Jurus Ampuh Agar Si Kecil Berhenti Ngompol

Foto: Pediatric of Florence

BUNDALOGY — Mengompol sangat umum terjadi pada anak-anak sampai berusia enam tahun. Setelah enam tahun pun, faktanya masih ada beberapa anak yang terus mengompol ketika tidur.

Bunda mungkin saja frustasi menghadapinya. Namun, hal penting yang perlu diingat, mengompol pada dasarnya perbuatan tak sengaja yang dilakukan si kecil. Seringkali, mengompol terjadi karena si kecil belum memiliki kemampuan mengendalikan kandung kemih dalam semalam.

Mengompol adalah mengeluarkan urin (air seni) yang tidak disadari pada waktu tidur. Dalam istilah kesehatan, mengompol dikenal dengan sebutan enuresis.

Enuresis umumnya terjadi pada anak-anak, namun bisa juga pada orang dewasa. Hanya saja, pada orang dewasa disebut urinary incontinence.

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan untuk menghentikan si kecil mengompol.

Kurangi Minum Sebelum Tidur

Anak-anak memang disarankan banyak minum agar tubuh terhidrasi dengan baik. Namun, terlalu banyak minum sebelum tidur berkontribusi menyebabkan mengompol pada anak. Seteguk atau dua teguk air sebelum tidur mungkin wajar, namun minum bergelas-gelas air satu jam sebelum tidur sebaiknya dihindari.

Gunakan Alarm Mengompol

Moisture alarm dikenal juga sebagai alarm mengompol. Alat ini bisa bunda beli dan membantu mengingatkan si kecil ketika mereka mulai mengompol. Alarm ini akan ditempatkan di bawah pad atau alas kasur ompolnya yang akan mendeteksi kelembaban pada intensitas tertentu dan otomatis membangunkan si kecil.

Jadi, si kecil akan berhenti mengompol dan bangun menuju kamar mandi. Menurut sistem kesehatan dunia UCLA, alarm mengompol salah satu cara paling efektif untuk membantu anak berhenti mengompol.

Buang Air Kecil Sebelum Tidur

Sebelum si kecil pergi tidur, anjurkan mereka untuk buang air kecil terlebih dahulu. Meski si kecil mengatakan tak ingin ke kamar mandi, bunda sebaiknya sedikit memaksa. Pergi ke toilet sebelum tidur juga bisa mengurangi kecelakaan ‘ngompol’ dimalam hari, terutama bagi anak-anak yang memiliki kandung kemih kecil.

Jangan Bereaksi Negatif

Bunda perlu ingat bahwa si kecil mengompol tidak sengaja. Oleh karenanya, jangan marah dan menekannya. Jika bunda menemukan si kecil mengompol, menjauh dari mereka selama satu menit. Biasanya, anak akan malu dan ingin meredakan rasa malunya beberapa menit ketika bangun tidur. Setelah itu, bunda baru mendekat dan membersihkan bekas ompolnya.

Konsultasi ke Dokter

Dalam kebanyakan kasus, obat untuk menghentikan kebiasaan mengompol tak diperlukan. Namun, dalam beberapa kasus lain, obat anti-ompol ternyata cukup membantu.

Menurut peneliti dari Miller School of Medicine, University of Miami, Amerika Serikat, obat anti-ompol akan mengontrol kejang otot jika kandung kemih anak terlalu aktif. Jika produksi urin berlebihan maka itu terbilang masalah. Obat anti-ompol ini bentuknya berupa hormon antidiuretik (ADH) yang memperlambat produksi urin selama tidur.

Mencegah Sembelit

Jika si kecil sembelit kronis, ini juga berkontribusi besar menyebabkannya sering mengompol. Bunda sebaiknya menambahkan menu sayuran, buah segar, dan biji-bijian dalam menu diet harian si kecil. Ini akan membantu mengurangi sembelit. Anak-anak juga harus banyak minum banyak air siang hari supaya sistem pencernaannya bekerja efisien.

Membatasi Kafein

Minum atau makan makanan mengandung banyak kafein dapat meningkatkan produksi urin. Meskipun si kecil mungkin tak menikmati secangkir double espresso, kafein mungkin terdapat dalam menu makanan dan minuman mereka, misalnya coklat dan beberapa jenis soda yang mengandung kafein.

Jika mengompol menjadi masalah serius pada anak bunda, mulai sekarang pertimbangkan untuk menghilangkan menu soda yang mengandung kafein dalam makanan mereka. Atau, setidaknya bunda membatasi si kecil mengonsumsinya lima jam hingga enam jam sebelum tidur.

Source: Symptom Find

2 thoughts

  1. Teringat yuni dulu dengar cerita bahwa ada teman yuni yang mengompol ketika dia sudah duduk di bangku SMP. Ternyata ada ya yang begitu. Hehehe

    Like

    1. Benar mba. Saya juga punya tetangga perempuan yang sudah SMA masih juga sesekali ngompol. Itu tidak disadari. Hehehe

      Like

Leave a Reply to Mutia Ramadhani Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.