujuan kita ngeblog adalah monetisasi, bukan sekadar jurnal pribadi. Makanya kita harus mempraktikkan dasar-dasar SEO, minimal SEO on page supaya lama kelamaan blog kita semakin populer di mesin pencarian.

Keempat, bloger yang memperkuat jejaring (networking) dengan bloger atau influencer lainnya. Ini salah satu bentuk interaksi sosial paling efektif, khususnya membangun hubungan pertemanan dan pengikut (followers) di blog yang dengan senang hati menerima setiap pembaharuan yang kita lakukan.

Fasilitas apa saja pendukung kamu dalam menulis blog?

Saya paling nyaman menulis dari laptop atau PC. Selain nyaman di mata, menulis dari laptop jauh lebih fokus dan gak bikin kesal karena mata kicep-kicep perih mantengin notes di ponsel terus. Hehehe. Meski demikian, sesekali saya juga menggunakan ponsel untuk menulis ide-ide yang muncul mendadak dan bisa di mana saja.

Kapan waktu favorit kamu kalau ngeblog dan sampai berapa lama?

Saya paling suka ngeblog di atas jam 9 malam, ketika anak-anak sudah pada tidur. Ide mengalir dan tulisan lebih cepat selesai. Meski demikian saya menghindari tidur terlalu larut malam.

Apa pesan-pesan positif kamu untuk bloger Indonesia?

Bloger harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulis dan disajikan. Jangan sampai tulisan kita hanya menjadi ‘sampah’ di Google karena tidak memberi nilai tambah untuk pembaca. Tetap semangat menulis dan mengeksplorasi diri.

Pemenang Liebster Award 2020

Saya sangat takjub betapa banyaknya bloger kreatif di Indonesia juga dunia. Sejak bergabung dengan beberapa grup bloger akhir 2019 lalu, saya berkenalan dengan ratusan bloger dari berbagai daerah.

Jumlah ini baru secuilnya saja, sebab ada jutaan lain di luar sana. Setelah menimbang, mengingat, menetapkan (ciyeee, kayak di persidangan aja), akhirnya saya memutuskan inilah 11 bloger penerima Liebster Award 2020 selanjutnya.

liebster award

1. Sani (kakilasak.com)

Blog Kakilasak selalu memanjakan mata saya. Masya Allah, tulisan dan foto-foto perjalanan Bang Sani berkeliling Aceh bikin saya menyesal sampai sekarang karena tak menyempatkan diri menjejakkan kaki di Negeri Serambi Mekah sewaktu masih sexy, free & single dulu (Super Junior kali ah!)

Food and travel bloger ini menyajikan spot-spot wisata minat khusus yang antimainstream. Kementerian Pariwisata pun mungkin belum seutuhnya mempromosikan surga-surga tersembunyi ini.

liebster award

Buat yang suka bertualang di alam bebas, ingin menemukan surga baru di ujung paling barat Nusantara, baca saja blog Bang Sani. Saya menobatkan beliau sebagai Bloger Paling Lasak karena langkah-langkah kakinya yang eksploratif membawa kita berwisata virtual keliling Aceh.

2. Fadli Hafizulhaq (udafadli.web.id)

Satu kebanggaan bisa berkenalan dengan bloger sekaligus doktor muda ini. Usianya jauh di bawah saya, tapi saya tetap memanggilnya Uda Fadli, sesuai nama domain blognya yang super kece. Di grup bloger saya memanggilnya uda, tapi ketika komunikasi langsung di whatsapp, saya dengan bangga memanggilnya adik saya.

Uda Fadli berasal dari Sumatera Barat. Kami ternyata satu suku, yaitu Tanjung.

liebster award

Saya mengapresiasi Uda Fadli sebagai Bloger Multitalenta. Sudah lah beliau doktor, penulis buku, pemateri online, web developer, web designer, bloger eksis yang tak pernah pelit berbagi ilmu. Pasti kita sudah tak asing dengan Fadli Hafizulhaq yang namanya naik daun awal hingga pertengahan 2020 karena sering banget memenangkan lomba blog.

3. Fendi Haris (fendiharis.com)

Saya gak dekat secara personal dengan Mas Fendi ini. Kami kenal secara tak langsung setelah mengikuti beberapa kompetisi blog yang sama dan kebetulan berteman di Instagram.

