Keputihan Bikin Ibu Hamil tak Nyaman

Foto: Firstcry

BUNDALOGY — Perempuan menjelang 15 minggu kehamilan biasanya mengalami sejumlah gejala tak biasa, mulai dari mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, sakit punggung, hingga keputihan. Bunda yang mengalami keputihan saat hamil itu normal.

Meski demikian, ada beberapa kondisi keputihan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Ketika kram atau pendarahan menyertai keputihan misalnya, bunda perlu mencari dokter segera.

Apa saja yang menyebabkan keputihan saat hamil?

Leukorrhea

Leukorrhea adalah peningkatan cairan normal di sekitar Miss-V. American Pregnancy Association menunjukkan cairan ini berbau ringan bewarna putih susu. Bunda tak perlu khawatir dengan kondisi ini, namun perlu menjaga kondisi Miss-V tetap bersih dan sekering mungkin.

Bunda tak harus menggunakan pembalut selama hamil untuk menyerap keputihan, sebab itu justru menyebabkan kuman mudah masuk ke Miss-V. Penggunaan pantyliner sehabis mandi dibolehkan, namun usahakan yang tidak berbau dan digunakan hanya saat cairan keputihan banyak. Solusi terbaik adalah mengganti celana dalam beberapa kali sehari.

Jamur

Peningkatan estrogen selama kehamilan menyebabkan tubuh bunda memproduksi glikogen lebih banyak. Hal ini membuat jamur (yeast) tumbuh subur di area gelap dan lembab. Miss-V tentu menjadi lingkungan sempurna untuk berkembangnya jamur.

Menjaga Miss-V tetap kering dan bersih mengurangi risiko infeksi. Gejala infeksi jamur ini meliputi kemerahan, gatal, cairan keputihan tebal bewarna putih, serta berbau ringan seperti roti diberi ragi.

Infeksi jamur memerlukan pengobatan antijamur. Krim supositoria untuk Miss-V bisa digunakan. Meski obat ini tersedia di toko-toko obat, namun bunda harus berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan.

Infeksi Lainnya

Infeksi Miss-V lain yang lebih serius memerlukan perawatan medis untuk mencegah komplikasi, termasuk keguguran. Jika cairan keputihan terlihat kuning dan hijau, berbau kuat, disertai gatal dan kemerahan, maka Miss-V telah mengalami infeksi bakteri. Infeksi bakteri pada wanita hamil bisa terjadi di daerah pinggul, Miss-V, dan saluran kencing.

Keguguran

Keguguran umumnya terjadi menjelang 12 minggu kehamilan. Keguguran juga masih bisa terjadi pada usia kehamilan 15 minggu ke atas. Gejalanya meliputi sakit perut yang kuat, kram melebihi kram saat menstruasi, hingga pendarahan pada vagina.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik biasanya terdeteksi diawal kehamilan. Hal ini terjadi ketika telur yang dibuahi menempel di bagian luar rahim. Ini bisa menjadi kondisi serius jika tak terdeteksi. Tanda-tanda awal kehamilan ektopik adalah pendarahan dan rasa sakit pada Miss-V. Rasa sakit juga terasa di panggul, perut, atau dalam kasus paling parah di bahu dan leher.

Source: Livestrong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.