Sate Ikan Merta Sari Enaknya Kebangetan

p_20170213_135937

Ini adalah kunjungan kami keempat kalinya ke Warung Lesehan Merta Sari. Setiap liburan ke Klungkung atau Karangasem, kami selalu menyempatkan singgah bersantap siang di warung sederhana yang berlokasi di Desa Pesinggahan, Jalan Banjar Sukahati, tepatnya di jalan lintas menuju Padangbai atau Goa Lawah.

Warung Lesehan Merta Sari menyajikan menu-menu makanan yang semuanya berbahan dasar ikan tuna segar. Saya jadi teringat pesan Menteri Kelautan RI, Ibu Susi Pudjiastuti. Beliau sering bilang, “Ayo makan ikan. Jika tidak, saya tenggelamkan.” 

Saya datang ke sini bukan karena takut ditenggelamkan Ibu Susi di Laut Jawa atau Laut Natuna, melainkan hidangan sate ikan khas Bali yang terkenal itu benar-benar lezat dan tak ada tandingannya. Sate lilit, sate tusuk, dan baso tunanya super ‘endes.’ Sepiring nasi putih hangat, jukut bejek kacang panjang, kacang tanah goreng nan renyah, segelas jeruk hangat, serta sambal matah Bali yang disajikan bersama menu utama menyempurnakan hidangan makan siang kami. Soal harga, kami bisa menikmati seluruh menu lengkap di atas dengan cukup merogoh kocek Rp 30-35 ribu.

Lesehan yang berdiri sejak 1980 ini awalnya dikelola penduduk setempat, mendiang I Nengah Sada. Saat ini, warung berkapasitas 120 orang itu dijalankan keluarga Ni Komang Yunianti.

Sate lilit ala Lesehan Merta Sari menggabungkan bumbu-bumbu tradisional Bali yang lebih dikenal dengan sebutan basa genep. Cabai, bawang merah, bawang putih, sereh, merica, gula, garam dicampur merata bersama kelapa parut dan ikan tuna yang dihaluskan.

Adonan sate lilit tuna ini disematkan pada tusuk bambu yang higienis. Di restoran mewah, tusuk bambu biasanya diganti sereh, sehingga aroma rempahnya semakin terasa. Adonan ikan harus benar-benar dililitkan ke batang bambu supaya teksturnya tidak mudah lepas saat dibakar di atas bara api.

Cita rasa pedas manis dan aneka bumbu rempah membuat sate lilit khas Bali ini mudah diterima lidah masyarakat juga turis asing. Menu lain di Lesehan Merta Sari adalah sate tusuk yang terbuat dari potongan ikan tuna diberi kecap manis. Bayi saya, Maetami yang masih berumur satu tahun pun bisa lahap menikmati sate tusuk tuna yang rasanya sangat original ini.

“Sate tusuk di sini paling enak. Mas belum pernah coba yang lebih enak dari ini,” kata suami saya.

Kami memesan tiga porsi sate tusuk ikan di Merta Sari. Satu porsi sengaja dibungkus untuk dibawa pulang. Momen bisa berkunjung ke warung yang cukup jauh dari Denpasar ini terbilang jarang, sehingga satu porsi rasanya belum cukup untuk menikmati kelezatannya.

Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri pernah singgah lebih dari sekali ke Lesehan Merta Sari. Foto kunjungan beliau terpampang di salah satu sudut warung ini.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, serta Ibu Susi tak ketinggalan merasakan lezatnya sate ikan Merta Sari. Banyak juga kalangan politikus dan artis yang berdatangan setelahnya, seperti Tamara Bleszynski hingga Nikita Willy.

Ni Komang menjamin ikan tuna yang digunakan sebagai bahan dasar semuanya segar. Kesegaran tuna berpengaruh pada kualitas sate. Tuna segar biasanya membuat sate lebih tahan lama, tidak mudah hancur saat dipanggang, dan rasanya jelas lebih enak.

“Ini juga yang membuat pembeli pasti kembali untuk membeli sate ini,” katanya.

Rata-rata setiap harinya Lesehan Merta Sari menghabiskan 100 kilogram (kg) ikan tuna, bahkan sampai 200 kg saat akhir pekan atau libur nasional. Pengunjung pun kadang harus mengantre untuk mendapatkan tempat duduk di warung yang beroperasi dari pukul 08.00 WITA hingga 18.00 WITA ini.

Meski lokasinya sedikit jauh dari jalan lintas utama, Lesehan Merta Sari tak pernah absen diserbu pengunjung. Mereka yang ingin makan lebih santai bisa memilih tempat duduk lesehan. Bagi yang tidak kebagian lapak lesehan, ada tempat duduk berupa kursi dan meja.

merthasari-klungkung.jpg
Foto: Wisata Bali

Pengunjung bisa menyaksikan langsung aksi pembakar-pembakar sate di Lesehan Merta Sari. Tangan kiri mereka memegang kipas sate yang terbuat dari anyaman bambu tipis berbentuk segi empat, sementara tangan kanan dengan terampil mengambil, menjejer, dan membolak-balik tusuk sate di atas bara. Sate yang dibakar sesekali diolesi santan kental yang mengeluarkan aroma lezat membuat perut semakin keroncongan.

lilit.jpg

Banyak orang takut makan sate karena umumnya terbuat dari daging sapi, kambing, atau ayam. Sate lilit khas Merta Sari tentu saja berbeda karena berbahan dasar ikan tuna sehingga rendah kolesterol, lebih lezat, lebih sehat, dan tentunya halal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s