Saya menyebut Mas Fendi sebagai Bloger Tangguh. Kenapa tangguh? Beliau mendedikasikan diri sebagai full-time bloger dan membuktikan bahwa menjadi bloger itu gak bakal sia-sia asal mau belajar. Banyak manfaat langsung dan tak langsung dari menulis di blog.

liebster award

Mas Fendi ini bloger yang tak pernah berhenti belajar dan bersyukur. Beliau sering banget mengirimkan tulisan untuk lomba blog. Semua tema sukses dia lahap dan kuasai.

Kegigihan itu membuat namanya acap tampil sebagai pemenang lomba blog, mau itu lomba blog umum atau lomba SEO. Beliau punya beberapa blog dan semuanya produktif. Masya Allah.

4. Jihan (jeyjingga.com)

Saya mengenal Mba Jihan karena kami berada di satu grup blog-walking paling heboh, paling berisik, sekaligus paling asik se-Indonesia Raya. Wkwkwk.

Nah, kalo di serial Harry Potter ada Death Eater alias pelahap maut, maka Mba Jingga ini Books Eater alias pelahap buku. Wanita yang aslinya berprofesi sebagai penyuluh narkoba ini sudah menerbitkan belasan buku antologi dan buku solo loh.

liebster award

Saya sering mampir ke blog Jeyjingga. Mba Jihan di sana sering banget nge-review berbagai buku. Buku-buku yang beliau review awalnya tak begitu menarik bagi saya. Namun, entah kenapa setelah membaca ulasan Mba Jihan, saya justru menjadi tertarik membaca buku yang sama.

5. Seno (blogerclass.com)

Mas Seno adalah Bloger Guru buat saya. Bukan, bukan berarti profesinya guru. Mas Seno aslinya auditor sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta, sekaligus founder Bloger Class, blog literasi digital dan teknologi. Mas Seno juga sukses menulis beberapa buku, baik itu solo atau bersama teman-teman komunitas penulis di Yogya.

liebster award

Saya menyebut demikian karena bagi saya pribadi Mas Seno lah orang yang membuka cakrawala saya tentang nge-blog lebih luas. Beliau yang mengenalkan saya pada teknik penulisan SEO. Beliau yang mengenalkan saya pada monetisasi blog, sehingga saya bisa menghasilkan uang dari hobi menulis ini.

Mas Seno orang pertama yang memberi saya job menulis di dua website berbeda. Rasanya bangga sekali karena saya bisa mendapat gaji pertama dari hobi ngeblog, walau pun 2019 itu saya masih berprofesi sebagai jurnalis di salah satu media nasional. Terima kasih, mas.

6. Ardi Handayat (handayat.com)

Waktu masih pakai seragam putih abu-abu era 2000-an dulu saya masih sibuk belajar, main, jadi penyiar radio, melalak (jalan-jalan) ke sana kemari, dan ngumpul sama teman-teman. Gak kepikiran tuh buat serius belajar menulis online.

Muhammad Nur Ardi Handayat, nama cukup panjang tapi mudah diingat. Saya shock begitu tahu Handayat ini masih SMA.

liebster award

Gimana gak kaget? Namanya beberapa kali muncul sebagai pemenang blog, bahkan sempat bergandengan dengan nama saya sebagai pemenang Coocaa Blog Competition 2020.

Handayat paling banyak menulis tentang edukasi, kesehatan, dan wisata. Kalo main ke blognya, duh jadi jiper duluan. Banyak banget tulisannya yang ‘bau duit’ alias berbayar.

Keren banget adik saya yang satu ini. Masih remaja tapi udah jadi raja di istananya sendiri berkat ngeblog.

7. Reyne Raea (reyneraea.com)

Mom bloger yang satu ini membuktikan pada saya bahwa emak-emak pun kalo nge-blog serius, pasti duit ada aja terus. Masya Allah kalo berkunjung ke blog Mba Rey, saya jadi semangat untuk meningkatkan kualitas nge-blog saya.

liebster award

Mba Rey ini bukan sembarang mom bloger. Bloger asal Minahasa, Sulawesi Utara ini lulusan teknik sipil loh. Pernah garap proyek jalan tol, pembangunan rumah mewah, kerja di perusahaan kontraktor. Namun, pada akhirnya profesi mulia, menjadi full-time mom pilihannya.

