Anak Pintar tak Perlu Mainan Mahal

Anak Pintar tak Perlu Mainan Mahal

Begitu si kembar lahir, saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk merapikan mainan si kakak, menyortir mana yang masih layak pakai, mana yang harus dibuang atau disumbangkan.

Kami merapikan mainan si kakak demi keamanan adik-adiknya. Saya tak ingin jika si kembar tiba-tiba menelan bagian-bagian kecil mainan kakaknya, terlebih saya tak ada asisten rumah tangga yang membantu menjaga anak-anak. Saya masih ingat saat suami harus membeli banyak kardus untuk mengemas semua itu.

Kami bukan tipikal orang tua yang sering membelikan anak mainan. Namun, setelah si kakak berusia 3 tahun, kok rasanya mainannya tetap saja banyak? Continue reading “Anak Pintar tak Perlu Mainan Mahal”

Advertisements