Taman Sukasada, Istana Air di Ujung Timur Pulau Bali

P_20170215_095128.jpg

Di ujung timur Pulau Bali, tepatnya di Desa Tumubu, Karangasem terdapat Istana Air yang dikenal dengan nama Taman Ujung Sukasada atau Waterpaleis, sebutan dari orang Belanda pada masa penjajahan kolonial.Β 

Taman Ujung Sukasada dibangun oleh Raja Karangasem, Gde Djelantik pada 1901. Bagian bangunan yang pertama kali didirikan adalah Kolam Dirah. Pembangunan selanjutnya diwariskan ke Gusti Bagus Djelantik pada 1909. Pada masanya dibangun kolam pertama, kolam kedua, balai gili, hingga kanopi yang ada sampai sekarang. Taman ini dirancang seorang arsitektur Belanda, van Den Hentz, bersama arsitek Cina bernama Loto Ang atas perintah Raja Karangasem.

Pembangunan Taman Ujung selesai pada 1921 dan diresmikan 1937. Sayangnya 26 tahun kemudian, tepatnya 1963, Taman Ujung Sukasada sempat hancur karena letusan Gunung Agung kala itu. Gempa yang terjadi pada 1976 juga merobohkan hampir semua bangunan ini. Taman Ujung Sukasada kembali dipugar 2001-2003 oleh pemerintah daerah persis seperti bangunan aslinya. Sejak itu taman ini dibuka untuk wisata.

Ada tiga pintu masuk menuju kawasan ini, namun hanya satu pintu yang dibuka untuk wisatawan. Pintu masuk tersebut berada di samping areal parkir. Pengunjung cukup membayar tiket Rp 15 ribu per orang. Mula-mula Anda akan melewati sebuah jembatan beton panjang yang menghubungkan area parkir menuju area utama istana air.

P_20170215_095020
Pemandangan dari jembatan beton menuju area utama Istana Air Taman Ujung

Pemandangan taman air begitu luas bisa Anda nikmati di kiri kanan jembatan. Sesampainya di ujung jembatan, belok kanan maka Anda akan menemukan kantor sekretariat pengelola. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai sejarah dan pengetahuan umum tentang bangunan bersejarah ini. Pengelola yang ramah siap menjawab pertanyaan pengunjung.

Jika Anda memilih berjalan lurus, Anda akan memasuki area utama istana. Ada tulisan Welcome To Water Palace. Di depan tulisan itu terhampar kolam air sangat luas dan di tengahnya berdiri bangunan berarsitektur Eropa.

Taman-Sukasada-1.jpg

P_20170215_095637

P_20170215_095232

Pohon cemara dan aneka jenis bunga memayungi kiri kanan jalan. Anda tak akan menemukan satu sampah pun di kawasan ini mengingat petugas kebersihannya sangat banyak.

P_20170215_095543

P_20170215_095320

P_20170215_095310

Bangunan utama istana air ini bernama Balai Gili Ikan Bangi, menyerupai tempat peristirahatan keluarga kerajaan pada zaman dahulu. Bangunan menyerupai rumah bergaya arsitektur Eropa ini bisa dicapai dengan melewati sebuah jembatan penghubung. Pemandangan di sekitarnya sangat indah.

P_20170215_110907.jpg
Jembatan penghubung menuju Balai Gili Ikan Bangih

Bangunan kerajaan ini terdiri dari sejumlah ruang, mulai dari ruang tidur raja, ruang istirahat putra dan putri raja, serta ruang tamu. Ruangan ini bebas dimasuki pengunjung dan banyak sekali terpajang foto-foto monokrom yang menjelaskan sejarah Taman Ujung dan sejarah keluarga Raja Karangasem.

P_20170215_110734

Pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga untuk mencapai Balai Lunjuk, bagian tinggi dari Taman Ujung. Perjalanan pasti melelahkan jika menapaki anak tangga demi anak tangga ini di siang terik. Meski demikian, pemandangan spektakuler yang disaksikan dari Balai Lunjuk sangat indah. Pengunjung bisa menyaksikan keseluruhan wilayah istana air ini.

cymera_20170215_2320571
Balai Lunjuk
cymera_20170215_2320001
Balai Lunjuk
balai lunjuk anything bali.jpg
Balai Kapal (Foto: Anything Bali)
balai lunjuk tripadvisor.jpg
Balai Kapal (Foto: TripAdvisor)

Sisi terindah dari Taman Ujung adalah Balai Kapal. Ini adalah ikon sekaligus menjadi tempat favorit foto prewedding. Bentuknya berupa bangunan pilar batu tanpa atap.

p_20170215_1004551

Taman Ujung juga memiliki sebuah wantilan atau Balai Kambang. Pengunjung tetap melewati jembatan di atas air untuk mengakses bangunan ini. Anda bisa menghabiskan istirahat siang di sini, sambil menikmati kopi, teh, atau jajanan yang dijual oleh ibu-ibu dengan bakul gendongnya.

cymera_20170215_2322141

Anak-anak yang ingin naik perahu angsa cukup membayar Rp 10 ribu per orang. Anda bisa mengayuh sendiri perahu Anda sambil mengitari kolam yang mengelilingi istana air ini selama 15 menit. Anda perlu mengawasi ketat anak-anak, khususnya bayi yang bermain di sekitar kolam.

Advertisements

One thought on “Taman Sukasada, Istana Air di Ujung Timur Pulau Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s