Sembari mengurus kedua puteranya, Mba Rey menjalani passionnya sebagai bloger. Blognya tematik banget. Postingannya dikelompokkan berdasarkan hari, mulai dari #MondayBusiness #TuesdayTechno #RabuParenting #KamisSehat #FridayMarriage #SabtuKuliner dan #SundayLifestyle.

8. Rini Novitasari (celotehdinihari.com)

Tabiat iIlmu itu semakin dibagi semakin bertambah. Saya belajar hal ini dari Mba Rini Novitasari. Sesibuk apapun beliau, tak pernah merasa risih ketika namanya dipanggil melulu di grup whatsapp bloger buat ditanyain ini itu terkait monetisasi blog, yaitu mendulang uang melalui nge-blog.

liebster award

Saya dan teman-teman bloger lain menjulukinya Miss Vira. Buat yang belum tahu, Vira itu salah satu platform pemasaran brand di internet yang menggandeng bloger-bloger untuk membuat tulisan berbayar. Nah, Mba Rini ini salah satu bloger yang menyemangati banyak bloger, khususnya newbi untuk merasakan asiknya dapat uang dari Vira.

Nama Rini Novitasari termasuk bloger perempuan yang menjuarai lomba-lomba blog. Beliau totalitas banget kalo menulis, mulai dari ide sampai desain grafis yang ciamik abis.

9. Maria G Soemitro (maria-g-soemitro.com)

Curhat Si Ambu, demikian tagline blog milik Mba Maria G Soemitro. Beliau mantan chief accounting yang candu banget nonton plus nge-review drama korea. Pokoknya gak ada drama korea kekinian yang lepas dari pandangan Ambu, panggilan khusus dari para bloger yang mengenalnya.

liebster award

Saya belum pernah bertemu Ambu secara langsung, tapi suatu hari saya menitikkan air mata membaca goresan Mba Maria tentang pahitnya perpisahan dalam rumah tangga yang mengharuskannya berjuang hanya untuk bertemu puteri kesayangannya sampai sekarang. Saya berdoa untuk Ambu, yakinlah, kelak hari bahagia itu akan tiba. Peluk Ambuuuuu.

10. Doel (doel.web.id)

Bang Doel, demikian kami memanggilnya. Setiap ada bloger yang bermasalah sama technical website, mau itu pengguna Blogspot atau Word Press, pasti yang dicolek duluan adalah beliau.

Konsultasi sama Bang Doel gratis. Yakin deh, pahalanya di akhirat nanti banyak, salah satunya karena doa dan rasa syukur dari bloger yang dia bantuin. Kekeke.

liebster award

Saya tak pernah absen bacain kanal Tips Blog di laman Bang Doel. Bahasa dan gaya penulisan mantan jurnalis TV yang hijrah jadi bloger techno ini sangat ringan, gampang dipahami, dan mudah diterapkan.

Contoh sederhana deh, saya waktu itu bingung cara update artikel lama di Google Search Console, hal yang mungkin receh dilakukan bloger senior, tapi sungguh berarti informasinya bagi bloger seperti saya. Saya sukses memahaminya berkat blog Bang Doel. Banyak lagi tips-tips nge-blog dari Bang Doel, so kepoin aja websitenya.

11. Ari Pamungkas (arigetas.com)

Berapa banyak bloger laki-laki yang fokus menulis tentang keluarga, apalagi topik suami istri dan pengasuhan anak? Sejauh yang saya kenal, jumlahnya masih sedikit.

liebster award

Mas Ari salah satu bloger keren tersebut. Kita bisa melihat banyak hal dari sudut pandang seorang suami atau ayah di blog Mas Ari. Ada kanal khusus berisi pengalaman pribadi lengkap dengan tips-tips kece seputar kehidupan keluarga.

Saat ini ayah sekaligus suami bekerja ini merangkap mahasiswa master di Prince of Songkla University di Hat Yai, Thailand. Beliau juga berbagi Kisah Hat Yai seputar kehidupan sebagai mahasiswa di Negeri Gajah Putih, lengkap dengan informasi kuliner dan tips tinggal di sana.

Pertanyaan untuk Penerima Liebster Award 2020

Liebster Award hambar rasanya tanpa disertai sederet pertanyaan untuk para penerima penghargaan. Semoga bloger-bloger favorit saya di atas berkenan untuk menjawab 11 pertanyaan acak berikut dari saya.

