Owner Coco Group, I Nengah Natyanta: Percaya Diri dengan Merek Sendiri

cocogroup bali.jpg
I Nengah Natyanta (Foto: Coco Group Bali)

Seorang pebisnis membuat sejarah jika berhasil melekatkan identitas pada usahanya. Itulah yang dilakukan I Nengah Natyanta, pendiri dan pemilik Coco Group. Putra Bali ini menilai brand tak sekadar melekat sebagai nama perusahaan, melainkan juga citra dan persepsi seseorang terhadap usaha dan produknya.

Pria asal Karangasem ini berbisnis dengan menjadi diri sendiri, menawarkan kelebihan diri, membuat arah dan tujuan dengan cara terus berinovasi. Alih-alih bergabung dengan jaringan waralaba ritel yang sudah menjamur di berbagai sudut kota saat ini, Natya memilih berkompetisi dengan mendirikan Coco Group.

Usahanya mungkin belum tersebar di seluruh Indonesia, namun sangat populer di Bali. Dia juga melakukan self-branding, yaitu menamai jaringan hotelnya dengan nama sendiri, Hotel Natya ketimbang bermitra dengan brand asing atau brand lokal yang umum. Self-branding baginya menentukan kualitas, atribut, dan kepribadian seorang pebisnis.

Pebisnis sukses bagi Natya adalah pebisnis yang bisa memupuk brand kecil menjadi besar. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau Desember 2016. Continue reading “Owner Coco Group, I Nengah Natyanta: Percaya Diri dengan Merek Sendiri”

Advertisements

Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari

ketua-phri-bali-tjokorda-oka-artha-ardhana-sukawati_20150917_092958.jpg
Founder Tjampuhan Group, Cok Ace

Ubud tak pernah paceklik dari kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Bali sepanjang tahun. Meski demikian, masyarakatnya tetap sederhana tanpa khawatir akan kehidupan duniawi. Demikian juga halnya dalam berbisnis di mata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Pendiri Tjampuhan Group ini bersama keluarga besarnya mengembangkan bisnis hospitality berlandaskan budaya. Pria ini memiliki berbagai jabatan profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, seniman, arsitek, bangsawan, hingga sosok yang aktif terlibat dalam berbagai pengembangan dunia pariwisata di Pulau Dewata. Cok Ace mempertahankan kesederhanaan dalam bisnisnya dan menomorsatukan budaya dalam praktiknya. Berikut petikan wawancara saya bersama beliau di Bali, Oktober 2016 lalu.  Continue reading “Founder Tjampuhan Group, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati: Bisnis Berseri Budaya Lestari”

Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha: Menduniakan Cokelat Bali

inda-7125 (1).jpg
Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha

Bali salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia. Meski produksi bahan baku cokelat ini tak sebesar Sumatra dan Sulawesi, namun pabrik-pabrik cokelat popular skala kecil menengah justru terbanyak berada di Bali.

Popularitas Pulau Dewata sebagai destinasi dunia secara tak langsung menjadikan produk olahan cokelat di Bali ikut mendunia. Salah satu pemain utamanya adalah Pod Bali Chocolate. Produk-produknya sangat familiar dan selalu dicari kalangan turis mancanegara yang berkunjung ke Bali.

IGAA Inda Trimafo Yudha adalah sosok di balik kesuksesan Pod Bali Chocolate Factory. Bersama suaminya yang seorang Australia, Tobias Challenger Garitt, Inda memulai bisnis ini dari nol dengan misi menduniakan cokelat Bali. Berikut petikan wawancara bersama beliau di Denpasar beberapa waktu lalu.  Continue reading “Owner Pod Bali Chocolate, IGAA Inda Trimafo Yudha: Menduniakan Cokelat Bali”

Malala Yousafzai: Pahlawan Pendidikan dari Lembah Swat

9780316322409.jpg

Coretan ini aslinya repost dari tulisan saya yang pernah dimuat di Harian Nasional Republika edisi Minggu, 8 November 2015. Pada waktu itu kebetulan saya datang ke Ubud Writers and Readers Festival di Bali.

Para penulis ternama dan terbaik di bidangnya hadir di festival sastra terbesar di Asia Tenggara ini. Acaranya berlangsung 28 Oktober hingga 1 November 2015, dihadiri lebih dari 165 penulis dari 25 negara berbeda, salah satunya Christina Lamb.  Continue reading “Malala Yousafzai: Pahlawan Pendidikan dari Lembah Swat”