  1. Apa motivasi kamu jadi bloger?
  2. Dari mana saja sumber inspirasi kamu saat menulis di blog?
  3. Kalo lagi blog walking nih, apa sih yang kamu harapkan dari bloger lain yang berkunjung ke blog kamu?
  4. Pengen gak anaknya kelak jadi bloger juga?
  5. Sebutkan salah satu kebiasaan yang ingin kamu tinggalkan atau hilangkan, tapi kok rasanya susah banget ya?
  6. Apa yang kamu rasakan perlahan hilang atau mungkin sudah hilang dari kehidupanmu? Apakah kamu ingin merasakan atau memilikinya lagi?
  7. Kalo kamu lagi makan, kamu pilih menghabiskan bagian terenak di awal atau di akhir?
  8. Apa tempat terbaik yang pernah kamu kunjungi atau tinggali?
  9. Hal apa yang paling membuat kamu berterima kasih dan bersyukur dalam hidup?
  10. Mainan favorit kamu waktu kecil apa sih?
  11. Apa kesan pertama kamu saat bertemu atau mungkin berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), misalnya autisi atau penyandang autisme?

Sederhananya Liebster Award ini cara sesama bloger saling bantu menemukan bloger-bloger inspiratif di luar sana. Kurang lebih seperti surat cinta berantai ya?

Sekiranya semua bloger berpartisipasi dengan itikad dan niat baik, Liebster Award adalah cara positif kita menebar cinta dan semangat menulis untuk sesama bloger. Terima kasih sudah membaca coretan saya yang panjang ini. Your life is your story. Write it well.

bundalogy

5 thoughts

  1. Uniiii, tersanjung aku hahaha
    Dulu pertama liat blog uni ini saya langsung suka, tampilan kece, fotonya bagus dan tulisan enak di baca.
    Dr cerita di atas saya ikut deg2 an saat baca dikejar gajah liar, trus bisa junpa badak juga huhi keren bgt sih.. saya orang Lampung loh, blm pernah liat Bdak haha

    Like

    1. Samaan nih kitaa Bg Sani…pertama liat blog Muthe ini langsung suka ya, kece dan kaya quote2 gitu, pokoknya kl ke blog ini suka lupa durasi hehe, balik-balik page lainnya teruss.

      Btw, Muthe, makasih ya sudah membalas Liebster Award-nya. Luv u, cium sayang buat anak2

      Like

  2. Masyaalloh makasih mba Mutia memasukan namaku dalam salah satu list di atas..
    Mbak. Aku baru denger kondisi salah satu dari sikembar.. semoga mbak Mutia ttp semangat dan dilimpahi kebahagiaan sama pra malaikat kecil mbak mut dan suami ya. Aku tau mba mut org yg strong dan hebatt..❤️❤️❤️
    Btw cerita dikerjar gajahnya menegangkan bgt mbak ga ngebayangin dikejar mahluk Segede itu.untung temen2 mbak ga pada egois ningggalin yaaa . Terharuu

    Like

  3. Udah baca dari siang tadi dan baru sempat meninggalkan goresan di sini.
    Makasih banyak ya Mba Muthia :*

    Masha Allah..
    Suka terharu kalau ada yang sempat-sempatnya membahas blog saya yang isinya curcol itu hahahaha.
    Baca ini saya jadi ingat kapan hari juga ada yang DM saya mengenai liebster Award ini, dan saya lupa dong astagaaa..

    Lupa nulisnya, dan lupa juga blog siapa ya? *pikuuunnnn!
    Tengkiu so much, insha Allah diterima dan dituliskan nanti.

    Btw, baru ngeh mengenai perjuangannya nih Mba, peluukkk..
    Bunda yang luar biasa, insha Allah selalu kuat, sabar dan semangat dalam mengasuh para buah hatinya, daaann selalu tak pernah menyerah untuk menginspirasi kami semua.

    Karena baca perjuangannya, bikin saya jadi merasa jleb banget.
    Di mana saya kadang merasa lelaaahhh banget mengasuh 2 bocah yang terlalu aktif ini, namun ternyata masih banyak bunda hebat lainnya macam Mba Muthia ini yang lebih keren dalam mengasuh anak-anaknya.

    Btw keren banget ih lama berpengalaman di jurnalis, makanya baik tampilan blog maupun penulisannya keren, runut dan mudah dipahami.

    Sekali lagi, terimakasih dan semangat selalu yaaa :*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.